My First Love

My First Love
Kemarahan Keyla



Semua pekerjaan sudah selesai, keyla masih belum mau menatap dalvin. Meskipun alvin membantu nya mengangkat barang barang nya. Keyla tak sedikitpun bicara pada dalvin atau pun menatap nya. Ia kelihatanya masih marah dengan perkataan dalvin tadi di kamar mandi.


Tak perduli dengan keyla ia berjalan keluar rumah mencari udara sejuk di luar. Ya meskipun terik matahari sudah mulai menyengat ke tubuh putih dalvin. Itu tidak mengahalangi dalvin untuk jalan jalan keluar.


Lama jalan jalan di sekitar rumah keyla. Ia melihat joy dan cia bersama Baby sister nya baru pulang belanja. Terlihat banyak makanan dan belanjaan lain nya di tangan baby sister keyla.


Dalvin menatap joy dan cia yang mau masuk ke dalam rumah nya. Lama menatap joy mulai tersadar ada yang memperhatikan nya ia menoleh ke belakang melihat dalvin berdiri di depan rumah mama nya.


" papa dalvin" ucap joy berlari menghampiri dalvin. Ia memeluk erat tubuh dalvin meluapkan rasa kangen nya pada dalvin yang sudah hampir satu bulan tidak bertemu.


Joy sangat dekat dengan dalvin sudah seperti papa nya sendiri. Joy selalu menghubungi dalvin dan sebalik nya saat ia tak bertemu dalvin selalu menghubungi joy dan cia. Untuk saling tanya kabar, dan meluapkan rasa ingin bertemu dengan lewat vidio call.


" papa bawa oleh oleh apa buwat joy dan cia" ucap joy mencubit hidung dalvin dan mencium lembut pipi dalvin.


" tenang saja papa sudah bawa banyak mainan untuk joy dan cia, kalian bisa lihat di kamar kalian nanti" ucap dalvin tersenyum lembut pada joy di pelukan nya.


" om ayo masuk ke dalam" ucap cia menarik tangan dalvin masuk ke dalam rumah mama keyla. Ia merasa sangat canggung harus berhadapan dengan papa dan mama keyla.


Tepat di depan nya mama dan papa keyla sudah berdiri di hadapan nya. " ini nenek dan kakek cia" ucap cia mendongakan kepala nya menatap dalvin.


" om!! Tante!! " dalvin memeberi salam pada ke dua orang tua keyla. Meski ia sangat takut dan ragu berhadapan dengan orang tua nya. Ia mencoba untuk tetap tenang agar ke dua orang tua keyla tidak curiga pada nya.


" silahkan duduk biar bibi akan antar minuman padamu" ucap mama keyla.


" baik tante" dalvin bergegas duduk di ruang tamu melihat seisi ruangan itu yang masih nampak foto pernikahan keyla dan alvin.


Mama keyla yang menatap dalvin yang sibuk melirik ke arah foto pernikahan keyla dan alvin.


" apa kamu tahu tentang pria di foto itu" ucap mama keyla menunjuk ke arah foto pernikahan keyla.


Dalvin mencoba tersenyum tipis, ia mencoba menyembunyikan kenyataan belum saat nya ia harus jujur. Nanti jika semua sudah mulai selesai urusan nya ia akan segera mengungkan semua nya. Rahasia yang menyangkut alvin dan diri nya tak ada satu orang pun yang tau kecuali assisten pribadi nya di Paris Ia menelan ludah dalam dalam menjawab pertanyaan mama keyla dengan keraguan di hati nya.


" tidak tante, tapi sepertinya mereka sangat serasi ya" ucap dalvin mencoba mengalihkan pembicaraan mama keyla.


" iya mereka berdua sangat serasi, awal pernikahan tidak ada cinta di antara mereka. Tapi cinta mulai tumbuh seiring berjalan nya waktu. Mereka slaing mencintai satu sama lain hingga selalu banyak masalah yang tibul mulai dari mantan alvin yang selalu ingin merebut alvin kembali. Dan hal paling buruk yang pernah keyla alami harus kehilangan sosok pria yang ia cintai itu di saat ia harus berjuang untuk melahirkan anak nya" ucap mama keyla.


Dalvin terdiam seketika mendengar ucapan mama keyla. Ia ingin menjawab namun mulutnya seakan terkunci rapat rapat agar tidak bisa membocorkan sebuah rahasia itu.


" maaf tante sebelumnya sudah bikin tante jadi sedih. Tapi apa dia sudah meninggal?" Ucap dalvin penuh ragu ragu bertanya pada mama keyla


Mama keyla menarik nafas dalam dalam mencoba agar tidak mengeluarkan air mata nya lagi.


" kami tidak tahu di mana dia, jika meninggal juga jasad nya belum di temukan. Tapi keyla selalu berharap jika alvin masih hidup dan kembali hidup bahagia bersama nya. Maaf harus cerita itu pada kamu. Sekarang kamu lanjutkan minum dan temani joy . Aku mau pergi ke kantor dulu" ucap mama keyla mencoba tersenyum.


