My First Love

My First Love
Semakin mesra dengan Ian



Ian berjalan mengendap endap, agar Keyla tidak menyadari kehadirannya. Ia ingin mengejutkan Keyla yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuknya.


Ian menyentuh paha Keyla, mengusapnya ke aras, membuat gaun pendek sepaha milik Keyla sedikit terangkat ke atas.


"Ian!!" ucap Keyla, menyentuh tangan Ian di pahanya.


"Kenapa syang!!" ucap Ian, dengan tangan kiri melingkar memeluk erat tubuh Keyla dari belajang, dan bibir tepat berada di leher Keyla.


"Aku mau mandi duku, jamu singkirkan tangan kamu, Ian!!" ucap Keyla, mencoba menyingkirkan tangan Ian yang semakin naik menyentuh miliknya. Menerobos masuk ke di sela-sela dalaman miliknya.


"Emmpp... Ian, Apa yang kamu lajukan!!" ucap Keyla, menggeliat, memegang tangan Ian semakin erat.


"Aku kangen kamu, syang!! Apa malam ini kita akan main lagi?" tanya Ian, semakin mempercepat ritme gerakan jarinya.


"Emp.. Syang!!" Keyla semakin menikmati sentuhan Ian, dengan ke dua tangan mengusap kepala Ian dari bekalakang, membiarkan tangan Ian bermain dengan miliknya.


"Jika kamu menginginkannya. Aku tunggu kamu bicara sekarang, syang!!" ucap Ian, dengan tangan kiri melepaskan dalaman keyla, lalu mengakhiri permainannya


"Karena kita hanya berdua, kamu gak usah pakai ini," ucap Ian, dengan ke dua tangan memegang bahunya.


Ian mengambil dalaman Keyla di lantai, laku membuangnya di sampah. "Ian, apa yang kanu lakukan. Aku gak bisa seperti ini terus!!" ucap Keyla. "Gak mungkin aku gak pakai dalaman,"


"Kenapa? Kita hanya ri rumah berdua sekarang, tidak akan ada yang tahu kita ngapain saja. Sesuka kita sekarang, dan kamu juga sudah sendiri suami kamu gak akan mungkin marah dan gak mungkin kembali lagi di sini!!" ucap Ian mengusap lembut wajah Keyla.


"Sekarang kita makan dulu!!" Ian memegang tangan Keyla menuju ke dapur, laku mencuci tangannya mulus milik keyla dengan tangannya, ke dua mata mereka saling tertuju, seakan seperti masa pubertas ke dua. Perasaan mereka mulai bersemu kembali.


"Kamu cantik!!" goda Ian.


"Udah jangan banyak bicara lagi, lebih baik kita sekarang ceoaf makan. Nanti keburu dingin gak enak!!" Keyla beranjak pergi meninggalkan Ian.


Ian hanya twrsenyum berjalan mengikuti Keyla menuju ke meja makan. "Kamu duduk di sebelah aku," ucap Ian menarik tangan Keyla duduk di sebelehanya.


"Gak mau, kamu fokus makan dulu. Jangan aneh-aneh!!"


"Siapa juga yang aneh-aneh, aku hanya inhin melihatnya sedikit." goda Ian. menyingkap gaun mini Keyla.


"Alvin!!" teriak Keyla membuat Ian langsung menarik tangannya kembalu, ia yang semula penuh dengan senyuman berubah seketika raut wajahnya mengkerut, ia kembali duduk menjauh dari Keyla.


"Ian, kamu kenapa?" tanya Keyla yang masih belum sadar jika dia tadi salah memanggil nama.


"Pikir sendiri!!" ucap Ian, yang mulai melahap habis makanannya, tanpa memperdulikan Keyla yang dari tadi menatap ke arahnya bingung.


"Sebenarnya kamu kenapa, apa yang salah dariku. Apa kamu marah soal aku tidak mengijinkan kamu menyentuh aku saat makan!!".


"Enggak!!" jawab Ian jutek.


"Terus kenapa? Apa yang salah kamu tiba-tiba marah?" tanya Keyla semakin meninggikan suaranya.


"Apa kamu tadi gak sadar kamu memanggil napa Alvin, apa kamu masih memikirkan dia. Aku tahu kamu masih suka dengannya." gumam Keyla.


"Jadi karena hal itu, kamu cemburu!!" ucap keyla memeluk tubuh Ian dari belakang.


"Jika kamu masih menginginkannya, maka pergilah!!" ucap Ian tegas.


"Dia sudah menyakiti aku. Apa kamu juga akan menyakiti perasaanku!!" Ian melepaskan oeluaknnya, membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ian.


