
" kenapa tidak boleh, bukan nya ini rumah kamu berarti rumah aku juga kan. Apa kamu lupa kalau joy manggil aku papah jadi pasti dia sangat senang aku tinggal di sini" ucap dalvin berbaring di ranjang keyla tanpa rasa bersalah sama sekali.
" lebih baik kamu pergi sekarang, apa kata orang jika kamu tinggal di sini?" Ucap keyla menarik tangan dalvin agar ia bangun dari ranjang nya.
" dari pada kamu memaksa ku untuk pergi lebih baik kamu tidur sini, kamu pasti capek kan bersih bersih seharian" ucap dalvin melempar senyum manis menatap keyla.
" ogah... udah terserah kamu tapi ingat jangan keluar kemana mana. Kamu tetap di sini sampai aku suruh kamu keluar" ucap keyla beranjak pergi dari kamar nya.
" baik sayang" ucap dalvin menggoda keyla.
Dalvin memang berencana untuk tinggal dengan keyla ia ingin bersama dengan joy. Namun di sisi lain keyla belum tahu siapa dalvin sebenar nya ia menyimpan rapat rapat rahasia yang di milikinya agar tidak ada orang yang tahu tentang diri nya.
Lama terdiam di ranjang keyla, dalvin mulai tertidur pulas. Di sisi lain keyla masih bersih bersih rumah nya. Belum sempat ia makan dari tadi pagi. Tubuh nya mulai terasa lemas namun ia tetap semangat agar rumah nya itu segera beres bersih dan ia bisa menempati rumah utu segera.
" non, sudah malam lebih baik non istirahat saja" ucap salah satu pelayan itu.
" iya bi. Kalau kalian capek kalian bisa kembali. Dan besok tolong di lanjut lagi ya bi" ucap keyla tersenyum pada para pelayan yang sudah berdiri di depan nya.
" baik non, kita permisi pulang " ucap para pelayan mama nya Yang mulai beranjak pergi.
" sudah pada pulang ya" ucap dalvin berjalan turun dengan mulut menguap habis bangun tidur.
ucapan dalvin membuat keyla beranjak berdiri dari duduk nya. Ia menyembunyikan rasa lemas dan perut lapar nya. Ta mau gimana lagi beli makan juga sudha malam nanggung. Mau masak sendiri bisa nya bikin mie instan.
" bisa gak kalu datang gak mengagetkan ku" ucap keyla.
" lagian ngapain kamu melamun di situ sendiri, pasti laparkan?" Ucap dalvin mendekati keyla ia senyum menggoda keyla di depan nya.
Wajah keyla nampak merah ia terlihat sangat malu di buat nya. Mau jujur takut nya dalvin malah menghina dia. Kini keyla hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dalvin. Meskipun ia berusaha menyembunyikan rasa lapar nya.
Tak lama terdengar suara dari prut keyla...
" krukkk..kruukkk.."
Keyla sontak memegang perut nya. Ia menhipitkan mata nya senyum terpaksa menatap dalvin di samping nya.
" benar kan yang aku bilang. Udah sekarang ikut aku" ucap dalvin menarik tangan keyla menuju ke dapur.
" kita ngapain di sini, aku kan belum belanja mana ada makanan di dapur" ucap keyla menepis tangan dalvin.
" sudah lihat saja di dalam kulkas itu, sekarang kamu bantu aku masak. Sekalian kamu bisa belajar masak sedikit gak cuma hanya mie instan saja makanan kamu. Dulu kamu pernah masakin aku kan" ucap dalvin mengerutkan alis nya ke dahi.
Tanpa menjawab keyla beranjak membuka kulkas di depan nya. Ia melihat sudah banyak makanan tertata rapi dindalam kulkas nya. Mulia dari minuman susu buwat ke dua anak nya. Berbagai makanan ringan , buah buahan dan berbagai sayuran.
Kulkas nya sudah penuh berbagai macam makanan dan minuman. Keyla hanya terdiam menatap banyak makanan di dalam kulkas nya.
" kapan kamu menaruh makanan itu semua di dalam kulkas" ucap keyla membalikkan badan menatap dalvin.
" gak usah banyak tanya, sudah ambil sayuran di dalam, cepat bantu aku" ucap dalvin mulai menyalakan kompor nya.
