
"Apa kamu bertemu dengan ian tadi"
Suara begitu familiar di telinganya membuat keyla terbangun dari lamunan nya. Ia sontak menoleh ke belakang menatap dalvin berdiri di depan pintu kamar nya.
" kamu, ada apa ke sini" ucap keyla dengan nada jutek nya tanpa mentap dalvin.
Dalvin berjalan mendekati keyla yang masih duduk di ranjang nya. Ia terlihat muram entah apa yang mengganggu pikiran nya yang membuat dia hanya dududk terdiam menyendiri di kamar. Dalvin tersenyum tipis berjalan menuju keyla. Ia tahu apa yang di pikirkan keyla.
" aku sebenarnya tidak mau ikut campur dengan hubunganmu dan ian, tapi tadi bingung tadi kamu nangis nangis cari alvin sekarang melihat ian kamu dia seperti patung jika berdiri di depan nya. Apa jiy dan cia tahu kalau kamu masih menyukai ian . Kasihan mereka jika memang kamu masih berharap dengan alvin aku yakin dia juga masih hidup karena keyakinanmu akan membuat dia semangat untuk hidup di manapun dia berada. Apa jadi nya jika alvin pulang melihat kamu mencintai orang lain selain dia. Dan bagaimana jika joy dan cia tahu kamu tidak mencintai papa mereka. Pikirkan tegas gimana hubungan kamu selanjut nya jangan plin plan mengenai perasaanmu" ucap dalvin. Sontak membuat keyla mendongakkan kepalanya menatap dalvin yang sudah duduk di samping nya.
Mendengar ucapan dalvin, keyla terdiam seketika. Ia menimang nimang apa yang di katakan dalvin memang ada benar nya juga. Hati nya tidak boleh goyah hanya karena cinta masa lalu yang tidak pernah kesampaian menuju pelaminan. " ingat key kamu tidak boleh mencintai ian lagi.. tidak boleh" batin keyla.
Dalvin memegang ke dua bahu keyla yang nampak terdiam melamun " lebih baik kamu pikirkan matang matang bagaimana kelanjutan kamu dengan ian dan keluarga kecil nantinya. Jangan sampai kamu salah memilih" ucap dalvin beranjak berdidi. Ia melangkahkan kaki nya pergi dari kamar keyla.
Keyla masih terdiam sendiri ia masih terus mengingat perkataan dalvin yang membuat hati nya semakin yakin dengan kelanjutan hubungan nya dengan ian bagaimana nanti nya. Ia tidak mau seperti ini terus hidup dalam kevundahan yang msmbuat ia tersiksa. Di tengah lamunan nya tiba tiba ia teringat kotak kecil di balut pita yang ia temukan di pintu arah keluar ke balkon kamar nya tadi.
Ia segera mengambil kotak itu di laci, membuka perlahan kotak itu.
" maa ada seseorang memberi mama hadiah di kamar mama" ucap cia berlari mendekati mama nya.
" hadiah apa, dari siapa sayang" ucap keyla membelai lembit anaknya.
" udah mama ikut aku, lihat saja sendiri nanti" ucap jolocia menarik tangan keyla keluar daei kamar nya.
Ia menajuhkan kitak kecil itu di bawah. Dan berjalan mengikuti jolicia pergi.
" lihat maa" ucap cia polos .
Terlihat begitu banyak kado di kamar nya mulai dari kado kecil sampai paling besar. Dengan berbagai macam gambar kertas kado . Ia padahal tidak punya teman di sini selain para pegawai nya dan siska yang terkadang liburan ke Paris. Entah dia sudah kirim kado ke rumah keyla apa belum .
Keyla nampak terkejut dengan semua kado itu. Dia tidak menyangka anaknya membuat kejutan seperti itu.
" makasih sayang ya, pasti kalian ya yang kasih kejutan ini ke mama" ucap keyla memeluk ke dua anak nya.
