My First Love

My First Love
64. DIAN PINGSAN



dian yang sok melihat suami nya yang di peluk wanita lain mendadak pusing, lama kelamaan dua terasa berputar hingga kedua kaki nya tak mampu menunpu tubuh nya sendiri lalu terkulai di lantai. membuat alvin yang panik dengan keadaan nya mendorong tubuh misel kebelakang dan hampir saja misel jatuh.


alvin menepuk kedua pipi sang istri yang terbaring lemah di lantai lalu menbopong nya.


ia menatap misel dengan sorot mata elang nya seakan ingin memangsa musuh.


"kelar kau dari ruangan ini dan jika istriku kenapa napa atau ada lecet sedikitpun di tubuh nya, maka tak ku ampuni kau meskipun kau adalah seorang wanita", kata alvin pada misel hingga nyali misel kini menciut.


"ma..maafkan aku", kata misel sambil menundukan kepala nya. dada nya terasa sesak dan mata nya kini berkaca-kaca.


ia menyesali apa yang telah ia lakukan,. kini ia terburu-buru pergi dari ruangan itu setelah alvin mengusir nya untuk yang kedua kali.


alvin kebingungan hingga ia membawa istri nya ke kamar yang terletak di ruangan itu. kamar yang berukuran sedang cukup untuk waktu istirahat.


ia meletakan sang istri dengan hati-hati lalu kembali ke ruangan kerja untuk mengambil handphone milik nya.


ia terburu-buru mengontak nomor dokter keluarga yg tak lain adalah teman nya sendiri semasa SMA dulu


Dok.RIKI


nama sang dokter keluarga yang sedang ia hubungi dan tak butuh waktu lama, dokter riki menggeser tombol hijau yang ada di layar handphone android milik nya.


"halo selamat sore vin", sapa dokter riki dari seberang


"halo rik, bisa gak dateng ke kantor istri gue sekarang, dan lo langsung aja ke ruangan nya di lantai 28 gedung ini, nanti ada sekertaris nya yang nungguin lo luar", kata alvin terburu-buru sambil mengacak rambut nya frustasi.


"kenapa gua kesana vin? apa gawat? bisa gak ceritain masalah nya biar gua bisa siap-siap apa yg perlu gua bawah", kata riki karena masih kebingungan


"istri gue pingsan rik, inti nya gitu aja. detile nya nanti ampe kantor", tut tut tut panggilan di putuskan sepihak oleh alvin. alvin tau, riki akan datang apapun yang terjadi.


"dasar si som**ak, mungkin aja istri nya pingsan karena babak yang ia main kan melebihi kapasitas, gencatan senjata mulu sih alvin, gak kasian sama istri apa", gerutu riki gak jelas sambil berlari menuju ruangan kerja nya mengambil beberapa obat dan juga tak lupa ia mengambil obat kesuburan kandungan. sebab riki spesialis kebidanan alias dokter kandungan


alvin melihat mita yang masih duduk manis di tempat nya, jelas saja mita tidak tau apa yang terjadi di ruangan bos nya, apa lagi ruangan itu merupakan ruangan yang memiliki kedap suara, jadi apapun yang terjadi di dalam sana, ia tidak mengetahui nya.


jika saja gorden yang berada di depan ruangan yang berdinding kaca putih bening itu tidak di tutup alvin, mungkin mita akan tau kejadian nya, paling tidak saat misel memeluk alvin dan saat dian jatuh pingsan.


"mita, tolong jika ada dokter keluarga atas nama riki yang datang kesini, kamu persilahkan dia masuk", kata alvin


"baik pak", jawab mita sopan


alvin lalu berbalik setelah mendengar jawaban dari mita.


"ad apa yah? kog dokter keluarga dateng ke kantor ibu bos? apa ada sesuatu yang gak aku tau? apa ibu sakit? ahh gak mungkin kan ibu sakit, mungkin aja dokter riki itu teman pak bos atau ibu bos", gumam mita sambil memainkan pena di tangan nya memutar mutar di meja


di jalan riki terus saja mengutuk alvin teman nya dan sesekali tertawa lepas sambil menggelengkan kepala.


tak butuh waktu lama, kurang lebih 25 menit, akhir nya mobil riki terpakir indah di depan PT Q for grup milik dian.


ia memberikan kartu nama nya pada sat pam dan pak satpam pun mempersilahkan nya masuk, sebelum nya mita telah menghubungi pak satpam perihal kedatangan dokter riki.


saat berada di lantai 28, ia menuju meja yang terletak di depan ruangan dian. ia melihat seorang gadis imut dan cantik menurut pandangan nya, sejenak ia terkagum dengan sosok mahluk yang berada di depan nya. sebenar nya riki tak ingin berpacaran, sebab alasan nya sangat simpel, mahluk tuhan yang berjenis kelamin wanita sangat lah merepotkan bagi nya. tapi tidak untuk kali ini saat pertama melihat gadis manis di hadapan nya.


"selamat sore", sapa riki pada mika ramah.


"selamat sore, apa anda yang bernama dokter riki?", jawab mika lalu bertanya pada riki.


"ya tuhan, mahluk jenis ini, aku ingin memiliki nya, tolong jadikan dia jodoh ku, bila di jodoh orang, tolong putuskan jodoh nya dan biarkan dia menjadi jodoh ku, suara nyaindah dan merdu, aku jadi pengen dia milik ku", batin riki hendak menjawab pertanyaan mika.


mika akhir nya berdehem


"ehem, apa anda yang bernama dokter riki pak?", minta bertanya yang kedua kali nya.


"ohh i..ia maaf", jawab riki gelagapan sambil menyengir kuda.


"wah manis banget", batin mika namun mika masih normal tidak seperti riki yang larut dalam kebahagiaan hati nya sendiri.


"mari saya antar kedalam", kata mita sambil mengajak tamu nya masuk kedalam ruagan kerja milik sang bu bos.


setelah berada di dalam ruangan, alvin baru saja keluar dari kamar pribadi milik sang istri. siapa sagka, di balik rak buku yang ada dalam ruangan itu ternyata ada kamar yang cukup mewah dan lengkap. bersyukur saat alvin keluar, mita dan riki belum masuk ruangan


"selamat sore pak, dokter riki nya baru saja sampai", jelas mika


"baiklah, terimakasih.kamu sudah boleh pulang sekarang, jika ada yang kami butuhkan mengenai pekerjaan, ibu akan menghubungi mu", jawab alvin


"tapi pak, belum waktu nya untuk pulang", jawab mika sambil melirik jam di pergelangan tangan nya.


"tidak apa-apa, kamu boleh pulang", jawab alvin lagi


"oh baiklah pak, terimakasih, saya permisi", jawab mika lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan bersiap untuk pulang.


.


.


.


hallo gaes, terimakasih telah membaca novel ku dengan setia. selamat malam dan selamat beristirahat ya ..


semoga Tuhan melindungi tudur malam mu. love you al God bless you ๐Ÿ˜‡๐Ÿงก๐Ÿ˜˜