My First Love

My First Love
Sesuatu Terjadi



Siska berlari terburu buru menuju kamar keyla. Ia membuka kamar mandi melihat keyla masih menangis tersedu sedu dengan di pojok bathup .


" key ada apa?" Ucap siska jingkok di depan keyla memgang ke dua bahunya.


Tanpa menjawab keyla memeluk erat tubuh siska meluapkan kesedihannya yang semakin menjadi. Ia menangis tersedu sedu di pelukan erat siska.


" cerita sama aku, sebenarnya apa yang terjadi" ucap siska membelai lembur rambut keyla yang terurai se punggung .


" dalvin ka. Ternyata dia adalah alvin, dan selama ini dia selalu di sampingku menemani aku dan anakku. Namun dia menyembunyikan semua dariku. Dia bersikap seperti orang lain di depanku joy dan cia. sekarang dia pergi lagi entah kemana. Tanpa berpamitan padaku" ucap keyla perlahan melepaskan pelukannya. Dengan mata masih berlinangan air mata.


" key sabar, alvin menyembunyikan semua dari kamu pasti punya alasan lain. Yakin lah bahwa alvin masih mencintaimu sama seperti kamu mencintainya. Jika dia benar benar pergi tidak mungkin dia selalu mengawasi kamu dan ke dua anak kamu. Dan dia juga di kejar kejar pembunuh bayaran pasti dia tidak mau melibatkan kamu dna ke dua anak kamu dalam masalah dia. Berfikir positif saja jangan di ambil hagi yakin lah suatu saat alvin akan kembali lagi jika semua masalahnya selesai"  ucap siska mencoba menenangkan hati keyla yang sakit. Ia menuntun keyla berdiri dan keluar dari kamar mandi dengan badan masih berbalut selimut.


Siska sebanarnya penasaran apa yang mereka berdua lakukan namun keyla terlihat sangat terpukul ia tidak berani bercanda padanya. Siska melihat ada banyak bekas ciuman namun ia hanya terdiam meskipun rasa oenasarannya sangat tinggi.


Ya siska memang selalu kepo pada keyla dari mereka berteman dulu sampai sekarang rasa penasarannya pada orang lain tidak pernah hilang dan selalu mdlekat pada pikirannya.


Keyla nampak sudah mulai tenang. Ia mengusap air mata yang menetes di pipinya menatap siska di depannya.


" kenapa kamu menatapku seperti itu?" Ucap keyla menutupi lehernya. Ia melihat siska yang selalu memperhatikan lehernya.


Siska tersenyum jahil melihat aksi keyla.


" tidak ada apa-apa sekarang kamu mandi dulu ya, bersihkan semua tubuh kamu ini bau banget" ucap siska mencubit hidungnya seolah tercium bau dari badan keyla.


" baiklah, makasih sudah nenangin aku. Kamu memang selalu ada buwat ku ka . Dan makasih selalu jadi sahabat terbaik ku selama ini" ucap keyla mencoba tersenyum di depan siska


Siska bergegas pergi dari kamar keyla agar ia bisa bersiap dan berdandan rapi untuk memulai kegiatannya lagi. Hari ini keyla akan pergi ke kantor untuk memastikan dan melihat seisi kantor yang sudah tidak pernah ia lihat lagi.


Keyla bergegas mandi membersihkan seluruh tubuh nya yang begitu bau. Tak lama ia keluar dengan baju yang sudah terpakai di tubuhnya menatap kaca besar di depannya. Ia melihat matanya membengkak dan hitam ia terlihat sangat bingung wajahnya nampak kusam berbagai make up ia pakai untuk menutupi mata panda dan mata bengkaknya akibat terus menangis .


Di perjalanan ke kantor ia mendengar ponselnya berbunyi. Ia memarkir mobilnya ke bahu jalan menatap ponselnya.


" halo maaaa" teriak joy dan cia.


" kalian kenapa tidak hubungi mama sayang. Mama sudah kangen banget sama kalian" ucap keyla.


