
Keyla yang masih menikmati makanannya ia menatap keluar jendela yang tertuju langsung pada halaman rumahnya.ia Masih belum nampak dalvin pulang.
Keyla masih setia menunggu kabar lagi dari ke dua anaknya.
" key ada apa? Kenapa makanan kamu berantakan seperti itu" Tanya siska menepuk pundak keyla.
" gak apa aku sudah kenyang, mau pergi keluar dulu kalian di dalam rumah saja. Ada sesuatu yang ingin aku cari tahu sendiri" ucap keyla beranjak berdiri dari duduknya.
Keyla meraih jaket di sofa depan tv bergegas keluar ke mobil. Tanpa menunggu kata iya dari siska. Dia melaju dengan kecepatan tinggi melesat seperti pembalap.
Ia ingin bertemu dengan elana teman dalvin yang tinggal di sebuah apartement. Mungkin dalvin masih berada di sana.
Tak butuh waktu lama hanya 30 menit keyla sampai di sebuah apartement mewah milik elana. Ia menutup pintu mobil sangat keras dengan langkah terburu buru masuk ke dalam apartement.
Ia menekan tombol untuk memnggil si pemilik apartemen itu keluar.
" siapa?" Ucap elana membuka pintu perlahan. Alisnya menyantu seketika melihat keyla di depannya.
" kamu key?" Ucap elana matanya memutar melihat sekelilingnya. Ia segera menarik tangan keyla masuk ke dalam apartementnya.
" ada apa kamu ke sini?, apa tidak ada orang yang menemanimu tadi?" Ucap elana dengan wajah nampak khawatir. Ia memegang ke dua bahu keyla menuntunnya duduk di sofa depan televisi.
Keyla masih terdiam matanya memutar melihat kemewahan apartemen milik elana.
" gimana menurut kamu desain ini" ucap elanan menunjukan apartementnya.
" apa ini dlavin juga yang desain, sebenarnya apa hubungan kalian berdua?" Ucap keyla dengan wajah datarnya duduk menyilang di sofa putih.
Elana melempar senyum manisnya.
" tenang saja ini semua yang desain aku sendiri, meski dalvin yang membiayai semua. Kami hanya sebatas teman tidak lebih dia masih mencintaimu" ucap elana yang duduk di samping keyla.
" apa maksud kamu?" ucap keyla matanya menatap tajam ke arah elana. Ia terkejut dengan perkataan elana jika dalvin masih mencintainya.
" bukan apa apa sudha lupain saja, oya kamu mau minum apa" ucap elana mencoba mengalihkan pembicaraan.
" air putih sahmja" ucap keyla dengan nada datarnya.
Elana bergegas pergi dengan tatapan cemas. Ia takut jika keyla tahu tentang dalvin sebenarnya. Dia sudah janji pada dalvin tidak akan menceritakan lebih dulu pada keyla. Namun jeyla tiba -tiba datang dan bertanya tentang dapvin seolah dia curiga padanya.
Elana keluar daei daour membawa segelas air putih.
" apa dalvin ada di sini?" Tanya keyla menatap elana di sampingnya.
" kemarin dia di sini bersama anak kamu tapi mereka sudah berangkat ke sydney demi keselamatan ke dua anak kamu" ucap elana
" ke Sydney??" Ucap keyla terkejut.
" dia bilang kemarin membawa ke dua anakku ke sini, kenapa sekarang jadi ke sydney. Dan sekarang di mana dia berada" ucap keyla beranjak berdiri. Wajahnya nampak kemerahan. Amarahnya mulai keluar dari wajah cantiknya.
" dia baru saja pergi, tenang saja bentar lagi aku juga persiapan ke Sydney menjaga anak kamu di sana. Dalvin meyuruhku ke sana" uvap elana memegang pundak kiri keyla.
" dalvin...dalvin....dan dalvin lagi...kenapa kamu selalu menyebut nama dia. Apa sebenarnya hubungan yang kalian sembunyikan dari ku. Jawab? Aku tahu kalian sedang berbohong padaku kan cepat katak sebelum aku menyelidiki sendiri tentang kalian" bentak keyla matanya mulai berkaca kaca.
" tenang key. Duduk lah dulu aku akan cerita ke kamu" Ucap elana.
Dengan wajah nampak ragu elanan menelan ludah mulai berbicara pada keyla di sampingnya.
" sebenarnya dalvin adalah alvin, dan aku adalah mantan dalvin kamu masih ingat aku kan istri kakak alvin. Selama 3 tahun aku bersama alvin di paris bersama kakaknya. Namu aku tidak menyangka jika suami ku akan berbuwat keji pada alvin menyabotase pesawat yang akan di tumpangi alvin menuju ke London untuk menemanimu lahiran di dumah sakit. Namun dia tahu jika kakaknya akan mencelakakan dia . Dan dia berncana untuk memakai operasi plastik untuk membuat semuanya tidak mengenali dia dan berubah nama menjadi dalvin." Ucap elana.
