
Tak lama hujan tiba tiba turun keyla masuk ke dalam kamarnya melihat dalvin yang sudah tertidur pulas dengan ke dua anaknya. Ia tersenyum berjalan mendekati mereka yang tidur tanpa selimut di tubuhnya.
Keyla perlahan memakaikan selimut menutupi tubuhnya.
" kehadiran dalvin membuat anak anak merasa nyaman. Mungkin mereka merindukan sosok papa dari dalvin" batin keyla beranjak berdiri.
Ia teringat tentang ian apa kah ian masih berdiri di depan rumahnya saat hujan deras turun. Keyla berjalan di balkon kamarnya nampak ian masih berdiri di tempat yang sama menggigil kedinginan. Ia bergegas keluar membawa payung.
" kenapa kamu di sini, ku sudah suruh kamu pulang" ucap keyla.
" ku sudah bilang tidak akan pulang" ucap ian meraih tubuh keyla memeluknya erat. Tubuh keyla seakan kaku terkejut terhadap pelukan ian membuat payung di tangannya jatuh. "Tetaplah seperti ini aku ingin kamu menghangatkan tubuhku sebentar" ucap ian .
Keyla melepaskan pelukan ian, jangan seprti ini kita sudah punya pasangan masing masing" bentak keyla ia meneteskan air mata di tengah guyuran hujan.
Hatinya tak kuat jika harus berhadapan dengan ian seperti itu.
" sadarlah key alvin sudah tidak ada tidak ada harapan alvin untuk hidup kembali sejak kejadian jatuhnya pesawat itu" ucap ian memegang ke dua bahu keyla yang nampak lesu .
" alvin masih hidup" teriak keyla menepis kedua tangan ian.
Ian menarik tangan keyla di pelukkannya. Ia memegang pinggang keyla membawanya ke dalam pelukannya. Ia mencium lembut bibir mungil keyla di tengah guyuran hujan . Hati keyla seakan terdiam ia menerima ciuman ian ia tak kuasa menolak lagi dan membohongi perasaannya.
" tetaplah di sini" ucap keyla memeluk erat tubuh ian.
" aku tahu kamu masih mencintaiku" ucap ian memeluk keyla semakin erat.
Ia teringat kejadian 12 tahun lalu saat ia masih berada satu sekolahan dengan dia ian menciumnya di tengah guyuran hujan yang membuat hatinya luluh seketika saat ia marah.
Lama di terjang guyuran hujan, keyla membawa ian masuk ke dalam rumahnya agar ia membersihkan bajunya yang basah.
" aku tidak ada baju laki laki buwat kamu, apa kamu mau pakai baju aku" ucap keyla mengambil baju tidur miliknya di lemari.
" baju ini baiklah, sekarang ayo kita mandi" ucap ian menarik tangan keyla masuk ke dalam kamar mandi.
Keyla sontak mendorong tubuh ian, " kamu saja mandi duluan aku bisa mandi di luar" ucap keyla beranjak pergi ke kamarnya. Ia mandi di kamar miliknya yang kini di buat tidur dalvin dan anaknya.
Lupa mengunci pintu kamar mandi dalvin yang terbangun dari tidurnya menuju ke kamar mandi. Ia ingin buang air kecil matanya yang masih agar terpejam menatap samar ada keyla sedang asyik mandi di bathup kamar mandinya.
" aaaaa..... kenapa kamu di sini" teriak keyla menarik haduk di sampingnya menutup badannya dengan handuk putih.
" kamu?" Ucap dalvin terkejut ia sontak membalikkan pandangannya.
"Kenapa kamu tidak mengunci pintu kamar mandi kalau tidak ingin aku masuk" ucap dalvin tanpa memandang keyla.
" sekarang kamu cepat keluar" keyla mendorong tubuh dalvin pelan ia terpelset dalvin dengan sigap menangkap tubuh keyla.
Mereka saling menatap satu sama lain, entah kenapa jantung keyla berdetak lebih cepat dati biasanya.
Pa dangan dalvin tertuju pada badan keyla.
Dia segera melepaskan tubuh keyla dari tangannya dan memalingkan wajahnya. " lebih baik kamu pakai handuk kamu" ucap dalvin beranjak pergi dari kamar mandi.
" argggg... dasar pria mesum" teriak keyla segera memakai handuknya yang sudah terjatuh di lantai dari tadi.
