My First Love

My First Love
Suasana Mencengkam



Keyla berlari menghampiri dalvin yang masih berdiri di depan pintu menatap sekeliling taman. Ia menyipitkan mata mencoba melihat ada yang mencurigakan lagi atau tidak di sekitar rumah keyla itu.


" apa yang terjadi?" Tanya keyla memegang tangan dalvin ia memutar matanya melihat sekeliling taman rumah yang begitu luas itu.


" tidak apa, kamu tidak usah khawatir lagi. Sekarang kamu masuk temani joy dan cia jangan tinggalkan dia sendiri di dalam" ucap dalvin memegang ke dua bahu keyla untuk menenangkan suasana takut keyla yang semakin menjadi. Wajahnya nampak gemetar seketika.


Dalvin menyentuh ke dua pipi keyla mendongakkan kepalanya yang terus menunduk ketakutan. " keyla tatap wajahku, sekarang ada aku disini kamu jangan khawatir. Kedua anak kamu pasti tidak akan terjadi apa apa. Yakinlah padaku" suara berat lembut dalvin membuat keyla menatap mata dalvin di depannya sangat jelas. Matanya mulai berbinar sektika, hatinya nampak tenang berada di sisi dalvin, rasa takut yang melintas solah hilang bersama hebusan angin sepoi sepoi yang menghampirinya.


Dalvin hanya tersenyum perlahan melepaskan tangan nya dari ke dua pipi keyla. " terima kasih" ucap keyla memegang tangan dalvin, tersenyum tepaksa meski raut wajahnya nampak takut akan terjadi apa apa pada alvin dan ke dua anaknya. Fikirannya mulai tak menentu tatapan mata takut itu mulai muncul.


Dalvin memegang erat tangan dalvin menganggukkan kepala melempar senyum manis pada keyla. Memberi kode padanya agar tetap tenang menghadapi semua.


Keyla melepaskan tangan dalvin bergegas masuk ke dalam kamar ke dua anaknya itu dengan langkah terburu buru.


Dan dalvin masih terdiam entah apa yang masih ia tunggu. Ia berjalan mondar mandir di depan pintu rumah keyla. Dengan wajah yang nampak cemas, ia terus memasukan ke dua tangannya ke saku berjalan mondar mandir menatap sekeliling taman.


Tak lama beberapa Bodyguard dalvin datang dengan pakaian hitam lengkap dengan celana hitam dan jas hitam membalut seluruh tubuhnya. Tubuhnya tak sekekar para pentinju dengan tubuh penuh otot besar namun kekuatan fisik dari para Bodyguard dalvin lebih berkelas dari pada sorang petinju.


Bahkan mereka semua ahli dalam penembak jitu. Tak segan segan menghabisi musuhnya dengan sekali tembakan saja.tatapan mereka nampak dingin tanpa ekspresi sama sekali di wajah mereka.


" kalian jaga di setiap sudut rumah ini, jika ada hal mencurigakan tembak saja dia atau kurung mereka dan jadikan saksi pada polisi saat sidang nanti. Tapi jika dia terus menolak bunuh saja. Aku tidak mau membebani orang orang seperti mereka" ucap dalvin lirih tepat di telinga para bodyguard nya.


Tak lama suara ponsel berbunyi dari dalam saku dalvin. Ia segera mengambil ponsel itu, " elana!! Ada apa dia telfon??" Batin dalvin memandang ponselnya. Ia bergegas mengangkat telfon dari elana.


------------------000--------------


" ada apa?"


" dalvin ada sesuatu yang mencurigakan aku lihat dari internet jika ayah kamu diam diam kabur dari dalam penjara dan sekarang di masih dalam pencarian pihak polisi. Kamu lebih berhati hati lagi. Dan termasuk keyla dan ke dua anaknya jaga mereka" ucap elana daei balik telfon itu dengan tangan memainkan laptop nya.


" gimana dengan kakakku?" Ucap dalvin wajahnya nampak serius dan mulai menegang seketika.


"Dia sekarang sudahingin berubah, karena ingin kembali padaku. Tapi aku masih belum yakin dia sekarang masih mendekam dalam penjara dengan rasa bersalah yang selalu menghantuinya". Ucap elana


" apa benar yang kamu bilang, berarti orang yang diam diam mengintai joy dan cia tadi suruhan ayah aku" ucap dalvin wajahnya nampak terlihat sangat marah bercampur rasa terkejut matanya seakan melebar dengan kelopak mata terangkat ke atas.


