My First Love

My First Love
49 HONEY MONTH



ketika semua nya sudah berada di dalam ruangan keluarga, pak albert mulai berbicara hal yang sangat penting dan serius.


"jadi gini nak, papa dan mama sudah putuskan bahwa mulai bulan depan, semua aset keluarga kita, kamu berhak penuh untuk bertanggung jawab, ppa udah gak kuat lagi mengurus segala nya, jadi papa akan serhkan ke kamu untuk mengurusi nya dan di bantu oleh nak ivan.. papa dan mma pesan buat kalian bertiga, jika suatu saat nanti ppa dan mma gak ada buat temanin kalian, ppa dan mama minta agar nak ivan dan kamu alvi tetap bersatu, apapun yang terjadi, jangan ada pertengkaran yang lebih lama bahkan yang dapat merusak ikatan persaudaraan kalian, tetaplah seperti ini, saling membantu satu sama lain, saling melengkapi, dan saling mengingakan. ppa ttip mereka berdua ya nak dian, toling selalu ingatkan mereka, dan kalian berdua juga, ppa ttipkan nak dian pada kalian untuk di jaga selalu, minggu depan kita akan umumkan pemegang saham yang baru. ok!?",


pak albert rupa nya benar-benar ingin pensiun, dan ada beberapa pesan yang telah ia sampaikan di malam itu pada anak dan menantu nya.


"huhhh papa kog pesen nya jauh banget sih", kata alvin dan ivan bersamann lalu beriri mendekati papa albert dan merangkul beliau manja. sedangkan dian merangkul ibu sinta


"ia nak, ppa kan udah tua, kita tidak pernah tau apa yang terjadi di hari esok dan hari seterus nya, yang kita pikirkan hanyalah waspada dan harus siapkan diri apapun yang akan terjadi pada takdir kita kan", kata pak albert sambil mengelus kepala putra nya dengan tangan kanan dan mengelua kepala ivan dengan tangan kiri.


"astaga mereka seperti anak kucing yang ingin berlindung dari kekejaman dunia dibawah kukungan sang ibu aja", batin dian sambil meliriki sang suami dan ivan


"baiklah pah, kita akan mengingat pesan ppa saat ini", kata alvin


"terimakasih nak", jawab pak albert


"oh ia nak, sebelum papa lupa nih, kapan kalian berdua akan honey month?", pak albert bertanya tentang bulan madu dian dan alvin.


"emmmh anu pah...", alvin menggantung ucapan nya.


"kenapa nak? apa ada kendala?", tanya pak albert lagi sambil menunggu jawaban dari alvin dan kini mata nya tertuju pada dian ingin mendapatkan jawaban


sedangkan ivan sudah mulai cengengesan gak jelas, sebab dia sudah tau bahwa saat ini alvin tidak memikirkan hal itu.. bahkan ivan pun tau jika mereka belum melakukan hal yang seharus nya suami istri lakukan.


alvin menatap ivan memohon agar membantunya dalam hal ini, namun sayang, ivan malah semakin cengengesan membuat nafas alvin naik turun ingin rasa nya dia menerkam sahat sekaligus saudara nya itu.


"cengengesan mulu, gak punya otak apa dia? bantuin kek lagi posisi terjepit keg gini nih ahhh liat aja lo ntar yag.. gua gemesin lu pake ujung apatu gua yang runcing di tulang kering kaki mulua lu itu", batin alvin menyumpahi ivan yang tidak di dengari ivan.


"maaf pah, kita berencana untuk tidak memberitahui nya ke papa dan semuanya, tapi karena udah di tanya ya, kita rencana nya honey month di maldives pa", jawab dian pelan dan sangat hati-hati sambil melirik sang suami takut di marahi, sebab sebelum nya kan belum ada perencanaan akan ber bulan madu.


"duuh mampus deh aku, apa kabar jika alvin memarihi ku setelah ini, tapikan lebih baik aku jawab aja kan yah gak papa kan? duh gimana nih mampua deh aku... mampus...!!!", batin dian beragumen sendiri merasa jawaban nya adalah sebuah kesalahan.


"iaa pa, kita berencana akan kesana jika kesibukan sudah mulainberkurang nantinnya", jawan ivan mendukung sang istri.