Keyla nampak terkejut mendengar itu semua jadi selama ini alvin ada di samoingnya dan selalu bersama ke dua anaknya tanpa sepengetahuannya.
" jika kamu ingin tahu banyak tanyakan saja pada alvin. Dia sekarang pasti sudah sampai di rumah" ucap elana memeluk erat tubuh keyla yang sudah mulai bercucuran air mata.
Keyla bergegas pergi keluar dan mulai berpamitam pada elana. Ia mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi fikirannya melahang entah kemana ia masih tidak menyangka selama ini dalvin bersamanya. Dan dia melihat penghianatan dirinya bersama ian dulu dan itu terjadi di depan matanya.
Stengah jam ia samoai di rumah ia berjalan terburu buru berjalan masuk ke dalam rumah berteriak memanggil nama dalvin dengan langkah menuju ke kamar nya.
" dalvin cepat keluar??" Teriak keyla membuka kasar pintu kamar dalvin kasar.
" ada apa teriak di kamarku" ucap dalvin bejalan mendekati keyla.
" kamu jujur sama aku, siapa kamu sebenarnya. Atau kamu keluar dari sini sekarang juga" betak keyla wajahnya mulai memerah, otot rahangnya mulai menegang seketika. Nafasnya terlihat sangat berat. Menahan air mata yang sudah membanjiri mata sipitnya.
"Apa yang kamu katakan, aku dalvin memangnya aku siapa?" Dalvin memegang ke dua tangan keyla mencoba menenangkan dirinya.
" kamu gak usah bohong lagi, aku sudah tahu semuanya kamu alvin kan" ucap keyla dengan air mata yang terus menetes.
" kenapa selama ini kamu bohong padaku, kenapa.... aku benci padamu alvin aku benci.... kenapa kamu tega bohongi aku.... " ucap keyla memukul dada bidang dalvin berkali kali.
Dalvin memcoba menenangkan keyla ia memegang erat ke dua tangan keyla agar mau mendengarkan penjelasannya dulu. "Dengarkan penjelasanku dulu... bukan maksud aku bohongi kamu" ucap dalvin mencengkram semakin erat tangan keyla yang terus meronta ronta.
" lepaskan aku!! aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu lagi" bentak keyla meronta ronta.
Tak banyak bicara lagi dalvin memeluk erat tubuh keyla. " tenanglah aku bisa jelaskan semuanya" ucap dalvin membelai lembut rambut panjang keyla.
Keyla terlihat masih menagis tersedu sedu, hatinya merasa sangat kecewa pada dalvin yang selama ini membohonginya.
Dalvin perlahan melepaskan pelukannya mencium lembut bibir sexy keyla. Keyla hanya terdiam hatinya merasa tenang menikmati ciuman lembut yang semakin lama semakin ganas . Dalvin menuntun keyla menuju ke ranjang putih di belakangnya dengan bibir terus berciuman. ciuman semakin panas dalvin perlahan membuka baju keyla mecium dagu dan lehernya.
Dalvin menjatuhkan badan keyla ke atas ranjang melanjutkan ciuman yang semakin menggairahkan. Lama tidak pernah berhubungan dengan keyla. Kini dalvin meluapkan rasa rindunya pada keyla berbalut selimut putih tebal menutupi seluruh tubuh mereka.
-----------------000---------------
Keesokan harinya jam sudah menunjukan pukul 07.00 keyla masih terbaring di ranjangnya hanya berbalut selimut putih tebal menutupi tubuh telanjangnya.
Dia masih terlelap merangkul ke kanan menacari dalvin yang terlihat kosong di ranjangnya.
Keyla bergegas bangun dari tidurnya mengusap kasar matanya menatap kembali ke kanan memang benar tak ada dalvin di sana. " kamana dia apa dia sudah pergi" ucap keyla menutupi tubuhnya dengan selimut masuk ke dalam kamar mandi.
" apa kamu di dalam" teriak keyla mengetuk ointu kamar mandi berkali kali namun masih tidak ada jawaban dari dalvin.
Keyla memegang gagang pintu yang tidak terkunci " kenapa gak di kunci" ucap keyla mengintip di balik pintu matanya memutar melihat seisi kamar mandi yang terlihat tidak ada kehidupan di dalamnya.
" dalvin kamu di mana" teriak keyla membuka pintu lebar masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah terburu buru. Ia tidak melihat ada dalvin di dalam kamar mandi. Dia terus menatap seisi kamar mandi yang terlihat kering tidak ada bekas percikan air yang tersisa.
"Kenapa dia pergi lagi, alvin kenapa kamu pergi" teriak keyla menutupi ke dua matanya yang terlihat mulai meneteskan air matanya. Ia menangis tersedu sedu duduk di pojok kamar mandi samoing bathup.
Sebelumnya dalvin memang pergi meninggalkan keyla sebelum keyla bangun demi menyelesaikan masalah yang belum berakhir. Sebelum masalah igu selesai ia tidak mau melibatkan keyla lagi anaknya dan keyla tidak bisa terus terlibat dengan hal berbahaya.