My First Love

My First Love
Adik kecil



"Adik kecil, kenapa kamu menangis?"tanya Alana.


Orang tua aku meninggalkan aku kak, karena aku bukan bagian dari mereka, aku di sini sendirian kak"ucap anak lecil itu yang masih menangis tersedu-sedu.


"Boleh kakak temani?" Tanya Alana.


"Memangnya kakak, mau menemaniku?" Tanya anak itu.


"Ya pasti mau sayang, tapi kamu jangan nangis lagi ya. Kalau ada masalah sekarang cerita dengan kakak?" Ucap Alana. Memeluk tubuh mungil anak itu. dengan tangan mengusap lembuy rambutnya.


"Iya kak, pasti"ucap Anak itu.


"Kamu ada masalah apa?" Tanya anak itu, yang mungkin sudah berusai 10 tahunan.


"Ternyata aku bukan anak dari orang tuaku kak, ku baru tahu tadi ketika tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka saat mereka berbicara dengan dokter di ruangannya. Mama jahat ya kak, tidak mmebri tahuku sebelumnya. sekarang aku merasa sendiri kak, aku malu sama mereka"ucap Anak itu.


Alana terdiam, seraya ia merasakan hal yang sama dengan anak itu. "Tapi mama kamu sangat menyanyangi kamu. Jadi kmu tak boleh marah sama dia. Meskipun begitu dia mau merawat kamu dengan tulus sampai dewasa seperti Ini, meski kamu bukan anak kandungnya. Jadi meski bukan mama kandung tapi dia sangat menyanyangi kamu mencintai kamu, bahkan seperti anak kandungnya sendiri. Jagi kamu gak boleh marah dengannya. Dan ingat jangan benci pada mereka. meskipun begitu mereka juga orang tua setta keluarga kamu sekarang."ucap Alana mencoba menenangkan anak kecil itu.


"Iya kak. Makasih sudah ingetin"ucap anak kecil itu segera beranjak dan berlari menemui orang tuanya.


Alana hanya diam tak bisa mengucapkan kata-kata apa lagi. Ia hanya tersenyum memandang anak itu berlari bahagia, dan Joy yang melihat Alana duduk sendiri ia segera beranjak mendekatinya dan membawa Alana segera masuk ke kamarmya. Entar takutanya dokter mencarinya untuk memeriksanya.


"Alana, ayo kita masuk ke kamar"ucap Joy.


Alana hanya diam menganggukkan kepalanya.


---0


"Kalian kemana saja, padahal kan banyak soal yang mau aku tanyakan."ucap Cia .


"Apa sih Cia, teman kamu di samping itu kan juga bisa tanya saja sama dia, kenapa harus tanya pada Alana. Dia masih sakit jangan terlalu di buwat mikir dulu kasihan dia."ucap Joy menasehati Cia.


"Kamu gak apa-apa. Kenapa.kamu jadi sok gitu lagian alana dengan senang hati bantu kita. Kenapa kamu yang sewot si, dan dokter tadi kesini dia sudah bilang Alana nanti sore boleh pulang. Kondisinya sudah mulai membaik tapi dia gak boleh kecapekan dulu. Dan harus selalu jaga kesehatan,serta tidak lupa minum obat"gerutu Cia.


Ia mengerutkan bibirnya terlihat kesal dengan Joy. Dia datang-datang sewot gitu padanya.


"Sudah jangan cemberut gitu maafin aku"ucap Joy.


"Enak saja maaf"ucap Cia cemberut. "Itu semua barang Alana juga sudah aku siapin


Dan nenek sama ibu juga lagi ngurusin administrasinya.  Ibu juga baru saja kesini, papa gak bisa kesini karena nanti sore dia balik. Ya pas kebetulan nanto sore Alana pulang. Jadi sekalian ngantar papa ke bandara setelah jemput Alana."ucap Cia menjelasakan.


"Papa mau balik, kenapa gak bilang ke aku kemarin" saut Alana.


"Apa ada yang perlu di bicarakan sama papamu"saut Keyla yang berjalan masuk dengan nenek ke dalam ruangan Alana.


"Mama, iya ada yang perlu aku bicarakan padanya"ucap Alana singkat.