" om dalvin yang membuat semua kejutan ini, meski kadang kalian bertengkar tapi om dalvin itu baik ma" ucap cia menarik tangan keyla menuju dalvin yang duduk di samping ratusan kado yang menumpuk di kamar nya.
Dalvin dan keyla saling menatap, joy naik ke ranjang menarik tangan keyla dan dalvin . Ia menyatukan tangan mereka, " mama cocok dengan om dalvin" ucap joy sontak membuat dalvin dan keyla terkejut.
Mereka melepas pegangan tangan nya dan mengusap tangan bekas itu dengan baju mereka masing masing.
" jangan menyentuhku" ucap keyla melotot tajam pada dalvin.
" siapa juga yang menyuntuh mu bukanya kamu sendiri yang suka ya" ucap dalvin tersenyum tipis menatap keyla.
" mama gak boleh gitu sama om dalvin, padahal dia baik benget siapin ini semua untuk mama" ucap jolicia memegang tangan kanan keyla.
" oya hari ini aku mau ajak kalian pergi sebelum aku pergi dari Paris, aku mau balik lagi ke London" ucap dalvin duduk jongkok memegang pundak joy dan cia.
" kenapa papa pergi apa mama keyla jahat sama om" ucap joy memeluk tubuh dalvin.
" om jangan pergi" ucap joy yang mulai menangis.
" om pergi karena ada urusan di London, nanti kalau sudah selasai om akan jenguk joy" ucap dalvin .
Suasana yang tadinya sengat gembira berubah jadi kesedihan joy dan cia merasa akan kehilangan sosok pengganyi papa nya lagi. Selama dalvin Tinggal di rumah nya membuat ke dua anak keyla itu seperti mempunyai kasih sayang seorang papa.
" kalau mau pergi , ya pergi saja" ucap keyla jutek wajah nya terlihat sangat datar. Dengan melipat ke dua tangan nya di perut.
tanpa perdulikan keyla dalvin bawa joy dan cia keluar dari kamar nya. Mereka bergegas untuk bersiap jalan jalan.
Keyla merasa dirinya tidak di anggap perlahan keyla berjalan menuju dalvin dan ke dua anak nya.
" apa kalian hanya pergi bertiga" ucap keyla lirih. Ia terlihat sangat malu bertanya itu pada dalvin.
" iya, lagian sama siapa lagi" ucap dalvin tanpa menatap keyla di depan nya.
" joy apa kamu tidak mau ajak mama kamu ini" ucap keyla menarik pelan tangan joy.
" kalau mama mau bisa ikut jalan jalan dengan kita, setelah itu kita buka kado sama sama" ucap joy menarik tangan keyla masuk ke dalam kamar nya.
Dalvin hanya terdiam tersenyum tipis melirik keyla.
" mama cepat ganti baju, dan bersiap pergi kita tunggu mama di bawah jangan lama lama" ucap joy berlari turun menuju mobil nya
Ddi dalam mobil sudah ada cia dan dalvin mereka masih terlihat menunggu keyla.
Tak lama keyla berlari terburu buru masuk ke dalam mobil.
" udah ayo jalan" ucep keyla menepuk pundak dalvin.
" emang aku supir kamu?" Ucap dalvin melirik ke arah keyla di samping nya.
" sudah jangan banyak bicara cepat jalan" ucap keyla ia terlihat sangat jutek.
" baiklah, " ucap dalvin ia segera menjalankan mobilnya keluar dari rumah keyla menuju tempat yang akan ia tuju.
Ia kali ini dalvin ingin membawa mereka jalan jalan, meski hanya satu hari, ia ingin menimkltai hari bersama joy dan cia sebelum ia pergi.
Setiap perjalanan suasana hening dalam perjalanan membuat dalvin merasa bosan. Keyla nampak dia dan masih cemberut. Cia dan joy ketiduran di belakang. Keyla dan dalvin nampak canggung saling menyapa atau saling bicara satu sama lain.