My First Love

My First Love
Seorang Yang Datang



" dalvin... dasar pria mesum" teriak keyla menggegamkan tangan memukul mukul paha nya yang masih duduk terdiam di lantai.


"Joy mau ikut om gak keluar jalan jalan" ucap dalvin di sambut antusias oleh joy. Tanpa ragu joy langsung menggukkan kepalanya tanda ia mau dan tersenyum lucu menatap dalvin


" cia juga ikut ya om" teriak cia berjalan pelan menuju joy dan cia di depan nya.


" boleh sayang" ucap dalvin mengusap lembut ramput sebahu cia.


" yee ...yee... cia jalan jalan..." ucap cia berkali kali melompat lompat ke girangan membuat keyla sontak menoleh ke belakang. Ia beranjak dari duduk nya dan berjalan pelan mendekati dalvin dan ke dua anak nya.dengan bibir mengerut dan alis menyatu naik ke dahi. Dengan rahang yang sudah mulai menegang.


" siapa bilang kalian boleh jalan jalan, sekarang waktu nya kalian tidur, tidak boleh keluar kemana mana" bentak keyla dengan nada keras membuat joy dan cia ketakutan dan bersembunyi di balik punggung dalvin.


" mama jahat" ucap joy di balik punggung dalvin.


" iya mama jahat, kenapa mama benatak bentak kita" ucap cia yang juga bersembunyi di balik punggung dalvin Mengintip keyla.


Dalvin beranjak berdiri memegang tangan joy dan cia.


" kenapa kamu berbicara kasar pada anak anak, kamu boleh marah padaku tapi jangan melampiaskan pada anak anak" ucap dalvin beranjak pergi meninggalkan keyla sendiri.


Keyla menggertakan kaki nya memalingkan pandangan nya ke kiri. Ia tidak menyangka bisa marah seperti itu pada ke dua anak nya. " Apa yang aku lakukan tadi, haahh.. dasar bodoh kamu key.. kenapa kamu marah pada anak kamu sendiri... ini semua gara gara dalvin sialan itu..." ucap keyla mengacak acak rambut panjang nya.


"joy dan cia pasti kecewa pada ku" keyla mendongkan kepalanya ia beranjak pergi mengikuti dalvin. Keyla ingin meminta maaf pada ke dua anak nya karena ulah nya marah marah gak jelas.


Keyla berlari mengikuti dalvin yang sudah masuk ke mobil. " tunggu kalian mau ke mana" teriak keyla mengetuk kaca mobil dalvin.


Perlahan kaca itu terbuka, " kita mau pergi jalan jalan dari pada harus di rumah, bersama wanita sepertimu" ucap dalvin menutup kaca mobilnya kembali.


Perlahan dalvin menjalankan mobil nya tanpa perdulikan keyla. Ia kecewa pada keyla yang harus melampiaskan amarah nya pada dalvin. Tanpa perdulikan keyla yang terus teriak teriak berjalan cepat mengikuti laju mobilnya. " dalvin aku bisa jelasin soal tadi, aku tidak bermaksud marah pada joy dan cia" ucap keyla yang masih terus mengikuti mobil dalvin yangbberjalan pelan keluar dari halaman rumah keyla.


" joy maafin mama" ucap keyla mengetuk berkali kali pintu belakang mobil dalvin.


Joy yang tidak tega melihat mama nya yang terus berlari mengikuti mobil dalvin. ia segera membuka pintu untuk mama nya agar segera masuk ke dalam mobil. Keyla sontak langsung berlari masuk dalam mobil duduk bersama joy dan cia di kursi belakang.


" kamu, apa kamu mau ikut sekalian jalan jalan" ucap dalvin mengentikan laju mobil nya menatap ke belakang.


" siapa yang mau ikut, aku cuma mau jelasin soal tadi" ucap keyla mengerutkan bibir nya, ia menarik alis nya ke atas dahi .


" gak ada yang perlu di jelasin, lagian siapa bilang aku marah sama kamu. Aku tu buru buru mau jemput seseorang di bandara sekalian ajak joy dan cia jalan jalan. Apa itu salah" ucap dalvin tersenyum tipis melirik keyla.


Keyla menghela nafas panjang, ia menahan emosi nya mengerutkan gigi nya dengan meutar mutar mutar mulut nya menatap tajam dalvin yang lagi fokus mengemudi.


