
13 tahun kemudian di sebuah desa kecil di ujung Indonesia.
Pagi hari yang sangat cerah, dengan kicauan burung berterbangan di atar rumah. Tepat di rumah seorang keluarga yang hari-harinya hidup dengan kebahagiaan. Bahkan mereka bisa saling mengisi kekurangan satu sama lain. Hingga nyaris di katakan keluarga yang sempurna. Bagaimana tidak sempurna bahkan mereka saja tidak pernah bertengkar satu sama lain.
Keyla selalu bisa mengerti semua pekerjaan suaminya alvin, meski terkadang suamianya sekarang jarang sekali pulang menemuinya dan anak-anaknya. Ya Mungkin bisa di bilang satu bulan sekali dia menemui anak-anaknya yang kini sudah tumbuh dewasa.
Dan kini keluarga keyla memilih menatap di Indonesia. Bukan karena pekerjaan Alvin yang di sana. Semua anaknya dan keluaraganya lebih nyaman di indonesia dengan pemandangan desa yang indah dan udaranya yang sejuk. Bahkan di sana banyak tempat wisata yang bisa ia kunjungi setiap hari, Jika ada waktu luang.
Sudah 10 tahun mereka memutuskan untuk tinggal di Indonesia, ya tepatnya di desa yang pemandangan alamnya sangat indah. Mereka tinggal di bali, dan memutuskan beli rumah di sana untuk satu keluarga.
Sedangkan Alvin suminya lebih memilih untuk tinggal di London menjalankan bisnisnya yang lagi berkembang pesat di sana. Tetapi kini dia semakin sibuk, tak seperti biasanya. Namun itu tak membuat curiga dengan Alvin. Dia percaya jika Alvin suaminya tak akan mungkin selingkuh.
Kini tempat usia Joy dan cia menginjak 16 tahun. Dan mereka bersekolah di sebuah SMA negeri di sana. Bahkan mereka sudah sangat mahir berbahasa indonesia. Begitu mudahnya mereka bergaul dengan teman-temannya.
Dan alena yang lahir saat usianya 2 tahun itu. Sekarang adiknya sudah berusia 14 tahun. Dia sekolah bersama dua kakaknya,
Pasti bingungkan kenapa dia bisa sekolah satu sekolahan padahal usianya berbeda 3 tahun. Dan harusnya ia masih SMP. Karena kecerdasannya, dia masuk dalam sekolah Akselerasi yang bisa mempersingkat sekolahnya.
" Ma aku berangkat sekolah dulu ya" Sapa Cia mencium pipi kanan dan kiri mamanya itu.
" Iya sayang, Oya mana Joy da alana?" Tanya ibunya nampak bingung tak melihat Joy dan alana.
" tuh mereka sudah di mobil sibuk dengan bukunya masih-masing, mereka sama-sama kutu buku tak perdulikan di sekitarnya" Ucap Cia mengernyitkan pundaknya.
" Ya sudah kalian cepat berangkat hati-hati ya" Gumam Mamanya.
Cia tersenyum berlari masuk ke dalam mobilnya yang sudah menunggunya dari tadi.
Joy dan alanan, lelaki dan perempuan itu benar-benar kutu buku bahkan cia sudah ada di dalam mobil saja tak perdulikannya. Bahkan berbincangpun tidak.
" ayo pak berangkat" ucap Cia.
Tak lama perjalanan mereka sampai di depan sekolahan. Cia menoleh ke belakang, melihat adiknya yang sibuk sendiri di belakangnya.
Nih anak lama-lama jadi buku sekalian, dari tadi perjalanan hanya diem aja melototin Bukunya, gumam cia.
Cia menggulung secarik kertas yang dari tadi ia pegang.
" Kalian berdua adik-adik aku yang kutu buku, mau keluar gak" Cia memukul ke dua adiknya bergantian.
" Apaan sih kak" joy terlihat sangat kesal. Ia melotot tajam ke arah Cia. Berbeda dengan adiknya Alana dia lebih suka diam dan beranjak turun tanpa sepatah kata pun. Keluar dari mulutnya.l manisnya.
Alana terus berjalan ringan, ia menutup bukunya dan segera memasuki gerbang sekolahan yang sudah nampak di depannya.
" Ana..!!" Sapa seorang lelaki dengan tubuh lebih tinggi darinya. Bahkan dia juga lebih tua 2 darinya.
Alana menghentikan langkahnya, ia menoleh ke belakang melihat lelaki itu sudah berdiri di belakangnya, dengan napas masih ngos-ngosan. Ia melihat Alana dari jauh dan mencoba mengejarnya.
" Ada apa?" Jawabnya cuek.
Alana gadis cantik yang bisa di bilang sangat cuek, dingin dan sangat kaku. Bahkan dia tak bisa tersenyum sama sekali jika di sekolahan. Di rumah pun juga gitu, sifatnya yang dingin membuat ke dua kakanya geram dengannya. Karena ia tak bisa di ajak ngobrol dan bercanda.
Dalam dunianya hanya membaca dan membaca. Di itaknya sudah terlalu banyak teori yang di pikirkan orang dewasa.