My First Love

My First Love
Perjodohan cia



Hampir setengah jam, Cia hanya diam. tanpa tahu ia di suruh apa oleh David. Dan dia menerima begitu saja perintah David padanya. Dan dia padahal masih sangat kecil, umur lebih tua aku, tapi dia sangat berani denganku. Seakan aku di anggap anak kecil olehnya. Dan aku benar-benar di abaikan oleh adik kecil. pikir Cia, menatap wajah tampan David saat melukis, terlihat jelas, seakan aura ketamoanannya terpancar.


"David, sudah!m belum?" ucap Cia, yang merasa sudah sangat capek, harus diam dan duduk. Ia terus meminum kopi di cangkir milok David hingga sampai tak tersisa.


"Bi ijah.... " Panggil Cia, menggema, membuat Bi Ijah berlari keluar menghampiri Cia.


"Iya, Non. Ada apa?" tanya Bi Ijah.


"Buatkan aku orange juice jus dua. Dan sekalian bawa gelas ini ke dapur" ucap Cia.


"Baik, Non." Bi Ijah segera perhi dari hadapan Cia. Untuk membuatkan sesuai pesanan Cia.


David yang daei tadi hanya diam, dan masih fokus dengan kukisan di depannya.


"DAVIDD!!" teriak Cia. Namun, masih saja tidak di perdulikan David sama sekali.


"Diamlah!! Bentar lagi!" ucap David.


Cia terpaksa harus diam lagi, Ia tak mau mengganggu fokus David melukis.


Kelurga Sheila dan Keyla, berdiam diri menatap dari kejauahan tingkah mereka. membuat mereka hanya bisa menahan senyum. Ke dua anak mereka sangat lucu, yang satu sangat cerewet, yang satu lebih dominan pendiam. Dan tidak banyak bicara lagi.


"Lihatlah mereka?" ucap Sheila pada Keyla.


"Iya, mereka serasi, dan lucu" ucap Keyla.


"kalau mereka menikah, pasti sangat serasi" ucap Ian, membuat semua ibu-ibu itu menoleh ke arahnya.


"Iya, kalau menikah. Mereka lebih serasi lagi. apalagi kalau mereka itu punya kepribadian yang berbeda" saut Alvin, yang tidak mau kalah melihat anaknya itu.


"Aku dari kemarin juga berpikir seperti itu. Tapi apa mereka mau?" tanya Keyla. "Aku tidak mau terlalu memaksakan perasaan Cia. Takut dia tidak mau dengan perjodohan ini" lanjut Keyla.


"Kamu gak maksa keyla , Lihatlah sifat Cia, yang manja dengan David. Menunjukan bahwa dia juga tertarik. Aku yakin jika mereka berjodoh, akan lebih baik lagi. Dan David juga sepertinya tertarik, tapi dia tidak mau mengungkapkan. Karena aku tahu David, orangnya lebih suka diam, dan menyembunyikan perasaannya. Dari pada harus mengungkapkan, dan nanti bertolak belakang dengan pikirannya" Sambung Sheila.


"Baiklah, kalau begitu. Aku setuju perjodohan ini." ucap Keyla sangat antusias, ia melihat anaknya yang mulai berubah saat bersama David, dan akhirnya memutuskan untuk menjodohkan mereka.


"Rayan, pasti akan senang. Saat melihat anaknya menikah dengan anak kamu." ucap Ian.


"Iya, rayan itu orang baik. Kenapa dia begitu muda sudha tidak ada." ucap keyla, yang mulai mengingat Rayan. Dan istri rayan adalah sahabatnya sendiri. Ia tidak menyangka mereka semua sudah tidak ada.


"Tapi dalam oenyelidikan polisi, ada yang menyabitase mobil Rayan. Sehingga membuat kecelakaan pun terjadi.


"Siapa yang melakukan itu semua?" tanya Alvin, yang mulai ikut penasaran. Mereka akhirnya memutuskan untuk duduk di teras rumahnya, sambil menikmati oemandangan taman rumah Alvin dan Keyla itu. yang, terlihat sangat sejuk.


"Entahlah, siapa yang menyabotasenya. Tapi setidaknya, sekarang David bisa aman dengan aku. Aku gak tahu masalah apa yang rayan dapatkan. Saat dia berhasil meraih kesuksesan di America, membuat semua orang banyak yangvtidak suka dan ingin menghancurkannya. Dan sebelum semua jatuh pada David, dan akan nengancam nyawa David. Brayen yang mengambil Alih semuanya. Dan dia menyewa orang-orang bayarab untuk menyelidiki semuanya yang terjadi." ucap Ian.


