My First Love

My First Love
Dipilih untuk Pensi



(kelas 12-3)


"Jadi 3 hari lagi yaitu hari kamis disekolah kita akan diadakan demo ekskul juga pementasan pentas seni setiap kelas harus menampilkan penampilan mereka" Ucap pak botak.


"Ada-ada aja kegiatannya si botak"


"Males bat gue"


"Pak gimana kalo kita nyanyi aja?" Tanya ketua kelas kepada pak botak.


"Boleh tuh. Kalian harus menyon.." Ucapan pak botak terhenti karena dipanggil anak murid dri kelas lain untuk ke ruang kepala sekolah.


"Sampai sini dulu anak-anak, bye" Ucap pak botak sok gaul.


"Guys siapa disini yang bisa nyanyi" tanya ketua kelas.


"Coba aja satu-satu" Jwb astrid.


"Kelamaan lu langsung suruh aja noh si Jasmine anak baru" Ucap Serena merendahkan Jasmine.


"Iya tuh kalo mau jadi anak kelas ini harus punya sesuatu yang membanggakan" Ucap Silvy teman se-geng Serena.


"Lu punya apa buat di banggain?!hah?" Tanya Anggun sinis.


"Gw cantik, kaya, pint.." Ucap serena terhenti karena anggun menyelanya.


"Pinter tingkat paling-paling bawah" Ucap anggun sambil meledek.


"Awas aja lu" Ucap serena kesal.


Btw Serena sama Silvy nama gengnya 2s.


"Yaudah gue coba nyanyi ya" Ucap jasmine sambil tersenyum.


Tolong...


Katakan pada dirinya...


Lagu ini kutuliskan untuknya...


Namanya slalu ku sebut dalam doa...


Sampai aku mampu...


Ucap maukah denganku...


"Jas parah si suara lo bagus banget" Ucap anggun terkagum-kagum.


"Cakep banget suaranya"


"Dia wakilin kelas kita aja"


"Iya iya, suruh nyanyi aja"


"Lu emng bisa jadi kebanggaan di kelas si jas emang dia tuh yang cuma ngomong doang" Sindir keras Anggun.


"Pergi aja yu ser" Ajakan Silvy kepada serena yang sedang kesal.


"Heh!!...Dasar cewek kecentilan" Bisik Anggun.


-00-


Kring....


"Lu pulang bareng siapa?" Tanya anggun kepada Jasmine.


"Gue naek ojol" Jawab jasmine sambil berjalan memainkan hpnya.


"Mau bareng gue gk?" tanya anggun.


"Boleh tuh, jarang-jarang dapet tumpangan gratis". jawabnya sambil tertawa.


"Ya udah yu" Ucap anggun sambil ke arah tempat parkir.


*diparkiran


"Jas masuk" Ajak anggun.


"Iya"


Saat Jasmine tidak sengaja membuka kaca ia melihat Alvaro yang sedang bermain hp di dalam mobilnya tepat disamping mobilnya anggun.


"Kalo diliat-liat tuh bocah ganteng juga tapi... Isshh apaan si kenapa gw jadi mikirin dia coba, apabat dah" Batin Jasmine sambil melihat ke arah mobil Alvaro.


Pada saat itu juga Alvaro dan temantemannya yang ada didalam mobil membuka kaca mobil alvaro.


"Cie cie Jasmine lagi ngeliatin Alvaro"


"Pasti kata Jasmine " Alvaro kamu adalah pujaan hatiku" Iyakan?iyakan?!"


"Apansi lo semua orang gue lagi ngeliatin...


ngeliatin... itu gue lagi liatin pohon." Jawab jasmine dengan muka merah.


"Udah jas jangan dengerin mereka apalagi si Rasya gila noh." Ucap anggun sambil menutup kaca mobil.


"Ihh muka lo merah jas, lo demam? gue anter ke dokter ya" tanya Anggun panik.


"Ih apaan si orang gk merah lagian gue juga gk demam" Ucap jasmine malu-malu.


"Ihh gue malu parah si, ke geb temen-temennya Alvaro gk lagi-lagi gw liatin dia apalagi ketemu dia." Batin jasmine.


"Gue kerumah lu ya nggun sekalian latihan nyanyi buat persiapan pensi nanti"


"Ok, gue juga dirumah lagi gk ada siapa-siapa"


(dirumah Anggun)


"Oh iya gue belom izin sama bonyok gue, gue telp mereka dulu ya gun"


"Hmm"


Setelah menelpon bonyoknya, jasmine berbincang-bincang dengan anggun karena ia bosan.


"Gun lu pernah suka gk si sama cowo?"


"Nggak demen gue sama cowo"


"Jangan bilang lu suka sama ce.."


"Ihh apaan si lo maksud gue gk gitu maksud gue sekarang tuh gk ada tapi..."


"Gk tau dehh gue" Sambungnya.


"Oh."