"ohh gitu, kalau begitu persiapkan keberangkatan kalian minggu depan, urusan kantor dan pengalihan ahli waris atau pertemuan direksi akan papa undurkan sampainya kalian pulang nanti", jawab pak albert menyetujui kepergian dian dan alvin, maksud pak albert mengundur waktu pelantikan pun agar perjalanan alvin dan dian aman sampainya selesai honey month.


"gak papa, aku gak setuju", ivan tiba-tiba berdiri dan memperotesi kesepakatan yang dibuat pak albert.


"kog gak? ada sih lo, kayak setan kesurupan aja, tiba-tiba gitu saat orang lagi asyk-asyk nya", omek alvin merasa kaget dengan suara lantang ivan memperotesi nya.


"ia nak, ada apa?", bu sintapun ikut bertanya juga.


"gini lo pah, mah, aku tuh butuh refreshing juga, boleh lah sesekali aku pergi berlibur seperti mereka menikmati indah nya liburan di maldives", kata ivan sambil menggerak gerikan tangan nya dan berjalan mengitari sofa yang ada di ruangan itu, semua mata yang berada di ruangan itupun mengikuti gerakan keliling ivan sambik mengerutkan kening mereka.


"astaga ivan...ivan... alvin tuh benar nak, jika kamu ingin pergi, kamu paling gak kan udah punya calon istri kali yah pah, atau tunggu aja nak, skalian nanti kamu honey month nya ke maldives nak", kata bu sinta pada ivan dan bu sintaj tidak habis pikir, kenapa ivan malah ingin mengikuti alvin dan dian berbulan madu, sudah seperti anak lelaki yang ingin ikut papa dan mama nya aja.


"ivan bakalan ngajakin calon istri ivan saat itu", tegas ivan lagi yang membuat semua orang malah kaget dan tak percaya dengan pengakuan nya.


"aapaaa??", serentak semua nya setengah berteriak sambil membulatkan mata mereka.


"iaaa", jawab ivan santai lalu kembali duduk ke tempat nya.


"pokok nya gak boleh, gua gak mau lo ikutin kita, yang adakan kita malah gagal buatin junior alvin dan dian", kata akvin polos


"alahh lo gak usah GeEr deh sok gagal bikin junior alvin dan ivan, lo aja belum bisakan cetak gol istri lo, percuma, lo payah banget lo, ati-ati lo awas ada yang nikungin", bisik ivan pada telinga alvin yang membuat nyali alvin malah menciut saat mendengar kata belum bisa cetak gol dan awas ada yang nikungin


"betul juga nih anak.. bisa-bisa habislah gua, taoi tau darimana dia kalau gua belum cetak gol sama istri gue, kan gua gak pernah tuh curhat sama ni ember bocor, jangan-jangan.....", batin alvin dan alvin lagi-lagi menggantung kata-kata nya.


"ehh lo sini lo, lo kenapa tau belum cetak gol?", tanya alvin sambil berbisik pula, dan yang lain nya hanya memperhatkkan kedua nya


"gua kan senior nya gituan, jadi gua bisa lihat dari lo sama istri lo", jawab ivan sambik berbisik juga.


"wahhh jago banget lo, ajarin gua dong", kata alvin berbisik lagi..


"hahahahahahahhahahahahhahahahah", tawa ivan menggelagar ruangan sambil terpingkal-pingkal tak menyangka alvin malah berbisik untuk minta di ajarin..


"macam mana mau di ajarin, dasar do**l lo", kata ivan lagi sambil menjitak pucuk kepala alvin


sedangkan yang lain nya hanya mengerutkan kening karna tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka rencanakan dan bicarakan.


"ayo pah, nak dian kita keluar, biarkan mereka tertawa sepuas nya, kalo udah seperti itu, gak bakalan kelar masalah mereka. biarkan saja mereka berdua disini sendiri", kata bu shinta sambil mengajak dian dan pak albert pergi dari ruangan itu.


.


.


.


hay guys, terimakasih sudah menunggu up bab baru nya. tolong dong di vote novel ku.. biar semangaf author nulis nya gitu..


heheh


terimakasih yah.. god bless 🙏😘😇