
malam yang begitu indah di pulau itu.. kedua insan yang saling memadu kasih sangat menikmati hari yang indah. melepas seluruh beban hidup sejenak di tempat itu.
pagi menjelang tiba, namun pasangan suami istri itu tidak sedikitpun bergerak dari tempat nya, begi lelah dan pulas kedua nya tetap ingin memejamkan mata.
pelan pelan dian membuka mata indah nya, perlahan ia menyadari sekarang berada di sebuah pulau untuk berbulan madu. yah meskipun sebenar nya ini adalah terlambat untuk datang berbulan madu, tetapi dia masih sangat bersyukur karena masih di berikan nafas kehidupan dan masih bisa ia nikmati kasih tuhan disetiap denyut nadi nya.
ia melihat sekeliling nya, betapa kagum nya ia pada ciptaan dan kuasa tuhan, berbai ikan-ikan di laut yang menghiasi tidur panjang nya. bibir mungil nya terangkat bertanda senyum yg indah.
"rasa nya seperti mimpi saja berada di tempat ini, bisa menikmati keindahan pulau ini dari dalam air sambil berbaring", batin nya.
dilihat nya sang suami yang masih tertidur pulans, tentu saja alvin pulas karena menikmati perjalanan yang begitu jauh. meskipun semalam mereka belum melakukan apapun yah guys hehehe
berkali kali dian menatap wajah sang suami, wajah yang tampan meskipun ia masih tertidur. perlahan ia mulai menyentuh wajah sang suami dengan jari telunjuk nya, seolah sedang berusaha menggambarkan bentuk wajah hingga pada akhir nya ia menyentuh bi*bir sang suami lalu tersenyum simpul.
sedangkan alvin ternyata sudah bangun sejak ia masih menikmati indah nya tempat itu, namun alvin tak mau mengganggu nya. tadi nya alvin hendak bangun saat ia berbalik memandangi wajah nya, namun alvin menahan nya.
lelaki mana sih yang menahan setiap sentuhan seperti sebuah rang*sangan? apalagi sekarang kedua nya berbulan madu, bukan kah wajar sepasang suami dan istri sah yang berbulan madu melakukan kewajiban sebagai pasangan suami istri? apalagi selama hampir setuahun kedua nya menahan hasrat itu meskipun kedua nya menginginkan.
saat dian hendak bergerak untuk bagun,, pinggul nya tertahan oleh kekuatan kukungan sang suami. sontak saja membuat nya terkejut dan di sepersekian detik kemudian alvin bergerak dengan sangat cepat dan men*indih tub*uh mungil itu. nafas nya yang memburu seperti habis berlari padahal sejak tadi tertidur, membuat jantung dian berdetak lebih cepat dari biasa nya. bukan hanya dian, alvinpun merasakan hal yang serupa.
perlahan alvin mendekatkan wajah nya pada wajah sang istri lalu meraup bi*bir indah di depan nya, dian pun menerima dan membalas tiap ci*uman yang di berikan, perlahan-lahan lalu mengimbangi setiap sent*uhan sang suami. hingga kedua nya kehabisan napas dan terengah-engah.
"ayo mandi?", alvin mengajak sang istri yang masih berada dibawah kukungan nya.
betapa merona nya muka sang istri. belum sempat dian menanggapi nya, alvin beranjak dari atas tub*uh dian dan merangkul sang istri menju kamar mandi,.
*aku bisa mandi sendiri sayang, kamu aja duluan yah", kata dian saat sampai di kamar mandi namun belum sempat melangkah, sang suami meraih pinggul nya dan kemabali meraup bi*bir mungil itu dan mel*ahapnya dengan rakus hingga sang istri mengeluarkan suara er*angan dan d*sahan yang sangat angat indah, satu persatu alvin meluc*uti paka*yan yang dikenakan sang istri hingga tak menyisahkan benang disana.
dian merasa ada sesuatu yang berbeda dari tubuh nya, seperti ada ca*iran yang keluar di b*awah sana .
