My First Love

My First Love
Episode 248



Pov Miko.


“Kamu jaga diri, teman aku paling bawel.” Ucap Miko,


mencubit ke dua pipi Cia.


“Sakit Miko.”


“Sakit tapi mansi kan,bUkanya kamu suka?” tanya Moiko


semakin menggoda,


“Apa sih Miko, sudah pergi, nanti kamu terlambat.” Ucap Cia


mendorong tubuh Miko agar segera pergi.


“Iya, kamu jaga diri,”


“Harunya aku yang bilang seperti itu, kamu yang harus jaga


diri di sana. Dan tunggu aku ke sana, aku akan menyusul kamu kuliah di sana.”  Ucap Cia.


“Iya, aku tunggu, aku berangkat dulu. Bye...” Miko


melambaikan tanganya dan melangkahkan kakinya bergegas pergi meninggalkan Cia,


yang masih melambaikan tangan ke arahnya.


Miko makasih kamu


sudah menemani hari-hariku selama ini,a ku snagat sayang dengan kamu. Tapi meski


hanya sebatas teman aku juga tidak perduli, asal aku bisa berama dengan kamu,


bisa menatap kamu, dekat dengan kamu setiap waktu. Dan tunggulah aku di London Miko.


Cia beranjak pergi meninggalkan bandara dan kembali ke


rumahnya.


Satu jam perjalanan Cia, berjalan masuk ke dalma rumahnya


dnegan langkah terburu-buru


“kak, aku ingin tanya padamu?”


“Tanya apa?” Joy yang duduk santai di sofa seketika antusias


langsung menjawab pertanyaan Cia.


“Apa kamu menghubungi lana?” tanya Cia.


“Tidak, memangnya kenpaa.”


“Aku gak mau kamu menghubunginya, dia itu adaah anak dari


wanita perebut papa.”


“Iya, aku tahu tentang itu, makanya aku berusaha untuk tidak


perduli lagi dengannya, biarlan saja mereka hidung tidak tenang. Dan aku akan


membalas semuanya nanti, aku gak akan tinggal diam,” ucap Joy dengan penuh


amarah yang mengobar dalam dirinya, setelah tahu kenyataan mamanya, ia tidak


maulagi berurusan dengan Alana. Dan menghapus nomornya dari ponselnya.


“Meski kajadian kemarin sangat singkat, tapi setidaknya ia


tidak mau jika mamanya sekarang batu saja sadar, karena terlalu syok dengan apa


yang sudah terjadi pada mereka. Dan Cia juga sangat kesal denganya.


“Dan soal hubungankamu dnegan Alana dulu, bagaimana?” tana


Cia.


‘Aku gak perduli lagi sekarang. Jika kamu ingin bahas


tentang Alana lebih kamu sekarang pergi, aku ingin sendiir, dan ingat jangan


bialng pada siapapun tentang hal ini, kamu sudah mengetahuainya, jangan bilang


pada mama. Aku gak mau dia tambah syok. Kamu hars bisa merahasiakan semuanya.” Jelas


Joy, beranjak dari ranjangnya.


Joy mendorong tubuh Joy menjauh dari kamarnya,”Jangan


kembali lagi, sekarang kamu pergilah!1’ ucap Joy.


“Tapi Joy, aku ingin bicara banyak dengan kamu Joy!!...


Joy...


Cia berusaha untuk masuk ke dalam kamar Joy, namun tubuh Joy


langsung mencegahnya untuk masuk. “Apa lagi yang perlu di bicarakan, tidak ada


lagi. Aku gak suka kamu bicara tentang Alana.”


“Au tidak bicara tentang Alana, aku ingin bicara tentang


Miko.”


Kenapa dengan Miko?” tanya Joy.


“Kamu bantu kau bisa dekat denganya,’


“Bukannya kamu selau dekat denganya”


“Dekat sebagai pasangan, aku ingin membuat Alana terluka,


itu yang ku ingin kasih pelajaran buat dia.”


“pelajaran apa? Dia sekarang pasti sudah menderita, saat


semua jauh darinya, dan jangan menghubungi dia lagi, jika kamu mau mendekati Miko.


tersenyum, dengan ke duantangan mengepal memberikan sebuah semangat pada Cia.


