My First Love

My First Love
57. KEJUTAN



betapa terkejut nya dian saat mendengar nama sang suami di sebut wanita lain, hati siapa yang tak sakit mendengar nya..


dian sebisa mungkin berusaha agar tak memikirkan hal yang buruk tentang suami nya dan wanita di hadapan nya saat ini.. apalagi di dukung dengan kepergian sang suami beberapa minggu terakhir ini yang pulang ke rumah jika ia ingin.. seakan tak memikirkan perasaan nya yang semakin hari malah semakin aneh menurut nya. apa kah perasaan cinta? hanya mereka berdualah yang mengetahui hal ini.


"kenapa lo bengong? takut kan lo?", kata wanita yang bernama misel itu.


"maaf, saya minta anda untuk tida sembarangan memasuki kator saya dengan alasan yang tidak maauk akal", tegas dian pada wanita di hadapan nya.


"ehh buka masker lo, siapa sih lo berani nya sama gue", kata misel ingin mengejar dian yang kini melangkah pergi dari hadapan nya namun pak satpam dengan cepat mencegahi wanita itu.


"lepasin gue!! n***s gua di pegangin sama orang macem lo", dengus misel


"tolong segera pergi jika tak ada urusan lagi bu, jangan sampai saya berbuat lebih nekat dalam menangani anda", tegas pak satpam lagi pada nya.


misel yang mendengar ancaman pun ahir nya nyli nya menciut juga pergi tanpa permisi.


"selamat pagi", sapa dian pada seorang resepsionis


"selamat pagi, ada yang bisa saya bantu bu", kata resepsionis sangatlah ramah pada nya.


"oh ya, siapa nama mu?", dian bertanya pada sang resepsionis di depan nya.


"saya maya puspita bu, ada yang bisa saya bantu?", repsepsionis itu memperkenalkan diri nya lalu kembali bertanya.


"baiklah maya, apa bisa berbicara dengan manager kantor ini? atau dengan asisten CEO?", dian berbicara pada sang resepsionis yang bernama maya


"tapi bu..", belum sempat maya menjawab nya, dian terlihat sedang menghubungi seseorang melalui telephone seluler nya.


"halo selamat pagi pak, saya sudah berada di lantai satu kantor, tolong segera kemari", kata dian pada seseorang yang ia hubungi melalui telephone genggam nya, lalu ia kembali ke ruangan tunggu menunggu orang yang telah ia hubungi.


setelah menunggu sekitar 5 menit lama nya, yang di tunggu akhir nya berada di depan nya sambil membungku kan badan nya tanda menghormati.


dian pun berdiri melakukan hal yang sama setengah membungkuk kan badan nya.


"selamat pagi bu, maaf saya terlambat menjemput kedatangan anda pagi ini, saya tidak berfikir anda datang sepagi ini, sekali lagi maaf kan saya bu", kata pria yang terlihat muda dan seumuran dengan nya itu.


"baiklah pak, tidak masalah, tolong hantarkan saya ke ruangan yang akan saya tempati, maaf jika merepotkan anda juga karena saya sudah sangat lama tidak ke kantor ini sejak mendiang ayah saya meninggal", kata dian lalu tersenyum di balik masker yang ia gunakan


"baik bu, saya sangat tidak keberatan, kalau begitu mari saya hantarkan sekarang", kata lelaki itu


kedua nya berjalan menuju lantai 38 gedung tinggi nan megah itu menggunakan lift tentu nya yah guys..


tak membutuhkan waktu yang lama akhir nya kedua nya sampai pada lobi kantor menuju ruangan CEO


".mari bu, silahkan masuk" kata peria itu pada nya.


"terimakasih pak", jawab dian


siapa sangka ruangan megah yang telah di dekorasi sedemikian rupa dengan dinding yang di cat dengan warna tembok putih dengan banyak nya balon dan kelooak bunga mawar di berbagai sudut ruangan juga terdapat lilin aroma teraphy juga bingkisan kado gang sangat besar berada di tengah ruagan itu.


"astaga kenapa seperti ini pak?", dian bertanya pada sang asisten yang menghantar nya menuju ruagan itu.


