
"Keyla, maafkan aku!! Aku terlalu jahat padamu, nafsu aku yang menginginkan kamu. Bahkan aku sudah meniduri kamu berkali-kali!! Membuat kamu fak bisa jalan, hanya karena hasrat aku yang menginginkan kamu!!" ucap Ian, menatap hamparan kuas taman belakang rumah keyla yang nampak sangat sejuk dengan pepohonan rindang, dan rumput hijau, serta berbagai macam bunga yang menghiasi rumah itu.
"Aku janji akan meninggalkanmu jika kamu akan memintanya. Tapi jika kamu ingin aku tetap di sisi kamu, maka aku akan tetap di sisi kamu sebelum anak kita menikah, tapi jiak memang dia jadi menikah, maka kita akan menjadi dekat, ku akan lebih leluasa menjaga kamu.
Keyla berjalan mencari keberadaan Ian yang entah kemana, ia mencoba mencari di luar rumah, hingga ia melihat Ian berdiri di gaman belakang rumahnya, Keyla tersenyum, dan berjalan mendekatinya.
Ian, maafkan aku!!" ucap Keyla, memeluk tubuh ian dari brkakang, menyadarkan kepalanya di punggungnya.
"Kenapa kamu minta maaf," tanya Ian memegang tangan Keyla yang melingkar di perutnya.
"Karena aku sudah banyak salah padamu. Aku tahu jika aku tidak pantas dnegan kamu. Tapi apa boleh buatt, aku sangat merindukan sosok kasih sayang seorang laki-laki, yang kini aku dapatkan dari kamu. Kanu selaku ada buat aku!" ucap Keyla, membuat Ian tersenyum tipis, wajahnya yang dari tadi hanya datar, ia mulai membalikkan tubuhnya, memegang ke dua bahu Keyla, dengan tangan kanan memegang dagunya, sedikit mendongakkan kepalanya.
"Apa kamu ingin aku tetap di sisi kamu?" tanya Ian, mendekatkan wajahnya.
"Iya, aku ingin tetap di sisi kamu. Tapi aku ingin membaut kamu bisa nyaman dengan aku. Hanya kamu yang bisa menjaga aku sekarang. Tidak ada yang perduli lagi dengan aku. Semuanya pergi meninggalkan aku!!" ucap Keyla, tersenyum tipis, lalu memejamkan matanya, saat tiba-tiba Ian mendekatkan wajahnya, hingga bibir mereka saling menyatu, kecupan mereka terlihat penuh dengan gairah. Ian melepaskan pecupannya.
"Aku mau jamu bersama aku selamanya. Kamu tinggal dengan aku dan Sheila, ya!!"
"Tapi ku takut jika istri kamu marah!!"
"Dia gak akan tahu, aku akan coba yakinkan dia. Atau kamu tinggal di apartemen aku. Dan Alvin tidak akan bisa mencari kamu nantinya."
"Apa kamu mau tinggal berdua dengan aku di apartemen. Aku akan memuaskanmu di sana, memenuhi kebutuhan biologi kaku. Dan aku tidak akan biarkan kamu kesepian, tapi jika itu kamu tidak mau tinggal di rumah aku dan Sheoila, tapi tenang aku akan mencari hari untuk melepaskan Sheila dan menikah dnegan kamusecepatnya.
"Iya, kita akan menghabiskan setiap malam bersama. Aku dan kamu," Ian menyingkapkan gaun selutut milik Keyla ke atas, dengan jari tangan mengusap dalaman Keyoa, membuat wanita itu tersipu mali.
"Apa kamu mau seperti ini terus nanginga?" tanya Ian.
"Apa aku salah jika aku inginkan ini?" tanya Keyla memastikan.
"Kenapa salah!! Aku tahu kamu menikmayinya, tapi ada jarak di antara kita?" gimana Ian.
"Iya, permainan kamu membuat ku ingin melakukannya, aku tak bisa melupakan gimana kamu bermain denganku. Harum wangi tubuh kamu seakan masih menempel di tubuhku!!" ucap Keyla, memeluk tubuh ian, membiarkan tangan laki-laki itu bermain dengan miliknya. Ia hanya diam memejamkan matanya menikmati setiap sentuhannya, meski di halaman rumah, mereka tidak perduki, rumah mereka terhalang tembok besar, jadi tidak akan bisa terlihat dari kaur rumahnya.
"Kamu menikmati, syang!!" bisik Ian.
"Kenapa kamu setiap melihat aku selaku nafsu?" tanya Keyla, mengernyitkan matanya menatap Ian.
