
" alvin kamu sudah kembali, sekarang jangan pernah pergi lagi tetaplah di sini" ucap keyla memeluk erat tubuh pria itu.
Pria itu perlahan menoleh menatap keyla yang masih memeluknya. " mau sampai kapan kamu terus memelukku seperti itu" ucap dalvin membuat keyla terkejut. Ia sontak mendorong tubuh dalvin menjauh darinya.
" kenapa kamu, alvin mana?" Ucap keyla memutar matanya melirik seisi ruangan dapur itu.
" alvin siapa suami kamu, disini dari tadi tidak ada yang namanya alvin adanya aku yang lagi masak buwat kalian. Ya sebagai imbalan kamu telah mengizinkan ku tinggal di sini" ucap dalvin berdiri di hadapan keyla memegang pisau di tangan kanannya. Dengan celemek menutupi bagian depan tubuhnya.
" ya sudah lanjutin masak, aku mau pergi mandi sekalian bangunin anak anak" ucap cia melangkahkan kakinya pergi dari hadapan dalvin.
Hampir satu jam memasak, dalvin sudah persiapkan semua makanan yang ia buwat di meja makan. Tinggal menunggu keyla dan anak anaknya turun dari kamarnya.
----------------00------------
" apakah sudah siap makanan nya" ucap keyla berjalan turun dari tangga menggendeng ke dua anak nya menuju ke meja makan yang tidak jauh dari pandangan nya.
" wah papa dalvin ternyata bisa masak, bau nya sepertinya ini sangat lezat" ucap joy berlari mendekati dalvin .
" aku masak semua ini spesial buwat kalian joy dan cia. Lebih baik kalian sekarang duduk di kursi " ucap dalvin mereka berdua duduk di kursi khusus untuk ke dua baby mungil keyla itu.
" kenapa hanya anak ku, di mana masakan untukku" ucap keyla mengerutkan bibir mungilnya. Ia melirik tajam ke arah dalvin, dengan kelopak mata menyipit.
" udah lebih baik kita makan, setepah itu aku mau ajak kalian berdua jalan jalan, dan buwat kamu kalau mau ikut silahkan kalu tidak ya di rumah saja" ucap dalvin . Ia membangu joy dan cia duduk di tempatnya dan mengambil 2 mangkuk sup untuk joy dan cia.
" kenapa kamu baik dengan ke dua anakku padahal kita tidak saling kenal satu sama lain" ucap keyla menatap dalvin yang duduk di depan nya.
Dalvin terdiam menatap keyla. " aku hanya ingin membuat mereka senang, kasian mereka masih kecil sudah harus hilang dari kasih sayang seorang papa nya" ucap dalvin
Joy dan cia sibuk makan sendiri tanpa perdulikan keyla dan dalvin yang berbincang berdua.
" dia bukan anak mu, kenapa masih mau merawat.papa nya saja tidak pernah pulang menjenguk mereka" ucap keyla memejakan ke dua matanya seolah menahan air mata yang sudah penuh di mata nya.
" kenapa kamu masih berharap orang yang sudah tidak ada itu" ucap dalvin sontak membuat keyla menggebrakkan meja makan di depannya.
Joy dan cia yang semula hanya diam ia terkejut mendengar gebrakan yang sangat keras dari ibu nya itu.
Keyla melirik mereka yang terlihat bengong menatap nya.
" sayang kalian teruskan makannya" ucap keyla senyum terpaksa dan beranjak duduk di kursi nya.
" jangan bilang dia sudah mati, aku sangat yakin dia masih hidup aku bisa merasakan itu" ucap keyla lirih menatap tajam ke arah dalvin di depan nya.
" kamu jaga anak anak dulu, aku mau ke kamar dulu" ucap keyla berlari menuju kamar nya. Ia melihat pintu menuju balkon kamar nya terbuka. Perlahan ia berjalan menuju ke balkon kamar tamu. Gak sengaja menendang pelan sebuah kotak tepat di depan pintu.
