My First Love

My First Love
62 Mika



Alvin kini berada di meja makan dan duduk berhadapan dengan istri nya. alvin merasa ada yang kurang saat ini, mata nya berusaha untuk mencari keberadaan bi ina dan bi sum. lalu menatap sang istri.


"yang.. bi ina sama bi sum kemana?", tanya alvin sambil menunggu sarapan yang masih di tata dalam piring untuk sang suami.


"oh ke pasar yang, ada apa?", jawab dian lalu bertanya


"gak yang, biasanya kan sarapan bareng bibi", lalu mengulas senyum menghiasi pipi sang suami.


"bentar lagi juga pasti pulang yang, silahkan di makan yang", kata dian sambil tersenyum pada sang suami.


pagi ini kedua insan yang berstatus suami istri itu masih sama-sama menikmati makanan nya masing-masing, yang terdengar hanyalah dentuman piring dan sendok yang saling beradu.


setelah sarapan pagi, keduanya jalan beriringan menuju kamar utama rumah besar nan megah yang kini mereka tempati bersama, tak lain rumah milik almarhum kedua orang tua dian.


"yang apa kamu gak ngantor hari ini?", dian bertanya pada suami nya.


"yah ngantorlah sayang, masa enggak. tapi kali ini ngantor nya di kantor mu yang", sambil mengulum senyuman nya yang manis.


"kog gitu yang? kenapa gak ke kantor kamu aja? emang gak ada kerjaan yah? ato gimana?", dian masih bertanya bingung.


"hem emang gak boleh yang? hem?", alvin bertanya sambil menaikan kedua alis nya


"ah bukan gitu sih, tapi...", dian menggantung pembicaraan nya sebab alvin menghujani nya dengan sejuta ci*man di bibir sang istri hingga kedu nya kehabisan nafas lalu dian dengan wajah merah merona nya memeluk pinggul sang suami menyembunyikan wajah nya yang kini sudah menjadi seperti kepiting rebus.


alvin hanya tersenyum sambil mengelus lembut rambut panjang sang istri menghirup aroma vanila dari rambut milik nya.


kedua nya kini berada di dalam mobil yang sama sambil menggenggam tangan dian sesekali mengecup punggung tangan mulus itu dan kembali fokus untuk menyetir.


alvin sengaja tak membiarkan sopir untuk mengemudi, karena kali ini ia ingin menghabiskan waktu nya meski hanya sehari bersama sang istri tercinta.


mobil yang kedua nya tumpangi kini berada di halaman kantor megah milik dian, yah meski kantor warisan sang ayah dian tidak sebesar dan semegah kantor sang suami.


kedua nya turun dari mobil dan memberikan kunci pada satpam agar memarkirkan mobil di garasi kantor.


kedua insan yang berjalan beriringan itu sangatlah serasi sekali, tuhan memang menciptakan kedua nya untuk bersama dan saling mengasihi.


semua mata tertuju pada kedua insan itu sambil menyapa kedua nya. jika dian menjawab dengan senyuman, tidak dengan alvin, ia hanya fokus menatap kedepan sambil merangkul pinggul sang istri dan tanpa memperdulikan para pegawai kantor dian yang menyapa kedua nya.


hingga kini kedua nya berada di dalam lift yang akan menghantar kedua nya ke lantai 28 gedung ini. gedung ini memiliki 30 lantai dan lantai ke 28 adalah kantor yang dian tempati.


"selamat pagi pak, bu", sapa wanita muda yang umur nya masih 25 tahunan itu.


"selamat pagi, apa kami sekertaris pribadi saya?", dian bertanya pada gadis yang berada di depan nya yang hanya di batasi dengan sebuah meja kerja milik gadis muda itu.


"oh baiklah, sipa nama mu?", dian bertanya lagi.


"saya mika bu", jawab gadis yang menjadi sekertaris nya itu.


