
"winda, apa kamu keberatan jika saya minta untuk menjaga sepupu saya ivan di apartemen nya??", ivan dan dian terkejut dengan permintaan alvin. bahkan winda pun tak kalah terkejut nya dengan apa yang di dengarnya saat ini.
"sa..sa..", jawab winda terbata bata namun kembali alvin bersuara lagi sebelum winda menyelesaikan pembicaraan nya.
"maaf jika kamu keberatan juga tak masalah, saya hanya merasa khawatir jika saja ivan tiba-tiba banyak mengeluarkan darah mimisan lagi saat berada sendiri di apartemen, belum lagi jika ibu saya sampai tau jika ivan sakit dan di rawat di rumah ibu dan ayah saya, yang ada mereka akan sangat khawatir dan......", kata alvin panjang kali lebar menjelaskan, namun belum juga selesai berbicara winda akhirnya mengeluarkan suara nya lagi.
"baik pak, saya akan merawat pak ivan dan menjaga nya hingga pulih", kata winda sambil sedikit membungkuk mberikan hormat nya.
sedangkan ivan melengkungkan bibir sambil mengarahkan nya pada alvin, seakan ia sangatlah berterimakasih kali ini pada bos rangkap sepupu nya itu.
"oke, kalian beres-bereslah, lalu pulang", pintah alvin akhir nya.
.
.
.
setelah kepulangan ivan dan winda, kini hanya ada dian dan juga alvin di rumah sakit itu.
"sayang, sini..", alvin menepuk ranjang kosong disamping nya,.
"emh sayang, gak ah,.", dian menggeleng sambil melangkah menuju nakas yang terletak disudut ruangan / kamar vip itu.
dian meraih buah apel dan juga pisau yang ada di keranjang kecil yang terbuat dari kulit bambu lalu kembali ke sofa sambil mengupas buah apel dan memotong berbentuk persegi empat untuk sang suami.
"loh kog gak sih? ada apa sayang?", alvin seakan tidak terima kenapa sang istri malah menjauh dari nya saat ini.
"sayang gak denger apa tadi dokter rizal ngomong apa? kamu perlu istirahat yang, biar bisa lekas pulih dan bisa pulang loh yang?", cecar dian dari tempat nya duduk saat ini namun tidak menatap wajah sang suami
alvin menghembus nafas nya kasar seakan frustasi saat ini.
"ini semua gara-gara si rizal br****k, ngapain pakek drama segala sih, niat hati pengen meluk istri gue saat seperti ini, eh malah makin jauh aja sih? kalo gini cerita nya mending gua buru-buru sehat deh", batin alvin bermonolog
dian melangkah menuju ranjang tidur sang suami yang telah tidur membelakangi nya, bukan tidur sih sebenar nya, namun alvin masih banyak memikirkan hal apa yang akan ia lakukan selanjut nya jika sang istri benar-benar menjauh dari nya saat ini.
"yang, apa kamu tidur?? apa sesakit itu?? maaf yang sayang, hiks hiks hiks", dian sambil memeluk sang suami dari belakang dengan pisisi duduk menyamping dan alvin tidur membelakangi nya (pokoknya bayangin sendiri aja yah pemirsa posisi dian dan alvin nya saat ini, senyaman pemirsa aja. hehehe).
alvin tersenyum sumringah mendengar keluhan sang istri sambil kembali menutup mata nya.
"maaf karena terlalu egois sama kamu, a..aku janji gak bakalan ngulangin lagi yang, maaf yah", dian mengulangi kata kata nya sambil mengecup kening sang suami. namun niat hati ingin mengecup pipi sang suami, eh malah alvin berbalik dan bukan nya mengecup pipi tapi 😘 bi*bir alvin meraih ke*cupan sang isitri sabiil mel*umat bibir yang ia candui beberapa bulan terakir ini dengan rakus nya hingga dian mulai kehabisan oksigen barulah kedua nya melepaskan pan*ggutan mes*ra itu.
alvin yang sadar sang istri kembali menagispun akhir nya meraih kedua tangan sang istri lalu memeluk nya erat seakan takut jika istri nya pergi dari pelukan nya saat ini.
alvin membelai lembut surai sang istri sambil mengatakan "sudah, jangan menangis lebih lamah yah sayang, nanti mata kamu sakit jika kelamaan nangis, aku gak papah yang, aku sayang sama istri ku", alvin menenangkan sang istri tercinta nya.
dian akhir nya lebih tenang saat ini. setelah melalui 3 hari 3 malam di ruangan vip rumah sakit, akhir nya alvin merasa cukup untuk dramanya kali ini.