"Persaingan bisnis di sana sangat ketat, jadi Brayen tidak mau jika David anak satu-satunya Rayan ikut kena imbasnya. Ia ingin menjaga David dan menitipkan padaku." sambung Shaila.


"Terus, papa Brayen sekarang sudah menikah lagi. Dan kenapa dia tidak ada kabar sama sekali?" tanya Keyla yang semakin penasaran dengan para sahabat yang pernah menghiasi kenangan indahnya dulu.


-----


Dia benar-benar membuatnya sangat gila. Terus menatap ke arahnya.


Joy sibuk belajar dengan Alana. Dan Amera duduk di ranjang Alana, menatap ke arahnya.


"Amera, kamu gak belajar" ucap Alana.


"Enggak!! Kalian saja. Aku mau melihat kalian saja" ucap Amera.


"Sini duduklah, di sampingku. Aku akan bantu kamu juga. Aku juga paham beberapa bahasa kalau kamu mau belajar, nanti aku ajarin kamu" ucap Joy, menatap ke arah Amera.


Alana yang berada di samping Joy, seketika kesal. Mendengar hal itu. Gimana bisa ada dia di sampingnya ia malah mau belajar sendiri dengan Amera.


"Ya, udah kak. belajarnya hari ini selesai. Aku mau istirahat" ucap Alana jutak.


"Baiklah" Alana bergegas beranjak dari duduknya. Dan joy bangkit dari duduknya. Duduk di samping Amera di ranjang Alana.


"Ikut aku sekarang" ucap Joy, mengajak Amera keluar dari kamar Alana.


Sepertinya memang kak Joy, gak serius dengan ucapannya. Sekarang saja dia malah dnegan wanita lain. Memang Amera itu cantik, aku gak ada apa-apanya. Lagian kenapa aku berharap dengan kak Joy. Dia itu kakak aku, ku gak boleh suka dengannya. Aku hafus hilangkan perasaan ini. Anggap saja kita itu saudara sangat dekat. Pikir Alana.


"Alana, ku ergi dulu ya," ucap Joy.


"Baik, kak" jawab Alana.


Joy, memegang lengan Amera berjalan keluar dari kamar Alana dengan segera. Ia berjalan menuju ke dapur. "Kamu mau ngapain ke dapu?" tanya Amera bingung. Ia mengira Joy akan memberi dia pelajaran bahasa asing yang ia kuasai padanya.


"Kamu ajari aku cara buat kue. Dan aku akan ajarkan kamu bahasa asing, Gimana?" tmucap Joy, mengurlurkan tangan ke arah Amera. "Kalau kamu menerima uluran yangan aku, berarti kamu menerimanya. Tapi kalau tidak berarti kamu gak mau keseoakatan ini" ucap Joy menjelaskan.


Amera tersenyum, ia meerima uluran tangan Joy. "Oke aku setuju" ucap Amera.


"Sekarang masih ada stok bahan kue. Besok kamu belanja lagi dengan aku. Kita beli yang banyak. Aku mau kamu ajarkan aku buat kue. Kerana aku amu beri kue pada orang yang aku syang. di hari ulang tahunya nanti.. Aku ingin memberi dia kejutan kue buatan tangan aku sendiri."


Amera tersneyum tipis. Ia mengira jika Joy akan memberikan padanya. Karena balas budi kue ulang tahun yang ia buat kemarin untuknya.


"Amera kenapa kamu diam?" tanya Joy.


"hehe. Gak ada apa-apa" ucap Amera.


"Oya, ayo cepat ajari aku cara masak kue. Sebelum semua orang tahu nantinya." ucap Joy.


"Ya, sudah sekarang kita belajar masak kue dasar ya" ucap Amera, yang langsung mengeluarkan bahan untuk buat kue.


Mereka mulai memasak kue, pertama, sambil bercanda satu sama lain. Joy, mengoles pipi Amera dengan tepung dan sebaliknya. Amera mengolesnya dengan tepung yang sudah di campur air dan telur.


Alana melihat mereka dari atas tangga, ia hanya diam. Dengan rasa kesal pada dirinya semakin menjadi. Alana bergegas masuk kembali, ia membaringkan tubuhnya di ranjang. Tidur terngkurap, menutup wajahnya dengan bantal. Entah kenapa tetesan air mata itu perkalan keluar dari matanya.


Dia gak syang aku, dia tidak serius syang dengan aku. Dia hanya mempermaikan aku. Aku bodoh Alana. Kenapa kamu terjebak cinta yang salah. Kenapa... semua ini tidak boleh terjadi... Tidak boleh.. Ucap Alana dalam hatinya.


----