Ian langsung memeluk tubuh Keyla dari belajang, mengangkat tubuhnya ke atas meja makan, mengecup bibir Keyla sangat ganas penuh emosi yang menggebu.


"Ian!!" Keyla menikmati sentuhan tangan Ian, membiarkan Ian menjelajahi tubuhnya.


"Jangan pernah ingat lagi namanya. Kamu harus selalu mengingat aku. Aku yang memuaskanmu tiap hari, syang!!" ucap Ian, yang langsung memasukan miliknya, membiarkan dia untuk beberapa saat di dalam sembari menciumi bibir Keyla penuh gairah.


"Lain kali pakai baju yang seksi. Kita hanya dua hari tersisa akan seperti ini. Saat kita di Sydney nanti tidak akan bisa setiap hari seperti ini lagi," ucap Ian yang mulai memainkan ritme permainannya. Permainan yang sangat lembut, dengan hentakan pelan, dan ke dua tangan Ian mengusap wajah cantik Keyla. "Gimana kalau kita ke kamar mandi!!" ucap Ian, menurunkan tubuh Keyla, membalikkan tubuhnya membelakanginya. Keyla hanya diam mengikuti setiap permainan Ian. Ian mendorong tubuh Keyla dengan hentakan yang tak mau berhenti, mereka berjalan menuju ke kamar mandi, tanpa menutupnya mereka masuk ke dalam, Ian tanpa melepaskan miliknya, terus berjalan menuju ke shower.


Tanpa menutup pintunya, mereka menyalakan shower, membuatkan air itu jatuh tepat di tubuh mereka berdua, membasahi tubuh mereka sembari terus bermain hingga satu jam berlalru, Ian yang sudah capek bermain berdiri. Ia membaringkan tubuh Keyla di lantai melanjutkan lagi sampai lima belas menit, mereka mengakhiri permainannya. Lalu melanjutkan mandinya, saling membasuh tubuh merek amasing-masing dengan sabun.


Ian membasuh tubuh Keyla, Keyla hanya diam menikmati sentuhan jemari tangan Ian yang membasuh tubuhnya. Seakan tidak mau pergi, ia ingin sekali Ian terus menyentuhnya. Tapi apa aku bisa seperti ini terus dengannya. Dan dia tidak pernah bilang sama sekali jika ingin berpisah dnegan Sheila. Aku yakin dia tidak mau pisah dengan sheila. Dan aku hanya pemuas nafsunya saja. Dan jika sudah bosan dengan aku, dia pasti akan menendangdang aku dari kehidupannya.


"Syang!! Kenapa kamu diam? Apa kamu menikmati sentuhan tanganku ini, apa kamu suka?" tanya Ian, memegang pipi Keyla.


"Iya syang!! Sentuhan kamu membuat aku merasakan nikmat tersendiri."


"Kamu, ya!!" ucap Ian mencubit manja pipi Keyla. Sekarang kamu keluar dulu, aku mau mandi, oya. Baju kamu sudah basah. kamu pakai handuk saja ke kamar."


"Ya, udah kamu begitu saja. Lagian gak ada yang tahu syang!!" ucap Ian menggoda.


"Gak mau, kamu saja yang keluar ambilkan aku handuk!!"


"Ya sudah, aku akan pergi juga dari sini."


"Oya, apa Alvin tahu kalau aku berhubungan dengan kamu!!" tanya Keyla.


"Tidak, dia hanya dengar dari suara kamu saat mendesah." jawab Ian. ia menarik kembali vidio yang ingin ia kirim pada Alvin. Sebelum semuanya terjadi Keyla tambah malu dan Vidio itu menyebar. Alvin juga pasti akan merasa malu, dan Keyla juga semakin marah dengannya. Bahkan membencinya.


ian mengangkat tubuh Keyla, membawanya pergi menuju ke kamarnya yang tidak jauh dari kamar mandi. "Aku kira kamu merekam semuanya!!" ucap Keyla.


"Tidak!!" Ian menatap ke belakang, seakan ada orang yang melihat mereka.


"Siapa itu!!" teriak Ian, yang lansung membawa Keyla masuk ke dalam kamarnya lebih dulu. "Ambilkan aku handuk," pinta Ian.


"Baiklah!!" Keyla berlari segera mengambil handuk untuk Ian, dan laki-laki itu bergegas lari mengikuti kemana orang itu pergi.


"Siapa itu?" teriak Ian dari depan rumah Keyla.


Tidak ada suara siapapun di sana. "Sebenarnya siapa yang berani melihat aku berhubungan dengannya. Dahln kenapa dia bisa masuk ke dalam? Apa itu Alvin, tapi kalau memang dia, baguslah jika dia tahu, aku ingin menunjukan gimana Keyla bermain dengan ganasnya dengannya.


