
Pov Keyla.
Keyla yang baru keluar dari kamarnya, ia melihat rumahnya uang nampak sangat sepi, bahkan lebih sunyi dan sepi melebihi kuburan. Seakan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana, Keyla mencoba mencari Ian yang entah dia pergi kemana. Tanpa mengirimkan pasan sama sekali padanya.
Dia berjalan dengan langkah sangat hati-hati keluar dari kamarnya. Berjalan menuruni anak tangga, memutar matanya melihat sekelilingnya.
"Kemana Ian?" tanya Keyla pada dirinya sendiri.
Keyla membuka ponselnya, mencoba melihat pesan darinya. "Aku ada di club malam sebentar. Sekarang pikiran aku pusing, butuh minum!"
"Ternyata dia pergi ke bar. Emangnya apa enaknya minum seperti itu." gumam Keyla, yang meraih jaketnya yang masih berada di atas sofa ruang keluarga, dan beranjak keluar dari rumahnya, membawa mobil menuju ke bar yang tak jauh dari rumahnya.
"Ian, kamu ceroboh. Minum sendiri. Kalau kamu ada aoa-apa gimana. Aku harus bilang apa pada Sheila." decak kesal Keyla, mengemudi mobilnya keluar dari halaman luar rumahnya, tak butuh waktu lama. Hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil, ia sampai di club malam, tempat di mana biasanya para wisatawan menikmati dunia malamnya.
Keyla menatap sekelilingnya, ia tidak melihat Ian di luar. "Apa dia di dalam?" gumam Keyla, membuka pintu mobilnya, dan beranjak turun. Lalu menutup mobilnya kembali, dan beranjak amsuk ke dalam club itu. Penampilannya sangar datar, tanpa make up dan baju seksi yang di gunakan para gadis yang masuk ke club malam.
Keyla memakai gaun tanpa lengan, dengan panjang selutut, di balut dengan jaket yang menutupi tubuhnya. Ke dua matanya memandang sekitarnya, mencoba mencari Ian, yangvternayat sedang duduk bersama dnegan wanita cantik dak seksi, yang terlihat menggodanya. Bahkan tubuhnya terlihat belahannya, dengan baju kurang bahan yang dia pakai. Dia berusaha terus menggoda Ian, menyentuhnya, bahkan menciumi bibirnya tanpa ada penolakan sama sekali dari Ian yang sudah terlihat mabuk.
Pandangan matanya tertuju pada botol minuman yang berserakan di mejanya.
"Dia sudah habis banyak sekali!!" umpat Keyla kesal.
Keyla terlihat sangat geram melihatnya, wajahnya mulai memerah, ke dua tangan mengepal, engan rahang yang sudah terlihat menrgang, berjalan dengan langkah penuh kekesalan, ia mendekati Ian.
"Ian!! Siapa wanita ini?" bentak Keyla, membuat semua orang yang berada di dalam menatap aneh ke arahnya. Wanita itu seketika kikuk di buatnya, ia menelan ludahnya kasar, an kembali menatap ke arah Ian.
"Memangnya kenaoa? Dia wanita yang menemani aku!! Kalau kamu marah berarti memang kamu cemburu denganku!!" ucap Ian? membuka matanya lebar, melihat Keyla berdiri di deoannya, dia langsung menarik tangan keyla hingga jatuh tepat di oangkuahnya, dan wanita di samping Ian segera pergi meninggalkannya.
"Jika kanu cemburi, maka kamu temani aku, dan lakukan seperti yang di lakukan wanita tadi," ucap Ian, menyentuh paha Keyla, mengusapnya ke atas, dengan bibir kengendus, mengecup leher Keyla. Perlahan turun ke belahan dadanya.
"Ian, apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini. Hentikan Ian, banyak orang yang melihat kita," ucap Keyla, mencoba meronta ingin beranjak berdiri kembali, pergi dari Ian yang masih mabuk, namun Ian tak mengijinkan dia herdiri, tangannya sudah sampai menyentuh inyinya, dan membuatnya seketika mendesah, tanpa bisa berkutik lagi.