"baiklah mika, apa kamu sudah berpengalan kerja di bidang mu dan berapa lama?", dian mengajukan pertanyaan lagi, bukan nya dian tidak menyukai sekertaris nya ini, tetapi dian hanya ingin mengetahui kinerja pegawai nya, sebenar nya dian bisa menghubungi bagian HRD atau bisa mencaritau sendiri tanpa bertanya pada sekertaris nya itu. tetapi dian haya ingin lebih akrab dengan nya. dian bagga dengan umur yang masih sangatlah mudah itu sudah bisa lolos bekerja di perusahan dengan menjadi seorang sekertaris. bukan kah itu bagus??


yah tentu saja baguskn? hehehe


gadis itupun menjawab nya tanpa menyembunyikan apapun dari sang atasan


"saya lulus kuliah saat umur 20 tahun bu, dan sebelum nya saya bekerja di PT king grup di korea selama 4 tahun sebagai seorang sekertaris, tetapi saya memilih untuk kembali ke indonesia dan sempat menganggur selama 6 bulan karena sulit mendapatkan pekerjaan, hingga akhir nya saya di hubungi oleh PT Q for melakukan wawancara dan langsung bekerja",


dian hanya ber ooh ria sambil mengangukan kepala nya pelan dan menatap gadis di depan nya.


^^^"seperti nya gadis ini pintar dan memang berpengalaman, di umur 20 tahun aja udah lulus kuliah, wahh hebat banget. apa kabar aku yang lulus saat umur 22 tahun. sebenar nya aku pengen winda yang menjadi sekertaris ku, tapi.... biarlah gadis ini, aku menyukai nya, dia hampir seumuran dengan ku", batin dian bermonolog. hingga alvin yang sedari tadi hay mengamati perbincangan antara kedua nya mengeluarkan suara ^^^


"apa sudah selesai sayang?", dian yang menyadari keberadaan suami nya tersenyum pada sang suami.


"baiklah mika, silahkan bekerja yah, saya masuk dulu, nanti saya hubungi jika ada yang saya butuhkan dan tolong agenda nya di bawah ke ruangan saya", kata dian lalu berbalik saat mika menjawab nya dengan anggukan


sesampai nya di dalam ruangan, dian terpesona dengan tata ruang yang ia tempati sebagai kantor nya. design dan interior nya sangat indah, tidak seperti kemarin kemarin..


"apa kamu suka?", suara alvin lagi-lagi menyadari nya dari kekaguman akan ruangan kerja nya.


"aku sangat menyukai nya yang, ap kamu yang menyulap ruangan ku dalam sehari?", dian mencurigai suami nyalah yang mempunyai ide dengan tata ruang yang ia tempati.


"ia sayang ku", sambil berjalan mendekati sang istri lalu merangkul nya dari belakang, seketika dian merinding akan perlakuan sang suami. memang alvin sering melakukan hal yang romantis namun dian masih saja merasa caggung, bagaimana tidak? dian masih suci sampai detik ini, dengan umur pernikahan yang memasuki 7 bulan. alvin sangat menghormati keputusan sang istri, alvin tidak mau memaksa jika dian memang belum siap untuk hal lain yang lebih. wajarkan jika selama 7 bulan dian masih saja suci alias belum gol yah hehehe, pernikahan nya yang sedari awal sudah memiliki masalah yg entah apa lah antara kedua nya. hingga alvin sibuk mengurus warisan peninggalan sang ayah mertua nya kembali ke tangan dian..


alhasil kini dian menjadi pimpinan di PT Q for milik keluarga nya. dan itu merupakan surprice dari alvin untuk dian, mungkin dengan begitu dian makin mencintai alvin kali yah gaes 😁


hanya alvin yang tau.


.


.


.


halo gaess terimakasih masih menunggu up terbaru dArii author.


author minta maaf yah, terlalu lama up nya. mohon maaf yang sedalam dalam nya, author sangat sibuk 1 bulan terakhir iniπŸ™πŸ™ terimakasih. mohon dukungan nya. πŸ˜‡πŸ§‘