My First Love

My First Love
bab 24



mobil mewah itu terus saja melaju dengan kecepatan yang tak berkurang meski macet alvin masih saja semangat karena telah mendapatkan kelemahan gadis di samping nya. "air mata, yah air mata nya adalah kelemahn si bo**h ini, ternyata gampang membuat nya sedih", batin alvin sambil mengnaggukan kepala nya pelan. mobil alvin akhir nya tiba di sebuah hotel berbintang yang sangat terkenal di kota jakarta, dian mengikuti langkah kaki lelaki mudah itu melewati beberapa karyawan menuju lift yang akan membawa kedua nya ke lantai 36 yang ternyata tempat resepsi pernikahan kedua nya nanti. disana sudah ada pak albert dan istri nya, calkn mertua dian.


"kemarikah nak", bu sinta memanggil kedua calon pengantin itu. dian pun menuruti nya mendekati calon mertua nyaa, dian menyalimi kedua orang tua alvin. "apa kalian suka?", tanya pak albert pada alvin lalu mengalihkan pandangan nya pada dian bertanya tentang pendapat kedua nya. "sukalah pah" jawab alvin cepat. "terimakasih paa, buu!", jawab dian sambil memberikan senyum pada kedua nya. "baiklah", jawab pak albert sambil memeluk pundak alvin dan ibu sinta memeluk dian dengan hangat nya.


setelah bercengkeramah hampir sore hari di hotel itu sambil makan, akhir nya alvin menghantar kembli dian ke ruma nya. di tengah jalan, alvin menghengikan mobil nya dan meminta dian keluar dari mobil nya. "keluarlah", pintah alvin pada dian, "tapi pak, rumah saya masih jauh", kata dian sambil menatap nanar pada alvin. alvin tak memperdulikan nya, "jangan beranggapan bahwa perjodohan ini atas dasar cinta, kamu tidk lebih dari sa***h yang menji**kan. dan kamu tenang saja, saya akan memberikan mu kebebasan, kamu bergaul dengan siapapun, apalagi kehidupan mu kan memang seperti itu, kamu wanita mu****n, jangan berniat untuk membtalkan pernikahan ini setelah kmau mendengarkan apapun dari saya, sekarang keluarlah", dian keluar dari mobil yang dan berjalan di bawah hujan yang sangat deras malam itu. tak seorangpun yang mau memberi nya tumpangan apalagi dengan melihat dian basah kuyup berjalan dibawah rintikan hujan. dian menangis di bawah hujan sambil melangkah dengan sempoyongan, hujan yag datang pun tak mau kalah dengan air mata dian, seakan hujan itu mewakili perasaan dian saat ini. hingga akhir nya dian jatuh tergeletak di pinggir jalan. sebuah penggina mobil avansa putih melihat ada wanita yang tergeletak di pinggiran jalan segera turun menghampiri tubuh dian, dilihat nya wajah dian yang pucat pasih, wanita separoh baya pemilik mobil avansa itu membopong tubuh dian yang masih basah menuju mobil nya dan melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat demi monolong nyawah dian.


