My First Love

My First Love
kejutan Cia



Di tengah keributan antara Joy dan keluarganya. Cia yang baru daja pulang sekolah ia tidak tahu. jika Joy dan yang lainya kumpul di ruang keluarga membicarakan hal tentang Alana. Namun, mereka tidak membahas tentang alana yang akan oindah. mereka hanya membahas asa usul Alana dulu.


"Joy.. Sebenarnya Alana adalah anak papa. Dan beda ibu" ucap Alvin seketika membuang joy mengobarkan api kemarahan terpancar pada dirinya. dan beranjak berdiri menatap tajam ke arah papanya.


"Apa kata papa? Apa papa gak mikirin giaman perasaan mama. apa papa gak ounya hati menyakiti hati wanita... papa gak hanya menyakiti hati mama.. tapi juga menyakiti hati ibu alana. Apa papa gak mikirin itu semua.." ucap Joy dengan nada semakin meninggi membuat Alvin hanya diam, ia tahu jika apa yang dia lakukan itu salah. tapi semua sudah terlanjut.


"Saat itu papa gak sadar. Dan dalam pengaruh minuman" ucap alvin.


"Tapi tetap saja papa gak paham apa yang di rasakan mama Alana. apalagi papa merebut alana dari mamanya. Papa tega, benar-benar tega... Aku malu punya papa gak punya hati seperti Papa.. " ucap Joy yang masih belum puas meluapkan amarahnya.


"aku benci dengan papa.. aku benci Dengan papa..."


"Joy, sudah jangan bahas itu lagi. amam sudha memafkan papa kamu dan sekarang kita mulai kehidupan baru. itu kejadian sudah lama... dan jangan di ingat-ingat lagi masalah itu.. Mama gak mau bahas itu lagi joy.."


"Tapi ma.."


"Joy, udah mama mohon padamu.. jangan bahas itu lagi ya. "


Meski joy terlihat sangat kecewa dengan ayahnya. namun mamanya terus membuat ia merasa tenang. Ia yidak bisa emosi saat di mamanya memohon padanya.


------


Di sisi lain cia yang baru pulang dari sekolah, ia langsung menuju ke kamar David. Sesuai apa yang di bicarakan tadi pagi. Dan Cia sudah gak sabat kejutan apa yang di berikan David padanya.


"David apa kamu di dalam?" tanya Cia mengetuk pintu kamar David.


"Masuklah!!" ucap David.


"Alana perlahan masuk ke dalam kamar David, yang seperti kamarnya sendiri saja. semua kaamrnya penuh dengan lukisan. Banyak lukisan dia mulai dari canfas kecil sampai ukuran besar. Membuat Cia hanya bisa menatap kagum dan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.


"Ini semua lukisan kamu?" tanya Cia menatap seisi kamar David.


"Iya, bagus gak. Dan sekarang kamu buka lukisan yang aku tutup kain di belakang sana" ucap David menuju ke belakang tubuh cia.


"Lukisan buat siapa?" tanya Cia.


"Iya buat kamu memangnya buat siapa lagi. Nanti kamu juga tahu itu lukisan untuk siapa aku sudah terkana nama di sana. Dan juga wajahnya di dalam lukisan. " ucap David, dengan tangan yang masih memegang kuas.


"Terus sekarang kamu lukis aoa?" tanya Cia, berjalan menghampiri David, dan melihat lukisannya dari belakang.


"Bagus!!" ucap Cia, memegang ke dua oundak David, dengan pandangan mata mengarah pada kukisan di deoannya.


"apa kamu ingat ini di mana?" tanya David.


"Cia terdiam, ia melihat lukisan itu secara detai. "Emmm.. Ini bukanya di lantai ya, bagus juga ternayata" ucap Cia semakin mendekatkan wajahnya, ke lukisan itu, membuat David yang di samping pipi kanannya merasa sangat gugup. Ia benar-benar sangat gugup sekarang gimana bisa melihat wajah cantik Cia dari dekat. Bahkan sangat dekat. Hembusan napasnya, terasa di pipinya, dan senyum manisnya tak bisa di bayangkan lagi. Sudga tertanam di memori otaknya.


