
Kini hari sudah mulai sore tumpukan berkas yang semula memenuhi meja nya perlahan sudah ia selesaikan satu per satu. kini hanya ada beberapa yang masih tersisa di meja kerja keyla. Ia menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya memutar kursinya menatap gedung gedung dari balik kaca kantornya.
" sampai kapan aku akan terus seperti ini, apakah alvin tidak akan kembali lagi" batin keyla mengigit ujung bolpoin ia masih melamun tentang alvin yang ia selalu nantikan tanpa sadar dalvin dan ke dua anaknya masuk menghampiri keyla.
" maa ayo pulang" ucap joy meringik minta pulang ia terus menarik baju keyla .
" iya bentar sayang mama bereskan meja dulu, kita pulang sama sama ya" ucap keyla bergegas merapikan semua dokumen penting miliknya. Ia membawa 3 dokumen untuk ia bawa pulang .
" eh... kamu ayo bawa anak anak pulang" ucap keyla melirik ke arah dalvin
" terus kamu enak enak cuma bawa kertas itu sama tas sedangkan aku harus gendong cia dan joy" ucap dalvin manarik tangan keyla.
" ya sudah aku gendong cia, kamu bawa tas sama berkas ku ini sambil gendong joy ya. Awas jangan sampai hilang atau pun sobek" ucap keyla menaruh semua barangnya di tangan dalvin.
Tanpa perduliian dalvin ia begegas pergi gendong cia meninggalkan dalvin yang masih tetap berdiri di tempatnya.
" kamu bantu aku" teriak dalvin berjalan terburu buru gendong joy mengejar keyla di depannya.
" bawa sendiri" teriak keyla. Ia merasa sifat dalvin mirip dengan alvin meskipun mereka sudah menikah saat kuliah mereka saling bertengkar saling jahil satu sama lain. Membuat hubungan mereka semakin hari semakin cinta dan romantis. Hal itu yang membuat keyla mulai jatuh cinta pada alvin dan melupakan masa lala nya ian.
Flash Back
" kamu mau kemana bantuin aku sebentar ini berat" ucap keyla ia membawa satu kardus warna coklat , penuh dengan barang barang dari rumah lama keyla.
" bawa sendiri" teriak alvin berlari masuk ke dalam rumah.
" alvin !!! Awas ya kamu" teriak keyla yang masih membawa kardus menghalangi pandangan matanya itu masuk ke dalam rumah. Ia berjalan pelan pelan tanpa sadar alvin memeluknya dari belakang sontak membuat keyla terkejut.
Keyla menoleh menabrak alvin dengan kardus coklat yang ia bawa.
" kenapa jadi menabrakku, aku cuma mau bantu kamu. Malah kamu nabrak aku ya sudah gak jadi" ucap alvin beranjak pergi.
" ni bawa aku pergi dulu" keyla meletakkan kardus di dekapan alvin ia berlari masuk ke delam rumah baru nya itu.
" awas ya kamu key" teriak alvin berjalan masuk dengan langkah terburu buru.
Segera ia letakan kardus itu di ruang tamu yang masih berbalut kain putih. Yang terlihat penuh debu, dan sarang laba laba menjalar di mana mana.
Alvin berlari mendekati keyla memeluk pinggang rampingnya dari belakang. Ia terus menjahili keyla sampai ia menangis geli akibat ulah alvin.
" udah cukup, aku nyerah" ucap keyla mengangkat tangannya ke atas.
" baiklah, lihat tu di depan rumah kita masih perlu di bereskan satu per satu.banyak Debu berterbangan di mana mana" ucap alvin memegang ke dua tangan keyla dengan tubuh masih memeluk erat keyla dari belakang.
" ya itu tugas aku, aku mau istirahat sebentar saja. Aku capek habis perjalanan jauh" ucap keyla beranjak masuk ke dalam kamar. Langkahnya terhenti alvin menarik tangan keyla hingga jatuh di dekapan tubuhnya. Ia menatap mata istrinya yang terlihat sangat cantik.
" udah kalau menatapku seperti itu, sekarang bolehkah aku tidur" ucap keyla memalingkan tubuh nya. beranjak pergi.