"aa..aaku..aku pengen pi*pis", kata nya dengan malu-malu.
alvin serasa ingin tertawa namun ia menahan tawa nya, sebab ia sangat mengerti apa yang akan terjadi pada wajah sang istri jika ia tertawa, tentu saja wajah nya akan memerah seperti udang rebus karena sangat malu.
alvin terus memainkan jema*ri nya di bawah sana milik dian. lalu ia berkata "keluarkan aja sayang, gak apa-apa, akan terasa baik", jawab alvin sambil terus mencicipi setiap inci tu*buh sang istri dengan rakus.
berkali kali sang istri mencampai pada p*uncak nya namun tidak dengan alvin, ia malah masih betah .menjelajahi tiap inci tu*buh dian sengn tak menyisahkan sedikitpun
*apakah kamu sudah siap menyerahkan segala hidup mu pada ku hingga tuhan memanggil kita kembali sayang?", alvin berbisik pada daun telinga diang hingga membuat wanita itu sangat merinding
dian hanya menganggukan kepala nya tanda bahwa ia setuju
"baiklah, ini akan terasa sedikit sakit, namun kemudian akan baik-baik saja, aku akan berusaha agar tidak merasakan sakit nya", kata alvin dan kemudian ia men*ancapkan tombak perang nya pada sasaran perlahan lahan dan sambil memberikan sen*tuhan yang sangat menggelora kan hati.
tombak itu menembus berbagai lapisan milik dian hingga dian berteriak merasakan sesuatu telah menerobos selaput ke*pera*wanan nya. ia menangis bukan karena ia menyesal namun dian sekarang merasa seperti ada sesuatu yang hilang dari nya dan bertanda bahwa saat ini ia spenuh nya telah menjadi milik alvin sang suami yang awal nya ia menikah bukan atas dasar cinta. namun setelah menjalani hubungan dan bahtera rumah tangga, cinta datang begitu saja hingga ia menyerahkan seluruh hidup dan mati nya untuk berdua dengan sang suami.
dan betapa bahagia nya alvin mendapatkan istri seperti dian, ia betul-betul menjaga diri nya demi alvin..
pergulatan pagi hingga siang yang panjang, kedua nya tak berhenti untuk menikmati sa"tu sama lain.
hingga kedua kelelahan dan kembali tertidur tanpa mengisi perut terlebih dahulu.
malam pun datang menyelimuti kedua insan itu. alvin terbangun dan menyadari kini hari telh berganti waktu, di pandangi wajah teduh sang istri.
"aku akan merasa sangat bersalah jika masih tidak mempercayakan mu, jika kau masih menyembunyikan tamu bulanan mu itu, aku tak akan memaksa mu untuk berkata jujur, biarlah kamu yang akan mengatakan nya sendiri entah kapan", batin alvin lalu mengecup pucuk kepala istri nya.
didalam kamar mandi alvin melakukan ritual mandi nya dengan cepat, ia takut jika istri nya bangun, pasti akan kesulitan sebab ulah nya yang terlaku berlebihan dan seolah menyiksa sang istri.
dan benar saja dugaan nya, ketika ia kembali ke kamar, dilihat nya sang istri telah bangun dan berdiri berusaha untuk berjalan namun terus saja terjatuh dan dian pun menangis karena rasa sakit yang ia rasakan akibat ulah sang suami.
*tetaplah di tempat mu sayang, aku akan membantu mu membersihkan diri dan jangan bergerak lebih banyak", kata alvin yang berhasil membuat dian tak berkutik dan merasa sangat malu.
.
.
.
hay guys terimakasih masih setia membaca novel ku ini. mohon dukungan dengan memberikan vote pada novel ku ini.
terimakasih dan selamat berhari minggu ๐งก๐๐ฅฐ