
setelah kepergian mika, alvin mengunci pintu yang ruangan itu lalu menarik tangan riki dengan segera membuka pintu yang berada di balik rak buku yang menjulang tinggi dengan menekan tombol yang berada di balik rak buku itu.
"wuaahhhh seperti di film aja, keren banget sih", gumam riki yang masih di dengar alvin
alvin tidak memperdulikan riki yang terkagum kagum itu, ia tetap menyeret sang dokter itu . kini kedua nya berada di kamar pribadi milik dian.
"kamar??", riki bertanya pada alvin
"hem", jawab alvin
"lalu?", riki bertanya lagi.
"istri gue bro, tolong dong liatin, tadi dia tiba-tiba pingsan", jawab alvin.
"hahahaha waah hebat kamu vin... brapa rounde?? hem?", riki tertawa sambil menaik turunkan kedua alis nya.
"lo otak nya gesrek amat si? mendingn lo liatin dulu pasien nya, periksa kek, giman gitu, gua hubungin lo bukan ma mamerin berapa ronde nya, ahhh si*l banget sih lo", gerutu alvin yang sudah tak sabar dengan hasil periksa dokter riki
"jadi gimana cerita nya", dok riki bertanya sambil melihat keadaan dian, menghitung denyut nadi, tensi dan mengukur tekanan darah dian.
"tadi si misel dateng bawain berkas untuk di tanda tangni, lalu setekah istri gue lagi mengamati berkas dan gue rasa kelamaan, yah udah gua berdiri dan jalan menuju meja nya, eh tau nya wanita mu***an itu ngikutin gua dari belakang dan meluk gue seenak nya di depan istri gue, yah udah istri gue berdiri lalu gak lama pingsan", jelas alvin pada riki.
"waduh? kok dia bawain berkas? berkas apaan? bukankah dia seorang modeling yang lagi naik daun di luar negri? ngapain dateng sini?", riki kebingungan dengan apa yang terjadi.
"tau ah.. gua juga bingung aja pas ngeliatin dia dateng kesini dan menceritakan bahwa dia emang bekerja di sini sekarang, dan berada di bagian perencanaan, gua curiga ada yang gak beres, lama-lama gua ikut ngantor tiap hari bareng istri gue rik, gua khawatir aja, tadi aja gua panik setengah mati", alvin menjelaskan sangat frustasi
"astaga teman gue kayak nya udah bucin aja sama bini nya, baru aja pingsan sebentar eh dasi nya udah ke gantung kagak bener di leher nya, eleele alvinnn alvin", batin riki sambil mengeluarkan cairan RL dari dalam tas nya, beserta infused, dan aboket.
"eh ngapain?", tanya alvin khawatir melihat apa yang di keluarkan riki dari dalam tas nya.
"bini lo butuh cairan, dia kekurangan cairan, emang kalian seharian gak makan dam minum?", gerutu riki sabil melakukan pekerjaan nya dengan cekatan tanpa ada keraguan
"gimana mau makan dan minum, sedari tadi dia hanya meeting dan bergulat dengan berkas yang menumpuk dan gak mau di bantuin gue", jawab alvin lalu mendekati tubuh sang istri dan mengelus punggung tangan wanita nya.
"udah deh jangan gangguin gue lagi kerja, mendingan lo berdiri dan mengamati aja", kata riki pada alvin dan aneh nya, alvin menuruti nya. biasa nya alvin gak akan mengikuti titah riki dan melawan nya dengan kata-kata yang memojokan teman nya itu.
riki mengulum senyum dalam diam melihat alvin yang menuruti nya. "wahhh sejarah pertama si alvin nurutin gua, hahahaha mampus lo bucin", batin riki
alvin hanya bisa mengamati pekerjaan sahabat nya yang dengan telaten measang infusd pada istri tercinta nya.
"jangan sakitin istri gua rik, jagan sampai dia terluka", pintah alvin.
"apa lo sakit? yang nama nya infusd yah harus tergores dan terluka lah, lo mau nyolok dimana selang nya? kalau aja bisa lo minum lalu lo nyolok ke bini lo gak masalah, tapi ini, jarum lo yang gede gak di butuhun vin, ini harus pakek harum kecil yang di mamakan aboket, ngerti gak lo? yah jelas gak ngertikan lo? yah udah diem aja sana!!", riki kesal dengan teman nya yang menurut nya aneh
alvin terdiam lagi dan mencermati perkataan sahabat nya.
