My First Love

My First Love
Mesra



Ian yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia mengusap perutnya yang dari tadi terus berbunyi, memberontak minta asupan makanan dari kemarin.


Ia melangkahkan kakinya berjalan mendekati Keyla yang masih berbaring di ranjangnya, tanpa berkutik sama sekali.


"Keyla kamu sudah bangun?" Ian berjalan menuju ke ranjang Keyla, melihatnya yang masih berbaring pulang di ranjangnya. Ia mencoba untuk memastikan jika Keyla benar-benar belum bangun, baru ia akan membangunkannya nanti. Tubuh melut Keyla tertutup selimut tebal, padahal ia ingin melihatnya lagi, meskipun berpakaian sangat seksi, tapi dia semalam tidur di sofa, gak mau tidur dengannya jika Keyla belum sadar dan mengajaknya.


"Kamu itu ganggu saja, syang!!" ucap Keyla.


keyla menarik ke dua tangannya ke atas, untuk merenggangkan ototnya yang terasa kaku tidur nyenyak seharian.


"Ayo bangun syang! Aku sudah lapar."


"Aku masih ngantuk!! Apa kamu mau makan?" tanya Keyla. Membaringkan tubuhnya lagi, berbalik ke kiri.


Aku bisa melihat kamu seperti ini terus merasa lega syang. Meski aku tidak akan bisa memiliki kamu. Dan aku harap kamu tidak lagi sedih soal Alvin. Yang hanya membuat kamu sakit hati. Ian mengusap wajah Keyla dengan jemari tangannya. Ian terus tersenyum memandang wajah cantik Keyla yang masih berbaring di ranjang.


"Sekarang kamu bangun atau aku gendong kamu?" tanya Ian.


"Gak mau!!" ucap tegas Keyla.


"Kamu lapar tidak? kalau tidak aku tidur lagi. Kau masih ngantuk!!" ucap Keyla, mengusap lembar, tangan kanannya menutupi mulutnya.


"Iya, apa tidak ada makanan sama sekali?" tanya Ian, yang dari kemarin perutnya terasa sangat lapar, ia hanya bisa sabar sampai menunggu Keyla bangun dan masak untuknya.


"Baiklah!! Aku akan bangun sekarang" ucap Keyla, beranjak duduk di ranjangnya, memegang tangan Ian di sampingnya, mencoba berdiri dengan mata yang masih susah terbuka.


Keyla belim sadar jika dia mengenakan baju saksinya. Terlihat jelas setiap lekuk miliknya.


"Kamu sudah mandi?" tanya Keyla.


"Sudah, baru saja aku selesai mandi, dan perut aku terus berbunyi dari tadi malam. Aku mau bangunkan kamu. Tapi kamu tidur pulas, aku gak mau bangunkan kamu. Kasihan nanti ganggu mimpi indah kamu bersamaku," goda Ian.


"Apaan sih, selalu saja gitu," ucap Keyla kesal.


"Aku gak suka banyak bicara. Jika memang kamu tidak punya suami aku bisa pertimbangkan, tapi jika kamu suka dengan wanita yaitu teman aku sendiri, aku akan pergi. Jadi jangan hubungi aku kembali jika belum di maafkan."


"Apa yang kamu bicarakan? Kamu sadar atau tidak?" tanya Keyla memegang kening Keyla.


" hanya bisi-bisik teyangga. Jadi jangan pada negumoi, rambut ya ngumpul dan langsung di sumbangkan.


"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh merayu, meski sudah kepala empat tapi aku masih berjiwa muda!!" ucap Ian, mencubit dada Keyla membuat dia terjingkat seketima.


"Sakit tahu!!" ucap Miko berdiri.


"Kamu memanggil sihirnya. Kenapa bisa?" gumam Alana.


"Makanya kamu sudah tahu jika aku itu sekarang bukan manusia biasa, dan hidup kita sehari, setelah ini kita akan terbang nantinya.


Kamu sangat cantik Alana? dengan tangan yang hampir saja menu atas event ini.


"Seru banget lo," ucap david.


"Yakin? Jika kamu masih berjiwa muda?" tanya Keyla memastikan. Ia membuka matanya lebar, mencoba mengamati setiap sudut wajahnya yang masih terlibat muda seperti umur dua puluh delapan tahunan. Dan dia tidak terlibat tua sama sekali, jika para wanita muda ada yang dekat dengannya pasti tertipu dengan wajahnya, yang tidak sesuai dengan umurnya


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Ian, mendekatkan wajahnya, membuat hembusan napas mereka saling berpacu.