" awas kamu ya dalvin" batin keyla. Ia semakin mengerutkan bibir nha dengan wajah mulai memerah menatap tajam dalvin dari belakang.


" maa kenapa tadi mama lari lari, apa joy salah" ucap joy menarik ujung tangan keyla.


" heh.. kamu ...?" Teriak keyla mendorong dorong pundak dalvin.


Tanpa perduliin keyla yang tak mau memanggil nama nya ia masih tetap fokus pada jalan di depan nya menuju ke bandara.  Ia ingin menjeput seseorang yang mungkin keyla dan dalvin kenal.


" apa kamu gak punya telinga" ucap keyla terus mengganggu dalvin. Ia terus menarik narik bahu dalvin hingga kembuat nya tak fokus mengemudi.


" apa kamu gila" ucap dalvin mencova mengendalikan mobil nya.


" lagian siapa suruh kami diam saja, pjnya mulut tu di buka di jawab pertanyaan ku. Lagian punya telinga tapi pura pura tuli" ucap keyla tanpa memandang dalvin.


Dalvin mengehela nafas panjang ia mencoba untuk tenang agar tidak terbawa emosi. Lagian di depan ke dua anak keyla. Di lihat anak kecil tidak baik untuk saling bertengkar atau menghina.


" lebih baik kamu diam gak usah banyak bicara atau ganggu aku lagi, jika kamu mau selamat" ucap dalvin melirik ke arah keyla di belakang nya.


Keyla terdiam seketika tanpa mengganggu dalvin keyla bermain dengan ke dua anak nya. Ia tak perdulikan dalvin yang terus mengomel di depan.Ia terus bercanda tertawa bersama di dalam mobil membuat telinga dalvin merasa sangat risih dengan candaan dan tawa keyla mengganggu ia yang sedang fokus mengemudi mobil.


" suara kamu sangat jelek bikin telinga ku bising" ucap dalvin.


" emang kenapa. Lagian kalau gak mau terganggu gak usah di dengar tutup telingamu rapat rapat" Ucap keyla tersenyum tipis dengan bibir kiri sedikit terangkat ke atas.


Tanpa perdulikan dalvin yang terus ngomel. Ia melanjutkan bercanda nya dengan joy dan cia. Kini suara nya semakin keras dan tawa nya hingga terbahak bahak.


" apa kamu gak bisa diam" teriak dalvin. Sontak membuat joy, cua dan keyla terdiam seketika.


" jika aku gak bisa bagaimana" ucap keyla bersandar ke tempat duduk dalvin di depan nya.


Dalvin menhela nafas ia sudah tak perduli lagi terserah keyla mau gimana. " percuma juga bicara sama nenek lampir ini" ucap dalvin mengigit bibir bawah nya untuk berfikir sejenak.


" terserah kamu" ucap dalvin pasrah dengan apa yang di lakukan keyla ia sudah tidak perduli . Tak lama dalvin sampai bandara ia segera turun meninggal cia dan joy serta keyla tetap di dalam mobil.


" kalian di sini aku mau cari seseorang" ucap dalvin dari balik kaca. Tanpa menunggu jawaban keyla dalvin berlari masuk mencari sosok yang akan ia temui nanti nya.


Ia terus berlari mengelilingi bandara namun belum menemukannya. " di mana dia kenapa lama sekali" ucap dalvin berhenti sejenak ia memutar badan melihat sekeliling nya.


Tak lama sosol wanita datang menggertak dia dari belakang. Wanita itu menyentuh pundak dalvin. " hai..." ucap wanita itu


Dalvin sontak menoleh ke belakang ia melihat wanita itu dan langsung memeluk erat. Karena lama tidak pernah bertemu ia memeluk erat tubuh nya.


" udah udah, jika ada yang tahu nanti dia marah bagaimana" ucap wanita itu.


Dalvin terhenti sejenak wajah yang tersenyum merekah. Berubah jadi perasaan tegang. Ia melihat keyla di belakang wanita itu meski agak jauh dari tempat nya.


Keyla terdiam dan tersenyum sejenak menatap mereka. Tanpa medekati dalvin dan wanita itu keyla beranjak pergi dari bandara itu menuju ke mobil nya.