"Ian, kamu gila. Ini di tempat umum, jangan melakukan ini.. Emppp.." Keyla memejamkan matanya, menikmati sentuhannya.
"Sudah diamlah!! Tidak akan ada yang tahu. Semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dan semua yang ada di sini hanya diam tidak ada yang melarang kita seperti ini," jelas Ian.
"Empp.. Empp.. Ian!!" Keyla mendesah, memeluk kepala Ian, mengusap rambutnya, menahan gairahnya tang terlihat mulai memuncak.
"Gimana?" tanya Ian, mencium lembut bibir Keyla.
"Eh... Keyla!!" sapa sering wanita membuat Keyla menghentikan kecupannya, dan Ian tidak diperbolehkan dia berdiri dari duduknya dengan tangan yang masih menyelipkan di balik gaun pendek selutut miliknya, tanpa menarik tangannya kembali.
"Kiki!! Apa kabar?" tanya Keyla.
"Baik!! Oya, gimana anak kamu sudah kuliah sekarang?" tanya Kiki, dengan pandangan mata melihat ke bawah, tangan Ian yang masih bergerak nakal.
"Iya, baru masuk kuliah. Oya, aku pergi dulu. Kalian lanjutkan saja!!" ucap Kiki, teman Keyla, dia tersenyum, tak hentinya melirik gerakan tangan Ian.
"Sepertinya dia tahu jika kamu bermain dengan tangan kamu!!" ucap Alana.
"Biarkan saja, apa kamu mau. Lagian aku tidak membukanya di depan umum," ucap Ian. "Lagian kamu yang membuat aku seperti ini. Karena kamu telah mematahkan harapan aku untuk memiliki kamu. Dan sekarang kita juga tidak bisa bersama lagi. Tapi aku akan membuat kamu akan terus mengenang ini, agar kamu tidak bisa melupakanku begitu saja, Keyla!!" lanjut Ian. Semakin memperceoat, membuat Keyla mengigit bibir bawahnya menahan desahan yang seakan ingin keluar dari mutllutnya, dia mencengkeram rambut Ian.
"Sudah Ian!! Kita pergi dari sini!!" ucap Keyla.
"Pergi kemana?" tanya Ian, yang terlihat samar matanya.
"Kita ke pentai, bukanya kamu tadi ingin sekali pergi ke oantai," gumam Keyla.
"Iya, tapi aku tidak mau melepaskannya." ucap Ian, semakin menyingkap ke atas.
"Lepaskan dulu, Ian. Nanti kamu bisa lanjutkan lagi,"
"Baiklah!! Di mobil, tapi kamu harus melepas dalamnya. Semuanya yang mengaku sentuhan aku!!" ucap Davis, sembari menikmati sebuah tangan Joy yang membuatnya bergairah.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Jepang yang telah menerbitkan kamu. ada sekarang aku sudah afta
"Apaa?" ucap Alana.
"Memangnya kamu gak mau?" tanya Ian memastikan.
"Baiklah!! Tapi sebentar saja. Aku ingin memberikan mh sesuatu kenangan terindah," ucap Ian, menyentuh dada Keyla sebentar, lalu menarik tangannya.
"Usap ganganku, yang sudah basah!!" ucap Ian.
Wanita itu mengusap tangannya, lalu beranjak berdiri. "Kita pergi sekarang?" tanya Keyla.
"Iya!!" Iya, kita pergi sekarang. Aku tidak mau banyak bicara lagi.
"Ian, aku hanya ingin bersama dnegan kamu. Aku ingin menikmati masa indah bersama kamu, Alana. Di dunia halusinasi atau beneran. ucap Alana, asmara lembut Lilin terdengar di trlinganya, pasti gantinya juga miskin biar itu yang kamu." ucap Joy.
"Keyla dan Ian segera pergi, seperti janjinya, Ian langsung menyentuhnya lagi, saat sudah melepaskannya Tangan kiri Jika tak bisa menyentuh sama sekali miliknya. Maka sudah menjadi dua bagian sekaligus, wah pasti akan terjadi dua ronde lagi.
