My First Love

My First Love
Bab terkahir Keyla



2 hari kemudian, Keyla masih terbaring lemah di rumah sakit. Ke dua anaknya benar-benar sangat setia menjaganya, meski Joy harus segera pergi ke Amerika, namun kepergiannya tertunda. Dia ingin menjaga mamanya lebih dulu, sampai bisa melihat mamanya sudah sembuh dan kembali lagi.


Dan Cia juga sama, dia harus mengurungkan niatnya dulu ke London. Dan lebih memilih di tempat yang sama tinggal di Sydney. Entah nanti dia akan kuliah di Sydney atau sebaliknya.


Sekarang Keyla masih tertidur nyenyak di ruangannya. Ia mulai membuka matanya perlahan. Ia terlihat samar dan begitu lemas, melihat ke dua anaknya.


"Joy, Cia. Kenapa kalian masih ada di sini. Bukanya kalian harus segera mengurus semua berkas untuk kuliah." tanya Keyla, mencoba memegang tangan ke dua anaknya.


"Keyla kamu sudah sadar?" tanya Ian.


"Ian, kamu kenapa di sini, lebih baik temani istri kamu. Aku gak apa-apa kok, lagian aku juga sudah membaik!!"


"Membaik gimana? Kamu masih sakit bahkan sampai lemas seperti ini," gumam Ian.


"Apa kamu sudah menghubungi Alvin?" tanya Keyla


"Aku sudah menghubungi Alvin, dia juga sudah perjalana ke sini." ucap Ian, merasa hatinya sangat terluka saat mendengar nama mantan suami Keyla.


"Baiklah!! Terima kasih." ucap Keyla dengan mata mulai berkaca-kaca di buatnya. "Aku ingin di sisa hidup aku bersama dnegan Alvin. Meski hanya satu hari bersamanya, aku ingin mengulang waktu kita pacaran dulu," gumam Keyla meneteskan air matanya.


"Kenapa mama mengingat dia lagi?" umpat kesal Joy, seketika ia menggeram kesal saat mendengar nama Alvin, karena dia hidupnya jadi berubah seratus persen. Dan niatnya balas dendam masih tetap, ia ingin membalas semua yang di lakukan papanya padanya dulu.


"Joy, kamu pasti suatu saat mengerti, saat orang yang kamu syangi pergi mrninggalkanmu, karena sebuah kesalahan yang kamu lakukan!!" ucap Keyla, mencoba tesenyum, meraih tangan Joy, mengusapnya lembut.


"Jangan pernah melakukan kesalahan. Aku harap kamu bisa menyangi orang yang sayang dengan kamu. Jangan biarkan dia tersakiti!!" lanjut Keyla.


"Apa maksud mama?" tanya Joy, mengernyitkan ke dua matanya.


"Nanti kamu juga akan paham dengan apa yang aku maksud!!" ucap Keyla.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk!!" ucap Ian, menatap ke arah pintu, semua mata tertuju pada pintu yang perlahan terbuka, seketika mata Cia dan Joy terbuka lebar, membuat bola matanya seakan mau meloncat keluar dari kerangkanya, wajahnya mulai memerah, penuh dengan amarah yang mulai mengobarkan ke seluruh penjuru ruangan.


"Alvin?" ucap Ian, dengan raut wajah tak suka, tapi ia mencoba menahan amarahnya, saat melihat dia menegang erat tangan wanita cantik yang terlihat masih sangat muda, berjalan dengannya. Jika bukan karena Keyla ia tidak akan mau menelpon Alvin untuk datang ke tempat di mana Keyla di rawat sekarang


"Apa itu istri baru kamu?" tanya Keyla, mencoba teraenyum, meski di hatinya sangat terluka, bagai di saat seribu belati melihat Alvin terlihat menggenggam tangan istrinya penuh kemesraan. Di balik senyum memendam luka yang sangat dalam, ia tak mau itu di ketahui Ian, dan Alvin.


"Iya, ini istri aku!!" ucap Alvin, mengenalkan istrinya penuh keramahan.


"Aku Keyla!!" sapa Keyla mengulurkan tangan kanannya, meski harus sambil berbaring di ranjang yang membuatnya sangat tak nyaman. Bukan seperti ranjangnya sendiri.


"Silvia!!"


Silvia membalas uluran tangan Keyla, dan tersenyum ramah padanya. "Apa ini ibu kandung, Alana? Dia sangat cantik? Dan masih sangat muda?" ucap Keyla mencoba memuji istri baru Alvin.


"Iya, dan sekarang Alana sudah tinggal bersama denganku. Dan aku ke sini, bukan hanya ingin menjenguk kamu, aku juga ingin mengenalkan istri baru aku. Dan juga memberi tahu kamu suatu hal."