"Syang siapa?" tanya Keyla yang terbalut dengan kemeja yang hanya menutupi sebagian tubuhnya, tanpa menggunakan dalaman sama seksi.


"Syang!! Kamu pakai baju yang menggoda. Lihatlah terlihat jelas dada kamu," ucap Ian menunjuk ke dadanya.


"Aku salah ambil baju tadi, kenapa aku ambil yang warna outih!!" gumam Keyla membalikkan badannya melangkahkan kakinya berjalan masuk ke rumahnya, dan di susul Ian yang berjalan di belamabgnya, menutup rapat pintunya. Ia melihat Keyla yang berjalan di depannya terlihat sangat seksi, meski umurnya tak muda, tapi dia masih terlihat sangat seksi, seakan memang dia sengaja merawat tubuhnya agar terlihat tetap ramping.


Alvin beruntung mendapatkan kesuciannya dulu. Bahkan aku saja dulu tak pernah sama sekali menyentuh miliknya. Dan sekarang dia sudah menjadi milik orang lain, dan akan menjadi milikku seutuhnya.


"Kamu sangat seksi!!" ucap Ian, memeluk Keyla dari belakang.


"Syang capek, sekarang aku mau tidur!!"


"Kita tidur bersama. Aku tidak mau jauh dari kamu. Dan kamu tetap seperti ini jangan pakai apa-apa!!"


" Kamu nakal, ya!!" ucap Keyla mencubit tangan Ian yang mulai menggodanya lagi.


"Siapa gang nakal. Aku aku hanya ingin menyentuhnya."


"Apa tadi kurang puas. Bahkan kamu setiap hari selaku minta!!"


"Iya, lagian aku terus yang minta duluan. Kamu tidak pernah meminta dulu agar aku lebih semangat melihat permainan kamu gimana."


Keyla menautkan ke dua alisnya. "Apa kamu ingin aku melakukan lebih dulu?" tanya Keyla memastikan.


"Iya, aku ingin melihat gimana rasanya permainan kamu. Dan aku hanya diam saja melihat kamu bermain. Apa kamu jago dalam hal ranjang, atau tidak. Sampai suami kamu selingkuh di belakang kamu." gumam Ian, mencium lembut pipi kiri Keyla dengan tangan memegang dadanya yang mulai mengeras.


"Emmp.. Syang!! Udah, jangan sekarang lagi. Aku capek!!" ucap Keyla melepaskan tangan Ian di dadanya.


"Baiklah, ayo kita tidur sekrang. Aku mau kamu tidur di kamar aku sekarang. Sembari menikmati film bagus. Dan sekalian bermesraan lagi dengan kamu!!"


"Iya, tapi aku mau ke kamar dulu, aku ingin ambil dalaman aku. Gak enak gak pakai dalaman Ian."


"Gak usah!!" Aku ingin tetap kamu seperti ini!!"


"Tapi..."


"Sudah diam!!" potong Ian memegang tangan Keyla menuntunnya masuk ke dslam kamarnya. Dan mempersilahkan dia untuk duduk di sofa kamarnya, sembari menyalakan tv. Ia duduk bersandar di sofa, dan Keyla duduk di samping Ian, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Ian. Dan tangan Ian menyandarkan di pundak kanan Keyla, dengan tangan menyentuh ddadanya, yang memang dari tadi kancing bajunya sedikit terbuka.


"Syang!!"


"Apa lagi?" tanya Ian mengusap rambut Keyla.


"Aku merasa tidak boleh seperti ini terus, syang!! Kita salah, hubungan kita salah, bahkan aku setiap hari berhubungan dengan kamu. Saat Alvin tidak ada di rumah, dan ini gang menyebabkan rumah tangga aku hancur."


"Gak usah pikirkan itu lagi," Ia mengusap milik Keyla sembari menatap Tv, melihat film horor di depannya. Dan Film itu tak terlihat horor, Keyla terus mendesah. Ian yang terus bermain menyentuh yubuhnya, hingga Keyla tertidur lelap di dada bidang Ian. Membiarkan tv menyala menatap mereka berdua.


Jarum jam kenunjukan pukul.11 malam.


"Dia tidur!!" ucap Ian mematikan tv-nya lalu mengangkat tubuh Keyla yang kini tanpa helaian kain itu, membaringkan tubuhnya di ranjang, dan ia berbaring di samlingnya, menutupi tubuhnya dengan selimut tebal miliknya. Ian memeluk erat tubuh Keyla, dan tangannya tak berhenti bermain hingga tertidur di samping Keyla.