" joy dan cia juga kangen sekarang kita tinggal bersama om ian dan tante sheila di sini ma. Mereka baik banget sama kita dan selalu menjaga kita. Dan semenjak kita di sini kita tidak pernah bertemu om dalvin lagi" ucap joy wajahnya di tekuk ke bawah ia terlihat sangat sedih.


" sudah sekarang lupain om dalvin, kalian jaga diri baik baik ya di sana tidak boleh nakal sma om ian dan tante sheila ya. Oya berikan ponselnya pada om ian mama ingin bicara" ucap keyla


Tak lama ian menerima ponsel dari joy. " tolong jaga ke dua anakku sampai semua masalah selesai, aku titip mereka berdua ya" ucap keyla dengan wajah nampak serius.


" tenang saja aku akan jaga mereka seperti anak kandung aku sendiri, dan sheila juga sangat menyayangi mereka" ucap ian tersenyum lembut pada keyla.


Meski tidak sebesar cintanya dulu pada keyla. Namun ia ingin menghabiskan waktu bersama sheila agar cintanya lebih dalam pada sheila.


" aku percaya pada kalian, oya titip salam ke sheila ya. Bye" ucap keyla finish ia menutup telfonnya . Dengan senyum manis keyla mulai tancap gas bergegas menuju ke kantor.


Ia tak sadar ada seseorang yang mengintai nya dari belakang orang itu mengikuti laju mobil keyla daei belakang. Dia terus fokus pada jalan di depannya.


Tak lama mobil itu mulai mendekati keyla dan menggores pinggiran mobilnya berhenti tepat di depan mobil keyla membuat keyla sontak mengerem mendadak membuat jantungnya berdekup cepat.


" dasar gila nih orang mau cari mati" ucap keyla perlahan melepaskan sabuk penagamannya.


2 orang keluar dari dalam mobil tanpa menggunakan senjata di tangannya. Ia terus mendobrak dobrak pintu mobil keyla membuat ia ketakutan.


Tubuhnya mulai gemetar dengan tangan meraih posel di dashboart mobilnya.ia mencoba telfon dalvin namun tidak kunjung di angkat. Wajahnya nampak pucat tubuhnya mulai gemetar seketika. Ia seakan tak sanggup memegang ponsel di tangannya.


Dua orang itu terus berteriak di luar menggedor gendor pintu mobil yang masih tertutup rapat.


" dalvin angkat cepat..." batin keyla yang mulai gelisah rahangnya dan jemari lentiknya mulai gemetar tak sanggup berbicara lagi.


" apakah aku harus berakhir di sini" ucap keyla menggigit jemarinya menghilangkan rasa cemas yang semakin menjadi.


" hai turun kamu,dalam hitungan 5 kamu harus turun kalau tidak aku akan pecahkan kaca mobil kamu" teriak dua orang di luar mobilnya.


Keyla bergegas turun dengan tubuh gemetaran, " siapa kalian?" Ucap keyla.


" gak usah banyak bicara" ucap pria itu memaeik tangan keyla mendekap mulut keyla rapat.


Tak lama dalvin datang membawa sebuah mobil sport dengan kecepatan tinggi berhenti tepat di depan para pria itu. Suara rem berdenging di telinga.


Dia membuka pintu mobil keras tapat mengenai ke dua pria itu hingga tersungkur ke bawah. Keyla berjalan mendekat bersembunyi di balik punggung dalvin " ternyata kalian sudah berani bertindak langsung" ucap ian tersenyum sinis menedekati para pria yang sudah tersungkur kebawah.


" jika kamu bertindak langsung aku juga akan bertindak langsung di depan kalian" ucap dalvin menodongkan sebuah pistol tepat di kepala mereka.


" maaf saya hanya orang suruhan" ucap ke dua pria itu mulai ketakutan.


" siapa yang menyuruh kamu?" Ucap dalvin.


Kedua orang itu saling menatap tak mau bicara lagi siapa yang menyuruhnya. Tak tanggung ia melirik dalvin dan mencoba kabur darinya.


Dalvin hanya tersenyum ia tahu taktik kedua orang itu. " masuklah ke mobilku, biarkan mobil kamu disini