My First Love

My First Love
Hubungan yang tak seharusnya



Keyla masuk ke dalam kamar Alana, Ia langsung lemas di buatnya, ia melihat semua barang-barang Alana, sudah dibereskan. Dan tidak ada satu saja yang tertinggal. Bahkan kamar yang di penuhi banyak buku juga tak ada satu buku yang ada.


"Alana!!" teriak Keyla. Seketika sok di buatnya.


"Bi, membantu aku masuk ke dalam," ucap keyla, duduk di kursi balajar Alana. Ia menatap sekeliling kamarnya, membuatnya merasa sangat sedih. Gimana bisa, Alana tega meninggalkan keluarga ini. Bahkan tanpa kasih tahu atau ijin untuk pergi. Meski Alvin salah, tapi kenapa dia begitu marah pada keluarga ini, seakan tidak mau berbicara lagi.


Alana, kenapa kamu pergi. Apa kamu gak suka tinggal di rumah ini? Apa kamu sudah ingin bertemu ibu kamu? Padahal aku menyayangi kamu seperti aku menyangi ke dua anak aku, Alana.


"Nyonya ada surat!!" ucap bi Inem..


Mengambil surat itu di atas meja, dan mulai membukanya, dan langsung memberikan pada Keyla. 


"Mama!! Bi Inem!!" ucap Cia, dengan wajah bingung, tiba-tiba mamanya ada di kamar Alana dengan bi inem.


"Ma, kenapa mama di kamar Alana?" tanya Cia yang kebetulan lewat, ia menatap kamar Alana terbuka, membuatnya menjadi penasaran. 


Keyla mengernyitkan matanya, ia mulai membaca detail apa isi surat itu.


Keyla hanya diam, dam mulai membaca surat itu. 


Ma, Pa. kak Cia. Maaf, jika aku buat salah dengan klian. Alana senang dengan kalian semua. Kalian jangan saling bertengkar lagi satu sama lain. Alana syang sama kalian semua, maaf juga untuk kak Cia. Aku tidak bermasud menyakiti kamu. Sekarang aku akan pergi, jangan mencariku, aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menjaga aku selama ini.


Cia yang ikut membaca surat itu, ia merasa sangat bersalah.


Apa gara-gara aku Alana pergi, soal kemarin aku marah padanya. Padahal aku tahu jika Alana tidak suka dengan David. Dan Aku hanya salah paham, Alana.


"Jadi Alana pergi sekarang?" tanya Cia, ia berlari membuka lemari Alana. tidak ada sama sekali pakaian di sana. 


"Cia merasa sangat kesal, ia begitu syang dengan Alana. Kemarin hanya salah sebuah salah paham semata." ucap Cia duduk lemas di atas ranjang Alana. 


"Alana pergi kemana ma?" tanya Cia, dengan emosi menggebu, penuh dengan penyesalan.


"Aku juga gak tahu, Alana hanya meninggalkan secarik surat. Tapi bukanya dia kuliah di Inggris. Pasti dia pergi ke sana sekarang," ucap Keyla, menatap Cia di sampingnya. 


"Iya, mungkin dia sekarang ada di inggris. Lebih baik kita pergi ke sana." Cia, apontan ingun pergi ke Inggris. Tanpa memikirkan resiko nanti. 


"Cia!! Sudahlah, kita bisa minta bantuan Papa kamu. Kamu jangan pergi ke sana sendiri. kamu gak pernah ke sana. Bukanya Alana yang pergi kamu juga yang hilang nantinya. Jangan gegabah, kamu bisa minta tolong Joy juga atau Miko untuk menghubungi Alana. Jika kamu mau minta maaf, kamu bisa menghubunginya, aku gak mau jika kamu kenapa-napa." ucap Keyla tegas, dengan nada penuh dengan kekesalan. 


"Keyla!! Kamu di sini ternyata?" Alvin, berlari masuk ke dalam kamar Alana. ia terkejut saat melihat kamarnuaa sangat kosong. 


"Apa ayang terjadi?" tanya Alvin bingung. 


"Di mana Alana?" Alvin memutar matanya, menatap sekelilingnya.


"Alana pergi!!" ucap Keyla, yang mulai meneteskan air matanya.


"Pergi? Kenapa dia tidak bilang pada kita? Apa dia pergi ke Inggris, untuk urus semua persyaratan. Atau pergi kemana dia?" Pertanyaan itu muncul di otak Alvin, rasa cemas khawatir jadi satu, entah apa yang akan ia katakan pada ibu kandungnya nanti saat bertemu, dan lagi mereka akan segera ia pertemukan, taoi jika tahu Alana hilang, dia pasti akan marah dan kecewa.


Besok aku akan pergi 4 hari lagi, aku harus pergi ke Sydney, aku harus bilang pada ibunya, jika anaknya kabur dari rumah. Semoga saja dia mau menerimanya. Maafkan aku.. Gak bisa menjaga anak kuta dengan baik.. Meskipun kamu bukan iatriku, tapi dia adalah anak aku, juga.. Aku sayang dengannya, sama seperti anak aku yang lainnya.