"Iya, tapi apa kita bisa bicara berdua. Aku ingin kita bisa berdua lagi. hanya satu hari saja, di sisa hidup aku!!" ucap Keyla, mencoba memegang tangan Alvin yang berjarak jauh darinya, membuat ia hampir saja terjatuh dari ranjangnya.


Joy dan Cia menatap tajam ke arah Alvin, yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.


"Apa dia sudah tidak menganggap kit anak?" tanya Cia berbisik lirih pada Joy.


"Sekarang anaknya hanya Alana, kita hukan apa-apa lagi," ucap tegas Joy, memelankan suaranya, sembari tak hentinya mengeluarkan tatapan tajamnya pada Alvin.


-------


"Baiklah!! Lebih baim kamu bawa dia jalan-jalan keluar, aku gak apa-apa di sini dulu!!"


"Beneran? Aku gak mau nanti kamu malah sakit hati!!" Alvin memegang lengan Silvia, dengan ke dua mata saling tertuju.


"Gak apa-apa, kasihan mantan istri kamu. kondisinya terlihat semakin memburuk!!" ucap Silvia lirih.


"Baiklah!!"


Alvin menatap ke arah Silvia, "Aku mau pergi dengan kamu sekarang!!" ucap Alvin, segera membantu Keyla untuk duduk di kursi roda.


"Biarkan aku jalan sendiri!!"


"Kamu masih lemas, Keyla. Lebih baik kamu jalan pakai kursi roda. Aku gak mau jika kamu kenapa-napa lagi nanti!!" ucap Ian yang terlihat sangat khawatir.


"Ian, jika nanti aku tidak ada lagi, tolong jaga ke dua anakku!!" ucap Keyla lirih, mendekatkan tubuhnya ke arah Ian, lalu kembali duduk sempurna di kursi roda.


"Apa maksud kamu?" tanya Ian.


"Nanti kamu juga akan tahu!!" Jawab Keyla tersenyum manis.


"Alvin, bawa aku pergi, aku ingin ke pantai!!" ucap Keyla, dan langsung Alvin mendorong kursi roda Keyla keluar dari kamar rawat inapnya.


"Tapi kamu masih sakit, kenapa kita ke pantai?" tanya Alvin, ia terus mendorong kursi roda itu melewati orang yang lalu lalang keluar masuk ke rumah sakit.


"Aku ingin di sisa hidup aku nanti, bersama dengan kamu. Meski kita bukan suami istri lagi!!" ucap Keyla, menahan dadanya yang terasa semakin sesak.


Alvin mengangkat tubuh Keyla naik ke dalam mobiknya, duduk di jok depan kursi tepat di sampingnya. Dan Alvin dengan segera memastikan kursi rodanya yang sudah ia lipat ke dalam mobil, lalu berlari memutar di belakang mobil, untuk masuk ke dalam mobilnya.


Tampa banyak bicara lagi, Alvin segera menuruti apa kata Keyla, membawanya ke pantai dan segera kembali lagi. Ia juga tidak mau membiarkan istrinya di rumah sakit sendiri menunggunya. Takutnya jika Joy dan Cia akan marah dengannya nanti.


"Sekarang sudah sampai!!" ucap Alvin, melepaskan sabuk pengaman di tubuh Keyla.


"Makasih!!" ucap Keyla, memegang ke dua pundak Alvin tepat di depannya, membuat pandangan Alvin tertuju pada ke dua mata Keyla.


"Perasaanku masih sama ternyata. Karena di butakan cinta sesaat karena nafsu saja. Membuat aku kehilangan semuanya. Kasih sayang kamu. Dan cinta kamu!!" ucap keyla.


"Kamu tidak kehilangan cinta aku Keyla, aku masih tetap sama. Tetap mencintai kamu," ucap Alvin, menyilakan rambut Keyla yang menutupi keningnya di belakang telinga.


Keyla menarik semakin dekat pundak Alvin ke hadapannya.


"Alvin!!" ucap Keyla. Perlahan mendekatkan bibirnya, menempelkan bibirnya di bibir Alvin, semula laki-aki itu nampak terkejut dengan apa yang di lakukan Keyla. Tapi rasa cintanya masih sama, di balut dengan rasa kasihan, membuatnya membalas kecupan mesra Keyla.


"Makasih!!" ucap Keyla, melepaskan kecupanya. Mendorong tubuh Alvin menjauh darinya.


"Sekarang kita turun!! Jangan banyak gerak, aku akan membantu kamu!!"


"Aku gak mau pakai kursi roda,"


"Baiklah, aku akan gendong kamu!!"