" jangan lihatin aku terus, nanti lama lama kamu jatuh cinta padaku" ucap dalvin yang masih fokus memasak.
" ih amit amit dah aku jatuh cinta sama kamu, udah males kamu lanjutin masak sendiri" ucap keyla beranjak pergi dari dapur menuju meja makan. Ia sudah duduk di kursi menunggu makanan jadi.
Hari ini joy dan cia keyla titipkan pada keluarga nya untuk sementara. Ya karena rumah nya masih terlihat bernatakan belum semua di bereskan. Apa lagi kamar joy dan cia masih banyak debu. Belum sempat di bersihkan.
" makanan sudah jadi tuan putri" ucap dalvin membawa sepiring nasi gerong dengan telur mata sapi di atas nya. Ia berjalan memutar seperti seorang pelayan profesional menaruh makanan di atas meja depan keyla.
" hanya makan ini" ucap keyla memegang piring di depan nya. Dengan bibir cemberut
" ya kalau tidak mau makan, aku habiskan semua" ucap dalvin mengambil piring di depan keyla. Dan bergegas duduk di sampingĀ keyla.
Semula keyla hanya terdiam mengerutkan bibir nya. Menatap dalvin dengan tangan menyangga dagu nya. Ia melihat betapa enak nya dalvin makan nasi goreng itu. Ia semakin malu saat prut nya berbunyi lagi sangat keras.
" kruuukkkk...."
Dalvin hanya terdiam menahan tawa nya mendengar suara perut keyla.ia mencoba melirik keyla yang terus mengusap perut nya dengan ke dua tangan nya. Tanpa bicara dengan keyla ia beranjak berdiri.
" aku kenyang, tidur dulu ah" ucap dalvin beranjak pergi meninggalkan sepiring nasi goreng di tempat ia duduk.
Dalvin beranjak menaiki tangga melihat keyla dari kejauhan. Ia ingin tahu apakah keyla benar benar tidak mau atau malu memakan nya.
" perutku lapar, apa aku makan saja ya nasi nya lagian kan dalvin sudah gak ada dari pada besok sudah basi gak munhkin ia makan" ucap keyla dengan semangat meraih piring di depan nya. Tanpa memandang sekeliling nya keyla memakan nasi goreng itu sangat lahap hingga tersisa sendok nya di atas piring putih kosong itu.
Dalvin hanya tersenyum memandang keyla. Ia bergegas masuk ke dalam kamar dan berpura pura tertidur agar keyla tidak curiga pada nya.
" hmmz kenyang" ucap keyla tersenyum mengusap perut nya dengan menyandarkan tubuh nya di kursi.
" sekarang waktu nya tidur" ucap keyla bergegas masuk ke dalam kamar.
Perlahan ia membuka kamar nya menatap ada sosok dalvin tidur di ranjang nya.
membuat ia semakin naik darah melihat nya mengambil tempat ia tidur. Wajah nya mulai memerah. Ia menggertakkan kaki berjalan cepat menuju ranjang nya.
" bangun kamu tidur di bawah" ucap keyla menarik tangan dalvin hingga ia terjatuh. Keyla meloncatkan tubuh nya ke atas ranjang ia segera berbaring menarik selimut tebalnya menutupi sekujur tubuh keyla.
dalvin yang masih pura pura tidur ia menarik tangan keyla hingga terjatuh tepat di atas tubuh nya.
Ke dua mata mereka saling menatap terkejut. Dalvin jadi salah tingkah di buat nya.
Sementara keyla beranjak berdiri mengusap bekas pegangan tangan dalvin di ke dua bahu nya.
" udah jangan ganggu aku, kamu tidur di bawah lagian kamu cuma numpang tidur di sini" ucap keyla ia segera membuka lemari nya mengambil bantal dan selimut tebal. Ia melempar bantal dan selimut itu ke arah dalvin di depan nya.
" silahkan cari tempat tidur sendiri yang nyaman buwat kamu" ucap keyla mulai naik ke atas ranjang membaringkan badan nya yang sudah mulai capek.
" baiklah" dalvin bergegas berdiri menuju ke sofa di samping ranjang keyla di dekat jendela kaca kamar nya. Mereka terlihat sudah tertidur pulas di tempat mereka masing masing.