" ya sudah kalau kamu gak mau bantu bersih bersih aku pulang saja" alvin beranhak pergi ia tersenyum tipis melirik ke arah keyla.
" iya aku bantu, kamu jangan pergi" ucap keyla langkahnya seakan berat yuk menghampiri alvin di depannya.
Joy dan cia terus menatap keyla yang masih melamun.
" ma kenapa mama selalu saja melamun?" ucap cia menarik tangan keyla membuat ia twrsadar dari lamunannya.
" mama tidak apa apa kan?" Ucap joy dengan nada polos nya menatap keyla.
" maaf sayang, tadi mama teringat papa kamu" ucap keyla membelai lembut rambut jolicia dan joy.
" ma apa papa sangat tampan?" Ucap cia membuat keyla tersenyum menatap anak nya yang terlalu polos itu. Anak sekecil dia sudah tahu tampan atau tidak benar benar anak lucu.itu yang membuat keyla tidak pernah marah sefikitpun pada anaknya. Ia juga selalu menuruti apa kata anak nya. Keyla ingin srlalu melihat joy dan cia bahagia. Apa pun ia lakukan demi ke dua anaknya.
Keyla melempar senyum manis menarap je dua anaknya.
" suatu saat pasti kelian akan tahu papa kamu, ya lebih tampan dari pada yang di depan itu" ucap keyla melirik dalvin yang masih fokus mengemudi mobil.
" apa yang kamu bilang" ucap dalvin melirik tajam ke arah keyla.
" gak bilang apa apa" ucap keyla tanpa salah. Mereka saling bercanda satu sama lain di dalam mobil keyla, Tertawa bersama bagai keluarga bahagia emnikmati perjalanan pulang mereka.
Hampir satu jam perjalanan mereka tidak merasa lelah. Akhirnya keyla dan ke dua anaknya sampai di rumah mewahnya.
Keyla nampak menggandeng ke dua anaknya masuk ke dalam rumah .
" om ayo masuk" ucap joy berlari emndekati dalvin yang masih berdiri di samping pintu mobil keyla.
" iya kamu masuk saja duluan, nanti om pasti menyusul" ucap dalvin tersenyum lembut membelai rambut joy.
" baik joy tunggu om di dalam ya kita makan malam bersama nanti" ucap joy beranjak pergi meninggalkan dalvin sendiri.
Dalvin nampak curiga terlintas ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumah keyla. Seorang menggunakan jaket tebal dan maskee hitam menutupi mulut dan hidungnya.
Dalvin perlahan mengikuti langakah orang itu pergi. Tak menyangka ia hanya menatap keyla dari kejauhan. Keyla bermain dengan ke dua anaknya di ruang keluarga yang dekat dengan taman seorang itu mengintai.
" apa yang kamu lakukan di sini" ucap dalvin berjalan tegap mendekati orang itu.
" bukan urusanmu, lagian siapa kamu?" Ucap orang itu dengan santainya.
Dalvin mencoba menarik maser itu yang menutupi mulut orang itu. Hingga terlihat jelas wajah seorang pria yang sangat familiar bagi dalvin.
" ternyata kamu, yang berani menggoda istri orang" ucap dalvin mendorong tubuh ian.
Iya orang itu adalah ian, ia sengaja terus mengintai kegiatan keyla di rumah. Saat ada kesempatan ia akan segera mendekati keyla dengan mudah. Tapi ada kedatangan dalvin di rumah keyla membuat ia tidak bisa dengan mudah mendekati keyla.
" apa urusanmu, kamu bukan suami keyla. Jadi kamu tidak berhak melarangku mengganggunya" ucap ian dengan nada sinisnya mendorong tubuh dalvin.
" aku memang bukan siapa siapa keyla tapi aku berhak melarangmu untuk mengganggu keluarga mereka" ucap dalvin hanya membuat ian tersenyum tipis.
" om dalvin cepat masuk kita makan bersama" teriak cia berlari mendekati dalvin.
Namun sebelum cia sampai mengahampisri dalvin ian pergi begitu saja tanpa sepatah kata apa pun.