"mendingan gua pulang aja ah, inti nya istriku yang tercinta ini tidak lagi ngambek,...
ya tuhan betapa aku sangat mencintai istriku ini, terimakasih untuk semua kisah yang tlah kami lewati berdua..jika memang kau memperkenankan untuk aku memohon, titipkanlah malaikat untuk menjaga nya jika aku tak disamping nya setiap hari, ijin kanlah aku mencintai nya hingga jantung ku berhenti berdetak, aku sungguh sangat mencintai nya hingga akupun tidak mampu merangkai kata indah untum mengekspresikan perasaan ku ini. hanya aku dan perasaan kulah yang menh
getahui betapa aku tak ingin berpisah dari nya barang sejengkal pun", batin alvin sambil membelai punggung sang istri yang terbaring indah disamping nya saat ini. tak terasa butiran bening membasahi kedua pipi nya sambil tersenyum dan megecup kening sang istri pelan.
dian menggeliat sambil merangkul leher sang suami,.
"belum bangun sayang?", alvin menghapus air mata nya tanpa sepengetahuan dian.
"he....mmmm", dian menganggukan kepala nya lalu membenamkan kepala nya di dada sang suami. beruntung infusd alvin sudah tidak terpasang ya bebs 🤗
"baiklah, tidurlah sayang,.", alvin meraih pinggul sang istri lalu melingkarnya dengan sebelah tangan.
"sepertinya tidur disini terasa lebih nyaman. hehehh", batin alvin sambil tersenyum geli membayangkan akan hal ini.
kini alvin dan dian kembali ke kediaman nya lagi, sanbil berjalan menuju parkiran mobil, alvin menggandeng tangan sang istri dengan manja sambil meraih pinggul sang istri untuk mendekat dengan nya.
"ahhh pak alvin udah sehat pak?", suara yang sangat familiar di telinga alvin saat ini dan ternyata itu adalah dokter rizal teman nya.
"em ehem ya.. seperti yang ada lihatkan dok??", kata alvin sambil menatap membunuh pada sahabat nya yang satu ini.
"oo..ohhh, santai pak alvin.. saya cuma bertanya dan maaf yah, kemarin saya tidak merawat bapak karena saya banyak pasien yang harus di tangani pak", rizal dengan gaya casual nya yang sangat keren sambil mengantongi sebelah tangan nya di dalam jas kedokteran yang ia pakai saat ini. dengan memakai jas putih sangat mempertegas ketampanan sang dokter kandungan yang satu ini.
alvin serasa ingin merabek mulut sahabat yang ada di depan nya ini namun ia urungkan niat nya saat ini.
"baik dokter, sekali lagi saya dan suami saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuan nya yah dok, kami permisi pulang", kata dian sopan lalu berpamitan dengan rizal saat mobil paj ujang sang sopir pribadi dian kini berada di depan ketiga nya sambil membukakan pintu untuk kedua majikan nya itu.
dokter rizla tersenyum simpul meskipun ia sangat dongkol dengan sahabat nya alvin saat ini.
"bini nya baik banget, eh si alvin mah dasar psikop*at gob*lok gak tau trimakasih banget, taoj ngomong-ngomong kog bini nya cantik banget yah, udah gitu baik banget lagi, ya tuhan..... kirimkan jodoh ku seperti punya alvin dong yah", ivan sambil mengatupkan kedua tangan nya di dada model memohon 🙏 😁
hay pemirsa, terimakasih yanh buat yang udah nge vote dan like. juga maaf banget baru up lagi di bab baru ini... author sangat sangat sibuk dan sebetul nya sih gak punya paketan 😁🤗🤗 mohon dukungan dalam karya aku yah 🥰😘😘😘 love you all 😇