My First Love

My First Love
84. aroma vanilla istri ku



Dua bulan telah berlalu semenjak aksi rawat nginap yang dilakukan alvin dan ivan..


hari yang telah di jalani alvin dan juga sang istri sangat baik selayak nya pasangan suami istri pada umum nya.


.


.


.


hari ini alvin bangun kesiangan bersama sang istri yang akhir akhir ini sering bermalas malasan di tempat tidur, yah dian selalu merebahkan diri nya di tempat tidur, meskipun masih di kantor, dian sangat ingin rebahan di ranjang king sise nya di rumah. namun belakangan ini dian enggan untuk pisah **** cuma sebentar bersama sang suami.


entah kenapa, serasa ia ingin selalu memeluk sang suami setiap saat.


dian mengeratkan lingkaran tangan nya di leher sang suami, membuat alvin sulit menghirup oksigen.


alvin menerjapkan kedua mata nya, ia menghirup aroma milk & honey dari rambut sang istri.


alvin tersenyum sesaat tatkala ia melebarkan kedua pupil mata nya, "betapa indah nya pagi ini", guman ivan dengan suara berat nya.


dian melonggarkan pelukan nya dari batang leher sang suami, dian melebarkan pulpil mata nya merasakan ada yang tidak asing dengan benda di bawah sana.


sadar ketika sang istri ingin melepaskan pelukan nya, alvin telah menekan kedua pergelangan tangan sang istri dengan gerakan lincah, kini alvin berada di a*tas dian. (bayangin aja sendiri yah guis 😊) alvin tersenyum devil saat ini.


"yang, minggir dong, bau banget ihh", dian merengek manja sedangkan alvin masih pada posisi nya.


"gak yang, kamu udah membangunkan singa ku di pagi hari, sekarang kamu tanggung jawab ", albin mengedipkan sebelah mata nya dan tersjadilah gempa tempat tidur yang panas saat itu


.


.


alvin membopong tubuh sang istri menuju kamar mandi yg telah ia siapkan sebelum nya untuk berendam.. aroma lavender menggelitik di lambung dian, dian rasa nya ingin memuntahkan semua isi perut nya saat ini. ia mencoba untuk bertahan, namun sekuat apapun ia menahan untuk tidak menumpahkan isi perut nya saat ini, ia tak mampu dan hoeek hoeeeekkk hoeeekkk


dian berlari menuju wastafel di sudut kamar mandi dan menumpahkan semua nya. dian lalu mengguyurkan badan nya dengan air hangat dari sohower yang ia nyalakan.


alvin panik lalu melangkah lebar menuju sang istri, "ada apa sayang?? kamu sakit? kamu gak enak badan? ayo gak usah mandi ajaa", cercah alvin saat ini menarik pergelangan tangan sang istri tercinta nya.


"ah gak yang, tolong buangin dong wewangian lavender nya dan di ganti sama yang berbau vanila aja yang sayang", pintah dian sambil memohon.


alvin sempat bingung dengan permintaan sang istri saat ini. namun ia tetap menuruti nya tanpa banyak bertanya lagi. alvin membersihkan seluruh kamar mandi saat itu juga termasuk diri nya dari wangi lavender yang sempat ia berendaman bersama dian. setelah selesai mandi, dian melanhkah menuju kamar ganti dan mengganti pakaian nya seperti biasa,.


sedangkan alvin masih berdiam diri dibawah guyuran air hangat membersihkan badan nya juga.


.


.


alvin menuruni tangga dengan mengenakan kaos oblong dan celana jongger putih sambil tersenyum kearah sang istri. entah mengapa baru saja alvin menuruni anak tanggah ke tiga, dian langsung saja menghentikan nya lagi dengan segera menutup hidung nya.


"stop kamu yang, sana balik lagi ke kamar...!!!!", saat ini dian ikut berdiri dari tempat nya sambil menunjukan suami nya sedangkan tangan kiri nya tetap menutupi hidung.


alvin serasa ingin menjatuhkan tubuh nya di anak tangga ini hingga ke lantai. "kog bisa sayang??? kenapa?? apa ada...", belum saja alvin bertanya lebih banyak, dian dengan sergap memotong pembicaraan sang suami lagi


"astaga tolong dong sayang, isi perut aku ingin keluar lebih banyak... tolong dong hiks hiks hiks", dian sudah tak tahan dan kini pertahanan nya runtuh seketika..


"ah ia sayang maaf kan aku, lalu kapan aku turun sayang? aku lapar, kalo aku di kamar terus lalu gimana aku ma..", yah alvin bertanya bagaimana ia akan mengganjal perut nya? sedangkan ia belum sarapan pagi hari ini.


"kamu mandi lagi sayang, kamu bau lavender sayang, kamu mandi pake detol kek atau pakai sabun atau pewangi lain nya.. kamu bau banget, bau kamu buat lambung aku menggelitik ingin muntah lagi sayang, aku sampe lemes", kata dian lagi.


dengan tidak banyak bertanya lagi, alvin segera membalikan badan nya menuju kamar mandi.


"ahh aneh aneh aja.. tanggal berapa sih nih hari?? apa hari ini hari tipu yah? atau istri ku lagi kerjain aku yah??...ahhhhhh", alvin seperti orang yang kebingungan dengan tingkah laku sang istri. ia berkali kali membalikan kalender dan kembali menghitung tanggal di dalam kalender meja, ia juga melirik handphone genggam nya. alvin serasa frustasi di buat sang istri. ia kembali mendenguskan badan nya .


"biasa aja, ini parfume aku tiap hari nya", gumam alvin lagi kebingungan namun ia tetap melangkah menuju kamar mandi untuk mandi lagi.


"detol???? yang bener aja sih", alvin kembali mengingat kan apa yang dikatakan sang istri barusan.


namun tetap saja alvin mengindahkan keinginan sang istri tercinta nya.


setelah 10 menit berlalu, alvin akhir nya menuju kamar ganti untuk kembali memakai parfume milik sang istri. alvin tersenyum ketika melihat tulisan aroma "VANILLA " gumam alvin lalu ia melebarkan senyuman nya menunjukan deretan gigi rapih di depan cermin yang besar


"daripada gua disuru mandi lagi, mendingan gua pake aja", gumam alvin sambil menyemprotkan aroma vanilla ke seluruh tubuh nya.


dari ruangan makan saja, indra penciuman dian sangat menggelitik dengan aroma vanilla yang di pakai sang suami.


"wahhhh nyaman banget wangi nya ih", gumam dian sambil menopang dagu nya menghirup aroma vanilla yang ia kenal ini.


alvin menuruni anak tangga tersenyum geli saat melihat istri nya sedang mendengus aroma entah makanan atau aroma parfume yang digunakan alvin saat ini, alvin di buat ingin tertawa lebar namun ia mengurungkan niat nya. "gak boleh tertawa ya viiin, awas loh entar istri kamu tersinggung lalu ia nyuru kamu mandi lagi pake kembang tujuh rupa kamu baru rasa", batin alvin bermonolog seolah ada jiwa lain di dalam diri nya yang berbicara menasihati nya saat ini. alvin sampai merinding memikirkan hal itu. alvin berjalan menuju meja makan di mana ada sang istri disana yang masih betah mencium aroma vanilla di ruangan itu.


"pagi istri ku tersayang, apa aku sudah boleh duduk disini?", suara alvin akhir nya menghentikan aksi menghirup aroma yang di lakukan dian saat ini.


.


.


.


hay guys terimakasih masih setia membaca novel ini... terimakasih juga untuk like nya yah, jangan lupa vote novel ini yah. terimakasiih. love you all and god bless you 🥰🤗