My First Love

My First Love
Cuek



Alana terdiam, di depan gerbang sekolahan. Ia terlihat datar tanpa ekpresi senyum di wajahnya. Lelaki tampan di depannya dengan balutan baju putih abu-abu itu, terlihat baisa. Ia tahu sifat Alana bagaimana, jadi ia sudah tidak lagi kecewa jika di cuekin dengannya. Melihat Alana cuek semakin tak sabar untuk mendapatkan hatinya. Bahkan ia ingin jadi laki-aki yang beruntung bisa mendapatkan cinta dari kakaknya itu.


Miko sangat tertarik dan suka dengan wanita cuek seperti dia, meskipun banyak wanita yang mengejarnya. Bagi dia Alana terlihat berbeda dari wanita lain. Sifatnya yang angkuh, cuek, judes, dan pendiam itu lebih membuat Miko tambah jatuh cinta dengannya.


Miko tersenyum tipis, " aku temani kelas, boleh?" Lelaki itu nampak sangat malu-malu, ia menggaruk kepala belakangnya yang sebenarnya sih tak gatal, hanya untuk menghilangkan rasa keraguan dan gugupnya terhadap wanita cantik super cuek di depannya.


Lelaki itu bernama Miko dia lelaki tampan dengan rambut hitam pekatnya yang tertata rapi, dia berdarah Korea- Indonesia. Wajahnya yang tampan dan sneyumnya yang memikat, banyak wanita yang tergila-gila padanya. Namun tak ada satupun yang di liriknya. Meski dulu ia itu terkenal sebagai lelaki playboy di sekolahan.


Wanita di sekolah juga tak mungkin bisa menolak ketampanannya jika di jadiin pacar, tapi tidak dengan Alana, dia sangat cuek bahkan tidak perdulikan Miko sama sekali. Ia tidak tertarik dengan lelaki yang sok dekat dengannya.


Alana hanya diam seolah tak perduli dengan sapaan pagi Miko dengannya.


Aku harus sabar hadapi dia, dia gadis yang menarik. Bisa mendapatkanya maka sangat menyenagkan pastinya, gumam miko. Mencoba menahan amarahnya.


" Hai mik" Sapa joy menepuk pundak Miko dari belakang.


Miko terlihat risih dengan sapaan Joy padanya.


" lepaskan tanganmu dari pundakku"Miko terlihat kesal. Dengan ulah joy yang selalu tiba-tiba mengejutkannya. Padahal dia juga jarang sekali berbicara pada Joy, ataupun saling sapa dengannya.


Ya, miko dan joy itu satu kelas, dia saingan ketat dalam masalah pelajaran di kelasnya, seakan beradu kepintaran, tapi kepintaran mereka berdua berbeda dengan Alana yang sudah mempunyai IQ di atas rata-rata. Bahkan mereka saja tak bisa menandingi kepintaranya.


Masalah wanita pun Joy dan Miko, juga saingan. Joy juga banyak di gilai wanita. Bahkan sudah dari kecil dia di gilai wanita.


Bahkan pernah pacar Miko, orang yang paling dia cintai dulu ternyata diam-diam suka dengan Joy. Maka dari itu setiap bertemu selalu saja ada aroma pertengkaran di sana. Bau-bau perselisihan terasa menyengat. Tatapan mereka seakan mempunyai energi listrik yang menyala-nyala.


Alana menarik bibirnya tipis, tak perdulikan mereka yang selalu terus bertengkar gak ada habisnya.


" Alana mau aku antar" Tanya Miko berjalan mendekati Alana. Ia hanya dia menggelengkan kepalanya, memberi kode jika ia tidak mau di antar miko. Ia segera beranjak pergi masuk ke kelas lebih dulu meninggalkan mereka berdua.


Joy menghampiri Miko, " Kamu suka dengan adikku" Joy tersenyum tipis memandang Miko.


" Bukan urusanmu" Miko terlihat kesal. Dari tadi di cuekin sama Alana, kini ada kakaknya yang semakin membuatnya geram.


" Sekarang akan jadi urusanku, karena Alana adalah adikku. Jika kamu hanya main-main dengannya maka akan berurusan denganku. Ingat itu" Gumam Joy dengan nada mengancam pada Miko, serta tak luput dengan tatapan tajamnya mengarah pada Miko.