Ia sangat malu pada dalvin sudah melihatnya. Ia keluar mengendap endap dari kamar mandi keluar dengan handuk putih menuju ke lemari di depannya.
" dada rata" ucap dalvin membuat keyla terkejut ia menegerutkan bibirnya berjalan mendekati dalvin.
" siapa yang bilang tentang kamu, aku cuma lihat di internet ini" ucap dalvin menunjukan ponselnya.
Keyla segera mengambil bajunya dan bernajak pergi ke kamar tidur anaknya untuk ganti baju.
" key kamu di mana" ucap ian membuak pintu kamar joy dan cia membuat ia terkejut.
" kenapa kamu di sini, aku dari tadi mencarimu" ucap ian menyentuh pipi keyla dengan jemari jemarinya.
Ia merapatkan pinggang keyla ke tubuhnya. " kamu tidak ingin buatkan aku minum" bisik ian tepat di telinga keyla.
" baikalah" ucap keyla mendorong tubuh ian pelan beranjak keluar membuat teh hangat untuknya dan masuk ke kamar tidur tamu yang di tempati ian.
" ini teh kamu" ucap keyla meletakkan segelas teh ke meja kecil samping ranjangnya.
Ia melihat ian berpakaian baju tidur mogif bunga milik keyla membuatnya tidak bisa berhengi tertawa. " kenapa kamu ketawa" ucap keyla mengerutkan dahinya.
" lihat tu baju kamu sangat lucu" ucap keyla.
Ian menarik tangan keyla ke ranjang ia menatap sangat dekat wajah keyla melihat keyla semakin gugup berhadapan dengannya. " kenapa kamu gugup, apa kamu gakut denganku" ucap ian berbaring di samping keyla.
" terima kasih sudah memberiku kesempatan key" ucap ian menatap keyla di sampingnya.
Ia mencium bibir keyla perlahan dari dagu hingga lehernya. Keyla terdiam menerima peringatan itu dari ian ia menciumnya semakin dalam kehangatan tubuhnya terasa di tubuh keyla.
Keyla yang terbawa ke dalam nya tanpa ia sadari ian menykingkap baju keyla perlahan.
" mama" teriak joy membuat ian beranjak berdiri.
Keyla merapikan bajunya dan beranjak keluar dari kamar tamu itu agar joy tidak melihat ian di dalam. " mama kenapa di sini" ucap joy menarik tangan nya masuk ke dalam kamar tidur keyla sendiri.
Ian merasa rencananya gagal lagi untuk memiliki keyla. Hampir saja semua terjadi jika joy tidak memanggil keyla.
Ian merasa akan kehilangan keyla lagi ke dua kalinya. Maka dari itu ia bertindak cepat untuk mendapatkan keyla seutuhnya.
Ian juga mengira jika alvin tidak mungkin masih hidup. Maka dari itu ia masih ada kesempatan untuk memilikinya sebelum terlambat.
Entah kenapa keyla baru sadar apa yang ia lakukan dengan ian tadi salah. Ian sudah mempunyai sheila dan sebaliknya. Sama saja ia menghianati cinta alvin.
" kenapa mama harus di sini sayang, lagian om dalvin kan lagi tidur" ucap keyla menatap dalvin yang sudah tertidur pulas.
" mama di sini jaga papa dalvin, joy dan cia mau tidur di kamar" ucap joy menarik tangan cia keluar dari kamarnya.
" kenapa aku harus jaga dia, dia sudah dewasa bisa jaga diri sendiri" batin keyla.
Ia teringat kejadian di kamar tadi bersama ian. Ia tidak bisa melupakan kejadian tadi baru pertama kali ian seperti itu. Ia tidak menyangka ian bisa seperti itu.
" aaarrrgggg......." teriak keyla mengacak acak rambutnya kasar.
Membuat dalvin terbangun dari tidurnya mendengar teriakan keyla.
" kamu gila ya" ucap dalvin menatap keyla.
Ia menatap detail leher keyla yang nampak bekas ciuman di lehernya. " suami kamu tidak ada kamu berbuwat itu dengan pria lain" ucap dalvin memiringkan kepalanya ke akanan ke kiri melihat detail lehernya.
" dasar pria mesum" ucap keyla menutupi lehernya dengan kedua tangannya.