"mau mati rupa nya lo rik, kog bawa-bawa jarum gede gua sih? gue sumpahin lo gak bakalan nikah", kesal alvin sambil duduk di sofa yang terletak tak jauh dari tempat tidur dian.
"enak aja, eh ngomong-ngomong udah selesainih, entar kalau cairan nya abis, lo gantiin sendriri yah, guapulang", ancam riki yang ternyata malah membuat nyali alvin menciut seketika.
riki tau alvin tak akan mampu melakukan nya, alvin sudah pasti akan keringat dingin jika ia menyentuh benda itu karena ia sangat takut dengan jarum.
"eh jangan dong, lo kan tau gimana takut nya aku sama jarum, mendingan lo disini nemenin gua yah, gua janji nurutin apapun mau lo", alvin memohon
"serius lo?? apapun?? termasuk wanita??", riki menyakinkan permintaan nya.
"uhuk.....uhuk....uhukkkk, wa..wanita??????????", teriak alvin mengulangi apa yang ia dengar barusan dari sahabat nya.
"heum...WANITA", tekan riki
"hahahaha sejak kapan lo punya hobi baru??", jawab alvin sambil gelegar tawa lalu berdiri di hadapan riki seakan mengejek dan sekaligus tidak percaya dengan permintaan riki barusan.
"sejak hari ini", jawab riki santai
alvin kini mulai mencernah perkataan riki
"maksud lo? eh jangan bilang lo suka sama istei gue? gua gantungin lu di luar!!!", alvin mencurigai yang bukan bukan
"eh alvin.. dengerin, gua gak doyan yah sama istri orang.. ha**m bagi gue suka sama bini orang, ihhh oga gue. .", jawab riki penuh penekanan pada setiap kata nya.
"wahhh lantas siapa wanita yg malang itu yang ingin lo pinangin?", ejek alvin
"eh lo.....", riki menggantung kata nya karena ia benar-benar kesal kali ini.
"apa gue nunggu istri nya bngun aja yah? tapi kelamaan", batin riki bermonolog
"eh jawab dong... siapa wanita yang kurang beruntung itu", tanya alvin penasaran.
"gak jadi gue bilangin ke lo, mendingan gua sendiri yang berusaha gak butuh campur tangan orang", jawab riki hendak mengambil tas kerja nya dan pergi meninggalkan ruangan itu. namun ia menydari bahwa ia tak bisa pergi karena ia bingung dimana letak pintu ruangan itu. sebab dia baru menyadari bahwa hanya ada tembok di sekeliling nya, lalu bagaimana ia bisa keluar??
ia kembali terduduk di kursi nya saat alvin mulai memohon lagi sambil berlutut
"wahh si bego satu ini, baru kali ini gue liat dia memohin mohon keg gini, mendingan kerjain aaah", batin riki lagi.
"oke, syarat nya adalah kenalin gua sama sekertaris pribadi bini lo, yang bernama mita itu", riki mengutarakan keinginan nya saat ini.
"what??? mita???? brooo dia masih ingusan... kog mita sih? gak ada yang lain?", alvin terkejut lalu memberikan penawaran lain
"sorry bro gak ada penawaran, si mita wanita kan? dia manusia?", riki malah bertanya lagi
"ya mana gue tau dia wanita apa kagak, tapi dari cara nya berpakayankn dia wanita, apa lagi.. juga bukan robot atau setan, dia manusia", jawab alvin
"nahhh itu di.. inti nya gitu... emang lo pikir umur istri li berapa taon?? bukan kah mereka beda tipis umur nya?", riki bertanya hingga membuat alvin mati kutu tak bergeming lagi.
"oke", jawab alvin singkat meski ia tak tau bagaimana cara mendekatkan kedua nya, demi mengganti cairan infusd sang istri, ia melakukan apapun itu. termasuk permintaan konyol riki.
.
.
.
hay guys terimakasih telah membaca novel ku dan mohon dukungn nya yah...
good night 😇😇😘