My First Love

My First Love
Liburan



" kenapa kamu bisa mengerti semua tentang aku, sebenarnya kamu siapa" ucap keyla mencoba bertanya pada dalvin di samping nya.


" aku hanya orang biasa yang kebetulan bertemu dengan mu dan ke dua anak anak kamu. Mungkin memang takdir pertemukan kita untuk saling membantu satu sama lain. Aku tahu semua tentang kamu jadi kamu tidak perlu malu jika ingin cerita masalahmu pada ku." Ucap dalvin memegang ke dua pundak keyla


Keyla hanya terdiam menatap dalvin di depan nya. Hatinya semakin gundah di depan dalvin ia merasa ada ikatan tertentu dengan nya. Namun keyla tidak tahu ikatan apa itu. " ya sudah  aku mau pergi menemui anak anak" ucap keyla beranjak pergi meninggalkan dalvin


Dalvinterlihat diam ia tersenyum tipis menatap punggung keyla yang berjalan menjauh dari nya. " jika kamu seperti itu entah alvin akan balik pada dirimu atau tidak" ucap dalvin berjalan menuju ke tempat keyla dan anak nya berkumpul.


Mereka terlihat sangat bahagia bercanda tertawa bersama. Terlihat joy cia dan dalvin foto bersama. Dengan berbagai pose gaya unik mereka. Joy menyentuh tangan dalvin dan keyla. Ia menyatukan tangan mereka dan berfoto bersama Seperti foto keluarga.


Key dan dalvin saling melotot di depan kamera membuat joy dan cia tepuk jidat mereka tidak pernah saling akur saat bertemu. Ya namun begitu joy tetap ingin menyatukan mereka.


" ayo kita makan cari restauran atau cafe dekat sini, pasti kalian lapar kan" ucap dalvin menyentuk pundak cia dan joy.


" iya om aku lapar , ayo kita pergi makan" ucap cia menarik tangan dalvin .


Mereka bertiga jalan di depan lebih dulu sedanvkan keyla terlihat marah ia selalu mengerucutkan bibirnya dengan ke dua tangan di lipat ke atas perut nya. Ia berjalan mengikuti dalvin dan anak anak nya dengan rasa malas dan terpaksa ia menyeret kaki nya berjalan mengikuti mereka.


" joy!! Cia !! Kenapa kalian ninggalin mama. Apa kalian sudah tidak sayang dengan mama" teriak keyla. Ia merasa sendiri tidak di hiraukan ke dua anak nya. Keyla berlari mengikuti joy dan cia yang sudah jauh di depan nya.


Tak lama mereka selesai makan dalvin melanjutkan perjalanan nya ke sebuah mesium. Tak jauh dari jembatan gembok, mereka berkunjung ke sebuah museum bernama Museum Louvre yang dulunya diketahui adalah istana kerajaan Perancis. Museum Louvre rupanya termasuk di dalam daftar museum paling besar di dunia dan tentunya menjadi yang paling populer di Paris itu.


Ya karena anak anak mereka butuh pnegetahuan sedikit tentang sejarah jadi tidak bosan di rumah terus yang hanya di kelilingi mainan anak kecil yang membosankan. Dalvin membawa mereka ke mesium untuk belajar sejarah agar berguna nanti nya.


Tak lama mereka sampai di sebuah mesium sebelum masuk keyla masih terkagum melihat keindahan mesium itu. Tak hanya keyla hoy dan cia juga di buwat kagum mereka tidak ingin melewatkan pemandangan itu.


" maa fotoin kita ya" ucap joy menarik tangan dalvin dan cia untuk foto bersama.


Tanpa menjawab keyla tersenyum mengagukan kepalanya . Ia mulai memfoto mereka hampir beberapa jepretan.


" maa kita foto bersama " ucap cia menarik tangan keyla.


" tapi siapa yang mau foto kita sayang" ucap keyla .