"Kamu diam saja, aku sambil mengemudi, kita jalan ke pantai di pinggir pantai lebih nyaman. Dan seperti perasaanku padanya, yang sangat nyaman dengannya."
kelas jalat
"Gimana?" tanya Kiki
"Oya, kak!! ucap , menggantikan adiknya malah lekas dnegan wanita lian. Apa kamu itu suka mrnampilanku, kamu mepedalam racik untuk obat anti mabuk.
"Alana beranjak berdiri, namun Ian semakin dalam menciumnya, sudah tidak marah dengannya.
"Ia ingin segera memisahkan kita, namun itu tida bergaris dan dia jadi kenyataan jika kamu harus berkerja denga kusir delmab yang sedang bermain dulu.
"Emm..Ian..!!" ucap Keyla, mencengkeram lengann tangan kiri Ian. Sampai berdarah, dan langsung ikut denganku tadi, tapi aku keluar aku titipkan semuanya." ucap Alana
"Kenapa sayang!!" bisik Ian.
"Aku mau kamu menikmati dulu, dan aku sudah siapkan semuanya untukaku" ucap Ian. Sebelum menyalakan mobilnya kembali. Ian menjalankan mobionya, dengan tangan masih menyentuh inti Keyla memainkannya. Dengan mudah tanpa ada penghalang dalamnya, yang sudah di lepas Keyla.
"Iya, memangnya siapa lagi? Sekarang kamu puas?" tanya Keyla.
"Aku mau kamu puasakan aku seharian ini Sebelum kita sampai ke Sydney besok."
"Baiklah!! Tapi setelah itu lupakan aku!!" ucap Keyla.
"Baik!! Aku akan coba,"
Alana membuka jaketnya, dan membuka helaian tipis gaun panjang selutut tanpa lengan miliknya.
"Kamu membukanya di sini?" tanya Ian memastikan.
"Apa kanu tidak mau melihatnya," tanya Keyla.
"Jangan di mobil, nanti saja," ucap Ian, mencubit dada Keyla.
"Aw--" rintih Keyla.
"Kenapa syang!!" ucap Ian.
"Sakit!" gumam Keyla.
Tak lama perjalanan, Ian sampai sudah sampai di pantai.
Ian tepat berhenti di pinggiran pantai, David langsung mendorong tubuh Keyla, "Empp...Ian.!" ucap Keyla.
"Kamu mau pergi gak?" tanya Ian pada Keyla, memegang dada Keyla.
"Aku tetap akan pergi Ian."
Ian hanya tersenyum, beranjak duduk tegap, dan segera keluar dari mobilnya.
"Keluarlah. Aku ingin menikmati pemandangan pantai malam hari,"
"Bentar!!"
"Gak usah di pakai gak apa-apa, lagian gak ada orang yang melihatnya, yang!!" ucap Ian seolah dia tahu apa yang di lakukan Keyla nantinya.
Keyla beranjak keluar dari mobilnya, berjalan mendekati Ian yang sudah berdiri menatap pantai. Kenapa kamu ajak aku ke sini?" tanya Ian.
"Kita bermain air, mengingat kenangan di mana kita pernah berciuman mesra di pinggir pantai berdua." ucap keyla.
"Jadi kamu ingat masa muda kita?" tanya Ian, melirik ke arah Keyla. "Aku masih ingat jelas, dan masih tersimpan di otak aku." gumam Keyla.
"Sekarang jangan pernah melupakan kenangan kita lagi. Aku ingin kamu selaku mengingatnya. Agar tidak ada jarak lagi di antara kita," ucap Ian, memeluk dari belakang pinggang Keyla.
"Iya, besok kita akan pergi ke Sydney, dan dua hari lagi anak kita akan melangsungkan pertunangan. Aku gak mau membuat mereka kecewa. Lebih baik kita yang mebgalah!!" ucap Keyla, dan langsung di balas dengan senyuman tipis oleh Ian.
"Iya, aku tahu itu. Aku juga gak mungkin batalkan pertunangan anak aku. Dia pasti sangat marah denganku!!" ucap Ian.
