
Miko bergegas pergi meninggalkan Alana yang masih berdiri di belakang. ia melambaikan tangannya melihat wajah cantik Alana.
"Hay.." sapa Cia menepuk bahu Miko.
"Ada apa?" tanya Miko kesal.
"jangan menatap ke belakang terus, lihat depan kamu tembok tuh. Kalau bahagia sih, bahagia tapi ya sadar juga dong. Jangan berlebihan" ucap Cia.
"Ya, bilang saja kalau kamu jeles ya, kamu iri kan dengan aku. Aku bisa pacaran dengan Cia. Sedangkan kamu belum juga punya pacar. Kalau kamu jadi cewek seperti ini terus siapa yang mau jadi pacar kamu. Melihat kamu saja pada gak mau" ucap Miko, Sontak membuat cia menggertakkan giginya, dengan tangan mengepal ke atas. tak kalah tatapan tajamnya mengarah pada mata Miko di depannya.
Miko yang melihat gelang Cia, langsung memegang lengannya. Menatap aneh pada gelang itu. "Jangan sentuh gelang ini" ucap Cia semakin menajamkan tatapan matanya.
"Emangnya kenaoa?" tanya Miko. " Gelang jelek gitu saja banyak di pasar" lanjutnya.
"Eh.. Asal kamu tahu ya, ini memang jelak tapi bagi aku jni sangat bagus. Karena yang ngasih ini tulus. Dan yang lebih senangnya lagi. dia itu memebrikan gelang ini karena ini adalah bagian dari nyawanya. " ucap Cia bangga.
"Jadi kamu sudah punya ocara nih.. Siapa dia? Kenapa kamu gak cerita padaku. Apa dia tampan? Atau dia jelek?" pertanyaan bertubi tubi Miko membuat cia gerah. Ia terus berjalan tidak acuhkan miko yang terus bertanya gak ada hentjnya apdanya.
"Cja, kenapa kamu diam. aku ini sahabat kamu. apa kamu gak mau bilang pada sahabat kamu ini. Apa kamu gak mau jujur dengan aku?" ucap Miko.
"Hentikan ocehan kamu. aku gak suka mendengar suara. kamu yang terus ngoceh seperti wanita. Bahkan ngalah-ngalahin wanita saja. lebih baik kamu diam. Dan duduk terus keluarkan buku kamu. Guru sudah datang di depan" ucap Cia, tanpa mentap ke belakang. Ia tidak melihat Miko yang dari tadi terus menjahilinya. Dia masih sangat penasaran dengan apa yang di aktakan Cia tadi. Apalagi soal pacarnya. sudha dari SMP mereka sahabatan dan gak salah juga jika mereka selalu cerita semua masalahnya. Dan Juga Miko juga selalu cerita pada Cia siapa pacaranya. Dan mantan-mantannya.
Pelaharan pun di mulai. Karena hari ini ulangan harian. Dan Joy yang sakit teroaksa gak ikut. Jadi ianhatus ulangan susulan sendiri nanti.
Kini suasana kelas cia sangat hening tidak ada suara satupun di kelasnya. Dan Miko yang masih penasaran dari tadi. ia tidak berhenti mengusili Cia. Manarik-narik rambut Cia di depannya.
"Apa yang kamu lakukan Miko" umpat kesal Cia, dengan nada kirik, lirikan tajam ke arahnya.
"Jangan mengusilku. jangan ganggu aku lagi konsentrasi." ucap Cia.
Miko menyembunyikan wajahnya di balik punggung Cia dan berkata dari belakang.
"Aku sudah selesai. Apa kamu mau lihat. Tapi kamu cerita dulu padaku. aku masih ponasaran dengan pacar kamu siapa, nak sekolahan sini atau sekolah lain. Kalau anak sekolahan sini." ucap Miko.
Brakkk....
Suara gebrakan meja, membuat miko menatap ke arahnya.
"MIKOOO.."
Suara garang guru di depan membuat Miko sontak berdiri menatap ke arahnya.
"Iya.. buuu . Ada apa?" tanya Miko, berdiri tegap dengan senyum tipsi terpaut di wajahnya.
"Apa kamu sudah selesai, kenapa kamu ganggu Cia?" tanya guru biologi yang membuatnya sangat geram dengan cerewetnya itu.
"Sudah bu, anak pintar di kelas ini siapa. Pasti sudah selesai lebih dulu" ucap Miko dengan penuh percaya diri.
Iya bu, sia punya pacaran anak akselerasi bu. Pantas saja dia tambah pintar. pacaranya saja otaknya di atas rata-rata. Pasti dia bisa ketularan bu." suat teman sebangkunya.
"Apaan sih kamu" ucap Miko.
"Apa benar Miko"
"Gak bu, hanya gosip. jangan dengarkan apa katamm mereka." ucap Miko mencoba dengan wajah memelas.
"Kalau kamu bohong kamu putus dengannya." ucap Guru itu seketika membuat Miko takut.
"Ya, jangan putus dong bu. baru pacaran masak udah di doain putus" ucap miko, di sambut dengan tawa satu kelasnaya.
"oya, dan kamu Cia, Di mana joy kenapa aku tidak melihatnya dari tadi. di bolis sekolah lagi atau giaman"
"Maaf bu tadi saya luap beri tahu jika Joy gak masuk sekolah dia sakit" ucap cia, beranjak berdiri. Sambil mengumpulkan ulangan yang sudha ia selesai kerjakan.
