My First Love

My First Love
79 Gombal



"maa... gak usah nyariin aku calon istri.. aku udah punya, tinggal menunggu waktu nya aja maka aku akan membawa nya kehadapan mama dan papa untuk di restui", tegas ivan pada mama sinta, tak ingin mm sinta mencarikan nya calon istri. sebab ia sangat mengetahui selera mama nya itu seperti apa.


"ahh betulkah begitu?", alvin bertanya pada ivan, alvin berdiri disamping sang istri yang masih dengan wajah bersemu merah sabil meningkarkan tangan kanan nya di pinggang dian lalu mengecup pucuk kepala sang istri.


"ia dong, emang elu doang yang boleh berumah tangga huh?", jawab ivan tak mau kalah dari sahabat sekaligus sepupunya itu.


"yah enggak, baguslah kalau secepat nya juga, kasihan kan lo di juluki bujang lapuk sama teman-temang lo", ledek alvin pada ivan


"sudahlah, pokok nya kalo sampe bulan ini kamu belum punya jodoh, mama bakal nikahin kamu dengan gadis pilihan mama, titik gak pake koma!", kata mama sinta.


"huhhhhhhh", dengus ivan sambil menjatuhkan diri nya ke kursi bgian lain


sedangkan avin cekikikan melihat sang sekertaris pribadi rangkap sepupu dan sahabat ny itu setres


"permisi nyonya, aden, makan malam nya udah di siapin", kata asisten rumah tangga bu shinta.


"oh baiklah bi, terimakasih", jawab bubsinta berbarengan dengan dian


"ayo nak, mari kita makan malam bersama", sambil meraih pergelangan tangan dian menuju meja makan.


"maaa aku suami nya ma,,, kog mama sih yang megang tangan istri aku?" kata alvin sebab mama sinta sudah menggandeng tangan dian menuju ruangan makan.


"diam kamu, gak bosan apa kamu megang mulu istri kamu ini", protes sinta tak mau kalah dari alvin, jangan tanya bagaimana reaksi dian mendengarkan apa yang di katakan mm sinta, betapa malu nya dian saat ini.


dimeja makan mama sinta tak berhenti nya menggoda alvin dan dian dengan berbagai pertanyaan, pertanyaan tang seharus nya tak perlu di jawab, apa lagi kalau bukan tentang seputaran cucu buat mama dan papa.


benar - benar memanas kuping dian.


sedangkan ivan tak mau memperdulikan apa yang dikatakan mama nya lagi, dia tau betul, jika mama nya berniat menjodohkan dia dengan gadia pilihan mama sinta.


"betapa mengerikan", gumam ivan membayangkan betapa setres nya nanti jika mama sinta benar-benar menjodohkan nya.


**********


hari ini alvin dan dian kembali ke rumah nya, dimana rumah yang di tempati kedua orang tua dian yang kini menjadi rumah alvin dan dian.


sebetul nya alvin dan dian bisa saja membeli rumah baru yang elit dan mewah, hanya saja dian masih ingin tinggal di rumah kedua orang tua nya, meskipun keduanya telah tiada.


dian merasa kedua orang tua nya masih berada di sana. entah sapaikapan mereka ingin menempati rumah itu.


"sayang.. hari ini kamu kerja?", alvin bertanya pada sang istri yang terlihat rapih dan cantik di pagi hari.


"emhh ia sayang, tapi hari ini aku lebih lama di butik aja", jawab dian sambil menghentikan gerakan tangan nya merias wajah


" aku ikut, boleh gak?", tawar alvin


"emang kamu gak ngantor?", dian lalu berbalik menatap wajah sang suami sambil memiringkan kepala nya


"gak, males. kan ada ivan", jawab alvin


"gak boleh gitu dong sayang, ayo mandi sana... kita berangkat bareng aja yah?", dian berdiri sambil mendekati sang suami yang masih duduk di samping tempat tidur enggan untuk berdiri.


"gak ah, aku mau nya kamu yang, gimana kalau kamu ikut aku aja ke kantor yah?", alvin memberikan pilihan pada sang istri.