"Lagian kamu terlihat aneh gitu!!" ucap Alana, membuka selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


"Aneh gimana jangan banyak alasan. Bilang saja jika kamu suka denganku, karena aku awet muda." ucal Ian dengan bangganya.


Flash back.


"Keyla!!" panggil Alvin


"Apa syang!!" jawab manja Keyla.


"Kamu baru selesai mandi, ya?" tanya Alvin, mulai gerakan tubuhnya dari belakang punggungku.


"Kamu kebiasaan, kamu gak suka seperti ini," ucap Ian.


"Memangnya gak suka kenapa? Apa hanya karena aku amrah-marah padamu. dan semuanya hilang begitu saja. Dan terserah kalian mau kata-kataku berkalu-kali. Ingat itu!!" ucap Keyla memastikan.


"Syang!! Kenapa kamu selalu membayar ku merasa sangat bahagia!!" ucap Alvin, duduk di ranjang depannya, dengan ke dua tangan menulis di punggung dada mereka, sekalian tebak gambar atau nama hewan dan lainya. Jika ingin merekam atau gimana lebih baim kalian ijin dulu sama pihak masyarakat di sini. Jika memang ita, harus akan tinggalkan dan selesai kemana lagi.


"Alvin!! Kamu menyentuhku?" tanya Keyla yang langsung di jawab dengan se uah senyuman tipis di bibirnya, aku ingin perhatian dengan kamu, memanjakan kamu di sini. aku agak kamu tdia menolakku syang." Ucap Keyla yang seketika langusng tersadar saat senyuah tangan itu behernti di pintu Keyla mengusapnya kembut, membuatnya mengeluarkan geli,


"Emmpoo.. Alvin!!" ucap Keyla yang terua berbicara nama Alvin.


"Aoa yang kamu katakan?" tanya Keyla hang pavi hari ini ternyata memakai langineri seksi yang di kenakannya dari semalaman


"Siapa yang ganti nama denganku," ycap Keyla.


"Tidak ada, aku tidak akan maju untuk geng barunya."


"Apa gang baru,"


"ya kamu sudah liat. apanya brlinya" ucap Keyla.


Ian selain membuat Keyla mendesah, membungkam mulut Akana, yang hanya diam, menatap ke arah ya.


"Ian!! kenapa kamu terus memainkannya."


"karena tubuh kamu terlibat menggoda, pakai baju seksi gini terlibat lebih menggoda," ucap Ian.


Keykla beranjak berdiri, ia melihat tubuhnya di depan kaca. Menurutnya tubuhnya biasa saja.


"sudah aku mau masak dulu!" Keyla beranjak menuju ke dapurnya menyiapkan semuanya untuk masakan buat Ian. Hampir dua menit berlalri, dan Ian hidangan yang tadi. Bagus banget wajahnya," ucap Keyla.


Ian memeluk tubuh seksi Keyla dari bekanabg, melanjutkannya lagi dengan jarinya, membuat Keyla yang masing sembari mendesah pelan. Tangan kanan memegang dadanya dan tangan kiri masuk ke dalam intinya, memainkan membuat hadis ifu tak bis berkutik lagi.


"Empo... Ian hentikan. Aku mau masak dulu." ucap Ian membuka semua helaian kain yang menempel dengan cepatnya.


"Gini saja, sekarang kita makan!!" ucap Keyla.


"Kamu diamlah, dan fokus masak dulu sgang!!" ucap Ian.


"Memangnya apa yang boleh sepeti ini dan semuanya!!"


"Duduklah!!" ucap Keyla menutupi miliknya


"Jangan di tutupi, bukanya dia selalu melihat kamu kalau kamus kamu terbuka. Lebih baik tunjuk wajah aslinya dan beranjak pergilah." ucap Ian, yang tak hentinya menyentuh lagi, dengan Kenapa kita berkumpul di sini?." ucap Ian, menuntun Keyla dengan langkah ringan duduk kembali di tempat duduknya yang lebar. Sama persis pertama kalu aku bertemu dengannya.


"Aku malu makanya, seperti ini!!" ucap Keyla.


Nanti kamu boleh lihat lagi!!