
Keyla berjalan menuju ke mobil dengan bibir mengerucut, berjalan seolah tubuhnya lemas. Ia terus menyeret kakinya masuk ke dalam mobil. " mama kenapa cemberut begitu" ucap joy menatap mama nya.
Belum sempat menjawab tak berapa lama dalvin datang bersama wanita yang ia temui tadi meskipun tadi ia tidak bisa melihat jelas wajah nya. Keyla hanya menatap bagian belakangnya.
Joy tersenyum tipis ia bisa menebak apa isi hati mamanya itu. Ia bergegas keluar menarik tangan wanita itu masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang dengan nya. Dan cia mendorong keluar mama nya dari samping ia duduk.
" mama duduk di depan sama om dalvin" ucap cia dengan nada polos nya. Dengan senyum imut nya membuat keyla tak bisa menolak.
keyla sekilas menatap wanita itu, " sepertinya aku tahu dia, tapi siapa??" batin keyla. Kelamaan berfikir dalvin menarik tangan keyla, ia segera membuka pintu depan mobil dan menyuruhnya masuk.
" masuklah " ucap dalvin. Ia menarik sabuk pengaman dan memakaikan nya ke tubuh keyla.
Tak sengaja memandang mata mereka saling menatap satu sama lain.
Wajah keyla mulai memerah di buatnya, dalvin hanya tersenyum tipis bergegas masuk ke dalam mobil.
Keyla mulai merasa sangat mengganggu jarak antara eanita itu dan dalvin. Ia teringat saat dalvin memeluk erat wanita itu di bandar, membuat wajahnya terus cemberut dengan melempar pandangan keluar kaca mobil. Ia melipat ke dua tangan nya.
Dalvin mendekatkan wajahnya tepat di telinga keyla. Ia mulai berbisik lirih
" kenapa kamu cemberut gitu, apa kamu cemburu denganku"
Keyal sontak menoleh ke arah dalvin, ia mencubit pinggang dalvin hingga meringis kesakitan. "Arrgg.." Keyla terlihat menggertakan giginya, kedua alis terangkat ke atas dengan mata melotot menatap dalvin di sampingnya.
" kenapa kamu mencubitku" ucap dalvin memegang pinggangnya yang masih terasa sakit.
Tanpa menjawab keyla melemparkan pandangannya ke luar kaca mobil. Melihat pemandangan di jalan yang ia lewati dengan suara montor dan mobil melaju kencang di samping nya, ada pejalan kaki berjalan dengan berbagai barang bawaan di tangan mereka di trotoar.
Ia terdiam mulai kefikiran tentang wanita di belakangnya yang sedang asyik bercanda dengan cia dan joy. Mereka terlihat sangat akrab sekali meskipun baru kenal beberapa menit saja. " ternyata dia juga pandai mengambil hati anakku" batin keyla melirik tajam ke arah waniat itu.
Dalvin sudah menjalankan mobilnya keluar jauh dari bandara. Entah kemana ia akan pergi. Sepertinya bukan jalan menuju ke rumah keyla.
Keyla sempat melirik ke belakang melihat wanita itu yang seakan familiar di matanya. " sebenarnya siapa dia kenapa aku merasa pernah bertemu atau kenal dengan dia sebelumnya" ucap keyla melirik sejenak ke arah wanita yang begitu cantik di belakang nya.dengan balutan gaun putih panjang selutut, telihat kedua bahu mungilnya yang begitu putih dan mulus. Rambut terurai panjang, wajah putih dengan bulu mata lentik menghiasi mata bulatnya.
" bukanya kamu kenal sama dia" ucap dalvin tanpa memandang keyla di sampingnya. Ia masih terfokus pada jalan di depan.
Keyla terdiam mendengar ucapan dalvin tanpa menjawab ia mencoba berfikir sejenak siapa wanita itu. Terus berfikir dan berfikir mulai dalam ia benar benar sudah lupa.. " arggggh.." keyla memukul pelan kepalanya. Ia sudah tidak ingat sama sekali tentang wanita itu.
" aku benar benar tidak ingat tentang dia" batin keyla menatap dalvin di samping nya dengan mengernyitkan ke dua matanya.
Ia melihat dalvin hari ini kelihatan sangat ceria. Aura Wajahnya memancar saat bertemu dengan wanita itu. " apa dia adalah pacar dalvin?" Batin keyla melirik lagi sekilas ke arah wanita itu.
" tapi kenapa dalvin bilang aku kenal sama dia, tapi aku tidak bisa mengenalinya. Dasar bego kamu key kenapa sama kenapa kamu tidak bisa mengingatnya" keyla memukul pelan lagi kepalanya.
Dalvin tersenyum tipis memandang ke arah keyla. Ia melihat keyla sangat frustasi tidak bisa mengingat wanita di belakangnya itu. " dasar wanita bodoh" batin dalvin tersenyum tipis merilirk ke arah keyla.
" apa kamu lagi bicara dengan dirimu sendiri" ucap dalvin memandang sekilas ke arah keyla.
Keyla yang masih mencoba berfikir ia tidak mau ada yang mengganggunya.
" diam" bentak keyla membuat semua mata di dalam mobil itu tercengang. Semua terkejut mendengar suara keras keyla.