"maaf bu, saya juga bingung kenapa seperti ini, terakhir saya melihat nya tidak seperti ini dan...", lelaki itu terdiam saat ada seseorang yang sangat ia kenali berada di belakang dian membawakan kue ulang tahun disana juga keluarga peria ia itu yang tan lain adalah alvin sang suami nya, dan ibu sinta, pak albert, ivan, juga ada winda disana


"ada apa pak? dan apa? oh ya, siapa nama anda?", dian bertanya.


alvin memberikan kode agar edwan membuat dian menoleh pada nya dan tanpa di arahkan edwan, dian akhir nya menoleh tepat berada di depan alvin yang di batasi kue ulang tahun yang sedang di pegang sang suami.


alangkah terkejutnya dian hingga mulut nya membulat sempurnah namun tak mengeluarkan suara, terlihat dari sudut mata nya, wanita itu berkaca-kaca melihat sang suami memberikan kejutan yang tak pernah ia pikirkan


🎶"happy brith day to you, happy brith day to you, happy brith day, happy brith day, happy brith day my wife", 🎶


"selamat ulang tahun istri ku sayang, istri ku tercinta, istriku yang cantik, baik hati dan sangat ramah pada siapapun, aku minta maaf untuk kurang lebih empat bulan terakir ini sangat mengabaikan mu sekali lagi maaf kan aku istriku, cup cup cup", alvin mengucapkan selamat ulang tahun pada nya sambil mencium pucuk kepala sang istri lalu membawa nya dalam pelukan hangat dan mengelus rambut panjang nya yang tergerai indah


"hiks hiks hiks kamu jahat yang jahat banget sama aku, aku kesepian sampai aku kira kamu udah gak mau tinggal sama aku yang, kamu jahat banget cuekin aku, ninggalin aku disaat aku bangun pagi kamu pergi, kamu gak read pesan ku sedikitpun enggak, nelfon kek aku yang hiks hiks hiks hiks", dian merancuh dalam tangisan nya yang semakin membesar dan sangat sedih. ada perasaan yang sangat berbeda saat ini, dian seakan tak ingin melepaskan pelukan sang suami, sang suami yang belum pernah mendapatkan haknya sebagai suami.


mungkin tepat nya di sebut sebagai jatuh cinta . .


"maafkan aku sayang, aku ingin memberikan dua kejutan di hari ini untuk mu, selamat ulang tahun yah istri cengeng ku dan selamat menjadi CEO sekaligus direktur muda kantor ini", kata alvin membuat dian melonggarkan pelukan nya dari sang suami


"apa kata mu sayang? apa benar seperti itu? jadi semua ini karena kamu?", dian bertanya bertubi-tubi pada sang suami membuat bu shinta dan yang lain nya hanya tersenyum geli melihat kedua nya


"ia sayang, kenapa? gak senang?", kata alvin


"astaga terimakasih sanyang, aaaa senang baget aku yang, cup", dian melompat kegirangan lalu refleks mengecup b*b*r sang suami membuat wajah alvin bersemu merah tak percaya dengan perlakuan sang istri pada nya..


betapa bahagia nya alvin mendapatkan sang istri, dian yang terlambat menyadari hal konyol yang ia lakukan akhir nya kembali memeluk sang suami dan menyembunyikan kembali wajah memerah bagai kepiting rebus nya pada dada bidang sang suami.


"ehem... kita seperti nya lagi nontonin drama live yah mah", ivan akhir nya bersuara yang membuat wajah dian makin menempel tak ingin melihat yang lain nya.


"eh sirik aja lo, suka-suka kitalah, maka nya nikah sana cepetan", jawab alvin cuek.


"sudah-sudah, jangan bertengkar, ayolah nak, apa kamu gak ingin memeluk mama?", kata bu shinta yang berhasil membangunkan dian dari persembunyian nya.


dian memeluk ibu shinta dengan erat


"happy brith day princess", kata bi shinta sambil menagkup kedua wajah dian lalu mengecup pipi dian


begitupun dengan winda.


dan pak albert


"selamat ulang tahun nak, panjang umur dan lekaslah kalian berikan kami cucu", lalu mengelus rambut dian seperti anak nya sendiri.


dian hanya tersenyum mendengar ucapan sang papa mertua nya.


saat giliran ivan, alvin meng halangingi nya.


"gak usah berjabatan tangan, mending gak usah lah, cukup lo doain aja, udah", kata alvin lalu menarik tangan sang istri dan mengarahkan nya untuk memotong kue


.


.


.


hay guys, jangan lupa vote sebanyak nya yah.. terimakasih.


author mencintai kalian 🥰😇