Tanpa sadar seseorang datang menghampiri keyla. " biar aku yang fotoin kalian" ucap pria itu tepat di belakang keyla sontak membuat keyla menoleh seketika.


Ia terkejut ada ian di pandangan matanya.


" ian!!" Ucap keyla lirih.


Ian hanya diam dan tersenyum manis menatap keyla di depan nya.


Dalvin hanya terdiam ia sebenarnya juga tidak terlalu suka ada ian. Bukan karena ia cemburu, karena ian pria posesif jika sewaktu waktu ia dekat dengan keyla di lihat joy dan cia itu sangat tidak pantas bagi nya.


" tolong fotoin kita" ucap keyla pada ian yang hanya di jawab dengan sebuah senyuman dari ian.


lama berfoto joy yang tidak terlalu suka dengan ian menarik tangan keyla masuk ke dalam mesium. Sedangkan cia di gendong dalvin berjalan di samping keyla. Ian terlihat hanya terdiam menahan rasa cemburu dalam hati nya melihat mereka yang sudah seperti keluarga.


Ian diam diam mengikuti mereka karena ingin tahu siapa dalvin sebanrnya kenapa dia begitu dekat dengan keyla hanya dalam waktu beberapa hari saja. Sedangkan ia butuh bertahun tahun untuk memulai cinta nya lagi.


Dan itu pun Keyla tidak begitu merespon cinta nya. Dan dalvin hanya beberapa hari kenal seolah sudah kenal lama dengan keyla hubungan mereka bahkan seperti suami istri saat jalan berdua dengan anak anak keyla.


Dalvin, joy dan cia asyik melihat berbagai barang sejarang yang ada di sana. Keyla hanya terdiam melihat mereka dari belakang.


" key!! Sebenarnya apa hubungan kamu dengan nya" tanya ian berdiri tepat di samping keyla.


Keyla hanya melempar senyum manis pada ian. " dia teman aku, seorang pria yang sangat di sayangi anak anak bahkan sama seperti sayang dengan papa nya sendiri" ucap keyla menatap dalvin di depan pandangan matanya bersama joy dan cia.


" apa kamu suka dengan dia " ucap ian melirik ke arah keyla.


" aku tidak tahu, tapi aku masih sayang dengan alvin entah aku bisa melupakan dia atau semakin sayang sama dia. !! Oya gak usah bahas itu sekarang" ucap keyla melirik ke arah ian.


Ian merasa kecewa mendengar jawaban keyla. Namun apa boleh buwat ia harus menahan sakit hati nya agar bisa tetap bersama keyla . Jika ia marah pasti keyla juga ikut marah pada nya. Keyla sudah tidak seperti dulu saat pertama bertemu. Kini ia lebih suka marah jika ada yang dekat dengan nya selain alvin.


" baiklah" ucap ian dengan nada terpaksa.


" oya kenapa kamu tadi bisa tahu kita di sini?" Ucap keyla menatap ian di samping nya.


"Kamu tu belahan hati ku, jadi aku bisa tahu kemanapun kamu pergi" ucap ian tersenyum tipis menatap keyla.


Tidak malah senang keyla terlihat sangat marah mendengar ucapan ian. Ia sebenarnya tidak ingin ian datang lagi dalam hidup nya. Namun ia menganggap ian hanya sebagai rekan bisnis. Ia tidak mau juga bertengkar denamgan ian hanya gara gara hal sepele itu.


" kamu marah, udah jangan marah aku hanya bercanda" ucap ian. Ia berjalan mendekati dalvin yang dari tadi melirik ke arah keyla dan ian di belakang nya.


Keyla yang mengira ian akan berbuwat macam macam dengan dalvin ia segera mengikuti langkah ian .


" ayo kita keliling masuk ke dalam" ucap ian menggendong cia.


Cia hanya diam menuruti ian, sementara joy dan dalvin tanpa menjawab jalan lebih dulu masuk ke dalam.