
" alvin jangan pergi aku bisa jelaskan semua nya. Aku tidak pernah menghianatimu tolong jangan pergi lagi" ucap keyla berlari mengejar alvin yang semakin jauh dari pandang nya.
" kamu menghianatiku key, aku sudah tidak mau bersama dengan mu lagi" ucap alvin yang sudah pergi jauh hanya tersisa bayangan putih tanpa terlihat wajah alvin.
" selama kamu tidak bisa melupakan masa lalu kamu, aku tidak akan pernah menemui kamu sampai kapan pun. Ingatlah dengan anak anakmu. Jika kamu ingin kembali pada masa lalu kamu maka kembalilah jangan pernah memanggilku atau mencariku lagi" ucap alvin. Suara itu perlahan hilang dari pendengara nya.
Keyla berdiri membolak balikan badanya mencari di mana arah suara alvin tersebut.
" kembalilah, alvin" teriak keyla.
" sudah kubilang aku tidak akan kembali padamu, aku akan pergi jauh . Tapi jika kamu sadar siapa yang sebenarnya ada di hatimu makan kamu akan menemukan jawabannya di mana aku berada" ucap alvin keyla masih berdiri di tangah cahaya mencari sember suara alvin itu.
" alvinn!!" Teriak keyla yang mulai terbangun dari tidurnya dengan tetesan keringat yang membasahi wajah nya. Ia menatap sekeliling nya ada ke duan anaknya, yang sudah tidur pulas di samping nya. Dan dalvinĀ tidur memegang erat tangan keyla. Ia tertidur di kursi samping ranjang nya.
Ia menatap dalvin yang menyangga kepalanya dengan tangan di lipat di atas ranjang . Keyla tersenyum menatap dalvin yang sudah tertidur. Ia merapikan rambut dalvin yang menutupi mata nya. Entah kenapa ia melihat sosok alvin dalam diri dalvin sontak membuat keyla terkejut. Ia mengusap ke dua mata nya dan mencoba melihat dalvin di depan nya.
" kamu kenapa" ucap dalvin yang terbangun dari tidur nya.
" kamu benar dalvin kan?? " ucap keyla memegang ke dua bahu dalvin yang duduk di samping nya .
" iya aku dalvin memangnya aku siapa?" Ucap dalvin menatap keyla di depan nya.
"kenapa ada alvin di wajah mu" ucap keyla menatap detail wajah dalvin. Ia memeringkan kepala nya ke kanan dan ke kiri melihat keseluruhan wajah dalvin di depan nya.
Pandangan keyla membuat dalvin merasa terganggu.
"Udah sekaranv lebih baik kamu tidur. itu mungkin hanya bayangan kamu, kamu pasti kecapekan lebih baik sekarang kamu istirahat lagi" ucap dalvin beranjak berdiri ia memegang ke dua bahu keyla dan mulai membaringkan kembali tubuhnya di ranjang bersama ke dua anak nya.
Keyla terus menatap wajah dalvin,Perlahan keyla mulai memejamkan mata nya kembali. Dalvin menafik selimut menutupi tubuh nya dan ke dua anak nya.
-------------------000----------------
Ke esokan harinya keyla terbangun daei tidur nya ia menarik badan nya yang terasa sangat melelahkan habis jalan jalan seharian kemarin. Ia mengusap ke dua mata nya menatap joy dan cia masih tertidur. Namun ia tidak melihat sosok dalvin di samping nya.
Ia terlihat masih belum terlalu sadar di mana dia sekarang. " apa ini di hotel" ucap keyla matanya memutar menatap sekeliling runagan itu.
" di mana dalvin kenapa dia tidak ada di sini, apa dia sudah pergi. Tapi jika memang dia sudah pergi Kenapa dia tidak membangunkan ku" ucap keyla beranjak berdiri . Ia mencoba mencari dalvin di kamar mandi namun tidak ada dia di sana.
Ia coba menghubungi ponsel nya namun tak ada jawaban dari nya. Ia berhenti sejenak menatap ke dua anak nya. Ia melihat ada secarik surat di meja kecil sampaing tempat ia tidur.keyla bergegas mengambil surat itu dan mulai membuka nya.