"Karena kanu sangat mebggoda, dan permainan pertama di kamar mandi dulu, membuat aku sadar kamu begitu membuat aku nyaman!!" ucap Ian menjelaskan.
"Ian!!" desah Keyla lembut. Mencengkeram rambutnya, menikmati sentuhan yang semakin membuatnya tambah bergairah
"Apa kita di dalam saja?" tanya keyla.
"Apa kamu tidak suka jika di sini?" tanya Ian.
"Suka, tapi aku lebih nyaman di dalam Lagian jangan buka-bukaan di depan." ucap Keyla, terus menikmati sentuhan tangan Ian. Membiarkan tangannya semakin menjelajahi tubuhnya, yang semakin liar bersamamya.
" lihatlah semua tubuh kamu benar-benar menggoda, aku tidak akan biarkan orang lain tahu jika melihat tubuh kamu!! Ya, udah kita di dalam." ucap Ian, mengusap lembut wajah Keyla dengan tangan kirinya.
"Kenapa kita gak ke kolam renang saja, di samping rumah, kita pergi berenang bersama," ucap Keyla, menarik tangan ian darinya.
"Syang!! Tanggung!! Kamu benar-benar membuat aku tambah bergairah tahu gak?"
Keyla hanya diam, ia menarik tangan Ian menuju ke kolam renang di samping rumahnya, yang memang jarang sekali terpakai, dan hanya Alvin yang sering memakainya, dan Joy serat Cia. Kalau Keyla da Alana memang lebih suka menatap mereka semua berenang, tanpa ingin untuk menyeburkan dirinya juga.
"Apa aku sanggup melihat kolam renang itu, yang juga penuh canda tawa mereka semuanya. Canda tawa yang masih terngiang di pikirannya tak bisa hilang begitu mudah.
Sampai di kolam renang, Ian segera membuat helaian baju Keyka, dan bajunya, ia menceburkan tubuh Keyla di damam kolam renang tersebut tanpa banyak bicara lagi.
"Ian!! Kamu hampir saja membuat aku tergegelam!!" ucap keyla.
Ia hanya diam, mendekap tubuh Keyla dari belankang, dengan tangan melanjutkan sentuhannya di dalam air, dan ke dua tangan Keyla memegang pinggiran kolam renang. "Emmpp. Ian!!" ucap Keyla mendesah sangat hebat.
"Nikmatilah, kamu sendiri yang mau!!" ucap ian, menyentuh dada Keyla dengan tangan kirinya dari bekanabg, desahan Keyla semakin kymuat, menikmati sentuahnya, dan ian mulai membuang semua yang masih menutupi pandangan matanya melihat gubuh keyla.
"zsyang jangan!!"
"Gak aoa-apa, gak ada orang yang tahu. Lagian ini di dalam air, tidak akan terlihay, Jika kamu basah juga tidak bisa terasa nantinya,"
Selama 1 menit dengan posisi yang sama, Ian menarik tangannya kembali, ia meluk tubuh Keyla dari balakang.
"Kamu menikmati tidak?" tanya Ian.
"Sangat menikmati syang!!"
"Memangnya kamu mau lagi?" tanya Keyla, membalikkan tubuhnya.
"Aku mau, tapi bukanya lebih baik kuta bermain di kamar mandi. Sekarang aku akan memuaskan kamu dengan jariku saja." gumam Ian, ke dua tangan memegang dadanya.
"Kenapa hubungan kita sejauh ini. Awal kamu memaksa aku untuk memuaskanmu, sampai berjam-jam, dan aku gak bisa jalan. Dan saat malam permaianankamu terulang, membuat aku semakin nayamandengan permainan kamu. Dan aku menginginkannya lagi dan lagi!!".
"Jika kanu dulu menikah dengan aku. Pasti kanu akan merasakan setiap hati permainan aku. Tapi semua sudah terlanjur tak bisa di ubah. Dan sekarang kamu menikmatinya juga setiap hari, aku akan berbaring di samping kamu, setiap hati. tapi kam ujangan kecapekkan ya.
"Makasih!! Kamu membuat aku merasa di butuhkan, meski hanya sebagai pemuas nafsu kamu!!"
"Iya, syang!! Oya, besok kita akan pergi, ke Sydney, kembali ke rumah aku. Aku akan siapkan kamar khusua untuk kamu yang jauh dari kamar anak-anak dan Sheila, agar kita bisa bermalam dengan kanu setiap detik,"
"Iya,"
Ihuk...Uhuk...
