
alvin kini tampil mengenakan jas yang rapih dan sangat elegan juga menawan. membuat hati dan mata para wanita sangatlah ingin memiliki nya, dian yang kini berada di dalam kamar ganti sedang di riasi oleh MUA ternama di kota jakarta , dian mengenakan gaun yang juga sangat mewah di rancang oleh designer ternama yang di pesan langsung dari negeri sakura, membuat siapapun lekaki yang melihat nya tak akan berkedip mata. lelaki dan wanita itu sudah ditakdirkan untuk bersama-sama.
"apa istri ku belum selesai?", alvin bertanya pada seseorang yang berdiri di ruangan itu sambil memperhatikan setiap sudut ruangan untuk mendekorasi kamar ketika nanti pemilik kamar sudah pergi, ia akan mendekor kamar itu seperti kamar pengantin baru, yah meskipun yang sebenarnyakan mereka belum seperti atau layak nya suami istri lain nya yang sudah melewati malam pertama setelah menikah. entah mengapa, hanya mereka berdualah yang mengetahui hal itu.
"belum tuan, sebentar lagi", jawab wanita itu sambil setengah membungku kan badan nya.
"baikalah", jawab alvin. lalu ia berdiri di depan kaca jendela kamar sambil mengamati pemandangan di taman belakang, ia melihat sepasang manusia yang sangat di kenali nya sedang berbicara serius. entah membicarakan apa.
..."bukan kah itu ivan dan winda? sedang apa mereka?", gumam alvin sambil merogoh kantong jas nya mengambil benda pipih persegi panjang lalu menekan sebuah nama kontak yang ia tulis dengan nama "buaya",...
kring kring kring kring
ivan yang sedang asik berbicara serius dengan gadis dedepan nya terkejut mendengar nada panggilan dari dalam jas milik nya. ia melihat nama kontak yang ia tulis sebagai "hantu gunung es" bukan nya menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu, ivan malah menekan tombol merah lalu ia berpindah pada model getar. sebenar nya, sebelum ia berbicara serius dengan winda, ia melihat ada seseorang yang memperhatikan nya dari lantai tertinggi rumah milik dian, ia sangat menghafal tubuh sang boss alias saudara sepupu nya yang berdiri tegap bak seorang pangeran dari gunung es
"dasar brengsek, gangguin ketenangan gue aja sih dia, dasar hantu gunung es", batin ivan lalu melanjutkan perbincangan nya dengan winda.
"sialan, kenapa dia matiin, dasar buaya, dia pasti lagi gangguin sahabat istri gua, awas lu ntar gua kompiri bini gua biar di ulekin pala lu pakek cobek", gumam alvin yang di dengari sangat jelas oleh dian dan dian pun melihat dari kejauhan ada sahabat nya di luar sana bersama seorang lelaki yang sangat ia kenali juga.
"ah semoga mereka jadian", gumam dian yang di dengari alvin, sontak membuat alvin terkejut melihat sang istri disebelah nya mengenakan gaun sangat mahal dan terlihat cocok di tubuh nya, menampilkan setiap lekukan tubuh dian bagai seorang putri yang di kirim dari surga oleh seorang peri bersayap.
"kamu sangat cantik", kata alvin sambil menatap wajah sang istri yang kini menoleh ke arah nya.
dian pun tak kalah terkejut melihat sang suami yang benar-benar sangat tampan dan waow menurut nya.
"kamu juga sayang", kata dian jujur dan tulus
alvin lalu meraih p****l sang istri mendekatkan pada t***h nya lalu memberikan kode pada pelayan di kamar nya untuk pergi meninggalkan mereka berdua saat ini sendirian.
alvin lalu menarik t*****k sang istri dan melahap seluruh b***r milik dian dengan rakus tanpa sisa sedikitpun. bersyukur saja mik up yang ia pakai sangat lah mahal dan meet, jika tidak, maka dian akan memoleskan lagi bibir nya dengan lipstik dan tentu saja dengan bantua MUA.
sedangkan di luar sana ada jomblo sejati yang menatap adegan live itu dengan mengumpat sejuta rasa yang ia pendam di hati sambil terus berbicara dengan wanita pujaan nya.
