
celo yang saat ini sedang menikmati ice cream yang di beli alfin sangat menikmati setiap tegukan demu tegukan mennilat ice cream rasa strobery itu tak memperdulikan siapa yang mentraktir nya. bagi celo, ice cream adalah segala nya saat ini. alfin hanya tersenyum melihat tingkah laku celo, "apa kami ingin beli sesuatu?", tanya alfin lagi pada bocil itu. "hemmm apa om gak takut duit abis om?", celo malah balik bertanya pada alvin. "hahahah kalo coma beli ice cream, duit om gak bakal abis nak", jawab alvin sambil membelai lembut kepala bocil itu. celo terdiam sejenak sambil memandang wajah alvin, "telnyata om gagah ya", lalu melanjutkan langkah nya sambil menjilat ice cream di tangan nya. alvin mengikuti langkah bocil itu dengan pelan. bocil itu tiba di tempat jualan buah²an lalu berbalik menatap wajah alvin seolah ingin meminta agar di belikan sesuatu lagi. alvin yang mengerti dengan tatapan boca cilik itupun berjongkok di depan nya dan bertanya, "apa ada lagi nak?", "apa celo boleh mibta beli'in itu om, buat mma celo", sambil menunjuk tokoh buah yang ada di dekat nya. "ohhh baiklah nak, ayo!!", alvin menggandeng tangan bocil itu lalu memilih beberapa buah yang di tunjuk celo untuk itu nya, celo tau buah apa saja yang di sukai ibu nya.
sedangkan di rumah sakit, merry yang telah berjuang melawan sakit nya menuju persalinan dan melahir kan bayi perempuan yang sangat cantik jelita, mencari keberadaan anak sulung nya "mas, dimana celo?", tanya mery pada suami nya "astaga, sabar yang, aku cari celo dulu ya", Dani pergi meninggalkan istri nya merry di ruangan perawatan ibu nifas lalu mencari putra sulung nya yang ia tinggalkan di taman. "dimana kamu nak", batin dani mencari keberadaan putra sulung nya. setelah 2 jam lama nya dani mengelilingi rumah sakit besar itu, dani tak menemui sang putra sulung nya. dani bertanya pada para petugas dengan menunjukan foto yang tersimpan di galeri handphone nya namun beberapa mengatakan bahwa tidak melihat bocah itu. ada bebrapa yang mengatakan anak nya ada di taman sekitar 3 jam yang lalu. dani duduk di taman sambil memijat kening nya, dani merasa kening nya sangat berdenyut dan terasa sangat panas di sekitar mata n,a, seakan sebentar lagi pertahanan nya runtuh.
ayah mana yang tak runtuh pertahanan nya memikirkan anank nya entah kemana. "aku memang bo**h banget, diman kamu nak", gumam dani sambil terus memijat kening nya.
sedangkan yang di tunggu dan di cari-cari malah asyk membawa peaper back berisikan baju bayi dan perlengkapan lain nya, dan juga buah-buahan yangtelah di bungkus dalam kerannjang buah dan beberapa roti. satpam yang melihat bocah cilik itu dari kejauhan di rumah sakit langsung menuju keberadaan alvin dan celo. "selamat siang pak," sapa satpam dengan ramah. "selamat siang juga pak, ada apa yah", jawab alvin heran sambil mengerutkan kening nya dan menghentikan langkah kaki nya menjawab sapa pak satpam dan bertanya heran. "maaf pak sebelum nya, jadi gini, tadi ada seorang bapak mencari anak nya, dan bapak itu menunjukan foto adek ini," sambil menunjuk cello yang berada di kukungan tangan nya. alvin mengendong celo sejak turun dari mobil nya. "oh maaf pak, kalau boleh tau, dimana ayah celo?", alvin bertanya pada pak satpam. "entahlah pak, mungkin sudah kembali ke ruangan perawatam istri nya." jawab pak satpam. "nak apa kamu tau dimana ibu mu tadi?" alvin bertanya pada celo. celo menganggukan kepala nya tanpa menjawab lalu alvin berpamitan pada pak satpam. "celo jalan aja om ya", tawar celo pada alvin. "baiklah nak", alvin menurunkan celo dari gendongan nya. celo berjalan menuju ruangan dimana terakhir kali nya ia melihat ibu nya masuk pada ruangan itu. saat ingin menuju ruangan persalinan dimana terahir kali celo melihat ibu nya masuk, seorang bidan senior yang menangani kelahiran ibu celo pun keluar dari ruangan, celo yang menghafal wajah ibu bidan itupun bertanya pada nya, "sustel...", celo memanggil ibu bidan itu dengan sebuta. sustel (suster). ibu bidan yang merasa bahwa diri nya di oanggilpun akhir nya tersenyum di balik masker yang ia kenakan lalu menuju sumber suara. "ada apa nak?", kata bu bidan. "tadi ibu ku dateng ngambilin dede kan? tadi ibu ku udah ngomongkan dengan sustel nya disitu", celo bertanya pada bidan sambil menunjuk pintu masuk yang tadi nya celo ingin menemani ibu nya sambil menangis meraung raung, namun berhasil di rayu oleh sang bidan dan akhir nya celo pun diam dan menyekah air mata nya yang berkelimang di pipih gembul. seketika bidan langsung tersenyum dan mengelus pelan punggung celo, "oh ia, kamu anak yang pinter, ibu kamu udah ngambilin dede tadi di dalem, dede kamu sangat cantik dan mirim seperti kamu nak, sekarang ibu dan dede bayi cantik udah di pindahkan ke ruangan yang lebih bagus dan nyaman," sambil berdiri dan menghadap pada alvin lalu memberitahukan ruangan perawatan nifas ibu cello "saat sudah partus (melahirkan) biasa nya ibu di pindahkan ke ruangan perawatan nifas, kamar nya nomor 12b pak", jelas bu bidan pada alvin. lalu alvin menganggukan kepala nya dan berterimakasih pada bu bidan itu. lalu kedua peria berbeda usia itu jalan beriringan menuju ruangan yang di maksud kan.