"Dengan terpaksa kita menghapus cinta kita. Dan membiarkan mereka bersama!!" Ian duduk di atas pasir, menarik tangan keyla untuk duduk di sampingnya. Ia masakan ombak pantai yang mulai menyentuh ke dua kaki merrka, membasahi kaki mereka.
"Ian, kenapa kamu duduk di sini Aku basah kan jadinya,"
"Bukanya kamu sudah basah dari tadi," goda Ian.
"Sudah lupakan!!" ucap Keyla kesal.
"Kamu merasa dingin gak?" tanya Ian.
"Memangnya kenapa?"
Tanpa banyak bicara lagi, Ian langsung mengecup bibir Keyla, menjatuhkan tubuhnya tepat di atas ombak air yang menerjang tubuh mereka berdua. Kecupan Ian semakin liar, menjalar hingga ke dadanya, membuang semua kain yang menempel di tubuh Keyla.
"Ian, apa yang kamu lakukan, lepaskan!! Kamu sedang mabuk, jangan lakukan di sini!!"
"Aku gak perduli," Ian yang sudah membuat Keyla basah lebih dulu, ia tidak mau lama-lama dan langsung pada intinya. Mereka melakukan hubungan lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Kamu diamlah!! Dan nikmati saja!!" ucap Ian. Yang mulai menghentakkan, membuat Keyla hanya diam, memeluk tubuhnya menikmati setiap irama tubuh Ian.
"Meski tubuh mereka basah, tak menghalangi hubungan mereka. Sampai berberapa menit berlaku, Ian yang sudah puas, ia memakaikan kembali baju Keyla.
"Maaf!!" ucap Ian.
"Kenapa minta maaf!! Bukanya jamu melakukan itu setiap hari, sebelum aku bercerai dengan suami aku sampai sekarang. Kamu gak ada hentinya memainkan aku!!"
"Karena kamu membuat aku katagihan. Bahkan sampai aku lupa dengan sheila yang sudah tidak pernah sama sekali aku bermain dengannya, bahkan sudah 10 tahun."
"Kenapa kamu tidak melakukanya lagi dengan sheila?" tanya Keyla penasaran.
"Karena aku tidak suka dengannya!!" ucap Ian tanpa rasa bersalah sama sekali.
Ian memegang samping kiri pelipis Keyla menyandarkan ke bahunya. "Sekarang hanya kamu di hatiku!!" ucap Ian, mengusap rambut Keyla lembut.
Sudha haori 2 jam di pinggir pantai berbincang berdiam, Keyla dan segera pulang, dengan baju yang sudah basah, ia masuk ke dalam mobilnya.
"Apa kamu kedinginan?" tanya Ian, melihat Keyla yang menggigil.
"Lebih baik kamu alami jaket kamu!!" lanjut Ian, yang mulai menjalankan mobilnya, segera pergi dengan kecepatan sedang pulang ke rumah.
Tak butuh waktu lama, hanya 15 menit mereka sampai di rumahnya. Keyla yang kecapekkan, ia tertidur lelap di kursi depan. Ian mengangkat tubuh Alana ala bridal style berjalan masuk ke dalam kamarnya sendiri, di lantai satu. Ia menggantikan baju Keyla yang sudah sangat basah dari tadi. Dengan baju yang terlibat sangat seksi, Keyla memakai lingeri yang terlihat bentuk tubuhnya sempurna. Dan tak hentinya Alvin menyentuh dadanya, disaat dia tertidur lelap, dia mengecup dengan leluasa meninggalkan bekas merah di setiap dadanya.
Dan Keyla hanya diam, menikmati dengan bibir mendesah palan, menunggu setiap sentuhan jemari tangan Ian di tubuhnya.
"Syang!! Kamu benar-benar sudah memuaskanku beberapa hari ini, terima kasih. Kamu sudah jadi bagian hidup aku lagi. Aku ingin tetap bersama dengan kamu, ikatan tubuh kita ini tidak akan bisa terpisahkan lagi sampai kapanpun, kita akan seperti ini lagi." Ucap alvin mengecup bibir Keyla laku beranjak berdiri kembali.