
Sedangkan dian masih saja berdiam diri di dalam kamar mandi, tidak melakukan apapun sambil memandangi pantulan wajah nya di depan cermin yang besar sambil mengatup mata dan mendekapkan kedua tangan nya sambil berdoa
"Terimakasih Tuhan, semoga suami ku benar-benar akan berubah kali ini, setidak nya dia masih bisa menerima ku dengan tulus seperti aku menerima dan mencintai nya", gumam dian lalu melakukan ritual mandi nya.
harum shampo ber aroma vanilla dari dalam kamar mandi yang tercium samar-samar oleh alvin seakan menghipnotis nya saat ini, sesaat fantasi liar nya mulai tergoyah.
"akhhh aku gila kali ini? ada apa dengan ku?", gumam alvin saat menyadari apa yang ia pikir kan sambil mengacak-acak rambut nya frustasi.
setelah beberapa menit, akhir nya dian keluar dari kamar mandi, sebelum nya dian telah menyiapkan air hangat untuk sang suami dengan menuangkan aroma theraphy pada bath up.
"apa sudah selesai sayang?", tanya alvin pada dian yang keluar dari dalam kamar mandi sambil mendekatkan diri nya pada sang istri. entah kenapa alvin bisa berubah saat ini, hanya ia yang tau.
"ia sayang", jawab dian sambil tersenyum simpul dan memamerkan wajah merona nya juga menurut alvin itu hal yang makin gemas.
siapa sangka alvin mendaratkan ciuman pertama nya pada kening dian hingga mengagetkan nya dan menambah wajah merah merona nya seperti akan terbakar saat ini. alvin tersenyum sambil mengacakan rambut sang istri dan berlalu meninggalkan dian yang masih betag dengan wajah kepiting rebus nya.
jantung alvin berpacu sangat cepat seakan mau copot dari tempat nya, begitu pula dengan dian.
"ahhhhh dia makin gemes aja", gumam alvin sambil memeluk dada nya dan melakukan ritual renndaman dalam bath up yang telah disiapkan sang istri dengan air hangat.
"lucu yah aku? tadi nya ingin mengerjai nya sampai ia kapok, eh malah aku yang duluan menguburi rencana ku sebelum waktu nya, kenapa juga aku cepat sekali jatuh cinta pada nya, apa karena setiap hari ia berada bersama ku? ahh aku mulai mencintai diri nya?? apa iaa??", alvin bertanya pada diri nya sendiri sambil tersenyum di dalam bath up seperti remaja yang baru saja mengenal cinta.
tak terasa 2 jam telah berlalu didalam kamar mandi, dian yang merasa khawatir dengan suami nya yang tidak terbiasa dengan ritual mandi dengan waktu lebih dari 30 menit itu hanya bisa bermondar mandir di depan kamar mandi.
dian akhir nya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi hingga 5 menit kemudian akhir nya alvin tersadar dari tidur nya. alvin ternyata tertidur didalam bath up selama 2 jam itu.
"sayang... yang.. sayang... vin.. allvin, sayang kamu gak kenapa-kenapakan? tolong jawab dong yang, hiks..hikss..hiksss kenapa semua yang aku sayang pergi meninggalkan ku sendiri hiks..hikss..hikss", dian memanggil sang suami smabil menangis terisak-isak dan menggedor pintu kamar mandi berkali-kali.
alvin mendengar setiap kata-kata yang dian khawatirkan, alvin tersentuh dengan setiap kata yang dian keluarkan dalam tangis kersesahan hingga akhir nya alvin menyudahi ritual mandi nya dan melilitkan handuk pada pinggul lalu keluar dari kamar mandi mendapatkan sang istri yang terlihat rapuh dan segera merangkul sang istri.
"maaf, maaf, maaf sayang, cup,cup,cup", alvin merasa bersalah dan mengecup berkali-kali pada pucuk kepala sang istri.
Dian memeluk sang suami dengan erat
"kenapa lama? aku takut, aku gak mau kehilangan berkali-kali yang, aku takut", kata dian
"ia sayang, ia maaf yah, tadi aku ketiduran si bath up, aku janji gak akan mengulangi nya lagi yang, maaf yah sayang", kata alvin sambil menepuk punggung nya dan mengelus rambut sang istri
Alvin menggendong sang istri dan menidurkan nya di atas tempat tidur lalu menutupi tubuh nya dengan selimut.