sesampainyq di ruangan itu, alvin mengetuk pintu lalu membuka kan handle pintu ruangan perawatan dan mempersilahkan celo untuk masuk terlebih dahulu. celo langsung sergam memeluk ibu nya sambil berteriak-teriak kegirangan "ibuuuuu.....ibu.... ibbuuu", dan berlari kecil menuju ibu nya. merry yang melihat anak nya berlari mengeluarkan suara nya "pelan pelan nak, nanti kamu jatuh loh", "buuu dede nya mana bu???", celo bertanya sambil memeluk ibu nya. "tuh ada disana, kamu jangan bangunin dede yah nak", merry mengingatkan sang buah hati nya. saat merry menyadari siapa yang datang bersma cello akhir nya tercengan tak percaya. "pa..pa..pak?", merry terbatah-batah, alvin yang melihat merry sedari tadi hanya bisa terdiam dan bertanya "apa kamu ibu cello?", "ii iia pak", jawab merry. "maaf tadi saya bertemu celo di taman rumah sakit, dia ingin makan ice cream, lalu saya membawah nya untuk membeli ice crem di mall", alvin menjelaskan lagi kenapa saat ini ia datang bersama cello, "terimakasiih pak, maaf sudah merepotkan", jawab merry, alvin hanya tersenyum lalu menganggukan kepala nya. "apa saya boleh melihat adik cello?", alvin bertanya pada merry "boleh sekali pak", jawab merry. kurang lebih 20 menit kemudian dari kedatangan cello dan alvin, dani muncuk dengan wajah letih dan sembab. betapa kaget nya dani melihat seorang lelaki tampan dan gagah duduk di dekat box bayi nya dan disana juga ada cello putra sulung nya. dani menatap wajah istri nya seakan meminta penjelasan tentang lelaki yang berada di ruangan perawatan nya, apalagi di nakas terdapat keranjang buah, peaper back yang berisikan perlengkapan bayi dan roti tawar juga selai. dani berdehem menyadarkan alvin dan celo yang berada di balik box bayi. "ayah!!!", cello berteriak lalu berlari memeluk ayah nya "kamu dari mana aja nak, tadi ayah nyariin kamu", dani bertanya pada putra nya dan menyambut pelukan cello, "maaf pak, tadi saya yang membawa celo dari taman rumah sakit, celo ingin di belikan ice cream sambil menunggu mama nya", jelas alvin, namun dani hanya menganggukan kepala nya. "yang ini pak alvin, CEO tempat aku bekerja", jawab diang setengah berbisik namun masih di dwngari oleh alvin dan juga cello, dani yang mengetahui hal itu hanya bisa terdiam juga, pasal nya yang ia tahu adalah alvin seorang CEO muda dan belum punya istri apalagi pacar. "ngapain yah dia di rumah sakif ini", pikir dani membtin. "baiklah kalau begitu saya permisi yah, saya juga pasti lagi di cari ayah dan ibu saya sekarang", alvin berpamitan "maaf pak, apa pak albert sakit?", tanya mery heran. "oh bukan, calon istri saya lgi di rawat disini, dia sakit beberapa hari ini", jawab alvin "oh maaf pak, terimakasih sudah membantu saya menjaga cello, saya khawatir tadi sampai mencari nya di sekitar rumah sakit ini", jawab dani merasa bersalah sudah hampir menuduh nya yang bukan bukan. "baiklah lah, tidak apa-apa pak, cello, om permisi yah nak", jawab alvin sambil berpamitan pada cello, "telimakasih om baik, kapan-kapan telaktil lagi yah" jawab cello sambil memeluk alvin. "baiklah nak, kamu jagan nakal yah," lalu alvin pergi meninggalkan ruangan perawatan merry.
hay guys terimakasih masih setia menunggu up ceritra episode demi episode ku. maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis novel ini. mohon dukungan dan like, komentar nya. jangan lupa vote yah. terimakasih, Tuhan memberkati 😇❤️❤️❣️