" mungkin, dan dari penyelidikan polisi dia ada di sini dan sepertinya dia lagi menyamar untuk masuk ke dalam rumah keyla dengan mudah. Sekarang kamu sembunyikan joy dan cia bawa dia kesini aku akan segera membawa dia pergi ke sydney" ucap elana berjalan mondar mandir menatap pemandangan di luar kaca kamarnya yang terasa sangat indah.


" baiklah makasih kamu terus cari informasi tentang ayah aku. Dan aku akan lebih hati hari lagi di sini. Sekarang aku coba lihat keadaan keyla dulu bersama ke dua anak nya" ucap dalvin finish menutup telfonya seketika memasukan ponsel di gengamanya itu ke dalam saku celana nya.


-------------------


Sepertinya suasana semakin rumit dan berbahaya bagi keyla dan anaknya. Apalagi ayah nya terlihat sangat ambisius ingin menguasai semua hartanya. Entah kenapa matanya buta karena harta. Tidak usah ingin menguasai dengan senang hati dalvin akan memeberikan semuanya pada ayahnya.


Dalvin bergegas masuk ke dalam rumah, menemui keyla dan ke dua anaknya dengan langkah terburu buru menaiki tangga langkah demi langkah suara hentakan kaki yang terdengar keras sampai ke dalam kamar keyla.


" key!! Aku mau pergi dulu kamu hati2 di sini suasana semakin mencengkam, aku akan bawa joy dan cia pergi ke tempat yang lebih aman dari sini Percaya padaku" ucap dalvin berlari menghampiri keyla dengan nafas ternega enga.


" apa kamu bisa di percaya" ucap keyla memeluk erat ke dua anaknya.


" yakinlah percaya padaku, aku akan bawa ke tempat tidak ada yang tahu. Nanti biar teman wanita ku kemarin yang merawat dia" ucap dalvin memegang ke dua tangan anak keyla.


Keyla nampak terdiam sejenak mtanya berputar menimamang nimang tawaran dalvin. Perasaan ragu di hatinya timbul, membuat ia tidak rela melepaskan ke dua anaknya itu. Namun demi keselamatan mereka keyla rela melakukan yang terbaik.


" baiklah aku percaya, jika kamu bohong aku tidak akan segan segan membunuhmu juga" ucap keyla dengan tatapan tajam. Wajahnya nampak khawatir dengan keselamatan joy dan cia.


" jika kamu sampai di tempat telfon aku" ucap keyla .


Dalvin segera menggendong ke dua anak keyla berjalan dengan langkah cepatnya masuk ke dalam mobil dengan para ajudannya.


" kamu jaga diri untuk sementara para bodyguard ini akan menjaga kamu?" Ucap dalvi menutup perlahan pintu mobilnya.


Keyla sebenarnya masih nampak ragu, pikiran cemas khawatir menghantuinya. Suasana yang dulu bahagia berubah seketika menjadi suasana yang sangat mencengkam.


Dulu keyla merasa hidup nyaman dengan ke dua anaknya tanpa ada yang mengganggu sekarang semua berubah.


Keyla terus memandang mobil yang sudah melesat jauh dari rumahnya. Ia mencoba tersenyum tipis dan mulai masuk ke dalam rumahnya.


Ia melemparkan badannya duduk di sofa putih depan tv. Dengan mengangkat ke dua tanganya ke atas terlentang menyandarkan kepalanya ke sofa.


Ia mengehela nafas lega, " semoga mereka sampai dengan selamat, jika terjadi apa apa pada ke dua anakku aku tidak akan segan segan membunuh dalvin" ucap keyla menatap atap langit rumahnya.


" maaf miss di depan ada tamu, apa misa mau menemuinya sekarang" ucap pelayang berdiri di smaoing keyla.


" siapa dia?" Ucap keyla duduk tegap menatap pelayannya.


" seorang wanita dengan pria membawa seorang bayi yang masih kecil" ucap pelayan  menundukkan kepalanya depan keyla.


" bentar aku lihat dulu, kamu pergi ke belakang persiapkan makanan" ucap keyla bergegas pergi mengintip di balik jendela kaca berselambu putih mitif itu.


" siska??" Kelopak mata keyla terangkat ke atas dengan tatapan terkejut. Ia bergegas membuka pintu dan menarik tangan siska dan dalvin masuk ke dalam rumah.


" ada apa key??. Kenapa kamu nampak sangat khawatir" ucap siska melihat sekeliling rumahnya.


" kalian masuk saja ke dalam aku akan cerita semua pada kalian" ucap keyla yang masih mengintip lagi suasana di kuar di balik jendela kaca.


Suasana terlihat sangat aman para bodyguard masih berjaga duduk santai di luar. Keyla bergegas masuk menemui siska dan rayan gang sudah duduk gelisah di sofa.