My First Love

My First Love
71. mencintai mu di dua waktu



kedua nya kini berada di dalam kamar, kamar rumah keluarga pak albert, kamar semasa kecil bahkan sebelum alvin memutuskan untuk pindah ke kediaman milik almarhum milik pak herry dan bu shanti yg tak lain adalah ayah dan bunda dian..


hanya ada keheningan dalam kamar berukuran besar itu dan springbath berukuran king size milik alvin, yang kini menjadi milik berdua bersama sang istri.


perlhan dian membelakangi sang suami yang masih menatap langit langit kamar,.


"apa yang harus aku lakukan saat berada di tempat berbulan madu nanti? apa kah dia akan mau menyerahkan seluruh hidup nya untuk ku? mengarungi bahtera rumah tangga kami hingga maut memisahkan? atau kah dia belum bersedia seutuh nya? jika demikian aku harus bagaimana? betapa aku mencitainya dan ingin menyerahkan hidup ku hanya untuk dia hingga akhir, hingga tuhan memanggil ku, akupun tak akan memaksa nya untuk mencintai dan hidup dengan ku, tapi aku bersedia hidup dua waktu untuk nya, hidup dan mati ku", batin alvin sambil terus memandangi langit kamar nya tanpa ia sadari sang istri pun berada dalam lamunan yang sama


dian terus menarik nafas nya panjang dan membuang nya perlahan-lahan.


*ya tuhan, aku sungguh mencintai lelaki yang telah sah menjadi suami ku dalam beberapa bulan terakhir ini, begitu banyak perjalanan dan kisah hidup ku telah ku lalui hingga berada dalam satu ikatan cinta. aku yakin apa yang telah di persatuhkan oleh mu, tak akan di pisahkan oleh manusia,. aku berharap demikian pula kisah cinta ku bersama lelaki yamg ada disamping ku, ijin kan aku mencintai nya lebih dalam dan tulus, namun jika ia tak mau mencintai ku dengam tulus dan menjalani bahterah rumah tangga hingga maut memisahkan aku akan menerima apapun keputusan nya, aku yakin dan percaya bahwa setiap keputusan nya adalah campurtangan mu juga, engkau lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hidup ku..", batin dian sambil meremas jari-jari tangan nya dengan sangat erat.


perlahan alvin membalikan tubuh nya menghadap sang istri, di cermati punggung mungil yang di baluti oleh selimut berbulu domba itu, lalu tersenyum simpul sambil membelai rambut yang tergerai indah menyebarkan wangi vanila yang sangat menggoda di pikiran nya.


sekilas ia terbangun oleh pikiran nya yang berkelana entah kemana-mana itu.


"ahh gila lo vin, apa harus aku bangunin dia??", batin alvin bermonolog


"ehem, yang apa kamu udah tidur?", alvin bertanya dengan suara berat nya di balik punggung sang istri.


namun yang di tanya tak memberikan respond hanya menambah erat genggaman tangan nya.


alvin menyadari bahwa sang istri belum memejamkan mata nya, alvin tersenyum dan munculah kejahilan dalam pikiran nya.


sedangkan dian? jangan di tanya lagi bagaimana perasaan nya saat ini, dian tidak memejam kan mata nya dan jantungnya pun memompa tidak karuan.


"gimana ini?? astaga naga... matilah aku, matilah aku, gimana ni? aku harus apa? apa malam ini? astaga sudah berbulan bulan aku tidur bersama nya tapi apakah kesucian ku di ambil malam ini.? astaga mahhh pahhh tolonglah aku omegattt", batin dian menjerit-jerit


alvin sengaja melingkar tangan nya di pinggul sang istri dan yapssss


dian terhentak saking kaget nya lalu memutup mulut nya dengan kedua telapak tangan dengan satu gerakan cepat.


"tuhh kan kamu belum tidur yang, bisa gak berbalik berhadapan dikit, ada yang mau aku bicarakan", kata alvin sambil membalikan badan sang istri perlahan ke hadapan nya.


sedang kan yang tercinta masih menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya


alvin tersenyum melihat kelakuan sang istri mungil nya itu.


"a..ak..aku a..aku", jawab dian gelagapan entah apa yang ingin ia katakan, yang ia tau sekarang ia bertingkah konyol dan sangat konyol


"astaga naga, gue kenapa sih? kog lidah gue kayak keluh gini sih ngomong nya", batin dian kesal dengan diri nya sendiri


alvin masih tersenyum melihat kelakuan sang istri hingga berbicarapun ia gelagapan dan gak tau harus menjawab apa


"yang, maaf yah, tadi aku gak minta persetujuan kamu saat mami papi nanyain soal bulan madu kita, seharus nya aku nanya ke kamu dulu. maafin aku sayang", kata alvin pelan sambil mengelus kepala sang istri memberikan rasa nyaman


dian tersenyum dan perlahan melepas kan kedua telapak tangan nya.


"kenapa harus meminta maaf yang, bukan kah memang tiba-tiba papi dan mami nanya nya? gak papah kan", jawab dian tersipu malu, seperti nya memang dian berharap agar berbulan madu.


"apa kamu akan setuju jika kita pergi berbulan madu yang? apa kamu gak mau hidup bersama ku hingga akhir? kita arungi bersama bahtera rumah tangga kita, jika memang dulu aku pernah berharap agar kamu bukan wanita satu satu nya dalam kehidupan ku, aku minta maaf, kamu tau gak, aku sangat mencintai mu, perasaan ku mulai muncul sebelum kita menikah, hanya saja keegoisan ku untuk tidak mengakui perasaan ku sendiri, aku tau kamu pasti meragukan ku, tapi aku dengan sangat tulus mencintai mu di dua waktu, aku mencintai mu di waktu sehat, senang susah sakit dan kematian ku, aku benar-benar sangat mencintai mu. mungkin tak ada kata-kata yang lebih romantis, tak ada bunga dan berlian untuk mu, tapi cinta ku benar tulus. aku tak akan memaksa mu untuk membalas cinta ku dengan apapun, aku menghormati segala keputusan mu", alvin berkata sambil menatap dalam netra sang istri.


dian pun menatap dalam netra mata sang suami, mencari jawaban, ia menemukan ketulusan yang sangat dalam di balik mata sang suami.


dian tersenyum menatap wajah sang suami lalu menyentuhnya secara perlahan wajah mulus sang suami.


"terimakasih telah memilihku menjadi bagian dalam hidup mu, aku juga mencintai mu. aku tak butuh bunga ataupun kata romantis, juga berlian yang indah dan mahal, bagi ku, di cintai oleh mu adalah kebahagian terbesar dalam hidup ku..", jawab dian yang membuat hati alvin yang tadi nya harap-harap cemas menjadi terbang entah kemana


alvin memeluk sang istri dan tak menyadari mata nya berkaca-kaca hingga buliran bening lolos dari kedua bola mata nya.


"terimakasih sayang, terimakasih, aku sangat bahagia memiliki wanita seperti mu,. aku janji akan menjaga mu hingga akhir hidup ku dan setelah kematian ku.", ungkap alvin merangkul tubuh nya erat..


kedua nyapun larut dalam kebahagian hingga akhir nya memilih untuk mengikuti perputaran waktu hingga membawa kedua nya dalam tidur yang panjang.


.


.


.


hay guys terimakasih telah membaca dan menunggu episode baru dari ceritra ku ini. maaf jika ada salah penulisan dan nama tempat. ❣️🙏😇