"hemmmmhhh gak deh sayang, aku mau ke butik dulu baru ke perusahan, soal nya selama ini kita berdua kan benar-benar sibuk yang, mungkin dimeja kamu udah banyak berkas-berkas penting yang perlu di tanda tangani kamu, behitu juga dengan aku, nanti setelah selesai kerja, baru aku ke kantor kamu, gimana?", jelas dian panjang lebar membujuk sang suami agar ke kantor.


"oke deh, tapi kamu janji ya sanyang ku istri ku, cinta ku, dunia ku? ntar kalau udah selesai pekerjaan kamu, kamu harus ke kantor aku dan kita makan siang nya bareng", alvin sambil merangk pinggul sang istri dengan manja.


"ia aku janji sayang", jawab dian lalu mengecup bi*bir sang suami.


"tuh kan, aku jadi nya pengen bawa kamu kemana-mana sayang", suara bariton alvin seketika muncul


dian seketika berdiri sebelum aksi pel*uk meme*luk menjadi lebih panas.


"sana ih.. mandi sana sayang, udah jam berapa ini coba?", dian kembali ke meja rias nya.


"kau menyiksa ku sayang, aku harus bersolo karir di dalam sendiri", dengus alvin yang tak bisa mengontrol ga*irah nya sendiri.


dian cekikikan tak memperdulikan sang suami. dengan cekatan dian memoles lipstik warna merah maron pada bibir nya dan bedak tipis pada wajah nya.


dian tak memerlukan mikup yang berlebihan untuk mempercantikan diri nya.


cukuo dengan polesan bedak tipi saja sudah sangat menarik dan terlihat cantik.


dian memilih stelan baju, jas dan dasi untuk sang suami lalu menyimpan nya di atas tempat tidur sebelum ia menuruni tangga untuk menyiapkan sarapan pagi bersama sang suami.


dian sibuk membuatkan susu untuk sang suami dan mengoles roti dengan selai kacang kesukaan sang suami.


tak butuh waktu lama, alvin akhir nya muncul di meja makan. dian memperhatikan ada yang kurang dari penampilan sang suami saat ini.


"sayang, kog aku rasa ada yang kurang dari penampilan kamu yah?", kata dian sambil memyelidiki apa yang kurang sat ini.


"ohh, itukan tugas kamu sayang", jawab alvin santai sambil minum susu dan mengunyah roti yang sudah di olesi selai.


"kog gitu? sejak kapan?", jawab dian sambil meneguk susu dan mulai mengunyah roti perlahan.


"hem.. sejak hari ini lah sayang, masa kamu gak peduli sama aku sih?", alvin pura pura kesal pada istri nya


"ohh yah udah, gak usah aja di pake", jawab dian, sebenar nya hanya pengen membuat suami nya bertambah kesal


"kog kamu gitu sih sayang?", alvin benar benar kesal saat ini.


padahal ia sudah merencanakan sesuatu saat dasi nya di ikat oleh dian.


"hehehe becanda sayang, okelah, entar aku buatin dasi nya, sarapan dulu yah", kata dian sambil tersenyum manis pada sang suami


"gitu dong istri cantik ayu ku", gombal alvin.


"kamu pintar yah gombal sekarang sayang", dian sambil melirik sang suami dengan wajah malu malu nya.


"hahahahaha kamu manis deh kalo lagi ngambek yang", gombal alvin lagi pada sang istri


*********


setelah acara sarapan pagi selesai, alvin memberikan dasi nya pada sang istri untuk di ikat.


alvin tersenyum saat melihat wajah sang istri berdekatan dengan nya dengan jarak yang sangat dekat, dengan cekatan alvin menekan tengkuk dian dan me****** bi*bir marun menggoda sang istri.


dian bersusaha menarikan diri nya dari cengkraman sang suami nya itu.


"yang... astaga kamu kog gak tau tempat banget yah?"", dian cembrut sambil berjelan menghentakan kaki nya keluar rumah menuju mobil


.


.


.


hay guys terimakasih masih setia menunggu up bab baru ku..


jangan lupa like, komen dan jadikan novel ini sebagai faforit mu yah. terimakasih 🥰🙏