
ketika puas tertawa dan berdebat, barulah kedua nya sadar, jam di dinding ruangan itu terua saja berputar tak memperdulikan dua lelaki dewasa itu saling beragumen dan kadang tertawa terbahak-bahak.
"ehh semua nya kog menghilang sih?", alvin bertanya pada ivan dan yang di tanya hanya menaikan bahu nya.
"ngapain sih mereka pada pergi? gak ngajak puka!", sungut ivan sambil berjalan keluar dari ruangan itu yang disusuli alvin
"ehh van, udah jam 07 malem ternyata", gumam alvin yang masih di dengar ivan
"ia", jawan ivan ketus
"pokok nya gua ikut lo sama dian! titik!!", kata alvin lagi sambil membalikan badan nya menghadap alvin dan menunjuki nya dengan jari telunjuk.
"teserah loe deh", jawan alvin pasrah karna ivan gak bakal bisa di tahan jika udah mau sesuatu
"nah gitukan bagus brow", sambil mengedipkan mata kirinya lalu berlari kecil menuju pintu keluar ruangan itu
"dasar playboy, mau ngajakin siapa dia kali ini? gangguin kesenangan gua aja", gumam alvin
"yang kok gak panggilin aku sih kamu tadi pas keluar ruangan, tega banget deh", sungut alvin berpura-pura.
"ohh maaf yang, tadi tuh mama maksa gitu, apalagi aku gak tegaan ngeliatin kalian berdua lagi seru-seruan gitu, kan jarang akublihat nya, heheh ", jawab dian sambil menyengir kuda
"ya udah, sini aku ciumin pipi mungil mu..", pintah alvin namun dian menggeleng nya, pipi merah merona milik dian sangat memanja dimata alvin, membuat sang suami gemes melihat nya.
siapa sangka, alvin berdiri lalu mel***t bibir mungil sang istri dengan l****t nan r***s hingga beberapa detik lama nya.
beruntung saat ini mereka berada di dalam kamar nya dan ivan tidak dengan bebas memasuki kamar itu.
perlahan alvin mulai terbiasa dengan keberadaan dian, begitupula sebalik nya dian bisa menerima perlakuan manis dan baik alvin sejak beberapa hari ini.
barang-barang pindahan dian dan alvin pun akhir nya telah di packing dengn rapih dan dian sangat telaten mengepack barang-barang keperluan sang suami, mereka tidak membawa pakaian, karena pakaian adalah hal yang sangat mudah alvin dapat kan.
setekah makan malam keluarga pak albert selesai, alvin dan dian akhir nya memilih untuk duduk di tepi kolam renang yang berada di lantai 4 milik pribadi alvin.
malam yang begitu indah sambil menyandarkan kepala dian di bahu sang suami, malam yang di temani sang rembulan dan juga bintang kecil diangit berkelap kelip seakan sedang merayakan pesta kemenangan di angkasa malam itu. air kolam renang yang begitu sangat tenang menyaksikan sepasang suami istri sedang bermadu kasih. alvin memeluk pinggul sang istri sambil sesekali menyesap aroma vanila pada rambut sang istri, seakan menghipnotis nya seketia.
"harum sekali", gumam alvin sambil terus mencium aroma vanila pada rambut sang istri.
"apa ia yang? harum apa bau apek sih yang?", dian menarik rambut nya kedepan dan mencium nya.
"harum sih", gumam dian.
alvin yang melihat kelakuan sang istri merasa gemes sendiri sambil mencubit pelan hidung dian.
sedangkan yang di cubit serasa malu-malu kucing memancarkan rona pipi nya yang manja.
"ahh kalo keg gini terus, gak bakalan nih gua nahan sampai bulan madu nanti, tapi aku harus bertahan.. harus vinn, harus... jangan sampai kamu tergoda dengan manis manja nya", batin alvin beragumen sendiri.
kaki dian perlahan memasukan nya kedala kolam, alvin hanya ingin melihat, apa yang akan dilakukan sang istri.