" kotak apa ini" ucap keyla jongkok mengambil kotak itu.
Tanpa membuka isi dari kotak itu keyla bergegas masuk ke kamar menyembunyikan kitak kecil itu di laci samoing kamar nya.
" selamat ulang tahun key" ucap seorang pria tepat di telinga keyla membuat keyla reflek mendorong tubuh pria itu di belakang nya.
Ia terkejut melihat ian ada di depan mata nya.
" kenapa kamu bisa masuk ke sini" ucap keyla.
Tanpa berbicara apa pun ian menarik tangan keyla memeluk tubuh nya erat membuat ia susah bernafas maupun bergerak.
" lepaskan aku" ucap keyla terus meronta dari dekapan ian
" apa kamu tidak memberiku hal spesial di hari ulang tahun kamu" ucap ian berbisik tepat di telinga keyla.
" apa mau mu, kenapa kamu seperti ini. Ini bukan ian yang aku kenal dulu. Ian tidak pernah seperti ini sangat bernafsu dan prosesif tidak seperti dulu." Ucap keyla sontak membiat ian melepaskan pelukannya. Ia menarik dagunkeyla kasa mendekatkan ke wajah nya.
" aku bukan aku yang dulu semenjak kamu menikah dengan orang lain, kamu pasti tahu aku snagat mencintai kamu dan soal foto bersama sheila di kamar dulu aku benar benar tidak tahu, sekarang aku menyesal keyla. Aku ingin kembali mengulang cinta kita berilah kesempatan padaku" ucap ian .
Keyla menepis tangan ian di dagunya.
" jangan pernah menyentuhku, yang lalu biarlah berlalu aku sekarang sudha punya kebahagiaan sendiri. Maaf aku tidak bisa menerima mu kembali" ucap keyla beranjak pergi.
Ian menarik tangan keyla dan duduk jongkok di kaki nya. " aku mohon berilah aku kesempatan lagi agar aku bisa membuatmu jatuh cinta lagi pada ku" ucap ian tak terasa air matanya terjatuh tepat di kaki keyla.
" sudah jangan seperti itu, baiklah aku akan memberimu kesempatan lagi. Tapi dengan satu syarat kamu tidak boleh seenaknya menyentuh ku lagi. Tidak boleh terlalu over padaku" ucap keyla menarik tubuh ian berdiri lagi.
Ian terlihat sangat bahagia ia memeluk erat tubuh keyla. " makasih, aku janji akan membahagiakanmu" ucap ian perlahan melepaskan pelukan nya dsn beranjak pergi dari kamar keyla.
Keyla masih terdiam ia terasa sangat lemas. Melihat ian seperti itu usaha nya untuk mendapatkan keyla lagi sangat kuat tapi di sisi lain ia sudah punya anak dan suami yang masih belum tahu di mana keberadannya. Namun keyla masih tetap setia menunggu nya pulang dan berkumpul dengan keluarga nya.
Namun di sisi lain ian sangat mencintai keyla, ia rela melakukan apa saja demi dia. Meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri ia tidak perduli dengan itu. Sekarang keyla sudah telanjur memberi kesempatan dia namun keyla terlihat sangat takut suatu saat dia akan melukainya lagi.
Dia tidak sanggup melihat ian menderita lagi seperti dulu. Meski keyla sudah tahu yang sebenarnya tentang ian dulu. Tapi ia sudah terlanjur menikah dengan alvin dsn mulai mencintai nya. Bertahun tahun keyla berusaha melupakan ian dari ingatan nya .
Dan sekarang ian balik lagi dalam kehidupannya membuat hatinya merasa sangat bimbang. Jika suatu saat cinta itu tumbuh lagi entah apa yang akan dia perbuwat. Keyla tidak sanggup meninggalkan alvin demi bersama dengan ian nanti nya. Kasihan dengan ke dua anaknya yang masih berharap alvin akan pulang.