“Baiklah,.. “


“Iya, kamu pergi ya..” Joy mendorong tubuh Cia, dan menutup


pintunya rapat, agar dia tidak bisa lagi masuk ke dalam kamarnya.


_----


Pov Alana


“Kenapa harus aku yang kamu ganggu, masih banyak wanita lain


yang lebih menarik dari pada aku.” Ucap Alana.


“sudah sekarang, kamu mandi, aku akan ambilkan baju yang


lebih pantas dari pada baju ini, yag menurut kamu terlalu terbuka, aku gak mau


ada wanita yang d lecehkan orang lain.” Ucap david.


Alana menuatkan ke dua keninganya. “Maksud kamu apa? Kenapa


kamu gak mau ada orang yang kelecehkan wanita, tapi bukanya kamu sendiri pria


mesum, yang juga selalu nelecehkan wanita.”


“Iya, sudah gak usah banyak tanya cepat mandi, aku mau


pergi,” ucp david beranjak berdiri.


“kamu mau pergi kemana?’ tanya Alana. “Ambil koper aku ya?”


“Siapa juga yang mau ambil koper kamu, aku inghi mandi,


kalau kamu gak mau mandi, apa kita mandi bersama di kolam renang belakang.” Tanya


David menggoda.


“Gak mau!!” ucap Alana lantang, semakin kesal di buatnya.


“gakmau atau kamu gak bisa berenang?” tanya david.


“Alana terdiam, memalingkan pandanganya.


Bagaimana dia bisa


tahu jika kau gal bisa berenang, aa dia selalu mengikutiku ya, apa dia itu


sebenarnya selalu mata-matai, aku setiap kebiasaan kau bahkan dia sudah tahu.


David mendekatakna wajahnya, mencubit pipi Alana. “Ikut kau,”


ucap David, memegang tangan alana, bernajak menuu ke kolam renang tepat di


belakang rumahnya, yang lansgung bisa matap pemandangan taman di samping rumahnya.


‘Kita mauu nagapain si dini?” tanya Alana bingung mentap


sekelilinganya.


“Bukanya kamu gak bisa berenang, aku akan ajarkan kamu giman


caranya berenang. Jika kamu akann tergelam kamu tidak merepotkan orang lain.” Ucap


david, membuat Alana terdiam, memutar ingatanya mengingat kejadian saat di


sungao joy yang menolonganya saat dia hampir saja tergelam terbawa arus, bakan


sampai dia mengorbankan nyawanya sendiri.


“Bagaimana mau gak?” tanya David.


Lebih baik aku terima


saja, aku tidak mau orang yang adadi dekat aku nanti celaka, hanya ingin


menolong aku. Aku gak boleh merepotkan orang lain lahi, aku ingin mandiri, aku


gak boleh menyusahkan mereka yang dekat dengan aku.


‘Kalau gak mau, ya, sudah. Akuakan pergi sekarang.” Ucap david,


melangkah pergi, dengan sigap Alana memegang tangan david mencegahnya pergi/


‘Baiklah, aku mau. Aku ingin bisa rennag. Dan kamumau ajrai


kau.” Ucap slana sedikit menunduk malu.


‘Beneran, tapi jika aku menyentuh kamu, jangan salahkan aku.”


“Apa katamu? Menyentuhku? Jangan beraninya kamu menyentuhku,”


seketika Alana menutupi tubuhnya dnegan ke dua tanganya.


“Tapi aku tidak akan menyentuh bagian sensitif kamu. Hanya menyentuh


tangan dan kaki kamu, gak lebih. Jangan berpikir mesum dulu,” ucap david,


meengusap rambut Alana, mengacal-acak rambutnya.


“Sudah sekarang kamu pemanasan dulu kalu mau berenang, dan


ikuti setaiap gerakan yang aku lakukan.”


“Yang bagaimana?”


“semuanya tapi hanya gerakan pemanasan saja, bukan semuanya.”


“Baiklah.” Alana melepaskan jaket yang dari tadi yang ia


pakai, jaket harus parfume David yang membuatnya sangat nyaman.


David dan alana segera melakukan pemanasan sebelum mulai


belajar berenang bersama.