My First Love

My First Love
Teman baru



Tak lama semua barang Alana datang dan sudah di turunkan oleh joy dan sopirnya. Semua baju bekas dan buku-buku bekas dia yang sudah ia hafal dan gak penting lagi baginya. Karena ia sudah hafal smeuanya. Ia memilih membagikan semuanya pada orang gak mampu.


"Joy kamu buka semuanya ya, kita kumpulin jadi satu sama buku yang lainnya"ucap Alana.


"Baiklah"jawab Joy.


"Na, sini?" Panggil Adrian.


Alana segera menghampiri Adrian. "Ada apa kak?" Tanya Alana.


"Kamu makan dulu sana, dan ini minuman buwat kamu"ucap Adrian memberikan kotak makanan untuk Alana.


"Makasih kak, tapi aku belum selesai"ucap Alana mengelak.


"Sudah, biar aku sama kakak kamu yang beresin semuanya. Wanita yang lainnya juga sudah makan. Biar kita para laki-laki yang bagian angkat dan bereskan semuanya"ucap Adrian memegang ke dua tangan Alana. "Lagian kamu juga baru saja sembuh dari sakitmu kamu jangan terlalu capek. Dan maaf aku kemarin gak bisa jenguk kamu. Waktu kamu di rumah sakit aku lagi ikut olympiade fisika di luar negeri. Dan baru kemarin malam aku pulang."lanjut Adrian cerita panjang lebar, padahal sih Alana gak tanya soal itu.


"Iya kak, gak apa-apa lagian ada Miko dan kak Joy serta keluargaku yang lainnya sudah jaga aku di rumah sakit."ucap Cia merasa canggung dengan sentuhan tangan Adrian.


"Tuh cowok beraninya sentuh-sentuh tangan Alana. Kurang ajar banget"gerutu Joy, yang menatap tajam ke arah Adrian.


"Maaf kau gak sengaja pegang tangan kamu"ucap Adrian malu, menggaruk kepala belakangnya.


"Gak apa kak, aku makan dulu kalau gitu. Aku minta tolong bantuin kak Joy ya kak"ucap Alana pada Adrian.


"Siap" alana segera pergi bergabung dengan wanita yang lainnya. Semua wanita di sana merasa Alana itu wanita baik yang snagat simpel dan tidak mudah basa-basi gak seperti wanita yang lainnya terlalu banyak bicara. Itu yang membuat semua wanita di sana suka dengannya. Meskipun dia jarang sekali bergaul maupun berbicara pada mereka.


"Na!!" Sapa salah seorang perempuan yang mendekati Alana.


"Iya"hawabnya singkat.


"Itu cowok kaka kamu ya"tabya wanita itu.


"Iya, emangnya kenapa?" Tanya Alana sambil melanjutkan makananya.


"Ganteng dia"ucapnya jujur. "Boleh gak aku kenalan sama dia?" Tanya Wanita itu terus terang.


"Boleh kenalan saja, ku juga gak ngelarang kok. Kamu suka ya dengan kakak aku itu"ucap Alana.


"Kayaknya sih aku mulai tertarik, dia sepertinya baik" ucap Marsha.


"Ya nanti pulang aku akan bilang kakak aku kalau ada wanita yang tertarik padanya"ucap Alana.


"Iya, sekalian ajak dia besok ya bakti sosial di bencana longsor. Aku ingin bisa dekat dengannya besok."ucap Marsha teman dekat Alana saat bakti sosial.


"Baiklah"Alana yang tak menghabisakn makananya itu mulai meletakkan kembali makannya dan beranjak mengambil minuman dan melirik ke arah Joy yang sepertinya sangat kehausan.


"Aku akan beri tahu kakak aku, kamu diam saja di sini Sa"ucap Alana.


Ia mukai berjalan mendekati Adrian dan Joy. "Kak ini minuman buwat kamu"Alana menyodorkan minuman ke arah Joy. Dengan segera Joy mengambilnya. "Oya ini juga makanan buwat kakak, dan sekarang lebih baik kaka duduk di sana. Makan dulu, kasihan kaka lapar entar. Tu keringat juga sudah bercucuran kemana-mana"rayu Alana.