"Pa, Kepana kamu diam?" tanya Keyla, memegang tangan Alvin.


"Apa dia pergi dengan David?" tanya Alvin.


"Maksud kamu?" tanya Keyla.


"Oya, maksud papa apa?" saut Cia, yang mulai terlihat penuh dengan kecemburan dalam hatinya. 


"David sekarang pergi, dan di saat bersamaan Alana juga pergi. Sedangkan Joy dia terlihat santai. Dan aku melihat tadi keluar dengan Amera. Pasti Joy tadi semuanya. Atau memang sengaja Joy menutupinya."


Mendengar hal itu Cia seketika mengepalkan tangannya. ia yang semula ingin minta maaf, mulai mengurungkan niatnya. Ia tidak mau minta maaf lagi dnegan Alana. dia kemang selalu menbuatnya kesal. lagian sekarang dia pergi dengan laki-laki yang akan jadi tunangannya. 


Pantas saja tiba-tiba dia ajak Amera keluar, mungkin dia cemburu melihat Alan pergi dengan laki-laki lain. Tapi ini lebih baik, agar mereka tidak akan pernah dapat bersatu.


"Jadi mereka pergi bersama. Kenapa dia tega sama Cia Pa, Ma. kenapa?" decak kesal Cia, 


"Cia, kamu gak usah marah. lagian bukanya kamu gak suka dengan David. Jika kamu benar bisa melepaskan David. Mama dan Papa juga akan membatalkan pertunangan itu. Aku ingin kamu memilih calon kamu sendiri, yang menurut kamu terbaik buat kamu nantinya." ucap Keyla, memegang tangan anaknya. 


Alvin menatap jam tangan yang melingkar di tangannya. Sudah kurang 30 menit lagi pesawat akan take off. 


"syang aku pergi dulu ya, kalian jaga diri baik-baik. Aku akan menghubungi nanti Jima sudah sampai di London."


"Iya kamu hati-hati!!" ucap Keyla. Alvin mengecup kening Keyla, dan bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.


Cia menghentakka kakinya, berjalan pergi meninggalkan Keyla.


"Cia!!" panggil keyla tanpa di gubris oleh Cia, gadis itu masih merasa kesal dengan Alana. Namun semua kena imbasnya. Meski dia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan David. Tapi Alana tidak boleh dengannya. Ia tidak mau jika Miko terluka hatinya nanti.


Merasa masih sangat terpukul, Keyla hanya diam.


"Bi, Antarkan aku ke kamar!!" pinta Keyla.


Keyla segera pergi menuju ke kamarnya, di bantu Bi Inem yang mendorong kursi rodanya.


"Bi kamu bisa pergi, aku ingin sendiri. Jangan lupa di tutup"


"Iya, nyonya. Aku bawakan makanan ke dalam kamar, nyonya belum makan pagi hari ini." ucap Bi inem.


"Terserah bi!!" ucap Keyla, tanpa menatap ke depan. Ia masih merasa bersalah dengan semua yang terjadi tidak bisa menjadi orang tuanya yang berguna untuk Alana. Bahkan sampai sekarang Alana saja masih tetap sama, gak bisa melupakan orang tuanya, dia lebih memilih pergi dan menemui ibu kandungnya.


Merasa sudah terlihat sepi, Keyla beranjak berdiri, daerah intinya terasa sangat sakit. Akibat ulah Ian, yang sampai sekarang ia masih sok, tak menyangka dengan perlakuan Ian padanya.


"Ian, kenapa kamu tega menykitiku, kenapa!! Sampai sekarang, aku masih ada sepercik kenangan bersamamu, kenangan yang tidak bisa ia lupakan. Hal yang paling menyenangkan. Pengalaman cinta pertama, yang membuatku selamanya tak mungkin melupakan saat indah bersamamu, Ian." gumam Keyla, membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Tapi jika kamu seperti ini, hanya rasa benci yang teraisa dalam hatiku." lanjutnya, kenatap atap langit.


"Jika kamu suka dneganku, kenapa kamu tidak mau menikah denganku dulu?"


Mendengar suara yang sangat familiar itu, keyla bernajak duduk. Seketika matanya melebar menatap Ian berjalan mendekatinya.


"Karena kita sudab punya keluarga masing-masing. Aku sudah punya suami. Dan aku gak mjngkin menikah denganmu."


"Sekarnag Alvin gak ada di rumah. Kita bisa bermesraan berdua Keyla. Aku tidak akan bilang pada suami kamu. Lagian suami kamu juga seljbgkuh, kenapa kamu masih saja menutupinya, sekarang gak usah menafik, kamu pasti sakit hati dengan suami kamu." ucap Ian, meletakan makanan yang ia bawa untuk Keyla. Ia beranjak menuju ke pintu, mengunci rapat pintu kamarnya.


"Aoa yang kamu lakukan, Ian. Aku ingin keluar!!" Keyla mencoba untuk berdiri berjalan keluar, namun tubuhnya seketika jatuh tepat di dekapan Ian.


