My First Love

My First Love
Sesuatu Yang Sudah Lama di Sembunyikan



Keesokan harinya keyla terbangun lebih pagi. Di setiap mimpinya selalu ada dalvin. Entah apa yang terjadi kenapa dalvin selalu muncul dalam mimpinya. Apa karena terlalu memikirkan dalvin.


Keyla menarik seluruh badanya merengganggkan otot ototnya dengan ke dua tangan di atas. Ia mengusap ke dua mata sipit nya, perlahan ia membuka matanya dalvin sudah berdiri tepat di sampingnya menutupi sinar matahari yang menembus ke dalam kamar tepat mengenai wajah cantik keyla.


" kenapa kamu di sini" ucap keyla


" memangnya aku disini ngapain menurut kamu?" Ucap calvin bergegas pergi dengan senyum simpul tanpa menunggu jawaban dari keyla.


" dasar pria aneh" ucap keyla membuka selimut berdiri dari ranjang nya. Ia membuka selambu yang menutupi jendela kaca . Terpikir di benaknya tentang dalvin tadi.


" jadi dia kesini tadi hanya untuk menutupi sinar matahari pagi yang menembus ke wajahku" ucap keyla memandang mentari pagi yang terasa sejuk dengan bau wewangian bunga di taman terasa sampai ke dalam kamarnya.


" ih..kenapa aku selalu kepikiran dia terus, dalvin... dalvin  dan dalvin kenapa dia selalu menghantui otak ku.... arggggg..." keyla mengacak-acak rambut panjangnya, memegang kepala yang terasa sangat penat. Bayang dalvin selalu muncul dalam benaknya.


Joy tiba tiba datang menghampiri keyla tanpa sepengetahuannya.


" mama Kenapa" joy menarik baju keyla.


" eh joy. Mama gak papa sayang. Mana cia?" Ucap keyla duduk jongkok memegang pundak joy.


" cia lagi main berdua sama papa dalvin" ucap joy dengan nada polosnya.


" ya sudah kalian main saja. Mama mau mandi dulu sekalian mau bantu nenek di kantor" ucap keyla menggendong joy. Ia berdiri jalan terburu-buru menuju ke kamar cia. Di sana sudah ada dalvin yang sedang asyik bermain dengan cia.


Melihat moment bahagia itu terasa lengkap sudah keluarganya. Ia terus memandang dalvin yang begitu sayang dengan ke dua anaknya. Dia begitu cepat berinteraksi dan akrab dengan ke dua anaknya. Di lihat dari senyum lembutnya pada anak anak keyla. Terasa dalvin memang tulus menyayangi joy dan cia seperti anaknya sendiri. " entah apa benar dia adalah alvin, tapi sepertinya tidak mungkin. Wajahnya saja tidak mirip, hanya tingkah laku dan masukan yang selalu ia bikinin selalu mirip dengan masakan alvin. Membuatku rindu pada alvin" batin keyla yang masih memegang gagang pintu kamar cia.


" alvin apa aku harus melupakannya dan membuka lembaran baru dengan dalvin". Batin keyla mendongakkan kepalanya ke atas. 


Joy turun sendiri dari gendongan keyla. Ia berlari kecil ke arah dalvin.


" papa.!!" Teriak joy dengan suara kasnya yang lembut.


Ia memeluk tubuh dalvin, " mungkin memang saatnya aku harus mencari pendamping hidup lagi. Tapi apa orang tua aku mengizinkan aku menikah lagi nantinya" batin keyla memnolehkan badannya bergegas pergi menutup perlahan pintu kamar joy dan cia.


Dalvin menyadari ada keyla yang terus memandangnya. Sebenarnya ia sudah ingin bercerita tentang dirinya pada keyla agar dia tidak bimbang dengan hati dan fikirannya. " pasti sekarang dia lagi mikir untuk melupakan alvin, aku tidak ingin dia melupakan alvin. Karena alvin masih hidup" batin dalvin memandang pintu yang sudah tertutup.


" suatu saat kamu akan tahu yang Sebenarnya" ucap dalvin.


" tahu apa om" cia mendongakkan kepala menatap dalvin.