" mama gak papa" ucap joy berdiri memegang pundak keyla.
Keyla memutar mata melihat sekelilingnya semua mata tertuju padanya. Ia menelan ludah menarik nafas perlahan. " aku gak papa, mama tadi lagi banyak fikiran saja" ucap keyla melempar senyum manis pada joy.
" dasar ni orang udah tau numpang masih aja senyam senyum, udah yang pria numpang nanti si wanita ini numpang juga di rumahku" batin keyla menatap wanita itu dari atas sampai bawah kakinya yang berbalut sepatu dengan tali menjular ke atas batis kakinya.
Tak lama mereka sampai di suatu apartemen mewah ya tapi beda jalur dari rumah keyla. " apa ini rumah wanita jalang ini" batin keyla melihat apartement yang begitu mewah di depan nya.
" makasih kalian sudah antar aku" ucap wanita itu menundukkan kepalanya pada keyla dan dalvin.
Keyla melempar wajah berpaling arah, ia menunjukan sikap tidak sukanya pada wanita yang baru ia temui di belakangnya ini.
Wanita itu terlihat tidak mengambil hati, ia tak menganggap keyla yang terlihat tidak suka padanya. Meskipun bergitu wanita itu tetap menunjukan senyum manis pada keyla unyuk perlihatkan begitu ramahnya dia.
" pasti wanita ini cari muka pada dalvin agar kelihatan ramah" ucap keyla melirik tajam dengan ke dua tangan di lipat ke dadanya.
" oya dalvin makasih ya, apa kalian tidak mau mampir ke sini. Bukannya dulu 1 tahun lalu kamu tinggal di sini denganku" ucap wanita itu sontak membuat keyla terkejut.
Ia pura pura batuk " uhukk... uhuk..." mendengar apa yang di ucapkan wanita itu. Keyla terus memukul pelan dadanya. Melirik ke arah dalvin dan wanita itu.
" ternyata benar dia pacar dalvin, belum menikah sudah tinggal berdua selama 1 tahun, benar benar gila apa yang di lakuin mereka ya tigal berdua di apartemen mewah ini" batin keyla ia mulai membayangkan hal hal yang tak pantas.
" argggg.. kenapa aku jadi mikir itu" ucap keyla mengacak rmabutnya dengan nada yang begitu keras membuat semua mata menatapnya.
Keyla tersenyum hanya menarik sedikit bibir kanannya agak ke atas. " kenapa kalian menatapku" ucap keyla tersenyum meringis seoalah tidak terjadi apa apa.
Tanpa perdulikan keyla lagi dalvin menatap wanita itu.
" dasa pria mata keranjang ada yang bening dikit, badan lebih bagus dan berisi saja lengsung matanya tertuju terus tidak bisa lepas" batin keyla melotot ke arah dalvin yang tidak perdulikan dia lagi.
" iya, lain kali aku akan tinggal di sini lagi, apa boleh" ucap dalvin tersenyum melirik ke arah keyla yang terlihat sangat cemberut. Ia memalingkan wajahnya dengan ke dua tangan di tekuk.
" iya pasti boleh, sekarang kalian gak ada kerjaan kan aku akan tunjukan apartemenku yang sekarang. Sudah aku desain sendiri. Kelihatan lebih menarik dengan nuansa serba ungu" ucap wanita itu.
Keyla semakin mengerutkan bibirnya, ia terus berdecak kesal.
" gak usah, bukanya kamu mau bantu aku bersih bersih ya" ucap keyla memegang lengan dalvin .
" bukannya sudah selesai" ucap dalvin menatap keyla di sampingnya.
" oya, kamu belum siapkan makan untukku makan siang" ucap keyla .
" memangnya kamu mau aku masakin kamu, tadi kamu gak suka nasi goreng buwatanku" ucap dalvin tersenyum tipis menatap keyla di depannya yang terlihat sangat bodoh untuk mencari alasan agar ia tidak bersama dengan wanita itu.
Keyla terus menggaruk garuk kepala belakangnya. Ia tersenyum tipis mencoba memikirkan cara lagi gara dalvin tidak bersama dengan wanita itu. Entah kenapa keyla merasa tidak suka saat dalvin dekat dengan wanita cantik di belakangnya ini.
Ia merasa tersaingi dengan wanita itu, dari bentuk tubuhnya yang sexy, wajahnya yang cantik bersih senyumnya yang manis pasti dalvin lebih tertarik padanya.
" kenapa kamu diam" ucap dalvin menarik dagu keyla mendekat ke wajahnya.
Joy dan cia menutup kedua matanya melihat dalvin dan keyla bertatapan sangat dekat. Dalvin mendekatkkan bibirnya ke telinga kanan keyla.
" kamu gak usah cari alasan untuk aku tetap bersama mu, hari ini kita akan bersama seharian berdua. Biar joy dan cia sama baby sister mereka di rumah orang tua kamu" bisik dalvin lirih.
Mendengar apa yang di bicarakan dalvin keyla sontak mendorong bahu dalvin menjauh darinya. Wajah nya mulai memerah ia ketahuan jika dia tidak suka dalvin dekat dengan wanita itu. Kini ia terdiam salah tingkah di buatnya.