
" aku ingin berbicara sesuatu denganmu" ucap dalvin beranjak duduk di ranjang keyla.
" sebenarnya apa yang mau kamu bicarain dengan ku" ucap keyla menghampiri dalvin.
Wajah dalvin nampak mulai serius memandang keyla di sampingnya.
" kamu pasti bimbang dengan hatimu saat ini, kamu ingin jawaban tentang perasaanmu atau tidak" ucap dalvin menarik alisnya ke dahi secara bersamaan.
Ia melempar senyum menggoda pada keyla yang berdiri di depannya.
" apaan si kamu, udah cepat bilang atau aku usir kamu dari sini" ucap keyla dengan nada juteknya menark baju dalvin.
" ya kalau kamu gak mau ya sudah aku bisa pergi dari sini. Tapi aku tidak akan kasih tahu kamu tentang alvin" ucap dalvin memiringkan bibirnya .
Keyla meloncat duduk di sebalah dalvin memegang bahu dalvin di sampingnya.
" alvin....??? Apa benar kamu tahu tentang alvin? Apa dia masih hidup?? Dimana dia?? Apa kamu tau tempat alvin tinggal sekarang?? Dia baik baik saja kan?? Apa dia masih ingat denganku?? Dan kenapa dia tidak pulang ke rumah??" Pertanyaan bertubi tubi dari keyla, dan menarik narik tubuh dalvin. membuat dalvin pusing mendengarnya celotehnya.
" udah... udah stop!!. Biarkan aku bicara dulu. Baru kamu tanya lagi" bentak dalvin menarik nafasnya perlahan.
Keyla tampak cemberut si buatnya.
" baiklah cepat katakan,harus di jawab satu persatu pertanyaanku tadi gak boleh kurang dan awas kalau terjadi apa apa pada alvin makan kamu yang akan ku bunuh" ucap keyla dengan wajah seriusnya.
" udah belum celotehmu nenek lampir, kamu bolehin aku bicara tidak. Kalau kamu terus bicara panjang lebar aku akan pergi" ucap dalvin. Wajahnya nampak datar memandang keyla di sampingnya. Ia beranjak berdiri, keyla manrik tangan dlavin duduk kembali di sampingnya.
" ya sudah cepat katakan" keyla memalingkan wajahnya ke arah berlawanan.
" baiklah, jangan pernah melupakan alvin, saat ini dia masih mengejar sesuatu yang belum ia ketahui suatu rahasia yang belum ia ketahui. Dan ia masih berjuang untuk menjebloskan kakaknya seumur hidup mendekam dalam penjara. Kamu yakinlah bentar lagi dia akan kembali padamu dan menikmati hidup bahagia bersama mu. Tapi saat ini masih banyak orang yang mengincarnya maka dari itu ia masih bersembunyi. Ayah alvin yang mendekam dalam penjara itu dia menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh alvin agar saat bebas dia bisa menikmati semua hartanya. Dan dia juga masih bingung siapa yang membiayai semuanya" ucap dalvin dengan wajah seriusnya dengan tangan kanan di lipat ke dada, tangan kiri memegang dagunya, ia menggelengkan kepala tak percaya dengan bibir mengerucut.
Keyla terdiam seketika mendengar ucapan dalvin. Wajahnya nampak pucat gementar mendengar itu semua,Ia tidak menyangka keluarganya begitu kejam dan dia harus berjuang untuk mengungkap itu semua sendiri. Matanya mulai berkaca kaca tak menyangka. Keyla terlihat syok dengan apa yang di bilang dalvin.
" kenapa keluarganya begitu tega dengan alvin hanya untuk menguasai hartanya?" Ucap keyla menghela nafas panjang .
Dalvin mebalikkan badan ke arah keyla menyentuh ke dua pundak keyla menatapnya dari hati ke hati.
" iya dia sekarang diam diam selalu menjagamu, kamu percayalah sama dia. Dia tidak akan menduakanmu seperti kamu menduakan dia dulu. Tapi sepertinya dia masih terima tidak marah denganmu. Dan dia selalu menjagamu meski dari kejauhan.karena orang sewaan itu juga mengincar anak anak kita" ucap dalvin keceplosan ia menutup mulutnya seketika.
" apa kamu bilang?? Anak kita??" Ucap keyla dengan mata melotot tak menyangka mendengar ucapn dalvin itu.