Baru pertama kali sifat Alana berubah tapi saat di luar rumah saja. Di dalam rumah seperti semula. Alana yang pendiam tak banyak bicara, dan benar-benar irit dalam hal bicara.


"Baiklah, ku akan kesana. Kamu juga istirahat dulu jangan terlalu capek"ucap Joy.


"Iya, "jawabnya singkat.


"Dan ini buwat kak Adrian, makasih makananya tadi. Itu masakan kamu sendiri ya?" Tanya Alana.


"Kok kamu tahu jika itu masakan aku" tanya Adrian menghentikan kegiatannya.


"Nebak saja" wajah Alana nampak memerah.


"Tapi enak gak, aku masak banyak kali ini. Dan itu pertama kalinya aku masak banyak. Berharap kalian semua suka dengan masakanku"ucap Adrian.


"Wah.. hebat dong. Aku saja gak bisa masak, kapan-kapan aku boleh kan belajar masak sama kamu"ucap Alana.


"Pasti boleh kok, kapan-kapan kamu chat aku saja kalau ada waktu luang main ke rumahku"ucap Adrian.


"Baiklah, tapi makasih ya kak, tadi ada surat di dalam kotak makanan itu"ucap Alana. Meaki ia tak tahu surat itu isinnya apa. Dan memang sengaja ia tidak membuka surag itu dulu takutnya teman yang lain malah menggoda dia.


"Iya, tapi jangan baca di sini ya, baca di rumah."ucap Adrian.


"Baik kak"ucap Alana.


Joy yang menatap mereka dari jauh merasa aneh, kenapa dia bisa sedekat itu. Apa dia benar pacaran seperti yang aku pikirkan tadi, gumam Joy yang mulai nenyantap makanannya.


"Hai.."sapa seorang wanita yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


"Hai juga, siapa ya?" Tanya Joy mengerutkan keningnya.


"Aku marsha teman Alana, kamu Joy kak kaka Alana"ucap Marsha mengurlurkan tangan ke arah Joy.


"Iya, kamu tahu namaku dari Alana"jawab Joy. Ia merasa sangat aneh pada sosok wanita di sampingnya itu. Apalagi Joy tidak begitu suka wanita yang kegenitan mendekatinya.


"Boleh kan aku temani kamu makan di sini" Ucap Marsha.


Joy menatap ke arah Marsha dengan senyum terpaksa, ia hanya menganggukan kepalanya dan mulai melanjutkan makanya lagi. Namun pandangnnya masih tertuju pada Alana dam Adrian.


"Eh.. kamu kenal dia juga"tanya Joy menunjuk ke arah Adrian.


"Oh kak Adrian. Iya aku kenal"ucap Marsha.


"Apa dia suka dengan Alana?" Tanya Joy.


"Wah kalau soal itu semua anak di sini sudah tahu, meski kak Adrian dan Alana tak pernah mengungkapkan perasaan tapi dari cara mereka ngobrol dan bicara sangat akrab. Bahkan mereka juga saling perhatian. Kak Adrian memang sepertinya suka dengan Alana. Tapi mereka sih tidak pacaran"ucap Marsha menjelaskan.


"Oo..jadi pasti ini alasan Alana kesini"Batin Joy.


"Apa Alana juga sudah lama kesini?" Tanya Joy.


"Sudah hampir 1 tahun, dan mereka yang mendirikan oraganisasi ini. Dan katanya sih Alana kenal dengan Adrian sudah lama saat mereka sama-sama  ikut Olympiade di Jerman" jawab Marsha. Sekaan tahu detail tentang mereka. Tapi hanya tahu dari desas desus anak-anak. Bukan dari mulut mereka berdua.


"Apa Adrian itu sudah punya pacar sebelumnya"tanya Joy semakin penasan.


"Belum pernah, katanya ya dia sama Alana itu sama-sama kutu buku bahkan sama-sama tidak pernah pacaran" jawabnya


Joy terdiam sejenak. "Oo.. makanya Alana rajin banget kesini, jadi ini alasan dia. Tapi kalau memang dia suka Adrian sih, dia lebih baik dari pada Miko. Dia lebih pintar sepertinya. Bahkan juga tidak pernah pacaran seperti playboy itu"gumam Joy dalam hatinya.