Entah kenapa Keyla terlihat mulai lemah, ia sering batuk namun menyembunyikan dari ian. Namun Keyla menutupinya dnegan ke dua tangnya, bantunya keluar sepercik darah segar, membuatnya takut. Ia terus menyembunyikan semuanya dari Ian san semuanya agar mereka tidak terlalu perduli dengan Alana.
"Kamu kenapa?" tanya Ian,
"Aku gak napa-bapa kok, hanya sedikit caoke."
"Ya sudah, kamu sekarang aku antar ke kamar kamu, ya," ucap Ian, ia langsung menghentikan niatnya dia memegang tangan Keyla menembus air, dan beranjak pergi dari kolam renang, ia menuju ke sofa, tapa helaian akan yang menutupi tubuh keyla.
"Kau carikan handuk kamu dulu," ucap Ian, berlari pergi mengambilkan handuk, dan keyla mendekap tubuhnya, gar tak terlibat sepenuhnya.
Ian berlari membawa handuk outih, dan menutup ke tubuh Keyla "Apa perlu aku ambilkan obat?" tanya Ian yang terlihat mulai sangat khawatir dengan keadaan Keyla.
"Sudah aku gak apa-apa kok, sekarang kamu ambilkan aku baju, setelah itu aku mau kamu keluar dengan aku. Kita bawa mobil saja ya, jalan-jalan ke kota!!" ucap Keyla.
"Lebih baik aku antar kamu saja ke kamar, aku gak bisa pilihkan kamu baju yang gimana. Lagian juga apa kamu gak mau make up dulu atau mau apa gitu kalau keluar?" kata Ian, memandang wajah Keyla yang terlihat semakin pucat.
"Baiklah, antarkan aku ke kamar kalau gitu!!" ucap Keyla, beranjak berdiri, dengan tangan mencengkeram erat handuk putih.
Ian memegang ke dua bahu keyla dari belakang, menuntunnya berjalan menuju kamarnya.
Sampai di kamar, Keyla segera memaki baju yang sekiranya pas untuknya. Ia mengenakan baju kasual biasa yang di padu dengan celana panjang yang longgar, dan dia hanya mengenakan make up tipis, membalut wajah cantiknya, dan menggunakan lipstik merah yang tak terlalu tetang.
"Sekarang aku sudah aiap?" ucap Keyla, yang sudah hampir setengah jam berdandan.
"Kamu tunggu dulu. Aku mau ganti baju dulu!!" ucap Ian, segera berlari keluar dari kamar Keyla, menuruni anak tangga menuju ke kamarnya yang jauh dari kamar Keyla, kamarnya di lantai satu, dekat dengan ruang keluarga.
Tak butuh waktu lama, hampir 15 menit keyla menunggu, Ian segera keluar dari kamarnya, melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga, melihat wajah cantik Keyla berada di sana. duduk di sofa, dengan kaki menyilang, dan ke dua tangan di atas lututnya dia sangat sabar menunggu Ian untuk keluar dari kamarnya.
"Kamu di sini?" tanya Ian.
"Iya, kamu lama sekali?" tanya Keyla menguntupkan bibirnya seperti anak baru pacaran yang ngambek dengan pacarnya karena menunggu lama.
"Kamu malah lebih lama!!" ucap Ian, mendekati Keyla, mencubit ke dua pipinya.
"Aw---"
"Sakit, syang!!" rintih keyla manja.
"Udah ayo pergi!!"
"Bentar!!" guman keyla memegang lengan Ian.
"Ada apa lagi?"
"Bentar!!" Keyla menjijitkan ke dua kakinya.
"Kamu sedikit mrnunduk!!" lanjutnya. Dan ian langsung menunduk begitu saja, lalu keyla merapikan rambut ian yang terlihat masih berantakan.
"Rambut kamu tadi masih berantakan. Sekarang kamu sudah rapi, aku siap untuk berangkat!!" ucap Keyla, tersenyum lebar.
Ian hanya diam, membalas senyuman Keyla dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya, dengan jemari tangan menyilakan rambut panjang Keyla ke belakang.
"Kamu cantik begini atau nanti kamu kuncir rambut kamu," ucap Ian memberikan saran pada Keyla.
"Tapi aku gak pernah kuncir rambut!!"
"Nanti aku yang akan bantu kamu rapikan rambut kamu di dalam.mobil, sekarang kita keluar dulu, siapkan mobil yang mau kanu bawa." ucap ian, memegang tangan keyla menuntunnya berjalan keluar dari rumahnya.