Ia bergegas pergi ke kantor bersama papa keyla yang hanya terdiam dengan wajah dingin nya menatap dalvin. Pandanganya membuat nyali dalvin menciut seketika berhadapan dengan nya.


Tanpa membalas senyuman dalvin papa keyla pergi keluar dari rumah nya.


" kenapa sifat papa keyla mulai berubah, apa ia tidak suka ada pria lain yang dekat dengan keyla" ucap dalvin memegang dagu nya dengan menggosok pelan seperti memikirkan sesuatu.


" ini tuan minuman nya" ucap pelayan itu menaruh minuman di depan dalvin.


Tak tanggung tanpa ragu lagi dalvin segera minum habis sirup di depan nya. Ia mencoba melihat joy dan cia yang tadi lari ke atas entah apa yang ingin mereka ambil di atas.


" papa, lama ya menunggu. Aku dan cia tadi ganti baju sekarang kita ke rumah mama" ucap joy dan cia menarik tangan dalvin keluar dari rumah nya.


Baru mau buka pintu rumah, ia menatap keyla sudah berdiri di depan pintu dengan ke dua tangan di lipat dinatas perutnya. Pandangan nya sangat tajam, bibir mengerucut dengan alis sudah menyatu. Ia manatap dalvin seolah ingin memangsa dalvin habis habisan.


Wajah nya mulai memerah seketika. Dalvin terdiam ia menatap keyla jadi menakutkan seperti itu. Ia mencoba tersenyum menatap keyla di depan nya. Ia perlahan lahan berjalan melewati keyla dengan menggendong joy. Keyla masih terus kenatap tajam menoleh ke belakang melihat dalvin.


Melihat keyla yang terlihat semakin marah. Dalvin berlari masuk ke dalam rumah keyla yang hanya berjarak 10 langkah dari rumah mama keyla. " kenapa mama wajah nya sangat menakutkan seperti itu" ucap joy menatap dalvin.


" sepertinya mama kamu kelaparan jadi ia terlihat marah, lebih baik kita cari aman saja menghindar dari mama kamu" ucap dalvin yang mulai masuk ke dalam kamar joy.


" dalvin di mana kamu?" Terika keyla dengan mengendong cia ia mencari dalvin di setiap rungan.


" di mama om dalvin sayang" ucap keyla dengan nada manis pada joy yang sedang asyik bermain sendiri.


Joy hanya terdiam menunjuk ke arah kamar mandi di depan nya. Keyla mulai terdiam ia masuk ke dalam kamar mandi kalau dalvin lagi buang air kecil apa jadi nya ia langsung masuk gitu aja. " jika aku masuk pasti pria mesum itu malah tertawa melihatku" bagin keyla . Ia berdiri di depan pingmtu kamar mandi menunggu dalvin keluar hingga 2 jam samapi ia bermain dengan anak nya dalvin tak kunjung kekuar dar kamar mandi.


Keyla mulai marah ia mengetakan gigi nya. Terlihat ia sudah tidak sabar lagi menunggu dalvin di dalam ia mencoba menyuruh anak nya cia untuk memanggil dalvin.


" omm dalvin!! " teriak cia berkali kali. Namun dalvin tak kunjung keluar dari kamar mandi.


Keyla mencoba mengetuk pintu kamar mandi berkali kali hingga tangan nya sudah mulai memerah. Namun tetap saja dalvin tak kunjung menjawab dan keluar dari kamar mandi. Perasaan marah pada diri keyla berubah jadi kekhawatiran.


Keyla mulai khawatir pada dalvin. Ia takut jika dalvin bunuh diri di rumah nya dan jadi hantu gentayangan di rumah nya. Pasti akan lebih kenakutkan dari pada wajah asli nya sekarang. Dan sifat mesum nya pasti akan tambah lagi jadi master mesum.


Keyla mulai mencoba membuka pintu kamar mandi itu. Tenyata pintu kamar mandi tidak di kunci. Keyla merasa sangat bodoh dari tadi teriak teriak memanggi dalvin ternyata pintu yang tidak di kunci. Ia segera belari masuk ke dalam kamar mandi.


Ia melihat dalvin yang tak sadarkan diri di dalam bathup kosong tanpa air. Keyla menangis menarik narik tangan dalvin. Ia takut jika dalvin meninggal di rumah nya pasti polisi akan menyelidiki dan menuduh keyla sebagai pembunuh nya. " sadarlah dalvin, aku gak mau nanti polisi mencurigaiku membunuhmu" ucap keyla menarik narik tangan dalvin.


Dalvin menahan senyum ia melihat wajah mengintip melihat wajah keyla yang terlihat sangat ketakutan dan cemas.


"lhaaaa..." ucap dalvin tepat di wajah keyla.


Sontak membuat keyla terkejut hingga terjatuh ke lantai. Dalvin tertawa terbahak bahak melihat keyla . " ternyata kamu khawatir juga padaku" bisik dalvin keluar dari dalam bathup. Ia jongkok menatap keyla yang masih duduk di lantai.


" bilang saja kalau kamu suka dengan ku" bisik dalvin tepat di telinga kanan keyla dan bernajak pergi. Keyla hanya terdiam terkejut mendengar ucapan dalvin tepat di telinganya tadi.