"kenapa aku tidur yang? apa gak jadi ke rumah ayah dan ibu ku sayang?", dian bertanya pada sang suami sambil mengerutkan dahi nya merasa heran dengan sikap sang suami.
"hemmm apa kamu baik-baik saja sayang?", alvin bertanya pada dian yang masih terlihat bingung.
"aku baik-baik aja yang", jawab dian
"baiklah, aku ganti baju dulu", kata alvin sambil menuju ruangan ganti.
dian yang masih menunggu alvin keluar dari ruangan ganti penasaran dengan panggilan telephone yang masih saja berdering.
"siapa yang telephone yang?", alvin bertanya pada dian.
"tolong di angkat dong yang, mungkin aja penting", kata alvin
"baiklah", jawab dian lalu dengan semangat menggeser tombol hijau di layar handphone.
"halo selamat siang", sapa dian.
"siapa loe? mana pemilik handphone nya?", kata seseorang diseberang telephone.
"maaf dengan siapa saya bicara yah?saya berhak bertanya pada siapapun yang menelfon ke suami saya?", jawab dian sedikit meradang.
alvin yang mendengar percakapan istri nya dengan si penelfone akhir nya keluar dari ruangan ganti.
"siapa yang menelfone sayang?", alvin bertanya pada istri nya yang kini berdiri di dekat jendela kamar sambil memandang keluar.
"entah lah yang, wanita ini menelfone dan berbicara kasar, aneh baget", jawab dian cemberut
"udah, dimatiin aja, mungkin orang gak jelas", jawab alvin sambil menerima handphone android dari tangan sang istri dan menekan tombol berwana merah mengakhiri panggilan telephone. "ini pasti ulah misel lagi, aku yakin, tapi dia bicara apaan yah sama istri ku? liat aja kalau berani nya cari masalah dengan ku", batin alvin mengada-ada.
"Ayo yang kita berangkat sekarang ya", kata alvin sambil menggandeng tangan sang isteri keluar mamar. dian menganggukan kepala nya lalu meraih tas kesayangan nya.
kedua pasangan muda itu memilih untuk menuruni tangga ketimbang berada di dalam lift, alvin dan dian sengaja menuruni tangga karena mungkin ingin lebih lama bergandengan kali yah. hehehe
sedangkan pak albert dan bu shinta sudah sejak 1 jam yang lalu tiba di rumah. sengaja bu shinta dan pak albert tidak memberitahu pada anak lelaki dan menantu kesayangan mereka tengang jadwal pulang nya.
saat berada di lantai satu, dian melihat sang mertua tersenyum pada nya. dian yang benar-benar rindu pada sang mertua akhir nya menuju ruangan keluarga dan menylimi tangan mertua nya.
"pah.. mahh, sejak kapan nyampe nya? kenapa gak di kabarin dulu biar kita jemput ke bandara", omel dian pada kedua mertua nya yang pulang tak mengabari nya.
"mma sama papa sengaja gak kabari kalian, takut nya kalian cape, kan biar cepat dapetin cucu juga buat papa sama mama, ia kan pah?", kata bu shinta
"uhuk uhuk uhukk", alvin terbatuk sambil memegangi tenggorokan nya. dian yaang menyadari dengan keadaan sang suami sontak kaget dan menepuk-nepuk punggung alvin.
"astaga yang, kamu kenapa sih", omel dian pada alvin.
mertua nya yang mendengar percakapan antara dian dan alvin hanya tersenyum-senyum enggan membantu sang anak lelaki nya yang terbatuk-batuk.
"maa.. alvin nya akting batuk tuh, dia malu kali yah", bisik pak albert pada telinga sang istri. dan hanya di angguki bi shinta sambil tersenyum geli melihat tingkah anak nya.
.
.
.
hay guys, jangan lupa like, vote nya yah, maaf upp nya terlambat karena banyak kesibukan. maklumin aja yah.
terimakasiih 😇🙏