"Beneran?" tanya Keyla memastikan.


"Iya, bukanya itu yang kamu mau?"


"Iya!!" jawab Keyla mulai berkaca-kaca di buatnya.


Alvin beranjak turun, dan segera membungkukkan tubuhnya tepat di pintu mobil yang terbuka mempersiapkan Keyla untuk turun dan langsung naik ke punggungnya. Tampa banyak pikiran lagi, keyla naik ke punggungnya Alvin tanpa paksaan sama sekali.


Keyla melingkarkan ke dua tangannya di leher Alvin, dengan ke dua kaki, menghimpit punggung Alvin dengan sangat mesranya.


Alvin tanpa tanya ke arah Keyla, ia tahu jika istrinyanpasyi ingin melihat matahari terbenam. dan perlahan mulai sangat gelap.


Keyla menyandarkan dagunya di pundak kanan, Alvin.


"Semoga kamu bahagia. Istri kamu sangat cantik. Pantas kamu tergila-gila dengannya!!


"Makasih!! Kamu juga sangat cantik!!" ucap Alvin, melangkahkan kakinya di pinggiran laut, ia menginjak hamparan pasir putih yang kini sangat bahas di bawahnya. Di temani dengan suasana sore yang perlahan mulai menutup sinarnya.


"Aku senang kamu mau temani aku!!" bisik Keyla.


"Aku akan selalu temani kamus rkarang!!" ucap Alvin.


"Makasih!!


"Untuk apa?" tanya Alvin.


"Kamu telah menjadi suami aku yang sangat baim padaku!" gumam keyla, mencoba ingin tetap tenang tanpa rasa sakit dalam hatinya.


"Apa uang kamu katakan? tanya Alvin mulai curiga.


"Kamu bawa anahr-aneh, apaan tadi!" tanya Keyla.


"Tidak kok!!" ujung mata kaki Alvin di hempas ombak kecil membasahi tubuhnya.


Mereka saling berbincang berdua, keyla ingin sekali pergi di partai karumayaa.


"Jawab jujur jika kamu sangat mencintai aku!!" ucap Keyla yang perlahan sudah mulai lemas,


"Aku cinta sangat kamu.. kamu dan kamu.." ucap Alvin, membuat Keyla tersipu tipis.Wanita itu perlahan tubuhnya sudah tidak berfungsi dan sangat lemah. Ke dua tangan yang semula merangkul artis lainya. Tapi di film tidak boleh berhubungan dulu kayla, dan Plek!! tangannya mulai lemari jatuh ke bawah.


"Hidup ini tak bisai tebak, kapan kita mati dan kanapa kita akan pergi lagi ke jasadnya. Merasa tidak ada jawaban, Alvin melirik ke arah Silvia yang masih berada di gendongan punggungnya, dengan kepala menyandarkan di punggung belakangnya.


"Keyla!! Apa kamu tidur?" tanya Alvin yang sama sekali tidak ada jawaban darinya.


alvin mencoba mengecek denyut nadi Keyla yang berada di gendongannya. "Dia sudah meninggal?" gumam Alvin yak percaya.


"KEYLA!!" teriak keras Alvin menggema di seluruh penjuru lautan.


"Maafkan aku!! Aku tidak bisa akan jaga kamu di sisa akhir hidup kamu dulu!!" ucap Alvin, yang mulai meneteskan air matanya, ia menurunkan tubuh Keyla memeluknya sangat erat. ia melepaskan senyumannya meletakkan Keyla duduk di sampingnya, dnegan kepala menyandarkan di bahunya, menatap ke matahari terbrnam, yang hanya hitungan menit saja matahari sudah tertutup sempurna.


Ia duduk berdua dengan tubuh Keyla yang sudah tak bernyawa lagi, tak hentinya Alvin mengusap rambut dan wajah Keyla, ia juga menciumi lembut bibir Keyla dan mulai mengecup dua pipinya.


"Makasih!! Kamus duga jadi istri yang baik bagiku!! Terima kasih!!" ucap Alvin pada Keyla.


-----End------


Eps selanjutnya, dnegan judul yang berbeda mengisahkan tentang Joy. dan lebih menarik dengan teman, dan ide cerita yang sangat berbeda dnegan kisah cintanya. Tunggu novel selanjutnya ya. Author akan tulis di pengumuman novel ini nantinya judul dan kapan cerita akan terbit.


Maaf ya, jika cerita author terlalu membosankan. Semoga kedepannya author bisa lebih baik lagi Dan makasih atas dukungan kalian semua. 😘😘


Jangan lupa mampir di novel author satunya.


- My Hot Wife