"Kamu sudah lemas syang!! Jadi jangan terlalu bergerak. Nanti aku akan bawa kamu ke rumah sakit" ucap Ian, bergegas duduk di ranjang samping, menuntuk Keyla untuk duduk di sampingnya.


Ian mengeluarkan ponselnya, dan mencari bukti yang di minta oleh Keyla. Bahkan ia merekam Alvin tidak hanya dengan satu wanita saja.


"Lihatlah ini!!" Ian menunjukan gimana Alvin berhubungan badan dengan wanita, yang bisa di bilang dalah ibu Alana.


Mata Keyla tak terbendung lagi, ia menutup mulutnya rapat, dengan telapak tangannya.


Jadi ini bu Alana, dia sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari pada aku. Pantas saja suami aku menikmatinya, berhubungan dengannya.


"Aku akan kirimkan semuanya padamu!! Kamu bisa lihat sendiri, biar jelas dan bisa membuktikan itu suami kamu, Alvin. Atau bukan!"


"Sekarnag kamu sudah tahu kan," ucap Ian, memeluk tubuh Keyla. Yang berbalut dengan dress panjang.


Keyla ganya diam, sekaan ia tak merasakn oekukan Ian. Di oikirannya sekarang hanyalah Alvin hang membuatnya sangat teerpukul. Ia ingin sangat marah padanya.


"Syang!! Temani aku sebentar saja, setelah itu. Aku akan mengantarkan kamu ke rumah sakit. Kita periksa ya syang. Kalau kamu sakit, aku tidak bisa bermain dengan kamu lagi." bisik lembut Ian, menciumi leher Keyla, membuat gadis itu menggeliat geli seketika.


Merasa ada respon dari Keyla. Ian melanjutkan aksinya. Membaringkan tubuh Keyla. "Aku akan bermain lembut. Kita buktikan apda suami kamu. Jika kamu juga bisa lebih dari suami kamu menyakitimu selama ini." Ian membuka semua helian kain yang nenutupi tubub Keyla. Ia mukai mengecup sekujur tubuhnya, hingga berhenti ke darah inti.


"Ian!!" teriak Keyla, seketika mengeliat, merasakan ******* Ian, hang membuat daerah intinya berdenyut.


Apa yang aku kakukan ini, apa aku salah? Alvin sudah membuat aku kesal. Ternayat dia begitu menikmati. Bahkan bisa mendapatkan anak dari wanita itu. Sedangkan aku gak akan seperti itu. Akau akan membalas kamu Alvin. Taoi gak boleh.. Dia adalah suami sahabat aku, aku gak mungkin..


"Ian hentikan!!"


"Kenapa, vukanya kamu menikmati?"


Ia tak oerduli dan masih melajutkan permaiannya. Saat terlihay sudha basah Seperti biasa. Ia memasukan yang dari tadi sudah di nanti.


"Ian.. Emm.."


"Diamlah, dan hanya menikmati. Aku tidak menyakitimu lagi. Soal Sheila, aku bisa mengaturnya nanti. Temani aku sebentar.


Hantaman Ian sangat keras, Membuat daerah inti Keylanyabg amsih sakit, kini semakin sakit. Ia tidak bisa lagi menahan terlaka. alam. Tapi desahan terus keluar dari bibir Keyla. Peralahan Ian mulai lembut, sembaru mengusap rambut Keyla.


"Makasih!!" Ian memeluk tubuh Keyla di atasnya.


"Maaksih untuk apa?"


"Kamubtidak menolakku, hari ini kamubterasa nikmat. Nanti jika aku ingin, aku akan masuk ke kamar kamu. Jadi kamu bersiap saja ya." ucap Ian, melajutkan algi, detik-detik terakit begitu keras. Hingga mengeluarkan semburan ke daerah intinya.


Ian mencium lembut bibir Keyla, seketika mata Ian terbelelak saat Keyla membalas kecupannya, ia ******* bibirnya tanpa paksaan lagi.


Ian melepaskan kecupannya, dan beranjak pergi meninggalkan Keyla. aku akan kembali nanti, sekarang aku masih urusi David. Dan jangan lupa makanlah. Aku gak mau kamu sakit, setelah makan. Kamu cepat mandi lagi. Setelah itu, aku bawa kamu ke rumah sakit."


"Menerima perhatian lebih dari Ian, membuatnya merasa sangat terharu. Ia hanya diam dan tersenyum sembari menutupi tubuhnya dengan dress miliknya.


Entah kenapa, saat bermain dengan Ian ada sensasi yang berbeda. Ian, kenapa kamu membaut aku tak berdaya lagi di depan kamu. Tapi setelah semuanya terjadi dan Alvin telah berselingkuh dengannya. Maka, aku akan mencari cara gimana bisa mengakhiri hubungan aku dengan Alvin.


Cling... Cling...Clingg..


Bunyi ponsel keyla. Tak hentinya.


"Sepertinya Ian sudah mengirimkan semua bukti itu. Aku akan bilang pada Alvin nanti. mengirimkan padanya."