Isi Surat :
" maaf aku harus pergi sekarang tanpa membangunkan kalian, aku titip salam buwat joy dan cia. Dan buwat kamu key aku harap kamu bisa memutuskan isi hati mu sebenarnya. Jangan tergoda cinta lama yang tiba tiba datang kembali. Itu ujian kesetiaan mu saat alvin tidak ada. Jika kamu sudah memutuskan kemana langkah kamu akan pergi kamu akan segera bertemu alvin"
" apa maksud isi surat dalvin, apa dia tahu di mana alvin sekarang. Kenapa dia tidak pernah jujur jika memang ia pernah bertemu dengan alvin" batin keyla membuang secarik ketas itu.
" mama!!" Ucap joy yang sudah tersadar dari tidur nya.
" biar joy jalan sendiri" ucap joy beranjak turun .cia masih terlihat tidur pulas di gendongan keyla.
Mereka masuk ke dlama mobil dan mulai pergi daei area mobil itu. Di sisi lain dalvin melihatnya dari jauh ia tersenyum dan beranjak pergi.
" joy kamu kalau masih ngantuk tidur lah" ucap keyla . Joy mulai tertidur lagi di samping cia.
Hampir satu jam perjalanan keyla akhirnya sampai juga di rumah nya. Ia melihat ada mobil ian terparkir di depan rumah nya.
" bii bantu joy dan cia masuk ke kamar" teriak keyla berjalan masuk ke rumah nya.
Ian terlihat duduk santai di ruang tamu dengan kaki di lipat tangan di angkat sedikit menatap ke arah keyla.
" kenapa kamu ada di sini" ucap keyla mendekati ian.
" apa kamu lupa, bukannya kamu mau tinggal bersama aku" ucap ian beranjak berdiri memegang ke dua bahu keyla yang sudah berdiri di depan nya.
" bukan nya aku sudah bilang akan menghubungimu, aku belum memberi keputusan mau atau tidak" ucap keyla melepaskan tangan ian daei bahu nya.
" aku sudah bereskan semua baju kamu dan aku sudah taruh ke dalam mobil. Jadi kamu harus ikut aku tinggal bersama ku" ucap ian memegang tangan keyla.
" beri aku waktu sendiri tolong" keyla bergegas menaiki tangga di depan nya masuk ke dalam kamar .
" kenapa di berubah lagi, semua pasti gara gara dalvin itu. Dia yang membuat keyla jadi bimbang pada perasaan nya. Sebenarnya siapa dalvin sbenar nya kenapa selalu mengganggu hubungan ku dengan keyla" batin ian menatap keyla yang sudah berjalan menjauh dari nya.
Ian terlihat sangat marah ia mengepalkan ke dua tangan nya . Namun ia mencoba tetap tenang dan menunggu keyla turun daei kamar nya untuk berangkat kerja. Ia ingin membujuk keyla agar mau tinggal dengan nya. Namun meski akan terlihat sulit untuk membujuk ke dua baby keyla itu.
Hampir setengah jam menunggu, keyla turun dari kamar nya berdandan rapi untuk pergi ke kantor. Ia menatap keyla yang terlihat sangat cantik hari ini dengan rambut di kepang satu dan biatkan menggatung di sisi kanan nya. tas hitam di tangan kanannya dengan balutan blazer hitam yang sangat pas dengan lekuk tubuh nya. Dan rok hitam pepndek se lutut dengan hiasan sepat hitam di kaki nya.
" kenapa kamu masih ada di sini" ucap keyla beranjak mendekati ian.
" aku ingin menunggumu, aku akan selalu antar jemput kamu di kantor" ucap ian beranjak berdiri memegang tangan keyla.
" lepaskan aku, aku bisa berangkat sendiri" ucap keyla bergegas pergi menuju ke mobil nya tanpa menghiraukan ian yang sudah lama menunggu dari tadi.
" kalau kamu tidak mau, ku akan tetap di sini sampai kamu mau berangkat ke kantor dengan ku" teriak ian.
" jangan seperti anak kecil" ucap keyla yang mulai masuk ke dalam mobilnya . Ia perlahan menjalankan mobil nya keluar dari halaman rumah nya tanpa perdulikan perkataan ian lagi.
Wajah ian terlihat memerah, ia sangat kecewa dengan keyla. Dia tidak mengharagai nya yang harus menunggu lama demi ingin mengantar nya ke kantor sekalipun ia tidak melirik ke arah nya. Membuat ian semakin marah ia mengira semua gara gara dalvin itu keyla mulai berubah hanya dalam waktu satu malam.
" apa dalvin sudah menyatakan cinta pada nya" batin ian beranjak pergi dari rumah keyla.