My First Love

My First Love
bab 19



"betama malang nya nasip yang ku jalani kini, kenapa aku selalu merasa lemah dihadapan mbak celsi, aku gak melakukan kesalahan apapun pada nya, tetapi kenapa mbak celsi bahkan sangat membenci ku, hanya karena perasaan cinta nya terhadap david dan akulah yang menjadi pelempiasan atas emosi nya", batin dian sambil terisak tangis yang sangat piluh dalam pelukan sahabat nya winda. bahkan untuk menyadari kapan winda sampai dari singapore pun tak mampu untun di tanyakan. dian masih saja larut dalam kesedihan nya.


"dasar wanita bodoh!!, udah di gamparin, masih aja mau masuk kerja, lihat aja ntar gua bakalan membuat hidup lu hancur, itu belum seberapa", batin celsi saat melihat pemandangan yang sangat ingin membuat nya muntah melihat dian dan winda di depan nya. "kalian mau kerja apa sibuk saling memberikan perhatian sih", ketus celsi pada kedua gadis didepan nya. "tutup mulut mbak!", pintah winda dan melembarkan mata nya seakan ingin menerkam celsi saat ini . "hehh winda,, diem aja lu, udah tau salah masih aja nyolot", celsi tak mau kalah dan mengalah, padahal kalau di pikir sih, emang celsilah yang harus nya diam. "mbak aneh banget, apa sih salah nya dian sama mbak sampai mbak tega nampar nya, apa mbak gak punya sopam santun dan tahtakrama ya", cecar winda pada celsi. "diem lo!!!!!", seru celsi sambil melabrak meja nya. "ada apa ini ribut-ribut,malu-maluin aja", bentak ivan dari luar ruangn lalu berjalan masuk menuju meja dina membawakan benerapa salep untuk dinoleasi pada siku tangan dian yang terbentur tembok hingga menimbulkan luka lecet yang cukup serius. celsi yang memperhatikan tingkah ivan sedikit mematung dan bertanyatanya pada diri nya sendiir. "apa wanita ga***n itu muli merayu pak ivan stelah david pergi entah kemana? dasar mu***n banget kamu!!", batin celsi berseru. ivan berdiri dari tempat nya dan menghadap pada dian dan winda, kalian pulang hari ini, siaplah semua keperluan mu untuk acara pernikahan kamu, dan tolong kamu membantu sahabat mu sampai hari pernikahan nya tiba, jaga dia sebaik mungkin jika ada yang melukai ataupun mendekati nya, segera telfon aku kapan pun dan dimanapun, aku tak akan mengampuni sipapun yang mengganggu nya..!", pintah alvin pada kedua wanita di depan nya dan memberikan pesan pada winda agar menjaga dian.


dan celsi yang mendengarnya pun hanya membisu tanpa berani menatp ivan lagi, winda yang mendapat perntah pun akhir nya hanya bisa menuruti nya.


alvin masih saja tersenyum lebar dengan berjuta rencana di benak nya hingga kedatangan ivan pun tak ia sadari. ivan yang cukup lama menatap paras wajah alvin hanya bisa menggeleng kepala nya perlahan. "apa sudah puas otak mu berkelana?", suara ivan menyadarkan alvin dari launan panjang nya. "astag brow, kamu mengagetkan ku saja", sambil memmeluk dadanya dengan kedua telapak tngan nya. "astagaaaaa maka nya janga kebanyakan memikirkan hal yang mesum!", tegas ivan lalu merembahkan tubuh nya di sofa yang ada dalam ruangan alvin. "brow, gua udah nyuru calon bini lo pulang dan tidak masuk kantor sampai kalian menikah, dan juga ditemani sahabat seruangan nya yang bernama winda, itu juga sudah di setujui bokap juga nyokap lo", terang ivan sambil tersenyum kearah alvin. sedangkan alvin yang mendengarnya hanya bisa memijat kening nya. "terserah", jawab alvin lemas. "gagal deh rencanaku gara-gara si kunyuk ini, pengen aku jitak dia!!!", batin alvin.


di rumah dia hanya termenung sendiri di kamar nya, "hey, kenapa bengong sih calon penganten harus nya semangat dong, ayok kita perawatan di salon yah", ajak winda pada dian yang hanya terdiam. dian hanya menggelengkn kepala nya.


"ayolah", pintah windah sambil menarik tangan dian, namun tetap saja dian menjawab nya dengn menggelengkan kepala tanpa beranjak. "kita gak usah kemanapun yah wind, aku punya kok luluran di kamar mandi, kalau kamu mau, kamu bisa pake sesuka mu", jawab dian, winda yang melihat dian tak ingin melakukan apapun hanya bisa menuruti saja kemauan sahabat nya.


"dian, entar lagikan kamu bakalan nikah, udah jadi istri pak bos, belum tentu hidup mu bisa bebas seperti sekarang, gimana kalau kita habiskan wakti dengan berjalan jalan ke mal, ke cafe hitu", ajak winda lagi pada dian. "hemmmm baik lah, ayok bersiap-siap", seru dian sambil berlarian menuju kmar mandi. "tuhh kan, giliran nge mall ama ke cafe aja, cepet banget. dasar si dian", gerutu winda sambil tersenyum melihat kelkuan sahabat nya.


"bii kita pamit ke mall dulu yah", serubdian pada bi sum dan bi ina yang lagi sibuk di dapur. "gak makan dulu non!", jawab bi sum, "gak bi, nanti malem aja yah baru kita makan nya barengan", jawab winda. "baiiklah non, hati-hati yah non berdua", jawab bi sum sambil melanjutkan pekerjaan nya. di mobil winda menyalakan lagu kesukaan nya dari BCL yang berjudul SONY. dian yang melihat sahabat nya hanya tersenyum sambil menyetir. saat mobil BMW berwarna hitam milik dian parkir di sebuah mall terbesar dan sangat ramai di kota jakarta, dian dan winda bergegas menelusuri mal tersebut dengan mencoba beberapa barang kesukaan nya. muli dari hal terkeciil hingga besar, sambil bercengkerama dan berfoto bersama mengabadikan moment kebersamaannmereka saat ini. tak terasa waktupun berjalan begitu cepat nya. "ayo kita ke cafe yah, laper nih!", sambil memegnagi perut winda bergelut manja pada sahabat nya, seolah dian adalha ibu nya. "hehhehe iya deh, kamu pengen makan apa sih!", kata dian sambil membopong sahabat nya yang bergelut manja pada nya. "gimana kalu makan kfc ajj sama colla gitu kan enak, tapi dibawain ke rumaah biar sabil nonton tv sama bi ina juga bi sum", ajak winda. "kok di bawa pulang? bukn nya tadi kamu laper yah", tanya dian. "iya sih,tapikan lebih asyk kalau makan bareng", kata winda sambil tersenyum. "kita makan ajja dulu, nanti biar aku pesenin go fod deh buat kita di rumah sama bi ina juga bi sum", sambil mengabil benda pipih di tas nya lalu memesan nya. "ohh bener juga , kog aku telmi gini sih", winda menjitak sendiri jidt nya. sedngkan dari arah lain ada sepasang mata yang masih mwngintai kedua wanita itu tanpa sepengetahuan mereka.


.


.


.


hay guys, jngn lupa dukung dan vote novel ku yah.. terimkasiih 🥰🙏