My First Love

My First Love
58 WINDA



rasa nya seperti mimpi aja.. hari ulang tahun yang telah sekian lama dian tutup tak pernah ada perayaan hari ulang tahun lagi sejak kematian kedua orang tua yang di sayangi nya tepat pada hari ulang tahun nya juga.


"ayo yang di potong dong kue nya", pintah alvin lalu menuntun tangan sang istri untuk memotong kue ulang tahun termewah di depan nya saat ini.


semua karyawan di kantor pun ikut dalam acara ulang tahun dadakan yang di rayakan sang suami.


"wahh cantikk banget ibu direktur kita itu", gumam seseorang yang kagum memandangi kecantikan dian


"stttt gak usah brisik", kata maya sang resepsionis.


"celaka dua belas aku ini, kok aku gak tau sih pemilik kantor ini adalah ibu cantik itu, pasti aku di pecat kali ini, ya tuhan lindungi aku", batin maya sang resepsionis gelisah


setelah acara proses pemotongan kue, alvin menggenggam kedua tangan sang istri lalu berbicara pada semua yang ada di dalam ruangan megah nan besar itu.


"selamat pagi semua nya, saya mohon maaf karena sudah memanggil semua karyawan yang ada di kantor ini ke ruangan ini, jadi saya akan memperkenalkan diri sebelum nya, saya SERVASIUS AVIANTO SINAGA dan sudah pasti semua nya mengetahui saya, karena sudah cukup lama perusahan ini bekerja sama dengan perusahan saya., dan ini istri saya yang cantik jelita ini adalah direktur sekaligus CEO kantor ini dan beberapa anak cabang yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu yah ☺️, dan juga mulai hari ini dan seterus nya. untuk itu saya mengundang secara resmi pada semua bapak dan ibu karyawan kantor ini agar mengikuti acara syukuran sekaligus ulang tahun istri saya yang akan di adakan malam ini di hotel xxxx , terimakasih", kata alvin yang membuat dian terkejut bahwa akan ada acara nanti malam di hotel xxxx


"apa ada yang ingin disampaikan nak?", tanya pak albert pada menantu nya


"ah ia pak, terimakasih sudah mengingatkan", kata dian pada pak albert


"cieee mentang-mentang di peluk suami, udah lupa aja apa yang pengend di omongin", kata bu sinta sambil mencoleh pinggul dian


"apan sih ma", kata dian malu


"hahahahahaha", refleks ivan tertawa


"diem lu", alvin melototi ivan namun tak di hiraukan nya.


"ehem baiklah selamat pagi semua nya, maaf jika tadi ketika saya baru pertama kali masuk, sudah ada drama yang tidak menyenangkan di pagi hari. mohon maaf atas ketidak nyamanan kalian, baiklah untuk mempersingkat waktu, saya akan memperkenalkan diri saya, mungkin ada yang belum mengenali saya disini, nama lengkap saya Kornelia Diana Putri Hermawan, saya putri dari mendiang ayah herry hermawan dan ibu santi, disini saya hanya menjelaskan bahwa ada beberapa peraturan masuk kantor, kita masuk kerja mulai jam 07:15-08:00 pagi, jika ada yang terlambat atau berhalangan sebelum jam itu, mohon untuk di sampaikan melalui whats upp grup kantor kita.. dan jam pulang kantor adalah jam 05:00 sore. kecuali jika ada lembur, mengenakan pakaian yang rapih dan sopan seperti biasa nya yah. terimakasih", ☺️🙏


setelah menyampaikan beberapa peraturan jam masuk dan pulang kerja, barulah semua nya kembali ke ruangan masing-masing untuk bekerja


"nak, kalau begitu papa dan mama pamit ya nak, sampai nanti malam sayang", pamit sinta pada dian


"baik ma", jawab dian


"tunggu ma!", alvin menghentikan langkah ibu nya.


"ada apa lagi sih vin", kata bu sinta sambil mengerutkan kening nya.


"mama kalau pulang, tolong dong anak mama di bawa pulang juga, ganggu aja", Gerutu alvin pada mama nya sambil menunjuk ivan


"enak aja, gua gak mau pulang, inikan masih jam kantor, udah ma aku pamit ke kantor dulu", jawab ivan lalu pergi, namun jangan kira bahwa ivan pergi begitu saja, ivan menendang tepat pada tulang kering kaki kanan alvin dengan sepatu kilat nya lalu berlari secepat mungkin sebelum bogeman dari alvin datang mendarat pada perut sispack nya.


alvin meringis kesakitan hingga tak mampu mengejar ivan yang sudah pergi entah dimana sekarang sambil menarik pergelangan tangan winda, winda yang di tarik juga ikut berlari karena takut akan ada perang duni ke dua di ruangan itu.


"maaf pak ivan, tolong lepaskan pergelangan tangan saya", pintah winda


"ohh maaf", jawab ivan singkat lalu melepaskan genggaman tangan winda


"kog jantung gua berdebar terus yah? apa gua sakit? ahh ini pasti gara² wanita ini, mulus banget tangan nya sumpah", batin ivan, jiwa lelaki playboy nya mulai gentayangan entah kemana membayangkan sentuhan tangan mulus winda.


sedangkan winda hanya bisa terdiam mendapatkan perlindungan dari ivan saat menarik lengan tangan nya menuju lift agar tak mendengarkan omelan sahabat sekaligus sepupu nya yang menjabat sebagai bos di kantor winda.


mobil terus saja berpacu dengan lambat dan kemacetan kota jakarta yang melanda.


dret dret dret


pondsel milik ivan bergetar pada saku jas nya.


"hallo selamat pagi meri, adaapa?", ivan bertanya pada sekertaris alvin yang menelfon nya. jika meri yang menelfon nya yah tentu saja itu menyangkut urusan kantor.


"selamat pak, pak bos meminta anda untuk menghadiri rapat dengan PT XX pada restoran XXx saat jam 11:00 nanti pak", kata meri to the point


"huhhh baiklah merri tolong kirimkan materi nya ke email saya dan kamu tidak usah menyusul, karena saya meminta ibu winda untuk menggantikan mu hari ini, saya akan menghubungi devisi keuangan untuk meminta ijin winda mengikuti saya menggantikan mu hari ini, terimakasih", kata ivan lalu menutup panggilan sepihak sebelum meri menjawab nya


winda masih mencernah kata-kata ivan saat ini, dan tiba-tiba ivan mengagetkan nya dengan bertanya pada winda.


"apa ibu winda keberatan?", tanya ivan


"oh ti tidak pak", jawab winda terbata bata


"baiklah terimakasih", jawab ivan sambil mengulum senyum pada winda yang membuat winda seketika mabuk dengan senyuman ivan


"astaga manis banget ternyata senyum nya", batin winda menjerit kegirangan terhipnotis oleh senyuman maut ivan


setelah menghubungi devisi tempat winda, kedua nya tiba di depan restoran XXx, ivan memarkirkan mobil nya di halaman restoran lalu berjalan membukakan pintu untuk winda..


si winda yang mendapat perlakuan khusu seperti itu serasa ingin pingsan


"pak gak usah repot pak, biar saya buka kan saja sendiri pintu nya", winda tak enak hati namun sebenar nya winda sangat memimpikan lelaki yang memperlakukan nya dengan sangat lah manis seperti yang telah di lakukan ivan pada nya saat ini.


.


.


.


hay guys, jangan lupa vote novel ku ini yah.. biar author nya semangat buat up bab terbaru nya juga.


terimakasih


god bless 🥰😇