My First Love

My First Love
Dirga



 


***Happy Reading🌻***


 


Jasmine membalikkan badannya ke kelas dan tidak memperdulikan cowok itu.


"Gk jadi ke kantin Min?!" tanyanya heran karena Jasmine malah balik ke arah kelas.


"Lewat belakang aja" jawabnya singkat, padat, dan jelas.


Saat sampai di kantin ia melihat banyak bangku yang kosong hanya ada kaum adam yang berterbaran.


"Sepi amat kantin kek kuburan" ucap Anggun


Selang beberapa detik setelah Anggun mengucpakan bahwa kantin sepi, ia mendengar hantaman kuat dari kaki-kaki orang yang mengarah ke kantin.


"Astaga kek gempa tau gk sih" Anggun menggeleng.


"Nggun pesenin makanan dlu sono"


"Ihh nyuruh" gue lo, emng gue siapa lo"


"....."


"Mau beli apa?"


"Sama kek lo"


Jasmine pun duduk di bangku yang kosong sambil menunggu Anggun yang sedang memesan makanannya dan secara mendadak Jasmine melihat ada seseorang yang duduk di depannya.


Jasmine mendangakkan kepalanya dan melihat ada orang yang tersenyum kepadanya. Jasmine pun acuh kepada orang yang di depannya.


"Nama lo Jasmine Putr—" uvap Dirga terpotong.


"Ya"


"Belom selesai selesai ngomong orang"


Jasmine memang begitu selalu acuh tak acuh kepada orang yang batu di kenalnya. Jika saja di hadapannya sekarang adalah Alvaro mungkin Jasmine akan bersikap seperti itu juga.


Alvaro dan Rasya melihat Jasmine sedang bicara dengan cowo dan kakinya menggerakkan Alvaro untuk mengarah ke Jasmine.


"DIRGAAAAA" teriak Rasya yang tak karuan senang.


"Eh Ras, Var, udah lama banget gk ketemu" ucapnya basa-basi.


"Baru 1 tahun" seperti biasa singkat, padat, dan jelas.


"Gk ada bedanya lho" ucap Dirga menepuk bahu


"Oh iya, yang lain mana" Dirga mencari-cari batang hidung teman mereka yang sudah lama tidak terlihat.


"Mereka udah pada gk ada" ucap Tasya mendramatisir suasana.


"Mereka bertiga pindah, tinggal satu bocah ini nih gk tau harus gua kemanain" ledek Alvaro ke Rasya.


"Min, nih makanan lo"


"makasih gun" ucapnya.


"Ihh ada badak buntel disini ngapain lo" tanya Anggun tidak suka kehaditan Rasya.


"Kenapa gk suka?!" tanya Rasya menolak pinggangkan tangannya.


"Gk!" ucapnya menolak pinggangkan tangannya juga.


"Udah duduk nggun malu noh di liatin banyak orang juga." Jasmine menarik tangan Anggun untuk duduk disampingnya.


Akhirnya Anggun duduk dengan perasaan kesal yang menggebu-gebu di dirinya. Ia duduk sambil menjulurkan lidahnya ke Rasya.


"Kita boleh gabung kan," tanya Dirga.


"Boleh," jawab Anggun dengan senyum lebar.


"Gosah senyum-senyum lo cewe gila" ucap Rasya kesal.


Mereka pun duduk dan makan dikantin bersama dengan senyum. Tapi tidak dengan Alvaro yang hanya stay dengan muka datar dan dinginnya.


Jam menunjukkan wakunya pulang sekolah dan semua ank" keluar berhamburan seperti semut tang mendesak di depan gerbang.


Jasmine membereskan buku"nya dan dimasukkan kedalam tasnya. Setelah itu ia keluar bersama Anggun.


Didepan gerbang ia melihat ada motor yang menghampirinya.


"Gue anter lo ya?!" tanya Dirga.


"Gk usah"


"Gpp sekalian pengen liat-liat pemandangan disini karena udah lama gk jalan kesini."


Jasmine langsung naek ke jok motor Dirga dan Dirga memberi jaket untuk Jasmine karena takut roknya terlalu terbuka.


"Nih pake"


"Ga usah, rok gua masih bisa nutupin kok"


Dirga menarik jaketnya kembali dan membuat cowo di sudut sekolah yang sedang memperhatikannya itu tersenyum siapa lagi kalo bukan Alvaro.


——————


Bau-bau PHO udah kecium nihhh guysssss.......


Budidayakan laik,komen,en vot 🍀


SadEnd ato HapEnd nih?


Kayanya SadEnd seru nih....Kalian komen dehh