"dia gak tau tempat aja, emang dasar sih orang gunung es memperlakukan istri nya di sembarang tempat keg gitu, gak tau apa jiwa lelaki gua meronta ronta sambil meraung raung gini", batin ivan
"apa semua nya udah pergi?", winda bertanya pada ivan
"oh belum beb", jawab ivan keceplosan lalu iapun menyadari dan refleks mendekap sendiri mulut nya dengan kedua tangan
"maaf", kata ivan sambil mengatupkan kedua tangan nya di dada memohon pada winda.
"gak apa pak, lagian kan kita harus terbiasa dengan panggilan itu mulai hari ini, dan terimakasih sudah mau menyelamatkan saya dari pak bur tadi", kata winda
"maksud kamu? apa kamu menerima lamaran dadakan ku yang tak resmi menjadi pacar mu?", ivan bertanya seakan berbunga-bunga hati nya.
"emh ia", jawab winda mantap tanpa ada keraguan
"astaga terimakasih tuhan", refleks ivan merangkul tubuh gadis mungil di depan nya tanpa ragu
"terimakasih", kata ivan lagi sambil membelai rambut gadis itu
"what???", diatas sana dian melihat winda dan ivan berpelukan dengan mesra bagai sepasang kekasih
"yesssssss yess yess", dian melompat kegirangan melihat winda dan ivan berpelukan di balik kaca jendela yang berada di kamar nya sambil sesekali ia memeluk tubuh tinggi sang suami
"apa seheboh itu sayang?", alvin bertanya pada sang istri yang terlihat bahagia, entah bahagia karena nonton live orang berpacaran atau karena bahagia melihat sahabat nya bersama ivan
"dia sahat ku yang, sahabat yang paling aku sayangi dan dia sahabat yang selalu mengerti dan menemani ku sejak dulu sampai sekarang yang, aku bahagia, banyak hal yang aku lalui bersama nya, dan dia adalah gadis yang baik baik, aku bahkan yakin ia berada dalam orang yang tepat jika bersama dengan kak ivan , itu artinnya dia akan menjadi keluarga sepupu ku kan yang", kata dian sambil memeluk tubuh sang suami.
"baiklah, aku setuju jika itu membuatmu bahagia, jujur baru kali ini aku melihat mu tertawa lepas dan tersenyum sangat tulus, aku sangat merindukan mu dalam beberapa bulan ini, maaf jika aku tidak mengabari mu dan mengabaikan mu, bukan berarti aku membenci mu, aku hanya ingin berusaha menjadi suami yang baik untuk mu dan memberikan mu kejutan besar di hari ulang tahun mu ini, aku tau ini sangat berat, tapi aku mohon pada mu istri ku tercinta, berbahagialah di setiap hari ulang tahun mu, jangan pernah bersedih, ikhalaskan apa gang harus kamu ikhlaskan, aku tau kamu masih trauma dengan kejadian papa dan mama di hari ulang tahun mu, tapi aku mohon kuatlah demi aku dan demi kita berdua, apa kamu tau sayang? papa dan mama sangat bahagia di surga melihat mu hari ini, aku mencintai mu sayang, sangat mencintai mu. cup cup cup", kata kata alvin meluluhkan hati dian hingga dian tak mampu berkata apapun lagi hanya mengeratkan lingkaran tangan nya pada pinggul sang suami
.
.
.
hay guys maaf yah baru upp lagi, soal nya author sibuk banget belakangan ini. banyak yang harus di kerjakan
tapi jangan lupa yah memberikan vote pada novel ku. dan semoga pandemi cepat berlalu yah, tetap jaga stamina tubuh dan lindungi diri anda dengan terapkan 3 M (mencuci tangan , menjaga jarak dan memakai masker dimanapun kalian berada) happy malming 🤭💚🖤
buat yang lagi jomblo, sabar yooo 🍂
terimakasih. god bless 😇