Miko tertawa kecil, " Kenapa kamu ikut campur, jika aku bisa dapatin dia dengan mudah apa kamu akan melarangku juga berhubungan dengannya" Ucap Miko, tak perdulikan Joy, yang hanya terdiam mematung di depannya. Ia membalikkan badan dan beranjak pergi dari depan joy.


" Sialan tu anak" Gumam Joy. Ia sangat kesal dengan lelaki yang selalu mendekati adiknya itu. Karena baginya dia adiknya yang paling kecil, bahkan juga sangat pendiam . Joy tak mau samoai Alanan mengenal cinta dan terluka nantinya karena Cinta.


Jangan sampai alana jatuh cinta dengannya, aku tidak akan pernah setuju, gumamnya. Beranjak pergi dari masuk ke dalam halaman sekolahan.


****


Alana tak pernah mendengarkan musik, bahkan bisa di bilang ia anti dengan musik-musik gak jelas, dia itu lebih senang mendengarkan penjelasan materi tentang buku-buku yang sudah di rangkum dari berbagai sumber. Itu lebih menarik baginya, entah apa isi dalam otaknya yang lebih tertarik dengan materi yang kelihatanya sangat sulit.


Alana segera masuk ke kelas kusus untuk anak-anak akselerasi. Di sana hanya ada 10 anak yang bisa di katakan sangat pintar-pintar, bahkan IQ nya hampir mendekati IQ Alana.


" kak Cia!!" Gumamnya, ia terkejut melihat kakanya ada di dalam ruangan itu.


" Hai, aku sudah menunggumu lama di sini, ternyata enak juga ya kelas kamu. Sangat nyaman, bersih lagi. Dan ruangannya juga tertutup" Ucap Cia dengan mata memutar menatap sekeliling kelas adiknya itu.


" Iya kak, ada apa kak cia kemari" ucapnya, wajahnya terlihat snagat datar. Bahkan dengan kakaknya sendiri saja ia terlihat sangat datar.


" Nih hp kamu tadi ketinggalan di mobil" Gumam Cia menyodorkan ponsel Alana, yang ketinggalan tadi.


Alana tanpa basa-basi ia segera meraih ponselnya dan beranjak masuk ke dalam kelas.


Cia berdengus kesal, "punya adik tapi cueknya minta ampun"Gumam Cia,beranjak pergi dar depan kelas Alana.


*****


Di balik rumah mewah milik 3 bersaudara itu, terdengar suara yang serah memanggil nama keyla di depan pintu masuk rumahnya.


" Keyla syang" Gumam Alvin di depan pintu,


Dan jas menggelantung di tangan kanannya.


Keyla bergegas keluar membukakan pintu, ia tahu jika suaminya datang.


" kenapa kamu lasa sekali tidak oulang" Gumam salsa berbicara sangat manja pada suaminya. Ia membuka kacing kerah Kemaja Alvin agar terlihat lebih longgar.


" Aku pulang kan lagi kangen sama kamu" Alvin menyentuh pipi istrinya yang masih terlihat sangat cantik. Bahkan tidak ada kerutan sama srkali di wajahnya. Meskipun sudah umurnya sudah tua sih. Sudah masuk kepala 4.


" Jangan di sini gak enak di lihat orang" Ucap keyla menarik suaminya itu masuk ke dalam rumah.


" Oya anak-anak sekolah kan?" Ucap Alvin menatap sekelilingnya.


" Mereka belum pulang, kamu duduk saja dulu aku akan buwatkan kamu kopi" Ucap Keyla beranjak menuju ke dapur.


Alvin kenarik tangan suaminya, mengecup lembut kening istrinya. " Jangan lama-lama ya, aku sudah kangen sama kamu" Ucap Alvin tersenyum manis padanya.


Keyla tersenyum tipis, suaminya meskipun sudah tua tapi sangat romantis bahkan masih snagat manja pada keyla. Seperti anak baru jatuh cinta saja padanya.


" Baiklah syang, kamu masuk dulu ke kamar ya. Aku akan bawakan minuman ke kamar nanti" Ucap keyla.