David terus menatap Cia, ia bahkan tidak meneruskan lukisannya itu. yang hampir saja selesai.


Cia menoleh ke arah David di sampingnya


"Da...." belum smepat memanggil, ke dua mata merek asaling tertuju satu sama lain, oandangan mereka sangat dekat. Membuat Cia tidak bisa berkata apa -apa lagi. ia bemar-benar sangat gugup berhadapan dengan laki-laki seperti dia. Dan sudha tampan baik Dan juga pastinya dia itu gak seperti laki-laki pada lainnya.


"Kenapa.kamu menataoku seperti itu tanya Cia pada David yang tidak berhenti menatapnya dari tadi.


"Emabgnya siapa yang cantik?" tanya Cia, nenatao ke arah Savid, ia senagaj mendekatkan wajahnya sangat dekat dengannya. membuat Davis gugup di buatnya.


"Kenapa kamu gugip seperti itu?" tanya Cia, yersneyum tipis menatap David sangat gugup.jika dekat dengannya. apalagisaat ke dua mata mereka memandang.


"Siapa juga yang gugup. aku gak gugup. hanya saja malu" ucap David.


Cia duduk di samoing david," emangnya kamu malu kenaoa. Katanya kamu bialbg aku cantik Tapi saat di tatapn wanita cantik kamu malu-malu kucing" ucap Cia menggoda.


Cia menarik kursi dan duduk di samping David. "Aku mau buatkan aku sebuah lukisan cinta. "ucap Cia.


"Biat siapa?" tanya David.


"Buat seseorang pastinya" ucap Cia.


"Baiklah, tapi apa yang akan kamu berikan pada aku jika aku sudha buatkan kamu lukisan itu"


"aku kasih kamu cintaku" ucap Cia.


"Udah lebih baik simpann cinta kamu. sekarang kamu bantu aku bereskan ini semua. Dan aku akan bantunkamu pasangkan lukisan yang aku kasih ke kamar kamu" ucap david beranjak berdiri. Ia segera membasuh tangannya. Selesai mencuci tangan David bergegas menuju ke lukisan di depannya. Yang membuat ia kemarin seharian gak bisa tidur, hanya untuk membuat lukisan itu jadi sempurna saat di lihat oleh orang yang tiba-tiba mengisi hatinya saat ini.


----


"Cia kamu sini" panggil David.


"Ada apa?" tanya Cia, berjalan menghampiri David.


"Bukalah" ucap David.


Cia menarik napasnya. Ia memejamkan matanya dan segera membuka kain yang menutup canfas besar di depannya.


"Bukalah matamu, dan lihat" ucap David.


Perlahan Cia membuka matanya, ia melihat lukisan indah di depannya. Seketika membuat matanya berbinar kagum. Sebuah lukisan di mana saat ia di taman belakang rumah bersama dengannyam. lukisannyang tergambar begitu rapi dan sempurna sangat mirip dengan apa yang Cia lakukan. Memainkan cangkir kopi yang ada di depannya.


"Ini benar lukisan buatan kamu?" tanya Cia.


"Iya, siapa lagi, yabg berada di sana hanya kamu dan aku" ucap David.


"Makasih!!" ucap Cia, meluapkan rasa bahagiannya mengrcup pipi kanan David. Membuat David terdiam, dengan detak jantung yang sudah hampir copot di buatnya.


"Ini boleh aku bawa?" tanya Cia.


"Ini memang buat kamu. Lukisan ini lukisan wajah kamu" ucap David.


"Wahh... Makasih ya. Kamu sudah memberi aku kejutan banyak banget. Hari ini kamu membuat aku merasakan kebahagiaan. Dan soal gelang ini juga makasih. Aku juga suka."


"Oya, kamu baru pulang sekolah?" tanya David.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Cia.


"Sana ganti baju dulu, dan sekalian mandi" ucap David.