My First Love

My First Love
bab 25



mobil yang di tumpangi pak albert dan bu sinta akhir nya tiba di parkiran rumah sakit XXX, alvin membuka pintu mobil dengan sangat lamban hingga bu sinta yang melihat nya serasa ingin meneriaki anak lelaki nya itu. alvin yang menyadari hal itu tak memperdulikan ayah dan ibu nya, alvin melangkah mendahului kedua orang tua nya menuju ruangan unit gawat dafurat rumah sakit. "apa ada gadis yang tadi pingsan di jalan *** di rawat di rumah sakit ini?", alvin bertanya pada seorang suster muda yang dari name tag nya bernama delvi ananda di meja nurse station. "oh ia pak, apa anda suami nya?", jawab wanita ber stelan hijau dari topi hingga pakayan yang di kenakan. "ia sus, dia suami nya, menantu ku dirawt dimana yah?", jawab bu shinta dan bertanya keberadaan dian. rupa nya bu sinta tidak sabar meliht calon menantu nya. "apaan sih mma, masa aku di akui sebagai suami wanita bo**h itu, kan belum nikah maaaaa", gumam alvin tapi tak membantah. "baik lah bu, menantu ibu ada di ruagan perawatan dahlia nomor 2B", jawab suster, "apa bisa di pindahkan ke ruangan VIP sus?", tanya pak albert lagi, "baik lah pak, tapi terlebih dahulu mengisi kelengkapan data pasien baru nanti akan di pindahkan ke ruangan VIP", suster menjelaskan prosedur pemindahan ruangan nya. sebab sedari tadi, seorang ibu yang menolong dianlah yang mengurusi nya, meski hanya sampai di ruangan perawatan biasa saja. "baiklah, suami nya yang akan mengurusi kelengkapan data menantu kami sus", jawab pak albert, "ap apa pah? alvin? mana alvin ta...", alvin tak melanjutkan kata-kata nya, sebab pak albert melototi alvin bertanda tak ingkn di batah. "baiklah", jawab alvin singkat dan menghadap suster yang meminta data dian. "sabar.... sabar.. sabar vin..", gumam alvin di hati nya sambil mengelus dada bidang nya dengan telapak tangan nya pelan.


saat sampai di depan pintu ruangan yang telah di tunjukan suster di ruangan ugd, pak albert menggenggam handle pintu kamar ruangan lalu perlahan memasuki ruangan dan di ikugi bu shinta, di dalam ruangan itu ada 4 tempat tidur, yah ruangan itu ruangan rawat gabung dengan pasien lain. pak albert dan bu shinta mulai menelusuri satu persatu tempat tidur pasien, dan di dapati nya calon menantu kesayangan mereka berdua yang di pasanginoksigen dan selang infusd pada tubuh gadis malang itu. dian tertidur dengan wajah damai. di samping nya ada wanita separoh baya yang sudah menolong nya saat pingsan di pinggir jalan. "selamat malm bu, maaf, apa ibu yang menolong calon menantu kami?", ibu shinta bertanya pada ibu separoh baya yang masih terlihat lebih sdikit muda dari nya. "iya bu, benar", jawab ibu itu menyunggingkan senyum nya dengan sangat ramah sambil menyalimi bu shinta dan pak albert bergantian. "terimakasih banyak sudah membantu nak dian membawakan nya ke rumah sakit ini, semoga tuhan membalas kebaikan ibu dan keluarga ibu", kata pak albert tulus pada ibu rini. "sama-sama pak, sesama manusia harus aaling menolong ketika sedang terkenah musibah tau butuh pertolongan kan pak, bu, saya khawagir dengan nak dian ketika melihat nya terbujur di jalanan, saya juga memiliki seorang putri yang seumuran nak dian", jawab ibu rini, sedangkan alvin telah berada di depan ruangan itu enggan untuk memasuki nya. "ngapain gue masuk dalam, biarin aja, lagian ngapain pakek akting pingsan segala .. di jalan pula, emang gak ada taxi apa, becak kek, dasar dia nya aja yang manja, itukan pelajaran buat dia biar bisa kuat saat ngadapin aku nanti. biarin ajalah", alvin merancau sendirian di luar ruangan.


setelah berbicara bersama bu sinta dan pak albert, bu rini berpamitan untuk pulang ke rumah, karena sudah sangat larut malam.. suster yang datang menghampiri pak albert, bu sinta juga dian dagang bersama dokter dan perawat lain nya untuk memindahkan ruangan dian, agar memiliki privasi sendiri, juga dian nya bisa tenang dan dengan segera pulih. bu shinta dan apk albert mengikuti para perawat dan dokter menuju ruangan VIP yang di maksud kan. alvin pun menyusuli nya dari belakang. saat tiba di ruangan VIP dokter dan rombongan nya berpamitan pada ketiga orang itu yang tak lain adalah pak albert, bu shinta juga alvin.


"nakk cepatlah pulih, mma ingin sekali melihat senyuman mu nak, maafkan kami karena tidak menjaga mu dengan baik, maafkan alvin juga yah nak, hiks hiks hiks", kata bu shinta sambil mengelus lembut rambut dian dan menangis. "sudahlah ma, biarkan nak dian isttirahat, besok akan segera pulih, mama dengarkan apa yang sudah dkkter jelaskan", pak albert menenangkan istri nya. "tapi pa, mma merasa sangat bersalah pada mendiang orang tua nya, mma sangat menyayangi nya pa, malang benar yah nasip gadis baik hati ini, apa kita batalin aja pernikahan mereka", kata bu shinta "jangan ma.. tolong jangan batalin pernikahan kami, alvin tadi gak sengaja ninggalin dian, karena alvin pergi mengganti ban mobil karena ban nya kempes", alvin memohon agar tidak membatalkan pernikahan yang sebentar lagi akan di langsungkan, "apa kamu yakin? kamu tidak akan melakukan hal bodoh lagi meninggal kan nya di pinggir jalan? di kegelapan malam dan di bawah rintikan hujan!!?", pak albert bertanya sambil meyakinkan anak nya. "maaf paa, alfin sudah tekat menyakiti nya dengan cara apapun agar dia tau diri, ppa gak tau dia wanita yang m*****k", alvin berbicara dengan hati nya. ternyata alvin mempertahankan rencana pernikahan nya dengan tujuan lain, entah apa yang membuat nya membenci dian, padahal dian tak pernah membuat ulah terhadap nya atau terhadap orang lain, yang ada orang lain lah yang melakukan hal yang tidak baik terhadap nya, dian memang dari keluarga yang berada pula saat orang tua nya masih ada. namun dian di bekali dengan pendidikan moral yang cukup baik hingga membentuk pribadi dari gadis baik. gadis yang selalu menghargai hidup nya, gadis yang selalu menghormati kedua orang tua dan menghargai orang yang lebih tua dari nya. namun nasip nya berubah 180° saat kedua orang tua nya meninggalkan nya dengan sebuah kecelakaan yang terjadi saat dian masih duduk di bnagku Sekolah, karena keserkahan dari tante semata wayang nya dwngan harta kedua orang tua dian, hingga membutakan hati tante nya merebut segala nya dari dian. hingga dian harus menyelesaikan kuliah dan mempertahan kan rumah peninggalan orang tua nya dengan bekerja paruh waktu.


.


.


.


god bless you all 😇