"Entar juga kamu bisa bicara sejenak padanya."ucap Keyla berjalan mendekati putrinya itu. "Sudah jangan cemberut lagi, kamu baru saja sembuh jangan seperti ini"ucap Keyla mengusap lembut rakbut anaknya.


"Iya ma"ucap Alana.


Keyla menatap ke arah Joy yang hanya diam menunduk, ia padahal mau berbicara kenapa tadi bolos sekolah lagi. Namu sepertinya dia sudah tahu apa alasan keyla memanatapnya.


Mereka berbincang sejenak menghilangkan rasa curiga satu sama lain. Setelah keluarga yang lengkap penuh dengan kebahagiaan. Tapi beda dengan Alana yang lebih memilih untuk diam lagi tanpa banyak bicara. Ia tak suka saling bercanda seperti itu membuat hatinya merasa aneh.


"Aku balik duluan ya"ucap Miko.


"Iya hati-hati. Makasih sudah nenjagaku satu hari kemarin dan rela untuk bolos sekolah"ucap Alana.


"Iya, sama-sama. Entar aku akan ke rumah kamu kalau sempat."ucap Miko.


"Iya"jawab Alana singkat.


Miko segera beranjak dari kamar Alana. Dan semua keluarga itu masuk segera menuju ke mobil. Suasana di mobil sangat riuh antara Joy dan Cia yang tak pernah mau akur. Ada saja yang di ributin seperti anak kecil yang rebutan permainan. Dan Alana hanya diam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya.


"Na?" Sapa Cia. "Kenapa kamu diam sih"ucap  Cia.


"Gak apa-apa kak, aku ngantuk"ucap Alana beralasan.


"Ya sudah tidur saja, sini tidur di pundakku"Cia menawarkan pundaknya untuk sandaran adiknya Alana.


"Iya bentar saja ya kak, biar tidur sendiri"ucap Alana.


Lama perjalanan Mobil mereka berhenti tepat di bandara.


"Syang kamu jaga anak-anak ya, aku kerja dulu. Nanti kalau anak-anak udah kuliah sekalian saja kuliah Di London biar kita bisa dekat lagi"ucap Alvin mengusap lembut rambut Istrinya.


"Pa bulan depan kita semua ujian. Habis ujian aku mau ke sana boleh kan?" Tanya Alana.


"Boleh, kalau kamu mau kesana, sekalian lihat universitas yang kamu inginkan nantinya."ucap Alvin pada anaknya.


"Ih..aku juga ikut"ucap Cia, "Aku juga mau kesana dan tinggal di sana" lanjut Cia.


"Ya sudah tinggal saja disana"Sambung Joy sewot.


"Kenapa kamu yang sewot sih" tanya Cia. "Kalau Joy itu Pa maunya di Sydney biar bisa dekat dengan anaknya Om Ian.


"Apaan sih enggah"ucap Joy mendorong tubuh Cia.


"Gak usah bohong, wajahmu merah tu"goda Cia.


Keyla dan Alvin saling memandang, mereka terlihat tak banyak bicara. Seolah banyak cerita yang di sembunyikan oleh mereka berdua.


"Syang, om Ian dan tante Sheila tidak ada di Sydney" Joy dan Cia saling memandang bingung. "Maksudnya apa?" Tanya Joy dan Cia kompak.


"Udah lain kali kita akan cerita papa sudah mau ketinggalan pesawat nih"Ucap Alvin mengalihkan pembicaraan.


"Yah papa, jawab dulu."ucap Cia ngambek. Karena memang dulu Cia sangat dekat dengan Ian dan anaknya.


"Baiklah, sejak punya anak ke dua om Ian pergi ke kota di mana papa tinggal. Jadi kalau kalian ke sana kalian bisa mampir melihat mereka entar"ucap Alvin terburu-buru.


"Jadi dia sekarang sudah pindah"gumam Joy dalam hati.


"Ma, kapan om Ian punya anak lagi, bukannya anaknya satu ya, anaknya ke 2 laki apa perempuan Ma" tanya Cia.


Keyla terdiam sejenak, ia bingung mau bicara apa. "Anaknya laki-laki"ucap keyla.


"Udah sekarang kamu cepat ke pesawat, kurang 5 kenit lagi tu"ucap Keyla pada suaminya. "Dan jaga kesehatan di sana."lanjut Keyla memeluk erat suaminya.