"yang, aku mau mandi di kolam", rengek dian manja
"duhh cobaan apa lagi ini Tuhan, bisa gagal rencana malam p*****a ku di honey month", gumam alvin
"astaga yang, jangan loh, ini udah malam, esok aja yang, nanti kamu kemasukan angin malam loh, perut mu bisa kembung", jawab alvin masuk akal
"hahahha, kamu kenapa yanggg!!", dian menertawakan sang suami yang terjatuh di kolam lalu bertanya.
"kamu yah!! ketawain aku lagi, alvin lalu menjulurkan tangan nya pada sang istri
"kenapa yang? mau keluar?", tanya dian
"ia yang, tolong dong bantuin aku", kata alvin
"baiklah, sini", sambil memberikan tangan nya pada sang suami, bukan nya alvin yang keluar dari dalam kolam besar itu, namun dian malam terjatuh kedalam kolam hingga membasahi seluruh pakaian yang ia kenakan
"astaga yang, kok gini sih jadi nya kan aku ikutan kecebur yang, gimana do...", kata-kata dian tak di lanjutkan, karena alvin mendekap b***r sang istri dengan c****n panas di dalam kolam itu, kedua nya kembali saling mem****n has**t satu dan lain nya. hingga adegan itu dilakukan lagi
dikamar lain, ivan juga tak bisa memejamkan mata nya, ivan memilih untuk pergi menenangkan diri di tepi kolam sambil membawa rokok dan handuk di tangan nya. niat hati ingin merokok melepas beban yang terasa berat di pundah nya lalu ingin bermanja di dalam kolam renang.
tak lupa ivan membawakan minuman dari dalam kulkas yang ada di kamar nya.
ivan berjakan sambik bersiul-siul riah, tiba-tiba surti datang menemui nya.
"duhh pak bos yang atu ini mau kemana sih, apa jangan-jangan dia mau ke kolam renang den alpin yah, waah gaswattt gaswattt gimana kalau mata per***a nya melihat adegan pilem yang di kolam itu, waduhhh kasian matanya nangi, aku harus apa ya... wahh mikir surti... mikirrr, apa aku bilangin kalau di kolam ada tuan muda dan nona muda ya!? tapikan... ahhh pucing pala beby, gimana yahhh", batin surti beragumen sendiri pula hingga ia menghalangi jalan ivan menuju kolam renang.
"hikss hikss hikss, aduh sakit banget hiks hiks hiks", surti pura-pura terpeleset di lantai sambil memegang kaki nya.
ivan yang berjiwa sosial nya tinggi melihat si surti kesakitan hingga menangis itupun tentu sja sangat merasa ibah.
"lohh bi surti ad apa bi?", ivan bertanya pad surti lalu berjongkok di depan bo surti.
"anu den, tadi bibi kepeleset saat bawakan air dan kain pel ini", kata surti sambil menunjuk ember dan kain pel.
"astaga bi, kog bibi yang bersiin sih? emang mang ujang kemana? biasanyakan mang ujang yang bertugas membersihkan kolam?", kata ivan penasaran.
"a..anu den, mang ujang lagi sakit istri nya sejak siang, jadi minta ijin, lah tugas nya aku yang ngisi", jawab bi surti.
"yah udah bi, ayok bibi saya antarkan kembali ke bawah, nanti biar saya aja yang gangiin", tawar ivan
"ba..baik den", jawab surti terbata-bata.
setekah menghantar bi surti, tak merubah niat alvin ingin membangu bi surti, apa salah nya kan ivan ke kolam ingin berendaman dan sekaligus membersihkan kolam juga.
alvin mendorong kaca yang ada di depan nya, dan betapa tertegun nya ia melihat pemandangan panas yang berada di dalam kolam renang malam itu.
"ehh ngapain kalian disini? apa gak ada tempat privasi lain?", ivan memberanikan dirinya menengur sepasang merpati yang lagi asik nya didam kolam.
.
.
.
hay guys penasarankan apa yang ivan lihat didalam kolam saat itu? jangan lupa vote/tip nya yah, biat author nambah semangat buat nulis.
hehehe
terimakasih & god bless 🙏😇🌹