"Dan Cia bergegas keluar dai krlas. Menuju ke kantin lebih dulu.Karwna ia selesai lebih dulu Cia ingin meliaht Alana. aoa yang di kajuakn.Membuat dia sangat tertarik untuk emengetahui gerak gerik adiknya itu.
"Ya, sudah kumpulkan sekarang!!" ucap lantang guru itu.
Miko berlari mengumpulkan segera kertas ulangannya dan berlari pergi keluar dari kelasnya. Ia mencimiba mencark Cia. karena masih oenasaran dengan oria yang selama ini dekat dengabnya. Ya siapa tahu Cia keluar kelas lebih dulu karena mau bertemu dengan pria itu
"Kemana Cia" tanya Miko, berjalan menelusuri setiap kantin dan takan di sekilah taou gak ada.
"Apa dia ke toilet?" gumam Miko.
Miko yang masih mencari Cia, ia berjakan terus menelusuri setiap sekilahan.
Cia kalau ketemu nanti kamu harus ceritakan semuanya padaku. Kamu harus cerita padaku. Siapa acara kamu jangan bikin aku penasaran. gumam Miko.
-----
Di sisi lain.
Cia berjalan menuju kelas Alana. Mengintip Alana apa sudah tidak ada pelajafan atau masih ada gurunya.
"Alana!!" panggil Cia, yang merasa tidak ada guru di sana"
alana yang medengar suara kakaknya segera keluar dari kelasnya. Dan melangkahkan kakinya berhalan ke luar kelas.
"Kak cia ada apa?" tanya alana
"Kamu ada guru gak," tanya Cia.
"Gak ada kak, memangnya kenapa?" tanya Alana.
Cia memegang lengan Alana."Ikut aku sekarang. Aku mau kamu temani aku makan sambil cerita." ucap Cia.
"Baiklah" ucap Alana
Mereka berjalan menuju ke taman belakang. "Kemu di sini dulu, ya . Aku amu belikan kamu minuman sebentar" ucap Cia, berlari pergi menuju ke kantin"
Alan hanya diam dan menuruti begitu saja apa yang di katakan kakaknya itu. ia duduk di kursi menikmati pemandangan taman belakang sekolahan uang terlihat sangat sepi. Anak-naka masih pada di dalam kelas. Melakukan ujiannya masing-masing.
"Ini minumlah!!" ucap cia, memeberikan satu botol.minuman dingin pada Alana.
"Iya, kaka." ucap Alana.
"Oya. kakak mau biacar apa?" tanya Alana, sambil membuka tutup botol minuman dingin itu.
Cia menatap ke arah Alana dengan menyandarkan salah satu gangannya di kursi. Membuat Alana terkejut. "Kamu benar cinta sama Joy?" tanya Via memastikan.
"Jangan bilang itu di sini kak, aku gak mau ada yang tahu. Dan kalau Miko denger, nanti dia salah paham lagi. Dan aku nerima dia juga karena menuruti apa kata kakak. dan bukan kata hati aku. jadi kakaka jangan sembarang bahas itu. aku gak mau ada yang mendengarnya"
"Tadi amera bilang padaku, kalau Joy panggil nama kamu terus-terusan. dan amrea juga tanya apa hubungan kamu dengan Joy. Sampai dia berbicara seperti itu terus. Bahkan tidak pernah berhenti memanggil nama kamu saat dia mulai sadar."
"Aku gak tahu, dansekarang lebih baik kita saling tutup mulut. Jangan bicara soal itu lagi. Aku gak mau ada hal yang perlu di bicarakan lagi. soal Joy udah semuanya sudah jelas sekarang.
"Baiklah, oya. nanti sepertinya kamu akan pulang sendiri nanti. Kelas aku ada ujian nanti pulang sekolah. jadi kamu gak apa-apa kan pulang sendiri. Nanti kamy bisa naik taksi jika kamu gak berani naik bis" ucap Cia. Sambil meneguk minumannya lagi. Duduk bersandar kenatap ke depa.
Kamu tahu gak Alana. Jatuh cinta itu indah.. Apalagi jika cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan. semua terasa seperti dunia milik berdua. Setiap detik selalu tersenyum bahagia. Dan setiap malam gak bisa tidur selalu mikirin pujaan hati. Ucap Cia.
"Hyoo.. Mikirin pacar kamu ya?" tanya Miko yang tiba-tiba berada di belakang Alana dan cia. Sontak membuat dua wanita itu terkejut dan menoleh ke belakang.
"Bukan urusan kamu" ucap CIa kesal. "Aku bialng jangan ikut campur masalah cinta. Kamu gak perlu tahu siapa pacar aku dan gak perlu tahu semua kehidupanku. lebih baik urus pacar baru kamu. Jaga hatinya. Jangan sampai ada laki-laki lain yang akan merebut hatinya nanti." ucap Cia, melirik ke arah Miko tajam
"Kalau Alana sudah pasti gak akan ada yang boleh mendekati dia. Hanya aku saja yang bisa dekat dengannya." ucap Miko.
"Iya.. Aku lupa tadi ada tugas. Kalian di sini dulu ya. aku mau ke kelas. Soal nanti kak Miko. Kalau ada sibuk ujian. Aku bisa pulang sendiri nanti." Alana bergegas pergi meninggalkan Cia dan Miko berdua.