My First Love

My First Love
38. DEHIDRASI



Dian masih meringkuk di bawah selimut tebal milik sang suami sambil menangis sesegukan


"apa salah ku tuhan? kenapa dia yang sudah menjadi kepala keluarga ku malah masih memiliki wanita lain? siapa wanita itu? kenapa dia seakan ingin memiliki suami ku? apa karena harta dan tahta nya? tolong jauhkanlah dari segala godaan dan cobaan pada bahtera rumah tangga kami.hiks..hiks..hiks*, gumam dian sambil menangis sesegukan


setelah kurang lebih 12 jam lama nya setelah kepergian alvin dari kamar itu, dian tertidur pulas namun dian terlihat seperti kedinginan dibalin selimut.


Alvin yang baru saja masuk di kagetkan dengan kamar nyq yang masih gelap gulita.


"kemana penghuni nya", gumam alvin sambil melangkah kan kaki nya menyalahkan lampu kamar nya.


"kenapa kamu tidur di tempat ku, minggir sana", kata alvin pada dian sambil meyibakan selimut nya dari tubuh dian.


betapa kaget nya alvin melihat istri nya kedinginan dan terlihat pucat dan terdapat butiran bening sebesar biji jagung yang mengalir dari pipih dian.


"kenapa kamu?", sambil memegang pucuk kepala sang istri dengan telapak tangan dan mendekap kedua pipi dian.


alvin kebingungan dan mengambil handphone yang terletak di nakas dekat tempat tidur dian.


lalu menghubungi salah satu dokter kenalan nya.


"halo selamat malam dok, maaf mengganggu waktu nya sebentar", sapa alvin sopan.


"selamat malam al, iya gak apa-apa kog, ada apa al? tumben telephone malam-malam gini?", jawab dokter hearty lalu bertanya pada alvin.


"apa dokter gak keberatan datang ke rumah keluarga saya? istei saya demam dan pucat", jawab alvin


"oh baik lah, 10 menit lagi saya sampai al", jawab dokter hearty lalu memutuskan panggilan telephone nya.


alvin masih mondar mandir di dalam kamar nya sambil melirik jam di tangan nya. "ahh 10 menit terasa begitu lama banget, mampus gue kalo aja papa dan mama masih disini, syukur mereka pergi ke bandung sejak tadi dan mereka gak tau aku pergi sejak tadi pagi juga, astagaaaaa", gumam alvin sambil berjalan mondar mandir di kamar nya.


7 menit telah berlalu, akhir nya dokter yang di tunggu akhir nya sampai di rumah alvin sebelum 10 menit yang ia janjikan.


"selamat malam al, saya langsung memeriksa nya aja yah", kata dokter hearty saat berada di depan kamar alvin yang di antar bi surti ke kamar keluarga milik alvin.


"baik dok, mari", alvin mempersilahkan dokter hearty masuk.


"wah benar dugaan saya al, istri kamu dehidrasi, apa dia belum makan dan minum?", kata dokter


"ia dok, tadi saya pergi ke kantor sejak pagi, dan dia belum makan sejak tadi kata para pelayan, karena dia tidak membukakan pintu kamar ini sejak tadi", kata alvin jujur.


sebab sebelum alvin masuk kamar, bi surti sudah mengatakan nya terlebih dahulu, syukur alvin masih menyimpan serep kunci kamar nya di ruangan kerja peribadi.


"astagaaa al, gimana sih kamu punya istri manis dan cantik gini gak di perhatikan sih", kata dokter hearty lalu memasang cairan infusd pada dian dan memberikan beberapa resep untuk alvin tebus obat di apotek.


"nih obat yang harus nya kamu belikan di apotek al, sy gak punya obat ini di mobil dan tas kerja ku, tadi waktu kamu nelfon, sy lagi makan bersama suami saya di dekat sini, mujur di mobil ada infused, lagian kamu tau kan sy dokter SPOG, bukan dokter umum, kog kamu gak menghubungi dokter keluarga mu aja sih", kata dokter hearty panjang


"terimakasih dokter herty terbaik ku, hemmm seperti nya dokter yang harus menangani istri saya saja lebih baik, dokter kan sahabat saya, hehehe", kata alvin lalu tertawa.


Semenjak kepergian dokter hearty, qlvin masih duduk di sofa yang terletak didalam kamar nya, alvin melirik jam yang berada di pergelangan tangan nya,


"sudah jam 03:00 pagi, dia masih demam gak yah", alvin lalu berdiri mendekati ranjang dian dan mendekap kedua pipi dian dengan telapak tangan nya.


"syukurlah", gumam alvin saat pipi dian tidak terasa panas seperti tadi, lalh alvin kembali ke sofa dan memilih berbaring disana.


Mata alvin belum bisa terpejam, alvin menatap wajah teduh dian dari kejauhan.


"kalau dilihat dari wajah tidur nya, dia seperti wanita yang polo-polos aja, tapi kenapa aku gak mempercaiya yah?", batin alvin


Tepqat pada pukul 05:00 pagi, dian meregakkan otot otot nya sambil menerjapkan mata nya pelan dan saat ia membuka mata nya, ia terkejut melihat kearah alvin dan beberapa kali menerjapkan mata nya


"kamu tidak bermimpi, ini aku", alvin akhir nya berbicara saat dian mulai kebingungan, dian pun berusaha keras untuk berfikir, kenapa saat ia bangun dari tidur nya, malah melihat alvin berbaring di sofa, sedangkan ia berada di temlat tidur empuk milik sang suami.


jika dilur sana pasangan suami istri yang telah sah menikah tidur dalam satu tempat tidur bersama-sama, alias berbagii, tidak dengan pasangan yang satu ini, yah dengan berbagai alasan tentu nya.


"em maaf tuan", kata dian lemah lalu nerusaha untuk bangu darintidur nya, niat hati nya sih ingin bertukaran tempat demgan alvin. namun alvin menolak nya. tentu saja dengan alsan juga, yang pertama karena dian masih lemas dan yamg kedua, sebentar lagikan dokter hearty kembali untuk mengganti ataupun meleoaskan infusd pada dian.


"jangan menyusahkan saya dian, tolong turuti, saya gak mau kalau sampai kamu pingsan lagi di kamar ini, apa kata dunia dong tentang kita?",alvin menjelaskan nya pada dian.


"baik tuan", jawab dian lalu kembali berbaring


Alvin pun akhir nya tertidur setelah dian sadar hingga jam menunjukan pukul 08:40 pagi.


alvin bangun dari tidur nya dan menggeserkan gorden kamar nya lalu menuju kamar mandi dan melakukan ritual pagi nya.


alvin keluar dari kamar mandi dan melihat dian telah duduk di pinggir tempat tidur sambil menghadap ke jendela memandangi keluar, dan memandangi beberapa pohon cemara yang di hiasi dengan burung pipit berterbangan lalu hinggap sebentar seakan menyapa nya dari luar.


alvin berhenti sejenak lalu memandangi sang istri dari arah belakang


"apa aku jahat pada nya? kenapa aku gak menemukan aka kesalahan yang ia perbuat dalam diri nya? apakah aku slah menilai tentang nya? apa aku harus berubah dan melupakan apa yang terjadi saat itu? saat aku melihat nya demgan lelaki b***t itu?", alvin membatin.


.


.


.


.


hay guys, terimakasiih banyak yah, sudah selalu setia membaca novel ku ini, maaf karena terlambat up nya, mohon dukung aku dengan vote sebanyak mungkin heheh dan jamga lupa like lalu share yah novel ku ini. terimakasiih


god bless you all 🥰😇