susterr susterr tolong, ada pasien di mobil saya pingsan di pinggir jalan dan wajah nya pucat,. jelas wanita itu pada suster yang berada di nurse station sambil menujukan kearah luar mobil nya yang terparkir di depan ruangan instalasi gawat darurat itu. perawt dan beberapa dokter membawa brangkas menuju mobil yang di masud dan mendapatkan dian tak bergeming, lalu segera merabah nadi nya, dan mengukur suhu. nadi dian teraba 60x/menit dengan suhu 35°c, para medis menangani dian dari menggantikan pakayan dian dengan pakayan rumah sakit, lalu mulai memasang infusd, mengambil darah untuk di cek pada lab. dokter menganamnesa pasien dengan bertanya pada ibu separoh baya yang menolong dian, "apa ibu saudara atau ibu pasien?", tanya seorang dokter pada ibu itu. "ah bukan dok, saya hanya pengguna jalan saja yang sedang lewat, tadi saya melihat nya tergeletak di jalanan, sya prihatin pada nya dan membawa nya ke rumah sakit", jawab ibu itu. handphone dian berbunyi di dalam tas milik nya yang juga di tenteng ibu itu. "maaf dok, mungkin ini keluarga nya yang menelphone", kata ibu itu pda dokter di depan nya. "baik lah bu, coba di angkat saja dulu", kata dokter mempersilahkan ibu separoh baya itu mengangkat telephone nya. "hallo selamat malam, maaf apa ini dengan keluarga pemilik telephone ini?", sapa ibu paroh baya itu, "ia benar, maaf saya calon ibu mertua nya, calon menantu ku dimana yah? kenapa bukan nak dian yang mengankat nya?", jawab bu sinta heran. "maaf bu saya ibu sonya, tadi nak dian ini pingsan di jalan, mungkin karena terlalu lama kehujanan maka nya nak dian ini pingsan, sya hanya menolong nya dan membawa nya ke rs XXX, apa ibu bisa segera datang?", jawba ibj separoh baya yang bernama ibu sonya itu. "ya ampun... ba..baiklah bu, terimakasih banyak, kami akan segera kesana sekarang", lalu telpehone terputus. "paaaaaaa.........!!!!! papa.........", bu sinta berteriak memanggil pak albert suami nya sambil berlari menuju ruanan tv. bersamaan denga. alvin yang baru saja tiba di rumah. "kenapa ma.. ada apa??", jawab pak albert panik melihat istri nya yang berlari menghampiri nya sambil berteriak. "cepat segera ke rs XXX sekarang, nak dian dirawt disana, tadi ada yang mengangkt handphone dian saat mma menghubungi nya pa", jelas bu shinta yang membuat pak albert kaget membelalakan mata nya dan meminta penjelasan pada alvin, pasal nya, yang mereka tau alvinlah yang menghantar dian ke rumah nya semenjak pulang dari hotel.


"kenapa papap melototi ku", jawab alvin kikuk. "kenapa nak dian bisa tergelak di jalanan vin? dan orang yang menemuinya dalam keadaan pingsa? jawaaaaapppp!", hardik pak albert pada putra nya. "pahh gak ada waktu buat marahin anak ini, nyesel mama udah menjodohkan nya pada dian gadis polos itu, kalo tau gini, mma gak mau janji pada mendiang ayah dan ibu nak dian menjodohkan nya pada anak kita ini", tangis bu shinta sambil memegangi dada nya yang terasa sesak, melihat keadan istri nya membuat pak albert menyimpan amarah nya pada alvin. "baim lah ma, ayo kita ke rs sekarang melihat nak dian, alvin cepat ikut kami ke rs, kamu yang menyetir mobil", kata pak albert sambil membopongi istri nya menuju kamar menggantikan baju santai dengan baju formal begitu pula dengan ibu sinta.


jam menunjukan pukul 24:00 malam, jalanan sudah mulai semakin sepih, mobil yang membelah jalan raya kota jakarta menuju rumah sakit tempat dian di rawat berjalan tanpa ada nya kemacetan. "buruan nak, kenapa mobil ini berjalalan begitu lama sih vin", pintah bu sinta pada anak lelaki nya yang sedang menyetir mobil. "tenanglah ma, kita harus menjaga keselamatan kita juga, kalau kita kenapa-napa gimanay kasian dian nya sendiri", jawab pak albert. "kenapa gadis sok su*i itu begitu di perhatikan mereka", batin alvin melirik kedua orang tuanya dri balik kaca spion mobil yang berada di depn nya sambil memutar bola mta nya memalas.


hay guys, terimakasih masih setia membaca novel ku ini, jangan lupa like dan komentar nya yah...


terimakasih. love you all ❣️😘😘😘🥰


god bless you 😇😇