" maksud aku menjaga anak kamu dan alvin. Udah sekarang kamu di rumah saja jangan pergi kemana mana. Aku akan pergi melihat joy dan cia di kamarnya. Aku sudah mengondisikan semua pelayan di sini agar tidak sembarangan menerima tamu. Benatar lagi para pembunuh bayaran itu akan datang ke sini dalam beberapa hari ini. Dan kamu percyalah aku di sini jiga akan menjagamu dan ke dua anak kamu hanya dalam wakgu 1 minggu aku akan mnyelesaikan semua masalah. Dan alvin akan bersama denganmu lagi" ucap dalvin tersenyum tipis bergegas pergi dari kamar keyla.
" tapi apa dia juga benar benar akan kembali kan??" ucap keyla menariik tangan dalvin mencegah dia pergi.
" udah jangan khawatir dia pasti kembali, percayalah padaku" dalvin tersenyum manis dan beranjak pergi.
Ia takut jika keyla curiga padanya tentang ucapannya yang keceplosan tadi. Ia bergegas pergi sebelum keyla mencurigai setiap omongannya tadi. Ia harus menjaga keyla dari kejauhan jika tahu alvin disini maka semua pembunuh bayaran itu akan datang ke sini.
Dapvin berjalan perlahan menuju kamar joy dan cia. Ia terus menggerutu di setiap langkahnya.
" kenapa aku bego gitu ya,,, aku merasa kasihan pada keyla aku tidak mau dia terbawa dengan masalah keluargaku" ucap dalvin berjalan menuju kamar joy dan cia.
terlihat seseorang memakai topi bertopeng melintas di balik kaca kamar cia dan joy. Tanpa fikir panjang Dalvin sontak berlari keluar mengejar orang itu. Keyla hanya terdiam melihat dalvin tiba tiba berlari keluar. Tanpa menatapnya tau menyapanya.
" joy !! Cia!! Kenapa tadi om dalvin keluar buru-buru gitu" ucap keyla berjalan mendekati anaknya.
" joy juga tidak tahu ma, cuma tadi papa melihat ada seseorang mengintai kamar kita" ucap joy dengan nada polosnya berlari pelan menuju keyla berdiri. Ia memeluk erat kaki keyla.
Keyla terdiam sejenak, " apa benar yang di bilang dalvin tadi jika ada seseorang yang akan mecelakakan keluargaku" batin keyla tatapannya mulai kosong, ia tidak menyangka berbagai cobaan keluarganya selalu ada tidak pernah ia merasa tenang dan hidup bahagia bersama alvin dan kedua anak nya.
" sudah kalian jangan takut pasti om dalvin akan segera menangkap orang itu" keyla memeluk joy,dan cia yang berlari ingin di peluk keyla juga.
Keyla merasa sangat tidak nyaman jika ada seseorang yang selalu mengintai ke dua anaknya. Dia sangat khawatir dengan keselamatan ke dua anaknya itu. Mereka masih kecil belum tahu apa apa. Tak seharunya mereka terjebak dalam hal sepeti ini. " semoga alvin segera menuntaskan semuanya" ucap keyla yang masih memeluk erat ke dua anaknya.
Disisi lain dalvin berhasil menangkap sosok lelaki bertopeng hitam yang mengintai kamar joy dan cia.
" siapa kamu?" Ucap dalvin manarik tangan pria itu.
" kamu tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku tidak ingin membiarkan mereka hidup" ucap pria itu berjalan perlahan menunjuk ke wajah dalvin.
Tak banyak bicara dalvin memukul wajah pria itu menarik tanganya ke belakang, menyilangkan kaki kananya ke kaki kiri pria itu dengan tubuh agak miring. Ia menjatukan ke bawah dengan mudahnya seperti atlet profesional. itu menodongnya dengan pistol yang ia bawa untuk jaga jaga selama ini.
Dalvin menarik kerah pria itu kasar, dengan duduk jongkok di depannya.
" kamu cepat katakan atau aku akan menembak kepalamu" ucap dalvin menodongkan pistol tepat di kepala pria itu.
" aku tidak akan pernah cerita pada kamu" ucap pria itu itu dengan santainya.
Tak lama sebuah mobil warna hitam pekat datang mengklakson tepat di samolping dalvin. Ada 5 orang turun dari mobil secara bersamaan mengenakan jas hitam dengan sepatu hutam mengkilap.
" maaf tuan terlambat" ucap salah satu para pria itu menundukan kepalanya.
" tidak apa urus dia paksa dia sampai cerita jika tidak mau habisi dia sekaligus seperti yang lainnya" ucap dalvin nelempar kasar kerah pria itu.
Ia segera membersihkan bekas pegangan pria itu di tubuhnya dan bergegas pergi dengan langkah tegap memasukan pistolnya kembali ke dalam saku. Jika keyla tahu pasti dia dan anak nya takut melihat semuanya.