" tidak apa sayang, sudah kalian main dulu. Om mau bicara dengan mama kalian ya" dalvin duduk di antara joy dan cia .dia mengusap lembut kepala joy dan cia


Ia bergegas pergi menemui keyla. Mungkin saatnya aku harus kasih kode pada keyla jika alvin  masih hidup. Agar dia bisa pertahankan perasaannya pada alvin. Dalvin jalan terburu-buru menuju kamar keyla yang tidak jauh dari kamar joy dan cia hanya berjalan 10 langkah dari kamar kedua anaknya tersebut.


Perlahan ia membuka pintu kamar keyla namun ia tidak melihat ada keyla di dalam. Ia berjalan masuk melihat seisi kamar keyla namun tidak menemukan dia.


Dalvin mencoba mengetuk pintu kamar mandi berkali kali. Namun tidak kunjung ada jawaban dari keyla.


Key sedang asyik berendam di Bathup dengan mata terpejam mengenakan 2 potongan timun di matanya. Kedua Tangan agak di angkat dengan bersandar di bathup menikmati hangatnya air rendamannya.


----------------------------000--------------------------


" kenapa masih belum ada jawaban, apa aku buka saja" batin dalvin memegang gagang pintu perlahan ia membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci.


" Key apa kamu di dalam teriak dalvin berjalan masuk membuka tirai yang menutupi bathup.


" siapa yang memanggilku, arrhh lupain saja mungkin hanya perasaanku" ucap keyla masih menikmati dandanan di bathup.


Tanpa menunggu jawaban dalvin membuka selambu yang menutupi. Membuat keyla sontak terkejut.


" haaaaaa............ dasar pria mesum" teriak keyla membuat calvin menutup matanya segera.


Keyla yang sedang menikmati berendam air hangat ia sontak terkejut meloncat memojok ke bathup potongan timun di mata sipitnya melayang entah kemana. Ia bergegas menutupi tubuhnya dengan ke dua tangan.


" cepat pergi dari sini pria mesum" bentak keyla menarik pelan tubuh dalvin. Air yang berserakan di lantai membuat dalvin terpeleset masuk ke dalam bathup yang berisi air.


" dasar mesum" keyla yang masih di dalam bathup menutup tubuhnya seadanya dengan ke dua tangan.


Dalvin tersenyum tipis mendekati keyla, ia menarik dagu keyla menatap tersenyum dengan bibir  kanan terangkat sedikit.


" lagian apa yang di lihat dari tubuhmu, gak ada spesialnya sama sekali. Lagian kenapa di tutupi aku tidak tertarik meskipun melihat jelas" ucap dalvin bergegas keluar dari dalam baggio dengan baju basah air bercucuran dari bajunya ke lantai.


" apa katamu," keyla berdiri menunjuk ke wajah dalvin tanpa sadar ia tidak menutupi tubuhnya.


dalvin melirik sekilas tersenyum tipis " dasar !!" Calvin bergegas pergi ambil handuk yang tertata rapi lemari. Ia melemparkan handuk itu tepat di wajah keyla.


" pakai lah dan cepat keluar" ucap calvin bergegas keluar dari kamar mandi menuju kamarnya.


Keyla masih mengerucutkan bibir mungilnya, segera memakai handuk yang di berikan dalvin dan keluar dari bathup.


Ia segera ganti baju dan pergi menemui dalvin. Hampir setengah jam keyla mengeringkan rambut nya dan memakai baju. Ia berdandan di depan kaca menatap wajah cantiknya yang terlihat memerah.


" kenapa wajahku dari tadi merah" ucap keyla memegang ke dua pipi cabinya. Ia meringkan pandangannya ke kanan dan ke kiri menatap detail wajah cantik depan cermin itu.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka membuat keyla mengernyitkan dahinya menoleh ke arah pintu.


" apa kamu tidak bisa ketik pintu dulu" ucap keyla dengan wajah datarnya.


" apa perlu aku ulang lagi keluar terus ketik pintu" ucap dalvin tersenyum berjalan mendekati keyla.


" tidak...tidak... tidak usah, lagian apa yang ingin kamu bicarakan. Kenapa ingin menemuiku" ucap keyla bergegas berdiri.


Mereka nampak saling memandang satu sama lain. Tatapan itu seperti tatapan seorang yang sudah lama tidak pernah bertemu.